Hourglass

Hourglass
Arga 2



Mereka semua akhirnya masuk ke dalam sebuah Mall besar yang ada di Jakarta Pusat.


"Karin sama Jasson gimana?" tanya Si Celine.


"Mereka jadi kan akan bertemu?" tanya Celine kembali.


"Iya, mereka jadi kok mungkin nanti juga mereka bakalan dateng tenang aja Celine. Lagian kan mereka kasih kabar juga," jelas Arga.


"Kalau memang ga cukup hari ini kita lakuin besok, tapi aku inginnya sekarang sih sebenernya." ungkap Arga.


"Jadi gimana ini mau kemana dulu?" tanya sang Ibu. Yang kemudian berbalik ke arah Arga dan Celine.


"Kita beli cincin dulu Ibu, untuk Pernikahan saya dengan Celine yang di adain secepatnya." ungkap Arga.


Tak di sangka setelah melanjutkan langkah nya lagi Ailee sudah di antara mereka dan orang tua Arga.


"Jadi kamu disini Arga!" teriak Ailee.


"Kamu apa- apaan Arga ! Kenapa kamu dengan wanita udik! Dan hina ini!" teriak sang Ibu.


"Hentikan! Semua nya! Kalian sengaja! Bikin aku dan keluarga Celine malu! Kenapa kalian bisa disini! " teriak Arga kembali.


Satpam yang berjaga disana oun langsung berlari tergopoh - gopoh.


"Maaf Bapak Arga, ada apa ini??" ucap sang satpam tersebut.


"Tolong kosongkan lokasi ini! Saya gak ingin Wanita yang saya cintai dan sayanggi ini beserta keluarga nya merasakan Malu akibat ulah orang tua saya dan wanita gila ini. Cepat!" bentak si Arga saat itu juga.


"Apa kamu bilang!"


"Brani nya kamu Arga melawan orang tua kamh sendiri! Apa ini! Yang di ajarkan oleh wanita hina! Ini," teriak sang Mama.


Ibu dan Dirga pun langsung mendekati Celine saling berpelukan memberikan kekuatan.


"Cepat!" teriak Arga ke pak satpam tersebut.


Kemudian para pekerja disana pun langsung mengikuti intruksi sang pemilik hotel tersebut.


Tak lama Karin dan Jasson pun langsung masuk ke dalam untuk bertemu Celine.


"Pak, kita teman bapak Arga, kita di suruh bertemu dengannya," ungkap Jasson sambil memperlihat kan chat sang atasannya tersebut.


Jasson dan Karin pun langsung menemui Celine.


"Jasson! bawa Mereka semua ke rempat makan yang sering saya pesan," ucap Arga.


"Heh! siapa kamu main bawa wanita gila! itu!" teriak Ailee yang berjalan ke arah Jasson. Namun di tahan oleh Arga dan langsung menarik tangan Ailee dan mencengkram tangan wanita tunangannya tersebut.


"Arga! Sakit! Lepasin!"


"Arga! Sejak kapan kamu berani melawan Mama kamu!" teriak sang Mama.


Arga lun langsung menarik tangan Ailee dan mendorongnya hingga terjatuh di depan sang Mama.


"Kamu! bernama Ailee! Hubungan kita hanya sebatas Tunangan! Sudah dengar kamu! Jangan kamu anggap untuk aku bisa lebih dari itu!" teriak Arga, "dan kamu! Jangan harap bisa beli Aku dengan uang Papa mu itu! " teriak Arga dan langsung pergi meninggalkan mereka dan menuju ketempat Celine.


"Arga!" teriak sang Mama.


Tanpa Arga ketahui dan sang Mama ketahui bahwa sang kakak dan beserta suami nya dan putri melihat kejadian tersebut.


Leonard sang suami tersebut mengajak pergi sang istri dan anaknya. Meninggalkan kerumunan tersebut.


Sedangkan sang satpam tersebut langsung membubarkan kerumunan tersebut karena perintah si Arga.


Sementara itu Jasson dan Karin yang membantu Celine dengan sang Ibu beserta anak nya pun menuju yang di tempat yang Arga maksud.


"Ibuk!" ungkap Celine sambil memegang dadanya yang mulai terasa sesak.


"Mommy!" teriak Dirga.


"Omma Mommy! Mommy kenapa oma!" teriak Dirga.


Jasson dan Karin pun lansung menoleh ke arah mereka.


"Celine!" karin lun langsung membantu Celine. Yang sudah terduduk lemas


"Tolong nak bantu anak saya," ungkap sang ibu


"Di tas nya ada alat untuk memberikan nafas saat penyakit asmanya kambuh," ungkap sang ibu lagi.


"Baik tante," ungkap Karin dan langsung mengobrak abrik tas milik Celine.


"Sorry ya Celine aku obrak abrik tas kamu," ucap Karin. Sama paniknya juga.


Karin pun langsung memberikan barang yang di maksud.


Tak lama Arga yang melihat Celine sudah kesusahan bernafas langsung berlari dan mengantikan posisi Karin.


Arga pun langsung mengendongnya membawa masuk ke ruangan yang sering ia gunakan untuk bertemu Client.


"Celine!" ungkap Arga sambil memberikan alat untuk Asma nya.


"Mommy! Moomy! Jangan tinggalin Dirga!!" teriak sang anak kecil yang tak karuan sembari menangis namun sang Oma pun menghentikan langkahnya untuk tetap bersama supaya dia tidak menganggu ibu nya yang sedang sakit seperti itu.


"Kita tunggu saja Dirga," ungkap sang Oma.


"Oma, Dirga takut kalau Mommy mencoba bunuh diri lagi." ungkap Dirga sontak itu membuat semuanya terheran dan menatap sang anak kecil tersebut.


Celine pun langsung di bantu oleh Arga untuk mengunakan alat bernafas tersebut dan Celine kembali seperti semula.


"Dirga," ucap sang Mommy.


Anak kecil tersebut berjalan menuju sang Mommy nya sambil menangis.


"Hay, jagoan Mommy kok nangis. Mommy gak kenapa - napa Dirga. Mommy disini. Masih sehat kan," ungkap Celine sembari tersenyum dan berbaring di kursi panjang dan menatap sang anak.


Celine pun membelai lembut kepala sang anak dan menciumnya begitu juga dengan Arga yang langsung memeluk semuanya.


Karin dan Jasson pun tak menyangka dan saling tatap ternyata bossnya memiliki sifat lain di balik nya, jika berada di depan Celine.


Bersambung