
"Kamu udah ingat dengan semuanya?" tanya si Jasson ke Karin.
"Udah. Makasih ya, selama ini kamu berusaha memnuat ku ingat kembali dengan masa lalu aku."
"Semua aku lakuin supaya kamu tau Briyan seperti apa, dan orang yang menyerang kita itu adalah Briyan sendiri, aku baru tau setelah pak Dewa atau tuan Arga mengatakan nya tadi."
"Tadi?" ungkap Karin yang keheranan.
"Iya tadi, Tuan Arga mangil aku dan dia mengatakan kalau yang menyerang adalah Briyan. Tuan mengira ini masalah pribadi kita yang melebar ke keluarga nya juga."
"Maksudnya gimana?" tanya si Karin kembali.
"Briyan mempunyai masalah dengan kita tapi dia juga punya masalah dengan Tuan Arga. Mereka ingin menjatuhkan perusahaan Tuan Arga."
"Kenapa Bapak Arga punya musuh seseram itu."
"Rumit kalau di jelaskan. Kau ingat, saat tuan Arga menolak pertunangan Ailee Goldie?" ucap Jasson ke Karin.
"Iya, aku ingat kok. Apa hubungannya dengan Pak Arga?" Karin pun semakin keheranan dan kebinggungan.
"Semenjak itu masalah muncul. Ailee marah, Tuan Arga tak menerimanya dan Briyan pun Kakak dari Ailee muncul. Mereka sama - sama ingin menghancurkan perusahaan tuan Arga," Jasson pun menjelaskan kepada Karin. Ia tak ingin kalau Karin merasakan kebinggungan dengan apa yang di hadapinya.
"Tuan Arga juga sudah mengangkat seorang CEO baru untuk mengurus perusahaan nya dan kebetulan perusahaan itu tuan Arga ingin saya memantau saat kita tidak melawan musuh."
"Memantau?" ungkap Karin kembali.
"Kau tau kan Tuan Arga slalu berusaha untuk waspada dimana pun dan kapan pun beliau ingin aku untuk mengawasi CEO baru itu."
"Tuan Arga sampai seperti itu?" ungkap Karin kembali.
Jasson pun langsung mengangguk cepat.
"Iya dia tak mudah percaya dengan orang lain. Karena beliau pernah di khianati oleh anak buah nya sendiri hampir separuhnya mengancam nyawa beliau dan tuan Dewa lah yang membantunya. Waktu itu aku mendengar cerita ini dari anak buah yang Lain."
"Pantas saja. Dia terlihat seperti itu. Tapi aku tak menyangka dia bisa luluh dengan istrinya."
"Itu juga mereka ada cerita sendiri."
"Dari tuan dewa juga?" tebakan si Karin.
"Mengapa dia tau semua seluk beluk keluarga pak Arga?" tanya Karin kembali.
"Tuan Dewa adalah orang kepercayaan nya tuan Arga. Dia juga sudah menjadi kawan lama tuan Arga."
"Terus masalah CEO Baru itu gimana?" tanya Karin kembali.
"Kenapa tidak di lakukan pengumuman besar - besarran. Biasanya tuan Arga selalu mengajak Wartawan untuk memyampaikan hal besar ini."
"Karena Tuan Arga ingin semua nya dilakukan secara sembunyi - sembunyi. Kemungkinan musuh sudah tau hal ini. Karena CEO terbaru Tuan Arga bisa menaikkan keuntungan dan harga saham naik. Bahkan dia bisa membalikkan keadaan perusahaan yang Tuan Arga pinta waktu itu juga ia lakukan untuk memajukan perusahaan pak Arga dia ingin membantu pak Arga."
"Aku tak menyangka ternyata Pak Arga sudah mempersiapkan semuanya dan dia tinggal menyuruh anak buah nya sendir," tandas Karin.
"Oleh karena itu, Tuan Arga selalu waspada dan tak mudah percaya dengan orang. Bahkan kengerian tuan Arga masih ia terapkan hingga sekarang."
"Benar kah? Apakah Celine juga mengetahui nya?" tanya Karin kembali.
"Miss Celine saja baru mengetahuinya setelah kejadian ini. Sepertinya sih begitu, kau ingat saat kita menuju ke kota ini kota greenland? Miss Celine begitu khawatir dan takut bahkan tuan Arga pun sampai menghiburnya jadi sudah di pastikan kalau miss Celine mengetahu nya baru sekarang ini," ungkap Jasson.
"Aku tak menyangka lagi kisah cinta mereka sangat di uji dan akhirnya bisa bersatu."
"Masa lalu Celine yang membuat nya pahit ketika mereka saling berpisah di negara lain. Waktu itu kan kita masih di kota Larnwick kan? Sedangkan Bapak Arga di Amerika dan mereka tanpa kemonukasi. Lalu mereka bertemu kembali di perusahaan itu, Namun karena Tuan Arga tak ingin ke hilangan Miss Celine kembali. Ia menerima Miss Celine bekerja di sana demi Tuan Arga bisa bersama nya dan dekat dengan nya."
