
"Pa, Papa harus jaga kesehatan Papa Ailee juga gak mau kenapa - napa, Ailee hanya punya Papa," ungkap Ailee sambil memegang tangan Papa.
"Papa lakukan demi kebahagian kamu Ailee Papa gak mau, kamu sedih bahkan swring berteriak setiap malam dan menyebut - nyebut Arga." jelas sang Papa.
"Papa akan lakukan segala cara demi anak Papa, itu tujuan hidup papa."
"Taoi Ailee juga gak mau Papa bekerja keras seperti ini, Ailee gak mau Papa sakit atau Papa-"
"Sudah, Papa pasti akan baik- baik saja, percaya lag kepada Papa." jelas sang Papa.
"Sekarang makan lah, sudah banyak makanan begini, Papa gak ingin kamu sakit." jelas san Papa.
"Ailee udah makan Pa," jawab Ailee kemudian bangkit dari duduk dan berjalan menaikki tangga menuju kamar nya.
tak lama telfon sang Papa pun berdering dan melihat bahwa anak buah nya menelfon.
"Ada kabar apa?" jawab sang Papa.
"Arga sudah tidak di rumah biasanya. Hanya ada kedua orang tuanya dan para pekerja di rumahnya." jelas sang anak buah.
"Apa perlu saya mencari keberadaan Arga?" tanya sang anak buah.
"Apa perlu kita membuat teror terhadap kedua orang tuanya?" tanya sang Anak buah kembali.
'jika aku meneror kedua orang tua Arga, yang ada hubungan ku dengan orang tua nya semakin jelek dan Arga dengan mudah nya untuk pergi dari kehidupan mereka? Lalu bagaimana dengan anak perempuan ku?' batin sang Papa yang mulai risau dengan kemungkinan - kemungkinan yang buruk yang bahkan bisa merugikan Ailee.
Sang Papa terdiam cukup lama sambil memijat kedua alis nya dan tertunduk.
'apa yang harus aku lakukan? Apa aku terus saja menekan Arga? Kalau memang tidak ada jalan lain baru lah orang tua nya yang akan menanggung semua perbuatan anak lelaki kesayangan mereka. Baik lah, akan lebih baik seperti itu.' batin sang Papa kembali.
"Cari tau di mana keberadaan Arga, jangan sampai kalian lengah." suruh sang Papa kepada anak buah nya tersebut di dalam telefon itu.
Sedangkan sang anak buah hanya mengangguk dan menurut.
***
"Eh, iya gimana ya kabar Arga gue kelamaan di Paris gak hubungin Arga. Gue telfon dia deh," ucap Dewa sambil menaruh koper di dalam kamarnya. Dewa pun kemudian menelfon Arga saat itu juga.
Sementara itu Arga sendiri sedang makan Bersama bareng keluarga kecil nya saat ini dan sesuai yang di rencanakan dewa. Telfon Arga pun berdering.
'Dewa?' gumam Arga sambil menaruh sendok yang dia gunakan makan tadi.
"Kenapa?" tanya si Celine melihat suami nya yang tiba - tiba berbeda raut mukanya.
"Dewa, Dewa hubungin aku." jawab Arga.
"Yaudah angkat aja toh juga beberapa hari kan Dewa emang dah lama gak kelihatan." Jelas Celine. Sambil menyuapi sang anak.
Arga lun menjawab telefin dewa dengan segera di meja makan tersebut.
"Celine, biar Ibuk aja yang suapin Dirga. Kamu makan dulu saja," pinta sang Ibu.
"Gak bu, Celine ingin menyuapi Dirga, Celine kangen ama Dirga seharian baru ketemu saat makan."
"Mommy! Dirga bisa makan sendiri!" bentak Dirga.
"Dirga! Hayo, kamu gak boleh bentak - bentak begitu," ucap Arga sambil masih mengangkat telfon Dewa.
"Minta Maaf sama Mommy! Nanti kamu kebiasan sering bentak Mommy kamu, bentar ya dewa aku lagi ngasih tau anakku." ungkap Arga.
"tapi Kan Dirga pengen makan sendiri. Yaudah deh Mommy Maafin Dirga."
"Udah Arga, jangan di terusin kasian anak nya. Lagian emang aku yang salah, pengen nyuapin Dirga. Yang bahkan Dirga sendiri udah gede." jelas Celine.
