
Celine pun pagi - pagi sudah menghampiri Celine. Ia langsung mengetuk pintu kamarnya.
"Karin. Kamu udah bangun?" tanya si Celine sambil masih mengetuk pintu tersebut.
"Kalau udah, kita makan bareng ya sama - sama kebawah udah ada makanan di bawah turun aja."
Celine pun kembali berjalan menuju kamar sang mertua. Ia juga mengetuk pintunya kembali.
"Papa, Mama. Kalau udah bangun turun saja ya. Kita makan sama - sama udah di masakin berbagai masakan. Kita tunggu ya Ma."
Kemudian Celine pun berjalan kembali ke kamar sang Ibu ia mengetuk pintu kamar sang Ibu. Namun seperti biasa Ibu sudah bangun lebih dulu sebelum Celine mengetuknya.
"Ibu. Pasti udah bangun kan?" ucap Celine Riang.
Sang Ibu pun langsung membukakan pintu kamar untuk sang anak.
"Kamu ini! tumben pagi - pagi gini udah bangun? Mana nawarin sarapan bareng lagi." kekeh sang Ibu.
Celine pun langsung masuk ke kamar Ibunya dan mengobrol di sana.
Sedangkan Arga pun menghampiri sang anak di kamarnya.
"Loh Dirga udah bangun?" ucap Arga ke anak nya itu sambil berjalan menuju anaknya.
"Daddy. Ini rumah siapa? Kok Dirga merasa asing dengan rumah ini? Apa ini tempat menginap orang kaya ya Daddy?" tanya si anak kecil tersebut.
"Dirga. Ini rumah nya Daddy. Jadi rumah ini juga rumah Dirga dan Mommy."
"Mommy? Dirga? Rumah ini?" Dirga pun masih keheranan dan bertanya - tanya.
"Kok bisa ini rumah Dirga dan Mommy? Omma? Kemana daddy!" sontak sang anak pun histeris teringat sang Omma karena dia sehari ini belom melihat omma.
"Ayok ikut daddy kita ke kamar Omma."
Arga dan Dirga pun langsung berjalan menuju kamar si Oma. Orang tua Celine. Namun mereka berparasan dengan Karin dan sang Mama.
Karin yang melihat boss besar nya di kantor langsung membungkuk hormat.
"Kamu kalau mau makan turun saja. Langsung kebawah. Nanti kita semua menyusul kok," ucap si Arga.
"Tante Karin! Tante! Disini juga. Kata Daddy ini rumah Dirga juga loh! Selamat datang ya tante Karin!" ucap si Dirga dengan sumringah.
Dirga pun langsung menghampiri Karin dan Karin langsung menghadap Dirga dangan berjongkok. Karena jarak tinggi yang terlampau jauh.
"Terimakasih Dirga. Dirga baik ya sama tante. Bolehin tante tidur disini," ucap Karin sambil membalas pelukan sang anak kecil tersebut yaitu Dirga.
"Mama? udah bangun?" ucap si Arga.
"Gara - gara istri kamu! Dia ketuk pintu Mama jadi kami terbangun!" ketus sang Omma.
"Omma! Udah bangun," Dirga pun berlari ke arah sang Omma dan memeluk kaki sang Omma.
"Dirga seneng Omma ada disini bareng kita. Kakek! Selamat pagi!" ucap Dirga yang masih memeluk kaki sang oma.
"Iya!" jawab ketus sang Omma. Sambil melepaskan pelukan Dirga.
Karin yang melihat hal itu ia langsung mengalihkan pandangan dan berkata, "Pak Arga, kalau begitu saya turun ya Pak," ucap Karin sambil mengangguk ke arah orang tua Arga.
Arga pun menjawabnya hanya dengan sebuah anggukan. Karin pun langsung menuju ke lantai bawah.
"Sini Dirga ayo ke Mommy. Mama sama Papa langsung kebawah aja kita nyusul," ucap Arga sambil menarik Dirga.
"Ayok ke tempat Omma." ucap Arga.
Arga pun langsung menuju kamar orang tua Celine.
"Mommy! Oma!" teriak Dirga sambil berlari memeluk sang Mommy dan Oma.
"Dirga sudah bangun! Wah pintarnya. Ya sudah ayok turun kebawah. Kita makan sama - sama," ajak sang Oma.
Celine pun kemudian bersamaan dengan Arga dan Dirga turun dengan sang Omma.
