
Suara pintu pun terdengar, menandakan Arga telah keluar dari ruangan di mana Celine di rawat.
Celine pun terbangun dan mengeluarkan air mata nya saat itu juga.
"Aku telah mendengar semua nya Arga. Aku sidah mendengarnya," isak Celine tak karuan, salah satu tangan nya pun menutup mulut nya sendiri sambil masih menangis.
"Aku tak menyangkau kau seperti ini kepada ku Arga, bagaimana bisa aku melupakanmu jikau kau terus berbuat seperti ini kepadaku."
"Ternyata kau masih selalu mengingat ku hingga saat ini."
Celine pun langsung menghapus air mata nya dan terduduk.
Arga pun masuk kembali bersama Dokter Deby. Arga langsung berlari dan mendahuli Dokter Deby. Di peluk lah Celine erat - erat dalam dekapan tubuh lelaki tersebut.
"Syukurlah kalau kamu sudah sadar Celine." ucap sang Dokter.
Arga pun langsung melepaskan pelukannya. "Aku seneng banget Celine, akhirnya kamu terbangun juga."
"Aku sudah terbangun kok aku ingin pulang bertemu Dirga dan Ibu."
Arga mendengar nama Dirga disebut pun semakin sumringah. Arga langsung memegang kedua telapak tangam Celine.
"Mulai sekarang apapun keadaan di luar sana, aku akan selalu bersama mu," ungkap Arga.
Dokter Deby yang mendengar ungkapan kata seeperti itu pun akhirnya tersenyum.
"Celine, berbahagialah kamu. Sekarang lelaki ini sudah bersamamu Celine. Lupakan masa lalu dan hidup lah di masa kini dengan bahagia," tutur sang Dokter.
Celine pun hanya melihat kedua. Sedangkan Arga semakin memegang erat kedua tangan Celine.
"Aku tak akan lagi meninggalkan mu Celine. Apapun itu!" jelas si Arga.
"Sekarang ayo! Kita pulang, aku ingin melihat Dirga anak Kita."
Sang Dokter pun masih tersenyum melihat keduanya bahagia. Bagaimana tidak Celine adalah salah satu pasiennya sudah pasti dia mengetahui apa permasalahan Celine selama dia berobat dengan nya.
"Berbahagialah kamu Celine, jangan sampai kembali lagi ke sini dengan kondisi yang kembuat ku kaget lagi," gurau sang Dokter.
Celine pun kemudian tersenyum dan Arga memeluk Celine kembali.
Mereka berdua pun akhirnya memutuskan kembali pulang ke rumah lagi. Dirangkullah Celine oleh Arga di sepanjang jalan menuju parkiran mobilnya.
Celine yang masih lemas dan pucat hanya menatap Arga.
"Nanti kita beli makanan," ungkap Arga.
"Ibu pasti sudah masak sesuatu Arga," ucap Celine.
"Besok aku akan memenuhi kebutuhan kalian semua."
Mereka pun telah sampai parkiran mobilnya.
"Apa kau tak takut Arga dengan keputusanmu ini?" tanya si Celine sambil Arga membukakan pintu mobil untuk dirinya.
"Apa yang harus kutakuttin? Gak ada! kecuali aku takut kehilangan kamu kembali Celine. lima tahun lebih sudah membuat ku menderita untuk berpisah dengan mu Celine. Sekitar lima tahun lebih aku menderita Celine, sekarang kamu masuk ke mobil aku antar kamu," jelas Si Arga.
Celine pun kemudian masuk ke dalam mobil dan Arga menutup pintu mobil tersebut dan berlari ke arah mobil kemudi dan langsung menancapkab pedal gas nya untuk pulang.
"Kamu gak usah mikir yang macam - macam aku gak mau kamu mikir yang lain aku takut kalau kamu seperti tadi Celine."
"Iya - iya. Aku paham kok," ungkap Celine sembari tersenyum menatap Arga yang sedang membawakan mobilnya.
...****************...
Karin dan Jasson pun kemudian bertemu setelah pulang kerja. Mereka tak sengaja keluar dari kantor bersamaan.