"Jangan di ulangin Lagi. Daddy gak ingin denger lagi Dirga marahin Mommy lagi. Ingat?" ucap Arga.
"Paham Daddy. Maaf ya Mommy!" ucap Dirga sambil memeluk sang Mommy.
Sang omma pun tersenyum melihat Dirga yang patuh akan perintah Arga. Mendidik Dirga untuk tak membentak Celine.
'Andai kamu tau Dirga, kalau Arga adalah Daddy mu sedari dulu. Hanya saja aku tak sanggup mengucapkannya, kamu masig kecil belom paham akan permasalahan ini. Walaupun Celine dan Arga kembali seperti dulu. Semoga dengan kembali nya kalian Ibuk cuman berharap Kalian bahagia, dan tak ada orang lagi yang akan menyakiti salah satu dari kalian. Hanya itu yang bisa Ibu doakan untuk mu Celine dan Arga.' batin Sang Ibu.
'Tanpa aku sadari, anak ku sendiri sudah mengehentikan meminum obat anti depresi tersebut. Aku ikut lega. Untuk sementara obat celine biar lah aku yang simpan aku gak ingin Celine tiba - tiba meminumnya kembali tanpa sepengetahuanku.' batin sang Ibu kembali.
"Ibuk, ngapain ngelamaun."
"Omma! Jangan diem aja makan kayak Dirga."
Seketika ucapan Celine dan Dirga pun membuyar kan lamunan sang Ibu.
Sementara itu Arga pun masih menerima panggilan telefob tersebut dari dewa.
"Kamu kalau lagi makan, makan dulu deh ntar ku telfon, atau kamu nya nelfon gue. Nanti kita sambung." jelas Dewa sambil mematikan telefin tersebut.
"Dewa! Argh! main matiin telfon aja kebiasaan sekali Dewa."
Arga pun langsung meletakkan ponsel nya kembali.
"Sudah nanti telfon kembali si Dewa makanlah dulu." ungkap Celine.
"Iya deh sekalian aku mau menanyakan sesuatu soal dia," ungkap Arga.
"Memang ada apa? Kamu punya masalah apa Arga?" tanya sang Ibu.
"Jujur sama Ibu, ibuk gak suka kalau kalian diam - diam seperti ini dan tak bercerita sama Ibuk." ancam sang Ibu.
"Perusahaan ada yang sabotase Ibu," ungkap Arga.
"Ha! Kenapa ada orang yang jahat sama kalian."
"tenang lah Ibu, aku udah suruh Jasson untuk mencari tau siapa dalang semua ini walaupun aku tau siapa orang nya, hanya saja aku ingin sebuah bukti, untuk bisa menyeret orang ini," tutur Arga.
"Padahal Ibu baru saja berharap kalau kalian tak memiliki musuh di luarran sana." ucap Sang Ibu.
"Tenang saja Ibu, Arga pasti akan melindungi semuanya Sebisa Arga selama Arga masih hidup di sini."
"Sampai kapan pun Arga tidak akan bisa di beli oleh siapapun. Bahkan besok Arga harus menghentikan salah satu pekerja yang berkhianat di perusahaan" ungkap Arga.
"Tenang lah, kau jangan terburu - buru aku tak ingin kau salah ambil keputusan." jawab Celine untuk mengingatkan tindakan suaminya tersebut.
Arga pun tersenyum memandang Celine dan berkata, "tenanglah," ucap Arga sambil memegang tangan Celine yang ada di atas meja makan.
"Dirga, sekarang kamu tau kan, Daddy slalu berusaha untuk melindungi semuanya. Jadi kalau Dirga membentak Omma yang ada di rumah ini atau omma dan oppa dirga yang ada di rumah Daddy dulu dan bahkan membentak Mommy lagi, Daddy gak akan tinggal diam." jelas si Arga sambil melepas tangan Celine.
"Daddy lakukan itu karena kita harus nya saling melindungi keluarga kita sendiri. Daddy juga gak ingin Dirga membentak atau kurang ajar sama orang yang lebih tua. Karena Daddy gak suka dengan Sifat dan tingkah laku Dirga yang seperti itu. Jadi lah lelaki baik dan bertanggung jawab jangan sampai kamu kurang ajar sama yang lebih tua. paham kamu, daddy cuman ingin kamu jadi lelaki yang baik!" tandas Arga.
"Baik Daddy. Dirga akan menuruti perintah Daddy."
Bersambung.