"Aku sungguh tak mengira mereka melalui hal seperti itu."
"Sekarang. Aku akan kembali ke Mess kamu masuk lah kedalam."
"Tapi-"
"Sekarang kamu sudah tidak penasaran lagi kan? Aku sudah menjelaskan semua nya kepada kamu. Supaya kamu gak penasaran lagi."
"Jasson!" ucap Karin sambil memegang tangan Jasson yang akan pergi meninggalkannya.
"Apa kau tak sekalipun menyukai ku?" ucap Karin.
Jasson pun langsung menatap Karin dengan lekat.
Namun Jasson hanya berkata, "Aku hanya tak tega melihat mu seperti itu."
Pernyataan itu pun langsung mengejutkan Karin seperti petir yang sedang menyambarnya waktu itu.
Karin pun langsung berdiri dari duduknya dan berhadapan dengan Jasson lalu ia menampar Jasson saat itu juga.
Namun Jasson hanya memegang pipi bekas tamparan Karin.
Karin pun langsung meninggalkan Jasson saat itu juga ia pun sambil menahan tangisnya yang akan terjatuh.
Karin pun langsung masuk ke dalam rumah besar milik Arga. Bahkan ia terpaksa harus menghindari dari Dirga yang sedang memanggil nya.
Namun Karin hanya bisa menahan tangis dan berjalan masuk ke dalam rumah ia tak memerdukilikan Dirga yang sedang memanggilnya.
Karin pun berpaprasan juga dengan Celine yang ada di ruang Tamu.
"Karin?" ucap Celine.
Namun lagi - lagi Karin hanya bisa melewatinya saja tak memedulikan Celine yang ada di depannya tadi.
Ia hanya bisa menahan tangi dan berusaha untuk cepat masuk kedalam kamarnya.
Sesampai nya di kamar Karin pun langsung menangis sejadi - jadinya. Ia langsung mengunci pintu nya dan raut muka nya pun ia tutupin bantal sambil menangis yang lama tak berhenti - henti.
"Karin kenapa ya?" ungkap Celine.
"Sudah berikan dia waktu. Mungkin dia lagi ada masalah jadi dia lagi Bad Mood. Biarkan dia sendiri dulu berikan waktu nanti kamu baru mendekatinya," ungkap Arga.
"Kalau kamu gak berikan waktu buat dia yang ada dia sebel sama kamu dan kamu kena marah." ucap Arga kembali.
"Benar juga. Kalau gitu biar nanti aku temui dia."
"Dah yuk duduk berdua. Kamu ga rindu aku saat kita berdua aja begini?" Arga pun mengoda Celine.
"Apaan sih kamu. Ada kakak ipar kamu dan Papa kamu loh? Gak malu?" ungkap Celine sambil mengambil sebuah minuman jus jeruk yang sudah ada di dalam kulkas tersebut.
Arga pun langsung memeluk Celine di balik punggunya sedangkan Celine sedang menuangkan minuman jus tersebut.
"Kamu mau?" ungkap Celine kembali.
"Gak. Aku lagi pengen memeluk istri ku seperti ini saja."
"Apaan sih! malu aku di lihat orang," ungkap Celine kembali.
"Biar ajalah," Arga oun tersenyum memandangi istrinya itu.
Tak lama Dirga pun masuk ke dalam rumah beserta sang Ibu dan Mama.
"Mommy!" teriak Dirga.
Arga pun langsung melepaskan pelukan istrinya saat itu juga dia tak ingin anak nya mengetahuinya.
Celine melihat Arga yang seperti itu pun hanya tertawa melihat tingkah suaminya sendiri.
"Hah! Dasar Dirga! Gak bisa aja main di luar malah ikut masuk ke rumah!" omel si Arga.
"Kamu apaan sih! dia juga anak kamu! Dasar!" kekeh si Celine. Celine semakin tertawa melihat tingkah suami nya itu.
"Momy!" teriak Dirga kembali sambil berjalan ke arah nya karena sudah mengetahui kalau Mommy nya sedang berada di dapur.
"Ini, Dirga mau kan jus jeruk ini?" ungkap Celine kembali.
"Besok aku akan sekolahkan dia biar dia bisa sekolah dan tak menganggu ku saat aku sedang berdua dengan Mommy nya!" omel Arga kembali.
Lagi - lagi Celine pun tertawa melihat tingkah suaminya.
"Dirga. Mau sekolah lagi Daddy?" tanya si Dirga.
"Tentu saja! Kamu harus sekolah. Jadi anak pinter! Oke?" ungkap Arga.
Dirga pun mengangguk. Sedangkan sang Ibu dan Mama pun melihat mereka bertiga di dapur tersebut.