Hourglass

Hourglass
Pembuktian Arga.



"Aku harus menemui Celine aku ingin tau kabar dia, mengapa dia main gak masuk kantor segala. Nyebelin kan jadi nya, bikin aku panik aja," ungkap Arga di dalam mobil dan langsung menuju ke rumah Celine.


"Dari pada aku di kantor aku akan menemui Celine," ungkap Arga sambil menuju ke rumah Celine.


Untung saja jalanan itu sangat sepi tanpa macet. Karena di jam siang orang - orang belum pada pulang dari kantor.


Arga pun sambil memakan roti sandwich nya bersamaan dengan susu coklat yang ada di tangannya.


Arga pun langsung menancapkan gas nya lebih kencang lagi untuk segera sampai ke rumah Celine.


Tak hanya itu sedari tadi Ailee menelfon dan mengechat Arga namun ia tak meresponnya.


Setelah beberapa menit kemudian Arga pun sampai di kediaman Celine dan ia berpaprasan dengan Celine.


"Loh, Celine mau kemana siang- siang begini, aku pikir diabsakit ternyata dia sehat kenapa gak masuk kantor," ungkap si Arga sambil bertanya - tanya dalam dirinya sendiri.


"Aku ikuti saja deh, dari belakang. kalau di lihat dia juga gak pergi jauh," ucap Arga sambil turun dari dalam mobil.


Arga lantas mengikuti Celine dari belakang tanpa menggenakan mobilnya.


Namun sang ibu tanpa sengaja menyadari kalau Arga mengikuti Celine. Ia melihat dari balik cendela yang ter tutup gordyn.


"Itu bukannya Arga?" ungkap sang ibu sambil melihat Arga lebih jelas lagi.


"Sepertinya memang Arga. Apa mungkin Celine bertemu dengan Arga? Tapi kalau dia ingin bertemu lelaki itu biasanya anak ku pasti bilang jujur kepadaku." ungkap sang Ibu kembali sambil bertanya - tanya.


"Sudahlah lebih baik aku tanya nya nanti saja." Pungkas sang Ibu.


Sang Ibu pun langsung menyediakan makanan di dalam meja nya dan di tutupi dengan tudung saji.


Sementara itu Celine masih berjalan menuju sekolahan Arga.


Celine pun tak menyadari kalau Arga sudah mengikuti nya sedari tadi.


Sampai lah Celine ke gedung sekolahan si Dirga.


"Ini, jangan bilang ini sekolahan Dirga?" ungkap Arga.


Celine pun langsung berbalik karena mendengar suara yang tak asing baginya.


"Arga! Eh maksud saya, pak Arga!" ucap Celine.


"Sejak kapan bapak ikuti saya!" bentak Celine.


"Sejak kapan kamu pangil saya Pak! Kalau kamu menghargai saya sebagai boss kamu, kenapa kamu gak berangkat kantor? Apa kamu susah untuk menerima ku kembali."


"Apa susah aku ingin hidup bersamamu, atau kamu sudah tak mencintai ku lagi? Aku slalu penasaran dengan mu aku selalu ingin bersama mu, apa itu belom cukup menjawab pertanyaan mu selama ini?" jelas si Arga.


"Aku hanya ingin kita bersama Celine aku ingin kamu bersama ku Celine."


"Kamu ingin bersama ku hanya kamu ingin menebus dosa mu kan? Kesalahan mu dulu! Iya kan! Kalau kamu ingin menebus dosa itu kamu gak perlu Arga! Aku gak butuh kamu buat mengasihi aku! Kamu bukan tuhan! Yang berhak mengasihi orang - orang di sekitarmu!" bentak Celine.


"Baik, aku akan tunjukkan kalau aku ingin bersama mu bukan karena dosa, tapi aku memang tulus ingin bersamamu!" ungkap Arga.


"Aku akan melamar mu saat ini juga! Kita pergi membutuhkan apa yang kita butuhkan. Ayo! Ikut aku!" ucap Arga sambil menarik tangan Celine.


"Apa - apaan kamu! Aku ingin menjemput Dirga!" bentak Celine kembali.


"Kalau begitu kita tunggu Dirga! Aku akan buktikan ke anak kita sekalian! Aku ingin pangil dia Papa! Bukan paman tinggi lagi!" teriak Arga.


"Kamu! Bener - bener ya! Di lihat banyak orang aku malu," ungkap Celine sambil nada bicara nya pun ia rendahkan.