"Karin?" ucap si Jasson.
"Pak Jasson?" ungkap Karin.
"e, tumben bapak baru pulang? Biasanya kan sudah lebih dulu bapak pulang?" jelas Karin mencoba untuk berbasa -basi supaya topik pembicaraan tak berhenti begitu saja.
"Balik bareng aja, aku antar," ajak Jasson.
"Ah, tidak. Aku menunggu Taksi saja."
"Ayo, buruan naik! Taxsi jam segini juga susah. Udah sore loh." ucap Jasson menginggatkan Karin.
Karin pun kemudian masuk ke dalam mobil Jasson.
"Maaf ya bapak, gara - gara saya bapak harus-"
"Sudah tak usah berkata seperti itu dan, jangan panggil aku bapak jika sudah di luar jam kantor, Lagian juga kebetulan kita samaan untuk pulang."
Karin pun langsung mengangguk dan tersenyum tersipu malu.
Mereka pun kemudian pulang bersama. Namun, sebelum pulang mereka memutuskan untuk makan dahulu dan kembali ke rumah masing - masing.
"Makasih Pak, eh. Emb Jasson maksud saya makasih sudah mengajak saya makan bersama bahkan, mengantar kan saya kembali kerumah," ungkap Karin yang sudah berada di depan gerbang rumahnya.
"Sama - sama karin." ungkap Jasson.
"kalau begitu saya pulang dahulu good night," sahut si Jasson kembali.
Karin pun langsung mengangguk dan tersenyum ke arah Jasson sambil melihat mobilnya yang sudah berjalan menjauh dari rumahnya.
Karin pun bahagia terlukis di mukanya, ia pun langsung masuk ke dalam rumahnya.
"Astaga, aku tak menyangka bisa pulang bareng bahkan makan bareng bersama orang yang kusuka. Mimpi apa aku kemaren," ungkap kegembiraan Karin.
Karin pun langsung membersihkan tubuhnya karena selesai aktifitas dari luar dan kemudian melanjutkan tidurnya.
sementara itu keberadaan Jasson.
"Siapa nama nya Karin?" ucap Jasson sambil bertanya - tanya.
"lucu sih, aku bakalan liat sampai seberapa besar seperti ini," ungkap Jasson.
Jasson pun langsung melajukan mobil nya dengan cepat untuk kembali ke rumahnya..
sementara itu Celine dan Arga pun tiba di kediaman rumahnya.
"Aku akan masuk dan jelaskan kepada Ibu kamu Celine."
Celine pun terdiam tak tau harus berkara apa ia ragu kalau sang ibu akan memarahi nya kembali.
Arga pun turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Celine dan masuk ke dalam rumah tersebut.
Benar saja sang ibu yang sedang menonton televisi bersama sang Cucu sambil menunggu Celine kembali langsung terkejut ketika melihat Arga bersama dengan putri kesayangan nya.
"Paman tinggi!," seru sang anak. Arga pun tersenyum bahagia ketika sang anak berlari kepadanya. Arga langsung memeluk Dirga dan menciummi Dirga.
Sang ibu dan Celine pun menatap ke arah mereka berdua. Sungguh ikatan mereka tak akan terpisah kan sekalipun Celine berusaha memisahkan mereka. Ikatan itu pun tumbuh alami dengan sendiri nya.
"Dirga, masuk ke kamar ya," ucap Celine.
"Paman tinggi ingin berbicara dengan Omma dan Mommy." ungkap Celine kembali.
"Paman tinggi bicara sama Omma nya Dirga dulu ya, Dirga lekas tidur besok pagi kan Dirga akan sekolah."
Dirga pun menatap Arga dan mengangguk dan berkata, "Baik Pamab tinggi," ungkap si Arga
"Mommy anter ke kamar Dirga."
Arga pun langsung duduk bersama sang Omma sedangkan Celine mengantar kan sang anak untuk masuk ke kamarnya.
"Apa yang akan kamu bicarakan Arga, belom puas kamu mempermainkan anak saya?" judes sang ibu.
"Saya kesini ingin melamar Celine. Saya ingin hidup bersamanya."
Bersambung