
Keesokan pagi nya Celine pun sudah terbangun dari tidur panjang akibat obat tersebut. Karena obat yang dia minum adalah obat deperesi dengan jumlah yang melebihi ketentuan dokter oleh karena itu efek samping nya adalah membuat nya kantuk begitu panjang.
"Sudah pagi ternyata," ucap Celine sembari mengkucek mata nya sendiri.
Ia pun langsung membuka gorden kamar nya supaya cahaya matahari itu masuk menyinari ruangan tersebut.
"Oiya kapan aku sampai rumah, kenapa tiba - tiba udah di kamar ku sendiri," gumam Celine kebingunggan dia berusaha menginggat kejadian kemarin.
"Dirga!!" serunya sembari berlari keluar kamar.
"Kamu udah bangun," ucap sang ibu.
"Dirga mana buk??" tanya Celine ke sang ibu yang sedang menyiapkan makanan.
"Dirga di kamar nya, sedang memakai baju seragamnya. Tadi sudah aku mandikan," jelas sang Ibu.
"Sebenernya apa yang terjadi ibu?" tanya Celine ke sang ibu yang sudah tak tau dan tak menginggat kejadian apapun soal kemaren.
"Seharusnya ibu yang bertanya kenapa kemaren bisa ada Arga, dia yang membawa mu pulang bareng Dewa dia juga yang menidurkan mu di kamar mu itu." jelas sang ibu.
"APA!! Arga masuk kamar Celine ??" tanya Celine untuk memastikan dia tak salah dengar dari ucapan sang ibu.
Sang ibu pun hanya mengangguk sembari menaruh makanan di atas meja.
"Kaamu buruan mandi dan bersiap terus makan sebelum kamu berangkat, kalau kamu mau berangkat kerja. Kemaren Arga sudah berpesan kalau kamu masih kurang fit bisa istirahat dulu," ungkap sang ibu.
"Aku sehat kok ibu, aku akan bersiap dulu." ungkap Celine.
Celine pun kemudian masuk ke kamarnya membawa baju ganti dan lainnya untuk segera dia mandi.
"Kenapa jadi makin rumit seperti ini," gumam sang ibu sembari menatap Celine yang sedang masuk ke kamar mandi.
"Omma," pangil Dirga.
"Aa iya, Dirga, Dirga udah mau berangkat?? Waahh nanti omma anter, sekarang Dirga makan dulu ya," ungkap sang Omma.
"Omma aku kemaren main sama paman tinggi," ungkap dirga sembari duduk di kursinya.
"Paman tinggi,?? Siapa ?? Paman Dewa, maksudnya Dirga?" ungkap sang omma sembari duduk di samping Dirga.
Dirga pun hanya mengeleng.
"Bukan Omma Paman yang kemarin di suruh pergi Omma," ungkap Dirga sembari memakan Nugget Ayam kesukaan Dirga.
"Owh Paman Arga. Dia nama nya Paman Arga Dirga, bukan paman tinggi,"
"Biarin aja Dirga lebih suka mangil nya Paman tinggi."
"Memang kenapa dengan Paman Tinggi??" tanya sang omma.
"Paman tinggi mau bermain dengan Dirga omma paman tinggi itu baik tapi aku gak tau kenapa omma mengusirnya kemarin," tutur Dirga yang masih makan Nugget Ayam nya.
"Karena dia sumber masalah ini Dirga, tapi dia juga bapak kamu, tapi omma gak suka dengan nya perkara Celine anak ku menderita karena dia." batin sang Omma.
"Paman tinggi juga kemaren yang membelikan aku ice cream omma?"
"APA!!"
"Sebenernya Dirga yang minta Omma, eh terus di beliin deh memang yang salah Dirga kok omma ga dengerin nasehat Mommy sama Omma karena Dirga menyukai Ice cream jadi lupa kalau Dirga gak boleh Ice cream. Tapi Mommy langsung memarahi paman tinggi padahal kan Dirga yang salah Omma," jelas Dirga. Sang Omma pun hanya memeluk Dirga. Tak lama setelah itu Celine pun keluar dari kamar mandi dan telah rapi menggunakan baju untuk ke kantor.
"Kenapa Ibu?" tanya si Celine yang habis keluar dari kamar mandi dan melihat ibu nya yang sedang memeluk Dirga.
