
mereka semua pun langsung di dalam ruang rapat.
"Kenapa mendadak seperti ini pak?" tanya si Karin.
"Mendadak bagaimana maksud mu? Saya melakukan pertemuan ini untujk membahas siapa saja produsen kita yang meninggalkan kita. Apakah hanya pak Michael atau memang ada lagi? Jadi saya mengumpulkan kalian di sini karena perusahaan mengalami masalah." ungkap Arga sambil berdiri menjelaskan ke semua pegawai nya.
'Bagaimana ini jika pak michael sudah menelfon?' batin Celine sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul sebelas siang.
Celine pun langsung berdiri dan mengatakan.
"Maaf Bapak Arga yang terhormat saya ijin untuk undur diri dari rapat ini, karenan jam sekarang pukul sebelas siang saya akan mencoba menghubungi pak Michael." jelas Celine.
"Saya sudah menhhubungi kantornya tadi sebelum rapat di mulai." ungkap Celine sambil membungkuk Hormat di hadapan Arga boss sekaligus Suami nya tersebut.
Namun untung saja status mereka tidak ketahun oleh para pegawai di kantor tersebut.
"Baiklah saya inin kan karena kamu sudah berjanji akan menelfonnya." ungkap Arga.
Celine pun keluar dari rapat tersebut mata Arga pun masih menatap Celine hingga dia pergi dari ruangan rapat.
Hanya senyun sekilas yang Arga expresikan. Namun Karin sadar dengan sikap Bossnya tersebut.
"Jasson! Kenapa kamu tidak bilang kalau barang persedian kita sudah lama tidak di pasok, kalau seperti ini terus kitq akan kehilangan banyak pelanggan," ungkap Arga.
"Ah iya, saya ingat." ucap Jasson.
"Apa itu! Segera kamu ungkap kan kepada saya!" jelas Arga.
"Kita dulu pernah bekerja sama dengan perusahaan Danitama Niaga, Bagaimana kalau kita menghubungi nya kembali. Dia juga bisa memasok sebuah coklat. Yang masyarat sini gunakan adalah tepung tapi coba kalau perusahaan ini memasok sedikit Coklat dan Minyak goreng sudah pasti akan berguna." ungkap Jasson.
***
Sementara itu Celine pun kembali ke ruang kerjanya dan menghubungi perusahaan Pak michael lagi.
Berulang kali Celine mencoba. Menghubungi michael hanya saja direktur Pangan tersebut tidak meresponnya kembali.
"Bagaimana ini?" ungkap Celine.
Celine pun kemudian masuk kembali ke ruangan tersebut.
"Gimana kamu berhasil menghubungi Direktur itu?" ungkap Arga.
"Tidak Pak, semua sudah saya lakukan dan coba. Tapi sama saja pangilan saya kena tolak." Ungkap Celine.
"Kalau begitu, Mika! Kamu hubungi Cari nomer perusahaan yang di maksud dengan Jasson nanti, berikan ke pada saya." jelas Arga.
"Kalau begitu Rapat cukup sampai di sini. " tutup Arga.
Arga pun langsung kembali ke kantornya lagi. Sambil melihaht dokumen yang sudah di berikan oleh pegawai nya di atas meja.
' ini udah siang emang gak mau makan siang yah, langsung kerja mulu.' Batin Celine yang masih berdiri mematung di saat dia berdiri tadi.
"Heh! Ngalamun aja! Makan siang yuk! Laper gue," ucap Karin.
Celine pun langsung mengangguk dan tersenyum.
"Ayok! Aku juga kebetulan laper banget! Pengen banget untuk makan." ungkap Celine.
"Kalian gak ajak aku?" ucap Jasson langsung berlari ke arah mereka berdua.
"Kau ya! Selalu ngintilin Karin! Kali ini aku ingin berdua dengan dia! Kau tak usah ikut aku ingin bercerita banyak!" ungkap Celine.
Karin pun hany tersenyum ke Jasson sambil tidak enak hati karena Celine meminta nya seperti itu.
Mereka berdua pun akhirnya pergi makan siang.
"Gimana kalau ke tempat biasa?" ajak Karin.
"Yaudah yuk!"
Mereka pin langsung pergi dan meninggalkan Jason sendiri di ruangan meeting tadi.
