Hourglass

Hourglass
7. Kerinduan Dirga



Keesokan pagi nya ..


Seperti biasa Celine sudah bersiap untuk hari pertama dia bekerja.


Sang ibu pun telah menyiapkan makanan di atas meja ada Roti dan susu yang di beli Celine kemarin sehabis balik dari wawancara.


Itu adalah tabungan untuk memenuhi kebutuhan di rumah.


Celine tak tega melihat sang ibu berjuang sendiri karena kepergian sang ayah.


"Ibu ,, aku sudah di terima kerja. Jadi ibu berhenti kerja kesana kemari.. aku yang akan memenuhi kebutuhan semuanya. Aku pun udah di terima kerja di kantor kemarin yang Celine jelasin kemaren."


"Maafkan ibumu ini Celine .. tak bisa membahagiakanmu. Jangan lupa juga untuk tidak memiliki masalah dengan keluarga si Arga." Ucap Sang ibu.


"Jangan begitu ibu. Dengan ibu masih menerima aku sebegai anak ibu.. aku sudah bahagia. Bahkan ibu mau merawat Dirga. Aku akan berusaha ibuk untuk tak memiliki masalah lagi dengan Arga, " tutur Celine.


"Oiya Dirga.. apa masih tidur ??" Tanya Celine ..


"Mommy..!!" Ucap sang jagoan kecil tersebut.


"Jagoannya moomy sini sayang ... makan bareng omma sama mommy juga .." Ucap Celine.


"Apa momy akan berangkat kerja??" Tanya sang anak .


"Iya, Dirga.. momy akan kerja mencari uang untuk keperluan kita semua.. kamu jangan nakal ya sama omma.. ikuti perintah oma.. jangan bandel .. " ucap Celine sembari membelai rambut Dirga di atas kursi makan nya.


"Aku tak nakal kok mom," Ucap dirga singkat.


"Ya udah kita makan bersama nanti Dirga sama Omma berangkat sekolah bareng..." Jelas sang Omma.


"Yukk makan semua ... " ucap Celine sumringah.


"Aku tak menyangka dengan anak kita dia lebih bisa menghiburku.. apa .. ini kenangan indah sebelum kau pergi meninggalkan ku dulu ..?" Batin Celine sembari menatap sendu sang lelaki dalam bayangnya tersebut.


"Aku tak boleh menangis... aku harus kuat demi keluarga ku !!" Ucap Celine sembari menyeka air mata nya yang akan jatuh membasahi pipi lembutnya.


"Mom,.. aku kangen dengan Daddy~ " Ucap Dirga tiba - tiba.


Sontak aku pun langsung tersedak beserta dengan ibu ku sendiri.


"Siapa daddy mom dan kemana dady kenapa momy slalu bertahan demi aku .. apa daddy tak mencintaiku.. apa dia membuangku mom?? Aku rindu dengan nya .. apakah aku salah dengan kerinduan ku ini ??" Jelas sang anak tersebut.


"Ya tuham ... aku harus berkata apa.. aku tak bisa mengatakannya. Aku tak bisa mengatakannya kalau daddy nya meninggal. Tapi dalam kenyataannya dia masih hidup.. aku harus berkata apa tuhan.." batin Celine


"Dirga... kenapa kamu tiba - tiba berkata seperti itu ... siapa yang mengajarimu untuk berkata seperti ini ..." Ucap omma sembari membelai lembut rambut Dirga.


"Aku banyak di bully sama teman sekelasku.. kalau aku tak memiliki bapak dan aku anak haram.. apa benar seperti itu momy? Apa aku anak haram ... anak yang tak di harapkan oleh Daddy??" Jelas Dirga.


Aku pun sudah tak kuat menahan tangis lagi.. aku hanya memeluk Dirga dalam kesedihanku..


Sang ibu pun hanya membelai lembut punggung sang anak dan membelai lembut cucu nya juga.


Aku hanya bisa menangis meratapi nasib ku yang sial ini..


"Maaf kan momy Dirga... maafkan Moomy.. momy belum bisa memberikan... memberikan... yang terbaik untuk Dirga... momy gagal merawat dirga maafkan momy Dirga.. sungguh maafkan Momy.. " Ucap Celine yang sudah banjir berlinangan air mata.


"Mooomy!!!" Teriak Dirga...