"Oiya kakak kamu. Belom aku ketok juga."
"Kamu tumbenan seperti ini semangat banget lagi," ucap Arga sambil menatap sang Istri.
"Aku seneng, sekarang aku gak merasa sendiri lagi. Aku bersyukur banget masih bisa hidup, coba aja aku gak diselamatin ibu aku. Pasti aku udah gak sampai di titik ini."
Arga pun tertunduk ia sadar Celine seperti itu karena ulahnya di masa lalu.
Arga pun langsung memeluk sang istri di depan kamar sang ibu.
"Ayok sekarang ketempat ka Pricil. Kasian kakak kamu belom aku absen," ucap Celine sembari tersenyum kembali ke sang suami.
Mereka pun langsung ke depan kamar kak Pricil.
"Eh kak Pricil udah bangun? Ayok kita sama - sama makan di bawah. Semua udah nungguin loh." ajak si Celine.
"Ayok. Kebetulan Putri udah bangun juga."
"Eh putri udah bangun ayok ke bawah," ucap Celine.
"Ayok Mommy Celine," ucap si Putri.
Celine pun terkejut dengan ucapan putri.
"Maafin putri ya. Mangil kamu begitu."
"Udah gak masalah kak, yang penting Putri suka," ucap Celine.
"Kak Leonard mana kak?" tanya si Arga.
"Tadi dia bilang mau ke mess nya anak buah kamu," jawab sang Kakak.
"Oh, yaudah aku pikir kemana."
Mereka semua pun kemudian turun kebawah dan makan bersama.
Sedangkan Leonard bersama sang anak buah Arga makan di mess yang lokasinya tak jauh dari rumah Arga namun masih satu halaman dengan kepunyaan Arga.
"Tuan Leonard kenapa gak makan bersama saja dengan boss besar?" ucap Felix sang anak buah Arga yang pandai memainkan senjata tembak nya.
"Apa sih kamu tuan mangilnya. Yang kamu pangil tuan itu Arga aja. Adek aku."
"Tetap saja kan Tuan Leonard kakak ipar boss besar."
"Yasudah terserah kalian. Aku kesini karena ingin menengok kalian terus makan bersama kalian. Orang udah lama kan kita gak makan bareng begini. Udah berapa tahun coba aku terpisah dengan kalian."
"Udah bertahun - tahun!" jawab Dewa. Semua oun tertawa bersama Leonard merasa bahagia di kelilinggi oleh anak buah Arga yang baik padanya.
"Jasson! Kamu suka kan ama Karin! Ngaku kamu!" olok si Leonard.
"Iya tuh bener tuan Leonard," ucap Hendra kembali.
"Kok malah membahas saya sih sekarang. Wah gak bener ini."
"Ayo jawab benerkan dugaan aku," kekeh si Leonard kembali.
"Apaan sih! Tapi seperti nya Karin tak mencintai saya."
"Apanya orang belom kamu coba dekatin dia juga. Mana ambil kesimpulan begitu. Jangan pesimis pokok nya dekatin aja terus Karin jangan kasih kendor. Awas aja di ambil Briyan lagi. Bikin susah kita kamu! Untung aja kita berhasil lolos," celetuk Felix kembali.
"Iya deh maaf jadi beban."
"Udah pokok nya kamu dekatin aja si Karin kali aja Karin suka kamu kan? Jawab Leonard kembali.
"Udah pokok nya yakin. Selema dia belom menikah juga dekatin terus," dukung si Dewa.
"Iya. Dah deh buruan kalian makan. Nanti pasti boss besar mangil!" ucap Jasson.
Gara - gara ucapan Jasson. Hendra pun teringat dengan perintah Arga kepadanya.
"Aduh! Iya! Pasti dia bakalan nagih hasil kerja aku! Alamak!" ucap Hendra.
"Nah kan hayoh! Dah makan aja dulu."
"Iya aku jadi inget. Achh! Dasar Jasson ngeselin!" ucap Hendra.
"Kok jadi aku, kan aku cuman bilang gitu aja. Salah terus aku ini."
Hendra pun langsung menghabis kan makanan nya dan segera menyelesaikan tugas Arga yang di pinta nya beberapa hari lalu.
"Semoga bisa keburu deh hari ini," ucap Hendra kembali sambil memakan makanannya.
"Udah tenang. Makan dulu dengan tenang," ucap Jasson kembali.