"Gak, gak apa ya Dirga kita lagi makan kok ya." Dusta sang Ibu.
"Kamu buruan nanti telat, nanti makan dulu sebelum berangkat." ucap sang ibu lagi.
Celine pun hanya mengangguk dan berjalan ke kamarnya untuk berdandan.
"Jadi kemaren Dirga ke rumah sakit??" tanya sang Omma.
Dirga pun hanya menganggukan kepalanya saja kemudian, Celine pun keluar dari kamar nya dan menuju meja makan untuk makan bersama.
Seperti biasa Celine pun langsung berangkat kerja setelah selesai makan, sang ibu pun tak membahas soal kemarin.
...****************...
Sementara itu di kediaman Arga.
Arga telah siap untuk berangkat ke kantor dan sarapan bersama keluarga besar nya.
"Bagaimana hubungan mu dengan Ailee," tanya sang Ayah.
"Mama ingin hubungan mu untuk segera di segerakan Arga, Mama sudah tak ingin menundanya."
"Arga kan sudah bilang Arga itu tak mencintai Ailee!!" bentak Arga, Pricil dan Putri pun terkaget juga di meja makan tersebut akan kemarahan Arga tadi.
"Tolong lah !! Kalau bicara sama Arga jangan masalah lain kalian itu kalau ngomong sama aku pasti soal kerjaan atau soal Ailee!! Kalian gak pernah mau tau kondisi aku kayak gimana !! Semua keegoisan kalian sendiri!!" bentak Arga sembari meninggalkan meja makan tersebut.
"Arga!!! Kurang ajar kamu!! Bisa - bisa nya kamu ngomong sama orang tua seperti itu!! Arga!!!" seru sang Mama.
"Udah ma, udah lagian biarin Arga menentukan pilihannya sendiri, dia sudah gede Ma, ayah." ucap Pricil untuk menenangkan orang tua nya.
"Ngapain kamu !! Belain Arga!! Aku juga kecewa !! Dengan mu!! Pricil!! Bisa- bisa nya kamu ngelahirin anak bersama lelaki miskin!!" teriak sang Ayah.
"Aku tak ingin Arga mengikuti jejak mu!! Dia harus mendapat kan wanita yang sejajar dengan dirinya!!" bentak sang Ayah lagi.
"Kamu gak ada Hak!! Pricil !! Untuk kamu bicara!!" teriak sang Mama.
Pricil pun langsung terdiam dan menahan rasa sakit yang ada di dadanya. Sedangkan putri berusaha menenangkan mamanya.
Putri adalah anak kandung Pricil sang Kakak. Dia telah hamil dengan lelaki bernama Leonard Rizal sering di sapa dengan nama Rizal.
Namun hubungan mereka memang tak di restui walaupun akhirnya mereka berpisah dengan pisah ranjang dan mereka menikah dengan statusnya yang masih menjadi istri sah Rizal.
"Omma!! Kenapa bilang seperti itu ke mama?" ucap Putri. Pricil pun kemudian memeluk anak nya.
"Putri jangan begitu dengan Omma." ungkap Pricil sekarang mama akan antar kamu.
Putri pun mengangguk dan menuruti mamanya. Selama ini Putri menganggap Arga sebagai Ayah kedua nya karena Putri merasa cocok dengan Arga setelah Ayah kandungnya.
"Ma, kenapa kita tidak tinggal dengan Ayah saja??" ungkap Putri.
"Ayah Putri menyuruh kita untuk tinggal bersama Omma dan Opa." ungkap sang Mama.
"Apa Ayah tak menginginkan kita ma,?" tanya sang anak.
"Bukan, bukan seperti itu Putri. Ayah juga berjuang untuk kita." ungkap sang Mama.
"Putri gak masalah Ma. Kalau putri hidup dengan Ayah." ungkap Putri.
Pricil pun kemudian mengendong anak nya sendiri sembari menghapus air matanya.
"maaf kan Mama putri mama masih belom siap untuk hidup sederhana bersama Ayah kamu," batin Pricil dalam hati.
mereka pun kemudian pergi mengantar Putri ke sekolah sedangkan Arga sudah pergi dari beberapa menit yang lalu.
...****************...
Celine pun telah sampai ke kantor.