"Mommy jangan menangis.. !! Momy maafkan dirga.. dirga salah maafkan aku moomy.. !! Dirga tak bermaksud membuat mommy bersedih ... " ucap Dirga yang semakin keras menangis


Sang oma pun memeluk mereka bertiga semua..


"Momy akan berjuang membahagiakan dirga.. maafkan momy ya nak .. jangan dengar kan teman mu yang berkata buruk seperti itu... dan kamu sebagai anak lelaki harus bisa kuat .. momy akan berusaha membahagiakan mu ... " Jelas Celine .. sembari melepas pelukan Dirga dan menyeka airmata Dirga yang sudah terjatuh ikut menangis.


"Mending sekarang kamu berangkat kerja.. jangan sampai kamu terlambat.. ini hari pertama kamu Celine.." Ucap Sang ibu.


"Baik ibu... Dirga... momy berangkat dulu ya.. momy mau bekerja nanti jika tak berangkat nanti Mommy bisa terlambat dan bisa kena amuk dari pemilik perusahaan .." Jelas Celine


"Siapa yang berani memarahi Mommy ku aku akan berhadapan dengan nya !! Aku tak boleh membiarkan momy kena amuk orang lain !!" Bentak Dirga.


"Aku jadi ingin suatu saat aku ingin memiliki perusahaan supaya aku bisa membahagian mommy dan oma " Jelas Dirga.


"Sudah... sudah .. kamu itu masih anak kecil.. nanti kalau kamu sudah dewasa kamu akan mengerti Dirga. Sekarang mommy mau berangkat ingat .. jangan nakal terhadap oma ya.." Ucap Celine sembari berdiri dan meraih tas kecil yang berada di bangku duduk nya tadi.


"Aku mau antar mommy sampai depan.." Ucap Dirga..


"Boleh kan oma.. " ucap Dirga kembali.


"Tentu .. dan juga pasti oma temanni. " ucap Sang oma.


Celine pun kemudian berjalan ke arah keluar.


•••


"Kok tiba - tiba ada di apartemen sih.. " ucap Arga.


"Laahh gue belom balik rumah belom ganti juga..??" Ucap Arga kembali, sembari kebingungan dengan apa yang terjadi.


Ia pun bergegas bangun dari tidurnya dan segera mandi. Ia benar - benar tak ingat dengan apa yang terjadi saat itu.


Setelah mandi ia meraih Ponsel nya. Melihat siapa saja yang menghubunginya saat itu.


"Dewa.. iya dewa .. " ucap Arga sembari menelfon Dewa langsung.


By Phone


Dewa : halo .. udah bangun ... ?? Ngak ngantor..


Arga : kamu ngebawak ku kesini??


Dewa : siapalagi dunk. Oiya kemarin aku nelfon Celine.


Arga : Haaah!!


Dewa : iya Celine mantan elo dulu.


Arga : kok elo nelfon dia sih ??


Dewa : kasian elo bentak kemaren padahal kan gue yang nelfon terus dia dateng .. eh malah elo bentak - bentak di banyak orang ngatain ****** lagi.. gila elo ...


Arga : emang gue begitu kemaren??


Dewa : laah ... lupa lagi masalah kemaren emang bener - bener elo kalau mabok nyusahin.. emang..


Arga : ya kan gue gak tau ...


Dewa : yaudah gue mo kerja lagi ... gue pekerja bukan keg elo boos besar..


Arga : apaan sih elo ...


Dewa : minta maaf elo ama dia.. gila elo ...


Arga : emang dia ****** gue tuh kemaren di depan rumah nya nah gue tau dia punya anak kecil apa coba kalau gak ******.


Dewa : ehhh elo itu udah gede bukan bayi iyik lagi .. kalau dia punya anak itu urusan dia ngapain elo repot ngatain dia pula. Eeemmm~~ gue tau nichh.. jan bilang elo masi suka ama dia kan ??


Arga : apa sih elo ..!! Gue tutup telfon elo udah bay !!!


By Phone End


"Arrgghh !! Sial !! Semua gara - gera dewa resek !!! Kesalahn juga gue nelfon dia ****** !! Emang !! " Ucap Arga sembari mengacak - acak rambutnya dengan kasar.


Arga pun kemudian bergegas untuk berangkat ke kantor secepat mungkin. Untuk menanyakan hal ini ke Celine.


Apa benar dengan ucapan Dewa seperti itu ke dia.


Bersambung