
"Untunglah kamu sudah baaikkan maafin aku, semua salah ku, aku slalu membuat mu terbebani, maafin aku Celine! maaffin aku!" teriak Arga saking frustasinya hingga sampai mengeluarkan air mata nya.
"Aku sunggug lelaki yang tak berguna, aku, aku-"
"Sudahlah, ini bukan salah mu, Liat aku!" ungkap Celine sembari menghapus air mata Arga yang sudah menetes di pipinya.
Celine yang masih tertidur di pangkuan Arga pun langsung menatap Arga lekat.
"Ini bukan salah kamu, aku baik - baik saja sekarang." ucap Celine.
Semua yang ada di ruangan tersebut. Lalu keluar meninggalkan Celine dengan Arga sang Ibu pun menarik Dirga keluar.
"Kita tunggu di luar, biar Mommy istirahat sebentar," bisik sabg Omma.
"Tante saya Karina Cahya Mentari, sering di sapa Karin," ungkap Karin sambil bersalaman dengan orang tua Celine.
"Saya temen kantor nya Celine. Celine sering sama kita iya kan," ungkap Celine.
"Iya, tante dan saya Jasson Immanuela Mahendra sering di panggil Jasson," ungkap Jasson sambil bersalaman dengan sang Ibu.
"Terimakasih ya, kalian udah baik sama Celine di kantor, sejujurnya tante agak khawatir dengan dirinya, dia sudah tidak bisa lagi mendengarkan apa yang membuat nya terkejut apalagi membuat nya untuk bersedih mental Celine baru down dan belom sembuh - sembuh," jelas sang Ibu.
"Maksud tante gimana? Karin gak paham."
"Celine sering ke psikiater waktu itu, dia sering mengkonsumsi obat dari dokternya bahkan kalau kalian tau dia berusaha menyayat dirinya di pergelangan tangannya," ungkap sang Ibu menjelaskan.
"Sampai seperti itu?" ungkap Karin yang masih terheran.
"Makanya terkadang saya sendiri sering khawatir, bahkan akhir - akhir ini sudah tak mengunjungi ke dokter Psikiaternya saya kira ya sudah baikkan tapi, ternyata itu membuatnya fatal. Kemaren Arga yang mengantar nya," ucap Celine.
"Celine sangat mencintai Arga bahkan Arga juga demikian, hanya saja orang tua nya yang tidak merestui hubungan mereka, bahkan Celine pun telah berusaha untuk menghindar dari Arga hingga sekitar lima tahun berlalu baru lah Celine kembali ke kota ini kota yang dari dia kecil." jelas sang Ibu.
"Jadi Celine baru kembali ke kota ini tante," ungkap Jasson.
Sang Ibu pun mengangguk "setelah itu mereka bertemu kembali awalnya juga saya pun gak tau kenapa bisa bertemu, ternyta di perusahaan yang sama bahkan Arga sendiri yang menjadi boss nya, itu lun Celine juga berceritanya sudah beberapa hari kemudian." Jelas sang ibu kembali.
"Jadi mereka sudah saling bertemu dan saling mencintai terus berpisah dan bertemu kembali?" ungkap Karin untuk memastikan.
"Kurang lebih seperti itu," ungkap sang Ibu.
Karin pun langsung memeluk sang Ibu beserta Dirga.
Tak lama kemudian Arga pun keluar dan bertemu dengan semuanya.
"Masuk saja Ibu. Sama kalian, Celine mencari kalian." ungkap Arga.
Mereka pun kemudian masuk ke ruangan tersebut dan Arga langsung mengandeng Dirga anak kandungnya itu.
***
"Aku tak menyangka Arga bisa mengambil keputusan berat itu," ungkap Pricil.
"Kalau kamu ingin mengembangkan karirmu dan belom bersiap hidup bersama ku seutuhnya aku gak masalah kok. Aku akan slalu menunggu kamu untuk siap bersama ku," ungkap Leonard sang suami.
"Aku juga tak ingin hidup seperti ini Leonard, tunggu aku untuk siap menjalani nya dengan mu Leonard," ungkap Pricil.
