
Seperti biasa akhirnya Celine telah tiba di kantor dan tanpa di rundung kembali sama teman kantor waktu itu.
"Akhirnya aku bisa di kantor dengan tenang walaupun masih banyak juga orang - orang memandang ku. Memang heran sihh kenapa juga aku bisa satu ruangan sama boss di sini kan ga baik juga bagi aku, dan gak nyaman, walaupun aku sudah meminta Arga tapi Arga tak pernah meresponnya," gumam Celine sembari berjalan menuju Lobby kantor.
"Morning!! Celine !!" ucap Karin sembari menepuk pundak Celine.
"morning Karin."
"Gimana kemaren makan bareng Pak Arga."
"Paan sih kamu!! Jangan bikin orang kantor heboh ya!! Aku gak mau lagi kena bully lagi gak enak tauk!!" bentak Celine sambil menunjuk - nunjuk Karin.
"Iya deh iya, maaf kalau gitu, cuman canda aja," ungkap Karin sembari tersenyum.
"Kamu sendiri gimana apa pak Jasson!! Ciyee..." olok Celine sembari menggoda Karin yang berada di sebelahnya.
"Apaan sih kamu!! Balas dendam nih ceritanya!!" ucap Karin sembari memancungkan bibirnya dan meninggalkan Celine yang berada di belakang.
"Ciyeee Karin!!" teriak Celine.
"Gue gak denger gue tinggal kalau elo gak buruan bareng gue ke atas!!" ucap Karin.
"Iya deh iyaa yang sedang marah, tungguin aku Karin!!" ucap Celine sembari berlari ke arah Karin.
Tak lama kemudian Jasson pun memasukki Kantor bersamaan dengan Arga.
"Selamat pagi pak Arga," sapa Jasson sembari membungkuk kan badan untuk menyapa boss besar nya.
"Pagi Jasson," ucap Arga sembari berjalan ke arah lift.
"nanti kamu bakalan makan siang lagi sama Celine??" tanya Arga tiba- tiba di depan pintu Lift yang sedang menunggu Lift tiba di depan mereka.
"kalau bapak ingin makan bersama dengan kita saya akan ajak mereka,"ungkap Jasson.
"kamu menyukai Celine?" tanya Arga kembali.
"emm, buk.. Bukan begitu pak Arga saya hanya menganggapnya teman saja," jelas Jasson.
"baiklah kalau begitu, kalau kamu memang menganggap nya teman."
Arga pun langsung masuk ke dalam Lift yang sudah turun dan terbuka. Di susul dengan Jasson yang berjalan di belakang Arga.
"memang kenapa Bapak menanyakan itu kepada saya pak Arga ?? soalnya ini juga urusan pribadi kan Pak?? Jadi saya perlu tau."
"gak, gak apa sih, saya hanya ingin tau saja. Sudah lupakan pertanyaan saya tadi, mau anda menyukai Celine atau tidak saya tidak masalah," ungkap Arga.
Jasson pun terdiam tak lama Lift pun menunjukkan lantai 15. Jasson pun keluar melewati Arga yang ada di depannya. Jasson kemudian berbalik arah.
"baiklah Pak Arga" ucap nya sembari membungkukkan badan di depan Arga yang berada di dalam Lift yamg masih terbuka.
"kenapa juga aku tadi menanyakan hal itu pada pegawai ku sendiri, kan jadi tau kalau, achh!!! Sial!!" ucap Arga sembari menggebrakkan dinding Lift.
Tak lama Lift pun terbuka segera dia merapikan pakaiannya kembali dan berjalan ke ruangannya lalu membuka pintu ruangan tersebut.
terlihat celine yang sudah tiba di meja kerja nya yang langsung melihat laptop yang ada di depannya.
"Selamat pagi bapak Arga." sapa Celine.
Namun, Arga pun hanya mengangguk sekilas dan berjalan di meja kerja nya dan langsung menaruh tas nya dan membuka laptop serta menandatangi dokumen yang sudah ada di meja nya.
"Apa saya ada jadwal hari ini?" ungkap Arga
"untuk saat ini bertemu dengan bapak Widarto membahas persoalan bahan yang akan datang hari ini beliau ingin untuk segera membalas email yang di kirimkan ke bapak Arga. Karena ada bahan yang akan ditawarkan mereka saya minta maaf kalau saya langsung mengirimkan email untuk menanyakan hal kepentingan apa yang akan beliau lakukan ke bapak." jelas Celine.
"Baiklah nanti saya akan menemui nya jawab lah email dia, dan tentukan jam setelah itu beri tahukan ke saya," jelas Arga sembari membolak balik kan dokumen.
"Baik," ucap Celine sembari duduk kembali ke meja kerja nya.
tak lama setelah itu ponsel Arga berdering. Layar ponsel pun menunjukkan rumah sakit dimana Arga memberikan sampel DNA ke sana.
"apakah benar secepat ini??" batin Arga sembari masih melihat layar ponselnya.
"lebih baik aku angkat sekarang saja."
Arga pun lantas mengangkat telefon tersebut untuk mengetahui bagaimana informasi selanjutnya.
"Baik Doktek Ridwan" ucap Arga di balik telfon tersebut dan menutup pangilan itu.
"Kau adakan jam berapa janji temu ku ke pak Widarto?" tanya Arga yang sedang Berdiri.
"jam sepuluh siang, bagaimana bapak?? Apa bapak berkenan?? Bertemu jam sepuluh??" tanya Celine.
"apa sudah di respon dengan pak Widarto??" tanya Arga kembali.
"Belum ada email jawaban dari pak Widarto pak Arga." jawab Celine.
"Baiklah nanti kalau sudah ada info biar ku kabarkan sendiri saja ke Pak Ridwan."
Arga pun kembali ke meja kerja nya menyelesaikan kerjaan nya dengan cepat supaya ketika dia pergi dia bisa tenang.
"Kenapa Pak Ridwan, kan yang di bahas Pak Widarto. Ohh atau mungkin memang Pak Ridwan juga ingin janji temu dengan nya," batin Celine keheranan.
"Tumbenan kerja nya fokus banget emang ada janji temu siapa lagi?? Perasaan hanya satu orang saja," gumam dalam hati Celine lagi.
Arga pun masih tetap fokus akan pekerjaan nya dan berusaha menyelesaikan nya secepat mungkin sebelum jam sepuluh dia pergi keluar kantor.
Bersambung