Hourglass

Hourglass
Isi Chat Jasson



Arga pun kembali membersihkan diri. Namun tanpa sengaja Celine mebuka ponsel Arga yang sedari tadi bunyi.


"Kenapa sih! Dari tadi bunyi terus!" omel Celine. Celine pun berjalan dan mengambil ponsel tersebut.


"Jasson!" ungkap Celine sambil melihat isi Chat Jasson yang ia kirim. Caline pun kemudian membuka isi vidio tersebut.


"Ini bukannya Melly? Kenapa dia? Kenapa dia seperti ini."


Arga pun kemudian masuk ke dalam kamar dan berkata, "Ayok makan dulu Ibuk sama Dirga udah nungguin," ungkap Arga sambil menutup pintu kamar lalu memandang Celine.


"Kamu kenapa? Ada yang hubungin aku? Kok kamu megang ponsel aku." tanya si Arga sambil berjalan ke Arah Celine.


"Kamu bilang, kantor lagi gak ada masalah tapi nih," ungkap Celine sambil memberikan ponsel ke sang Pemilik.


"Jasson! Chat kamu dan mengirimkan sebua Vidio CCTV dan bahkan percakapan. Melly sama orang. Kamu kenapa bohon?" ungkap Celine.


"Jasson udah kasih kabar?" ungkap Arga.


Arga pun langsung membuka chat si Jasson.


Celine pun melipat tangan di dadanya sambil masih memandang Arga.


"Jadi kamu udah liat semua isi yang dikirim Jasson?" tanya Arga.


"Kenapa kamu bohong sama aku? Kenapa kamu gak bilang kalau ada pengkhianat di perusahaan yang kamu kelola."


"Kita, perusahaan kita." ungkap Arga sambil mengecup kepala Celine.


"Kamu menganggap aku gak becus ya? Sampai kamu gak bilang sama aku?" ucap Celine.


"hey, bukan seperti itu Celine. Aku gak mau kamu banyak pikiran, aku ga mau kamu mjkirin banyak hal aku ingin kamu tenang dan jangan terlalu difikirkan, biar aku, biar aku yang akan menyelesaikan semuanya. Aku kan sudah bilang, kalau aku akan melindungi keluarga ini." jelas Arga.


"Apapun yang terjadi aku rela melakukan apapun demi kita semua untuk tetap utuh dan masih bisa bersama - sama dengar Dirga anak kita." ungkap Arga.


"Kamu gak perlu merasa bersalah, sekarang biar aku yang ambil alih untuk melindungi keluarga kecil kita. Aku gak mau kamu mengalami hal pahot karena aku lagi, aku udah berjanji untuk melindungi dan membahagiakan kamu Celine," ucap Arga.


"Sekarang kita makan, kan kamu sendiri kan yang bilang, kalau udah di rumah kita fokus di rumah soal kerjaan biar di selesaikan di kantor." ungkap Arga sambil tersenyum ke arah Celine dan masih memeluk dirinya.


"Yaudah. Yuk!" ajak Celine.


"Kasian Ibuk dan Dirga udah nunggu lama," jelas Arga.


Mereka pun kemudian makan malam bersama, di ruang makan tersebut.


***


"Gimana tadi? Sekolah nya bagus kan ? Gak kalah sama sekolahhan yang lama kan?" tanya sang Papa.


"Temen- temen baikkan sama Putri?" tanya samg Bunda ke anaknya.


"Baik kok bunda, cuman ada anak lelaki cowok. Dia pendiam banget tapi dia baik mau ajak ngobrol Putri." Jelas Putri.


"Cuman Putri lupa berkenalan dengan nya Papa, Bunda." jelas Putri.


"Ya sudah yang penting dia baik sama Putri dan bisa di ajak bermain bareng Putri." Jelas sang Papa.


"Tapi Putri gak masalah kan gak sekolah di sekolahan lama lagi?" ungkap sang Bunda.


"Gak masalah Bunda. Putri berkumpul seperti ini saja sudah seneng banget. Karena Putri slalu mikirin Papa, Bunda." jelas Putri.


Leonard pun langsung memeluk anak nya yang berkata seperti itu di depan dirinya.


"Papa sayang sama Putri," ungkap sang Papa sambil mencium kening sang Anak.


"Ya sudah, sekarang kita makan sama- sama Bunda udah masakin makanan," ungkap Pricil.


***


"Papa kenapa? Dari tadi Ailee lihat Papa gak makan, makanan Papa yang udah ada di piring itu." jelas Ailee.


"Apa ada hal yang menganggu Pa?" tanya Ailee lagi.


"Anak buah Arga-"


"Kenapa Pa! Apa ketahuan kalau kita yang sabotase semuanya?" jelas Ailee.


"kemungkinan sudah ketahuan Arga. Makanya Papa bingung kenapa anak buah Papa yang bekerja di sana tidaj berhati - Hati!" bentak sang Papa.


"Pa, Papa tenang dulu, mungkin Arga belom mengetahuinya kalau memang Arga sudah mengetahuinya pasti dia sudah menelfon Papa, atau cari keributan di rumah atau di kantor Papa, Ailee yakin itu." Jelas Ailee.


"Maffin Ailee Pa, gara - gara Ailee Papa jadi-"


"Sudahlah! Ini bukan salah kamu! Papa juga gak terima Arga menolak mu mentah - mentah seperti itu demi wanita murahan itu!" Amuk sang Papa.


"Sudahlah Pa, kita pikir nanti yang penting Papa makan dulu terus minum Obat dan istirahat., Aliee gak ingin Papa sakit, Hanya Papa sekarang Yang Ailee punya jadi Papa harus jaga kesehatan demi kesembuhan Papa atau demi Ailee." Jelad sang Anak.


Sang Papa pun kemudian memeluk sang Anak dan kembali makan serta minum obat yang sudah di resepkan oleh dokter.


Bersambung