"Aku akan selalu menunggu untuk itu Pricil." ungkap sang Suami.
Kemudian mereka pun bermain bersama dan sang buah hati nya.
'*Terimakasih kamu sudah mau bersabar dengan ku, mau menunggu ku mau menerima ku,' batin Pricil.
'Tapi maaf kan aku kau harus menunggu ku kembali,' batin Pricil kembali*.
***
Sementara itu Celine dan yang lainnya pun masuk kembali ke tempat di mana Celine tadi beristirahat.
"Maaf yah gara- gara aku kalian panik begini aku singguh minta maaf," ungkap Celine yang sudah terduduk sambil menundukkan kepalanya.
"Ternyata Bapak Arga bisa berbuat manis juga sama Celine selama ini yang kita tau bapak e-"
"Karin!" ungkap Jasson yang langsung memutuskan perkataan Karin saat itu juga.
"Apa! Saya galak! Terus kenapa!" bentak Arha.
"Arga! Jangan kaya gitu kasian mereka, dia juga karyawan kamu, tanpa dia juga bisnis kamu pasti kacau gak ada yang handel," jelas Celine.
"Masi untuk kalian di bela sama Celine, coba kalau gak ada Celine sudah saya marahi kamu!" teriak Arga.
"sudah kita makan saja sekarang Dirga sudah lapar dari tadi, benar kan Dirga," tanya sang Ibu yang langsung memecahkan perseteruan tersebut.
mereka pun kemudian makan bersama saat itu juga sebelum ke tempat cincin pernikahan.
"Kalian akan menikah!" teriak Karin saking syoknya bahkan makanan yang dia makan di dalam mulutnya ikut terciprat ke meja tersebut.
"Karin!!" teriak Celine dan Jasson.
Dirga pun tertawa dan sang Ibu assik makan - makanan jepang tersebut.
"Karin! Kamu gak mau kan kalau di pecat secara mendadak!" teriak Arga kembali.
"Eh, emb jangan Pak maafin saya yang lancang ini, maaf kan saya." ucap Karin yang langsung tertunduk.
Arga pun hanya tersenyum sekilas melihat Karin yang seperti itu.
"Arga! Kamu bener- bener ya!" ungkap Celine sambil berbisik, "Suka banget ngerjain orang apalagi sama pegawai sendiri," ungkap Celine kembali.
"iya- iya udah deh, kembali makan lagi," ungkap Arga.
"Awas aja Kamu-"
"Arga!"
Jasson dan Karin pun hanya tertawa melihat percakapan mereka.
Sedangkan Arga bagaikan iyik yang takut kehilangan induk ayam nya.
"Besok kalian kerja keras laporan harus udah selesai!" teriak Arga kembali.
"Arga ini kan di luar jam kantor jangan begitu kasihan mereka, jangan bahas kerjaan," ungkap sang Ibu.
"Nah benar itu Pak Arga jangan bahas kerjaan kita kan niat mau jenguk Celine. Kan Celine temen kita," jelas Jasson.
"Liat aja kalian besok di kantor bakalan ku suruh kerja extra kalian."
"Arga!"
"iya becanda kok becanda," ungkap Arga.
Mereka oun langsung menyelesaikan makanan yang sudah di pesan nya tadi di tempat privat Room.
Makanan jepang adalah kesukaan Arga. Jadi Arga sengaja memesan makanan Jepang di sana dan menyiapkan ruangan khusus untuk perencanaan Arga.
"Dirga suka makan Sushi??" tanya si Arga.
"Dirga sukak paman tinggi!. Sering - sering makan ini ya Mommy, Dirga suka," ungkap sang anak.
"Bakalan Paman tinggi beliin untuk Dirga, oke!" ungkap Arga.
"Jangan minta ke Mommy kasian Mommy kan udah cari uang dengan susah biar Paman tinggi yang beliin Dirga benerkan!" ungkap Arga.
Dirgapun hanya mengangguk sambil memakan sushi nya.
Bersambung