"Heh!! Anak baru!!" ungkap salah satu pekerja di sana.
"Jangan sok!! kamu!! Jadi orang,"
"Maksud kamu apa?" tanya Celine kepada mereka.
"Sok gak tau lagi!!"
"Aku memang gak tau. Emang aku salah bertanya? Apa salahku dan mengapa kalian slalu menggangu ku." ungkap Celine.
"Aku gak paham sama omongan kalian!!" ucap Celine sembari berjalan melewati mereka. Namun para pegawai ini malah membuat Celine terjatuh.
"Itu pringatan!! Dari kita supaya kamu gak belagu di sini!!" ucap pegawai itu
"Kamu ingat kan!!" ucap pegawai yang lain sembari menjambak rambut Celine.
"Aauuhh kalian!! Apaapan ini!! Aku tak mengerti dengan ucapan kalian!!" teriak Celine sembari masih menahan sakit di kepalanya.
"Kamu masih belom paham!! Kamu jangan sok!! Disini aku gak suka ngeliat kamu!! Paham!! Kamu slalu deket dengan boss kita bahkan dengan Pak Jasson!! Kamu fokus lah bekerja!! Jangan kaya wanita murahan yang lain!!" bentak pegawai satu nya lagi.
"Apa - apaan kalian!!" ungkap salah satu lelaki tersebut.
Karin pun langsung tak sengaja tiba di belakang sang lelaki itu. Dia adalah Jasson.
"Pak Jasson," ungkap Karin sembari tersenyum melihat Jason, namun sayang nya Jason tak memerhatikan kedatangan Karin.
"Mengapa kalian menyebut namaku!!" teriak orang yang bernama Jasson tersebut.
Tak lama kemudian Arga pun datang di kerumunan tersebut.
"Apa-apaan ini!!" bentak Arga.
Karin pun langsung tersadar dan memberitahu ke Arga.
"Kalian semua kesini!!" ungkap Arga setelah di bisikin oleh Karin teman baik Celine.
orang yang membuly Celine pun datang Langsung ke Arga tiga orang yang telah membuly Celine.
"Pangil orang yang mengurus masalah gaji si Leona untuk ke Lobby." ungkap Arga ke Karin.
"Baik pak," ungkap Karin.
"Pak tolong jangan pecat saya" ungkap pegawai tersebut sembari memohon ke Arga.
"Ini suruhan Dewi, kita hanya mengikuti nya saja." ungkap pegawai itu
"Iya pak, kita hanya mengikuti saja," ungkap pegawai yang satu nya lagi.
"Apa maksud kalian jangan kalian mengkambing hitam kan aku!!" bentak orang yang bernama Dewi ke pada temannya tersebut.
"Aku sudah peringatkan ke kalian jangan menganggu wanita itu!!" teriak Arga sembari menunjuk ke arah Celine.
Kemudian Karin dan Leona pun datang ke Lobby.
"Siapkan uang untuk dia pergi dari kantor ini!!"ucap Arga sembari berjalan melewati Celine yang masih terjatuh dan menuju Lift untuk ke ruangannya.
Celine pun bersusah payah untuk berdiri menyusul Arga. Sedangkan Jason pun berlari untuk membantu Celine bangkit di susul Karin juga untuk membantu Celine bangkit.
"Pak Arga," ucap Celine sembari mengikuti langkah Arga.
Namun Lift sudah terburu naik dan menuju lantai atas.
"Udah Celine kamu jangan ngurusin keputusan nya Pak Arga " ucap Karin.
"Sudah biar saja Celine mereka memang pantas mendapatkan hal itu," ungkap Karin kembali.
"Udah sekarang mendingan fokus kerja kembali biar kan mereka mengurus urusannya sendiri." ucap Jasson.
Jasson, Karin dan Celine pun naik di satu Lift yang sama sedangkan Jasson turun di lantai 15 dia adalah bagian stok barang di kantor yang intinya Jasson tak akan slalu di ruangannya. Karena dia yang mengurus bagian barang datang. Namun untuk menginput barang ke komputer dia pasti slalu di ruangan lantai 15 tersebut.
"Aku duluan ya. Bay Celine bay Karin." ungkap Jasson.
"Baay" ungkap Karin. Celine pun melihat ke arah Karin.
