Hourglass

Hourglass
Arga



Arga pun langsung mengajak pergi seluruh keluarha Celine beserta sang jagoan kecilnya.


"Mommy, aku makek baju ini aja ya," ungkap sang anak tersebut.


"Wah Dirga, sudah bisa memilih baju sendiri," puji si Arga.


"Iya paman tinggi, dulu Mommy sangat sibuk jadi Dirga harus belajar lebih cepat untuk meringankan beban Mommy dan Omma."


"Dirga, kenapa kamu bilang begitu sih." ucap Celine.


"Sudah yuk berangkat sekarang aja," ajak Arga.


"Tapi ini udah mau sore loh udah mau pada pulang anak kantor," ungkap Celine.


"terus kenapa?" ucap Arga.


"Gak enak ketahuan sama yang lain."


"Apaan sih! kalau ketahuan juga gak masalah kan? Lagian Karin dan Jasson nanti aku suruh untuk ketemu di Mall aja," ungkap Arga.


"Kok jadi mereka emang kenapa?" tanya si Celine.


"Karena dia katanya mo kesini jenguk kamu, mereka khawatir sama kamu Celine."


"Yaudah biar aku hubungi mereka toh aku juga bisa minta kantor untuk kasih nomer dari salah satu mereka." ungkap Arga.


"Beneran gak masalah ini?" tanya Celine kembali.


"orang tua kamu gimana?" tanya Celine kembali.


"Udah, biar aja." singkat si Arga.


Sang Ibu pun kemudian keluar dari kamarnya dan sudah memakai baju rapi.


"Ibu," ucap Celine.


"Kenapa? Apa ada yang salah?" ucap sang ibu.


"Ibu itu slalu aja kalau mau pergi pasti cepet banget dandan nya," kekeh si Celine.


Ibu pun hanya tersenyum menatap sang anak dan Arga.


Arga pun juga sama hanya tersenyum tipis menatap mereka.


"Bentar aku hubungi orang kantor dulu untuk tau nomer mereka." ungkap Arga.


Benar saja kalau nomer Jasson pun di berikan oleh salah satu pegawainya.


"Akhirnya dapet juga nomernya." ungkap Arga.


Arga pun langsung melakukan pangilan kepada Jasson.


untuk memberitahukan tujuan dan rencananya untuk mereka menyusuk dirinya ke mall tersebut.


Setelah melakukan panggilan Arga pun kembali dan langsung mengajak Celine sang Ibu beserta sang Anak untuk lekas berangkat ke Mall.


"Aku sudah memberikan kabar ke mereka dan untung nya mau, biar aja sekalian mereka menjadi saksi bagaimana aku membelikan mu sebuah bukti cinta aku ke pada kamu Celine," jelas Arga.


"Baiklah kalau begitu." ungkap Celine


Sang ibu dan Dirga pun menunggu Celine dan Arga untuk segera berangkat.


"Ayok buruan Paman tinggi Mommy!! Buruan berangkat!" ungkap Dirga.


Mereka pun langsung menuju ke mobil Arga dan langsung ke mall yang di maksud kan Arga.


Mall terbesar di kota tersebut yang berada di pertengahan kota.


Dirga yang sedari tadi berbicara sepanjang jalan pun sampai tak henti- henti nya bicara karena saking seneng nya di ajak jalan- jalan oleh paman tinggi nya. Sekaligus Papa kandungnya.


'Akan sampai kapan Dirga memanggil ku Paman Tinggi, rasa nya gak enak sekali.' batin Arga sambil memarkirkan mobilnya.


"Kita udah sampai! Ayok masuk!" ungkap Arga sambil kegirangan.


Dirga pun langsung bersorak kegirangan dan tak sabar untuk masuk ke dalam mall tersebut.


"Dirga bentar tunggu Omma dulu," ucap sang Ibu.


"Hayo! Dirga! Gak boleh nakal tunggu Omma dulu! Mommy gak mau Dirga nanti hilang di mall paham kan!" ucap Celine.


"Iya Mommy tenang aja Dirga gak nakal kok."


"Bagus gitu anak ganteng," puji si Arga.


Mereka pun langsung masuk ke dalam mall tersebut.


Bersambung