
Mereka pun kemudian masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Tak usah kau pedulikan mereka yang tak suka dengan mu Celine. Bagaimanapun walau kita seperti asing aku tetap suami mu, dan aku gak akan diam saja." ungkap Arga sambil berjalan ke meja kerjanya.
"Maf karena aku kau jadi terbebani," ucap Celine.
"Buat apa kau seperti itu pada ku! Kalau kau mengatakan hal itu jangan di tujukan ke padaku aku sangat tak menyukai nya. Kau paham kan Celine!" bentak Arga.
Celine pun tertunduk dan mengangguk. Arga nelihat hal itu oun langsung bangkit dari duduk nya dan memeluk Celine.
"Maaf kan aku jika aku membentakmu. Karena kamu yang ingin kan kalau kita jaga jarak?" ungkap Arga sambil mencium kening Celine.
"Iya. Tapi ternyata tak semudah yang aku bayangkan." ungkap Celine.
"Aku akan menuruti permintaan mu ini Celine. Aku juga tak ingin kau merasakan tertekan akibat ulah ku."
"yaudah kembali kerja gih, aku juga mau lihat jadwal kamu hari ini." pungkas Celine. Celine pun langsung berjalan ke meja kerjanya. Ia melihat hal yang aneh saat itu dan Celine langsung sadar.
"Kenapa kamu gak bilang kalau oak Michael memutus kan kerja sama." ucap Celine.
Arga yang masih membuka dokumennya oun tiba - tiba terhenti dan menatap Celine.
"kamu udah tau?"
"kenapa kamu diem aja? aku akan coba membujuk Pak michael kembali. Ini gak bisa terjadi soalnya bahan pokok yang di perlukan masyarakat disini adalah tepung untuk mengolah makanan." jelas Celine.
Celine pun langsung berusaha menelfon dan mendapat kan kontak kembali pak Michael tersebut.
Celine pun lantas langsung menghubungkan telfonnya dengan menggunakan kantor.
"Halo saya, asisten nya Bapak Arga. Boleh saya-"
"Oh dari PT. Serafood? Sebenernya bapak lagi gak mau di ganggu karena sedang ada meeting." ungkap salah satu pegawai michael.
"tolong sambungkan saya dengan Pak Michael." pinta Celine.
"Mungkin nanti setelah selesai makan siang anda bisa menghubungi nya kembali."
Pegawai pak Michael pun langsung menutup telefon tersebut.
'Kenapa jadi seperti in?' batin Celine
"udah gak usah dipikirin. Biar aja toh masi ada yang lain mau masok di tempat kita." jawab Arga.
"kau sudah liat jadwalku hari ini belom ada kegiatan gak?" ucap Arga.
"oh iya aku hampir lupa."
Celine pun langsung mengecek jadwal suaminya.
Arga pun tersenyum sambil mengelengkan kepalanya.
"memang dari dulu kau tak berubah."
"Ha? Apa kau bilang? Aku tak mendengar nya? suara mu pelan sekali," jawab Celine.
"Gak, gak ada apa- apa udah tenang aja. Cek dulu jadwal ku hari ini. Baru kau fokus mengurus pak Michael." jawab Arga.
"Iya deh."
Celine pun fokus kembali dengan kerjaannya.
"Kau teman nya Celine kan? Kau selalu dekat dengannya?" tanya sang pegawai itu sambil menghampiri ke meja kerja Karin.
"Iya aku memang dekat dengan Celine memang kenapa? Apa ada yang salah? Sampai kau harus menegur ku seperti itu?" tanya si Karin ketus.
"Jangan kau kira kau dekat dengan Celine kau seenak mu sendiri." ucap Salah satu pegawai bernama Ayu tersebut.
"Kau ini kenapa sih! Kamu mau cari masalah dengan ku!" teriak si Karin sehingga banyak pegawai lainnya melihat pertengkaran karin dengan Ayu.
"Ada apa ini! Ini kantor bukan ajang untung berkelahi! Paham kalian!" bentak Arga.
Mengetahui sang Boss sudah keluar dari ruangannya pun langsung para pegawai kembali bekerja kembali.
"Semua ! Ikut saya, kita adakan rapat sekarang!" bentak Arga.
'mendadak banget emang ada masalah apa lagi?' batin Karin.
Celine pun kemudian keluar dari ruangan tersebut dan berada di belakang Arga.
Menunggu nya untuk meng infokan yang lainnya.
Bersambung