"Yah! Gue sendiri an lagi," ungkap Jasson.
"Jasson!"
"Pak Arga!" ungkap Jasson yang terkejut dan menunduk Hormat.
"Baik!" ucap Jasson.
Jasson pun langsung menuju ke gudang saat itu juga dan melihat para kasir yang masih menjuali pembeli yang masih belum beristirahat.
"Pak jasson! Mengapa anda kesini?" ucap salah satu pegawai bagian keluar barabg dan masuk .
"Saya di suruh langsung oleh Bapak Arga. Kali ini saya yang akan mengecek semua bahan disini." ucap Arga.
"eh, tapi pak!"
"Kenapa! Apa ada hal yang kamu sembunyikan dari saya! Mana laporan kamu!" Bentak Jasson kembali.
Sang pegawai tersebut pun langsung mengambil laporannya.
"Ii...ini!" ungkap Pegawai itu sambil memberikan laporannya dengan tangan bergetar.
"Kamu kan yang bertanggung jawab disini!" ucap Jasson.
"Kenapa diam! Saya atasan kamu sekarang! Jawab!" bentak Jasson.
"I...i..iya pak! Saya yang bertanggung jawab." ungkap sang pegawai itu dengan gugup.
Beberapa Jam berlalu Jasson masih mengecek barang tersebut dengan teliti berualang kali ia kerjakan dengan sangat hati - hati dan teliti.
Ia menemukan Fakta Bahwa perusahaan telah mengalami Belanja yang membengkak.
Jasson pun kembali di ruangan tersebut untuk mengumpulkan para bagian keluar masuk barang.
"Apa - apaan kalian!" bentak Jasson sambil melempar laporan tersebut.
"Kenapa barang yang di gudang masih banyak sedangkan! Di laporan ini! Sudah habis!" ungkap Jasson.
"Ngapain! Kalian memberikan tepung sisa ke pelanggan kita! Berulah kali pemasok kita sering datang! Sering memberikan barang baru! Kenapa kamu berikan tepung lama itu! Kalian tau jika seperti ini perusahaan merugi! kamu!" ucap Jasson sambil menunjuk pegawai yang memberikan laporan gudang tersebut.
"kenapa bisa seperti ini!" teriak Jasson.
"Kamu tau jika seeperti ini Pak Arga akan marah Besar!" teriak Jasson lagi.
"Kenapa kalian sisakan tepung itu dan kalian melaporkannya telah habis! Bagaimana bisa!" teriak Jasson.
"Saya, saaya. Juga tidak paham pak." ungkap pegawai itu.
"Kalau begitu kamu! Yang bertanggung jawab ini ! Tunggu keputusan Pak Arga. Dan kalian, jika salah satu kalian ketahuan melakukan kecurangan ini! Saya akan melihat melalui CCTV" ucap Jasson.
"Aa.. Apa! CCTV!" teriak pgawai yang lain.
"Kenapa kamu Melly panik seperti ini ketika saya bilang seperti itu?" tanya si Jasson.
'mampus! Gimana ini! Sejek kapan di sana ada CCtV kenapa aku tak melihatnya! Sial!!" betin melly mengumpat di dalam hatinya.
"Apa yang kamu sembunyikan dari saya,?" tanya si Jasson tersebut.
" ti, tidak Bapak Jasson gak ada."
"Kalau begitu saya akan keruangan Bapak Arga." pungkas Jasson.
Jasson pun kemudian keluar dari ruangan tersebut dan kembali ke kantor.
"Pak Hendra segera kamu cek CCTV di Gudang," ucap Jasson melalui telefon celulernya setelah dia keluar dari ruangan tersebut.
'Mampus! Gimana ini gue! Sial! Kenapa bisa gue gak tau ada CCTV disanaa!' Teriak Melly dalam hati nya kembali.
"elo kenapa Mel? Diem aja?" tanya salah satu temennnya.
"gak kok! Yaudah kita kerja lagi!"
mereka pun kembali bekerja dengan tenang lagi. Berbeda dengan Melly dia bekerja dengan suasana hati tang sedang panik dan takut.
Jasson pun kembali ke ruangan Hendra sambil melihat CCTV jika ada hal aneh terjadi.
Mereka berdua mengecek seharian di ruang CCTV tersebut.
Bersambung.