"Selesai ini aku ingin kamu ikut bersama ku, aku akan pamit terhadap orang tua kamu, kebetulan juga mobil ku ada di depan rumah kamu," jelas si Arga.


Tak lama Dirga pun keluar dari dari kelasnya. Dirga yang melihat sang Mommy nya langsung berteriak memanggilnya.


"Paman Tinggi! Apa kabar, lama Dirga gak melihat Paman Tinggi. Dirga kangen sama Paman tinggi." jelas si Dirga si anak kecil tersebut.


"Paman tinggi juga sangat kangen! Sama kamu sayang, sini Paman gendong."


"Assyik, aku naik ke atas paman!" ucap Dirga.


"Tapi Mommy, Dirga-"


"Biarin aja, toh aku juga gak keberatan kok tenang aja." ungkap Arga.


"Assik! Paman tinggi mau mengendong Dirga Mom!" ungkap Dirga.


Arga pun langsung mengendong Dirga di pundak nya. Sampai pulang ke rumah.


"Dirga Ayok turun! Sudah sampai rumah masih aja di situ."


"Udah tenang aja, aku gak masalah kok," ungkap Arga.


"Baik paman makasih Paman sudah mau anter Dirga pulang." ungkap sang anak kecil tersebut.


"Lekas masuk dan ganti baju," ungkap Celine.


"Dirga! Jangan lupa pakai pakaian yang bagus karena kita akan pergi." ungkap Arga.


Dirga pun langsung terhenti dari larinya lalu ber putar arah berlari ke arah Arga.


"Paman mau ajak Dirga jalan- jalan!" teriak si Arga karena saking senangnya.


"iya sama mama kamu, dan oma." ucap Arga.


Celine pun langsung menoleh ke arah Arga. Karena saking Syok nya.


"Assyik! Hore! Kalau gitu Dirga masuk mau ganti baju!" teriak Dirga.


Kemudian lari masuk ke dalam rumah saking senangnya.


"Dirga! Jangan lari kalau jatuh!" teriak Celine.


"Kamu itu apa - apaan sih! ajak kita semua!" omel Celine di saat itu juga.


"gak masalah kan, toh juga aku pamit kok perginya." ungkap Arga.


"Udah! Kamu gak usah mikir aneh - aneh lagi! Yang terpenting sekarang aku, mau perbaiki hubungan ku bersama mu, dan aku ingin tunjukan kalau aku benar - benar serius akan bersama mu!" Jelas si Arga.


Arga pun langsung masuk ke dalam rumah sedangkan Celine masih terpaku di tempat dimana dia berdiri tadi.


"Kamu ngapain di situ! Ayok masuk malah aku yang masuk dulu! Bengong aja kamu!" teriak Arga lagi.


"Ah, iya sorry sempet ngelamun aku," ungkap Celine.


"Nak Arga? Ternyata benar kamu, tadi ibu melihat kamu mengikuti Celine soalnya." jelas sang ibu.


"Jadi gini Ibu-"


"Tunggu sebentar, ini gak ada masalah kan? Kenapa kamu akan bicara penting ke saya Arga." tanya sang Ibu.


"Saya ingin melamar anak Ibu dan membeli Perlengkapan untuk kita menikah, Ibu ikut sama kita sebagai saksi kalau saya ingin bersama dengan anak Ibu bernama Celine Agustin." ucap Arga dengan lantang.


"Apa kamu serius Arga? Bagaimana dengan orang tua kamu? Diakan sangat menentang hubungan ini, aku gak mau anak ku menderita lagi Arga aku gak mau itu," ungkap sang Ibu atas kekhawatirannya.


"Ibu-" ungkap Celine sambil menahan tangisnya.


"Aku sungguh tak ingin kamu menderita kembali Celine." jelas sang Ibu.


"Saya sudah berjanji dan akan selalu berusaha membahagiayan Celine. Hari ini juga saya ingin membelikan sesuatu yang tak akan Celine lupakan." ucap Arga kembali.


"Kamu jangan seperti dulu lagi Arga meninggalkan anak ku sesukanya," ungkap sang Ibu atas ke khawatirannya.


"Ibu, jangan bicara seperti itu," ungkap Celine yang masih menahan tangis airmatanya.


"Saya tidak akan lagi meninggalkan Celine." pungkas Arga.


Bersambung