"Ciyee.. Kamu suka ama Jasson??" ledek Celine sembari keluar dari lift yang sudah terbuka.
"Apaan sih kamu, oiya kamu gak apa kan??" tanya si Karin.
"Ciyee yang langsung mengalihkan topik." ungkap Celine.
"Apaaan sih kamu!! Udah deh aku mau kerja! Nanti siang makan bareng aku ya," ajak Karin
"Oke" ucap Celine tersenyum sembari membentuk Huruf O di jemari lentik nya.
Celine pun mengetuk pintu ruangan Bossnya karena ya memang di seruangan dengan boss besar disitu.
Maka dari itu banyak yang membenci Celine karena pegawai lama tak bisa merasakan hal yang sama seperti Celine.
"Kamu ngapain diem aja," ungkap Arga sembari membuka laporan - laporan keuangan yang sudah ada di meja nya.
Celine pun kemudian berjalan ke meja nya dan duduk.
"Gak apa," ucap Celine singkat sembari membuka Laptop nya untuk melihat jadwal Arga hari ini sembari melihat email masuk.
Karena untuk mengetahui jadwal Arga, Celine harus mengecek email siapa saja para tamu Arga yang mengirim email dan mengirim janji temu ke Arga baik secara email maupun telfon kantor sekalipun, sehingga Celine menghandle itu semua.
"Hari ini jika ada jadwal beri tahu aku." ungkap Arga.
"Baik," ucap Celine.
"**A**paan ini kenapa canggung sekali hari ini," ungkap Celine dalam hati.
Celine pun kemudian tetep melanjut kan pekerjaan nya. Bagaimanapun dia harus profesional dalam kerjaannya.
Sembari Celine mengecek kegiatan Arga tiba - tiba pintu ruangan Arga pun berbunyi, orang itu pun langsung masuk ke ruangan Arga.
Wanita dengan rambut yang di gerai dengan menggunakan dres berwarna merah maroon berjalan menggunakan spatu tingginya, menghampiri Arga.
Sontak Arga pun terkejut saat itu juga.
"Ngapain kamu kesini." ucap Arga.
"Siapa dia!! Arga," ungkap Wanita itu sembari menuding ke Arah Celine.
"Ailee apa - apaan kamu!!" bentak Arga.
"Kamu yang apa- apan !! Kamu akhir - akhir ini gak bisa di hubungi karena ini!!" bentak Ailee kembali.
"Heh!! Kamu wanita gak tau diri!! Ngapain kamu ke calon tunangan orang!!" bentak Ailee kembali dia adalah Ailee Goldie. Tunangan Arga yang di restui oleh kedua orang tuanya.
"Apa - apa an kamu!! Selama ini aku gak pernah menyukai kamu!! Aku tunangan sama kamu bukan karena cinta!! Tapi karena orang tua ku !! Yang selalu mendesak ku!! Perlu kamu ingat!! Kita hanya sampai tunangan kita!! Gak akan pernah bersama dalam sebuah pernikahan!! Ingat itu Aile!! Sekarang kamu pergi!! Dari kantor ku!!" Bentak Arga.
"Kamu!! Arga!! Ngapain kamu kaya gini!!"
"Aku kaya gini!!! Kamu slalu gak mau tau perasaan aku!! Aku ngak pernah sekalipun suka!! Sama kamu sedari awal !! Paham!!" ungkap Arga. Arga pun kemudian menelfon satpam di pos depan, untuk mengusir Ailee dalam ruangannya.
"Tega !! Kamu Arga!!" ungkap Ailee.
"Pasti karena Wanita ini!! Iyakan!! " ungkap Aile sembari berjalan ke meja Celine namun di hadang Arga.
"Semua gak ada sangkut pautnya dengan Wanita ini!!"
Satpam pun datang dan masuk dalam ruangan Arga.
"*Hi*dup gue rumit sekali emang," batin Celine.
"Bawa gadis ini keluar," ungkap Arga.
"Tapi pak,"
"Keluar!!!!" teriak Arga.
"Arga!!! Nyebelin kamu!!" ungkap Ailee sembari meronta dari satpam tersebut
"Lepasin!! Aku bisa ! Keluar sendiri!!" ungkap Ailee sembari mendorong satpam tersebut.
Bersambung