Hourglass

Hourglass
Kapan Rencana Muncul?



"Sebenernya apa yang terjadi sampai kamu menyuruh ku untuk menyewa hotel segala. Inget lohh aku tuh cowok." Jelas Briyan.


"Aku tau dan percaya kalau kamu gak bakalan kayak gitu."


"Iya deh, oiya gimana tadi sebenernya apa yang terjadi?" tanya Briyan kembali sambil menatap Karin yang duduk di Sofa tersebut.


"Aku di ikuti orang dan aku gak tau siapa dia makanya karena sadar aku menelfon kamu, Briyan."


"Lah, kenapa kamu gak menelfon Jasson?" tanya si Briyan.


"Gak deh, dia udah ninggalin aku Briyan. Tiba - tiba aja ajak ketemu terus dia minta gak usah deketin dia gak usah nyari dia. Aneh kan?" ungkap Karin kembali.


"Kalian udah jadian?"


"Kita gak ada ikatan apapun sih jadi aku cuman menangis sendiri. Meratapi nasib sendiri. "


"Aku kira kalian udah jadian loh kalian soalnya deket di kantor sampai orang - orang aja menyangka kalian udah saling dekat dan tau lah orang kantor mulut nya kayak apa." jelas Briyan.


"Emang kamu denger sendiri omongan mereka?" tanya si Karin kembali sambil berjalan menuju ke bungkusan makanan yang di belikan Briyan.


"Jelaslah. Orang aku sampai bilang seperti ini. Apa kamu gak akan hubungi Jasson? Apa Jasson udah tau ini?" ucap Briyan yang banyak tanya ke Karin sambil Karin membuka bungkusan makanan tersebut.


"Jasson gak tau, dan aku belom bilang ke dia."


"Apa perlu aku yang bilang?"


"Jangan!" teriak si Karin


"Biar Jasson Tau Karin? kalau dia peduli dan sayang kamu dia gak akan tega meninggalkan kamu seperti ini.


"Biarlah berjalan seperti air mengalair saja Briyan. Oiya kamu beli makanan? Udah aku buka soalnya," ujar Karin membawa makanan tersebut dan duduk kembali ke sofa tadi.


"Makan lah, orang aku juga beli untuk kita makan juga, kamu tau kan aku susah berpisah dengan makanan." ungkap Briyan sambil tertawa terbahak.


***


"Aku tau Arga, ya sudahlah. Gak ada gunanya aku marah dengan mu dengan kondisi seperti ini."


"Makasih," Arga pun langsung memeluk Celine saat itu juga dan berkata, "Makasih kamu udah ngertiin aku Celine. Makasih banyak," ungkap Arga sambil memeluk Celine dengan erat lagi.


"Sudahlah, temui Dewa." jawab Celine sambil melepas pelukan Arga.


"oke." ucap Arga mengecup kening Celine sekilas dan pergi keluar kamar menemui Dewa.


Saat keluar dari kamar, Jasson pun masuk ke dalam rumah.


"Kamu baru datang?" tanya Arga.


"Maaf tuan!" ungkap Jasson sambil membungkukkan badannya.


"Ayok kita bahas di ruangan, temui Dewa juga." Ajak Arga.


Tak lama kemudian. Ponsel Jasson pun berbunyi berisi chat. Chat tak di kenal.


Tapi Jasson lagi - lagi tak sempat membuka Ponsel nya saat bertemu Arga. Memang Jasson slalu mengkesampingkan urusan pribadinya. Dia selalu mementingkan tuannya.


Hingga akhirnya ponsel tersebut tak ia buka dan langsung mematikan ponsel tersebut tanpa melihat chat itu.


Jasson dan Arga pun langsung berjalan dan menemui Dewa di ruang tengah yang masih bersama dengan Dirga.


"Dirga, temennin Mommy ya, Mommy lagi sedih Dirga masuk aja ke kamar Mommy." jelas Arga memberi pengertian kepada sang anak.


"Mommy sedang Sedih daddy?" ungkap Dirga.


Arga pun hanya mengangguk, Dirga temenin Mommy dulu ya.


Dirga pun mengangguk dan anak kecil itu berlari ke kamar Mommy nya.


Bersambung