
"Udah dapet alamatnya, nanti kesanalah ya," pinta si Karin.
"Gak masalah nih kalau kita datang kesana, takut nge ganggu kita." ucap Jasson kembali.
"Tapi gue khawatir, kalau kamu gak mau dateng ya udah gak masalah, aku datang sendiri aja." ungkap Karin.
Karin pun kemudian berjalan menjauh dari Jasson.
"Iya deh iya, jangan ngambekkan donk." ucap Jasson sambil menyusul ke arah Karin.
Jasson dan Karin pun makan bersama pada saat jam makan siang.
Sedangkan Arga bertemu dengan salah satu Client nya yang berada di Kawasan Mall elit.
Hanya beberapa Client yang meminta untuk bertemu di luar yaitu Client pemilik pasoka bahan pangan berupa tepung makanan.
Arga pun langsung masuk ke dalam mobilnya dan menuju ke mall tersebut sambil di antar sang sopir.
Hingga beberapa jam berlalu. Karena macet jadi kondisi jalan tidak berjalan seperti waktu biasanya.
Arga pun masuk ke dalam mall tersebut dan masuk di tempat restaurant mewah, yang ternyata sang Client belom datang juga sesuai jadwal.
***
Sedangkan Celine hari ini bersama dengan sang anak.
"Mommy, hari ini libur?? Dan akan anter Dirga ke sekolah?" ucap sang Anak.
"Hari ini Mommy libur jadi bisa antar kan Dirga kesekolah deh," ucap Celine sambil tersenyum.
"Terus oma? Oma gak ikut ?" tanya si Dirga.
"Oma di rumah Dirga, biar Mommy mengantar Dirga ke sekolah. Gak masalah kan sekali - kali Biarkan Mommy yang mengantar mu Omma akan memasak untuk Dirga pulang ke sekolah nanti." jelas sang Omma.
"Baik Omma. Kalau gitu Dirga berangkat ke sekolah dahulu." ucap Dirga sambil mencium tangan sang Omma.
"Celine anter Dirga dulu ya Omma," ucap Celine sambil mencium tangan sang Ibu.
"Kalian hati - hati." ucap sang Oma sebelum mereka meninggalkan rumah.
Dirga dan Celine pun berjalan menuju sekolah nya. sekolah Dirga memang tak jauh dari kediaman mereka sendiri.
"Dirga seneng banget bisa di anter sama Mommy."
"Mommy juga seneng Dirga bisa mengantar Dirga ke sekolah begini. Maafin Mommy ya Dirga," ucap Celine sambil mengandeng sang anak berjalan menuju sekolahnya.
"Mommy kenapa minta maaf sama Dirga? Mommy kan gak salah sama Dirga, Mommy kan sibuk Cari uang untuk Dirga dan Oma. Jadi Dirga gak marah Mommy."
Celine pun hanya tersenyum dan menatap sendu ke sang anak.
'Untung saja kamu masih hidup Dirga dan bersama dengan Mommy. Maafin Mommy dulu ingin membunuh Dirga. Mommy tau. Kalau itu menyakitkan untuk mu Dirga jika kau tau jahat nya Mommy kepada mu dulu,' batin Celine yang masih menatap Dirga.
"Mommy kenapa?" tanya sang anak.
"Ah, engak. Mommy gak kenapa - napa, Mommy hanya melihat Dirga. Betapa Dirga sangat berarti untuk Mommy." ucap Celine.
"Terimakasih Mommy, mommy udah menyayangi Dirga hingga saat ini." ungkap sang anak.
Merekapun telah sampai di halaman sekolah.
"Mommy," ucap Dirga sambil menarik celana jeans milik sang Mommy.
"Kenapa Dirga," ucap Celine sambil berjongkok menghadap sang anak.
Dirga pun langsung memeluk sang Mommy.
"Dirga sangat menyanyangi Mommy. Apapun itu, Dirga sangat sayang Mommy. Terimakasih Mommy," ucap Dirga di sela - sela pelukannya.
"Mommy juga berterimakasih Dirga masih di sisi mommy dan sangat sayang sama Mommy," ujar Celine sambil memeluk anak nya erat, "Sudah sekarang Dirga masuk kesekolah nanti Mommy akan jemput Dirga," ujar Celine kembali sambil melepas pelukannya ke sang anak.
"Beneran Mommy akan jemput Dirga?" tanya sang anak kembali untuk memastikan.
Celine pun hanya mengangguk.
"Assik! Kalau gitu Dirga masuk ke sekolah dulu bay! Mommy!" teriak sang anak sambil melambai kan tangannya ke sang Mommy dan berjalan masuk ke dalam sekolahnya.
"Dirga seneng sekali melihat aku bisa mengantarnya." ucap Celine sambil masih menatap Dirga yang sudah berjalan masuk ke kelasnya sambil meninggalkan dirinya.
Celine pun kemudian berbalik dan kembali ke rumahnya kembali membantu sang Omma untuk memasak. Sambil nanti menunggu jam kepulangan Dirga untuk di jemputnya kembali.
***
Sementara itu Arga yang sedari tadi menunggu sang Client baru datang dan menemui nya.
"Selamat siang Bapak Arga," ucap sang Client tersebut sambil mengulurkan tangannya ke Arga.
Arga pun bangkit dari duduknya dan membenarkan jasnya, sambil menjawab jabatan tangannya dari sang Client.
"Maaf membuat anda menunggu sampai beberapa jam seperti ini. Tiba - tiba saja saya mendapat masalah dari kantor."
"Kalau begitu silahkan duduk," ucap Arga mempersilahkan duduk.
"Jadi begini, saya akan langsung mengucapkan ke bapak Arga, bahwa kerja sama kita di batalkan!" ungkap sang Client.
"Apa! Kenapa bapak seenak nya sendiri membatalkan seperti ini!" bentak Si Arga.
"Maaf kan kita bapak Arga yang terhormat, karena ini sidah keputusan dari pusat." ucap sang Client. " Kalau begitu saya undur diri dulu, sekali lagi saya minta maaf," ucap sang Client lalu pergi meninggalkan Arga saat itu juga.
***
"Nanti kalau kau mau ikut bersama ku bareng aja," pinta Karin.
"Iya nanti selesai kerja, kita bawa kan sesuatu untuk nya."
Bersambung