Hourglass

Hourglass
keributan di jalanan



Arga dan Leonard langsung menuju ke sisi barat perbatasan.


Sedangkan kekuarganya menuju ke sisi selatan perbatasan.


"Semua langsung masuk," ucap Dewa mempersilah kan masuk di dalam mobil Van tersebut.


"Mommy! Daddy gak ikut sama kita?" Dirga pun bertanya kepada Mommy nya sambil memegang tangan Celine.


Celine pun berusaha menenangkan sang anak sembari semua masuk ke dalam mobil tersebut.


"Dirga sayang, Daddy sedang melawan musuh di luran sana sekarang kita bersiap untuk pergi sebelum musuh mengetahui kita. Makanya Daddy mengalihkan musuh ke tempat jauh supaya kita pergi tidak ketahuan oleh mereka."


"Benar itu Dirga! Daddy nya Dirga itu orang hebat. Percaya sama Om Dewa. Karena Om Dewa sudah lama bersama Daddy nya Dirga," Dewa pin langsung ikut menimpali pembicaraan Celine.


"Sekarang kita ikuti rencana Daddy ya," ucap si Celine sambil memeluk anaknya. Sedangkan sang Papa mertua Celine itu pun masih melihat ke arah Celine dan Dirga.


"Setelah ini semua saya ingin bicara dengan kamu," jawab sang Papa.


Sang Papa pin langsung masuk ke dalam mobil Van tersebut.


"Ibuk?" ucap Celine.


"Sudah. Tidak akan terjadi apa- apa percaya sama ibu, kamu jangan takut duluan, Dia itu tetap Papa kamu. Ingat perlakukan mereka sama seperti orang tua kamu sendiri. Ibu ada di samping kamu menemani kamu."


Dewa pun menghampiri Celine dan sang Ibu beserta Dirga, memberitahukan untuk semua segera berangkat musuh sudah berhasil di pancing oleh Arga menuju tengah kota hingga ke perbatasan barat.


"Ayok kita semua berangkat semua sudah sesuai rencana."


Tak lupa Dewa pun memba senjata andalannya yaitu DXL 3.


"Ayok Dirga buruan masuk ibu juga,"


Mereka bertiga pun langsung masuk ke dalam mobil Van tersebut sementara Dewa berjaga sambil melindungi keluarga Arga.


Begitu pula anak buah Dewa juga melindungi atasannya. Mereka semua pun menggunakan alat komunikasi yang di letakkan di telinga mereka masing - masing untuk mengetahui tugas dan laporan apa yang akan di terapkan lewat komunikasi tersebut.


Dewa pun memberikan aba - aba ke anak buah nya menyuruh nya untuk mengawal mobil mereka.


***


"Arga mereka sudah mengikuti kita. Bagaimana?"


Musuh pun terus terusan menembakkik mobil Arga hingga kaca mobil belakang pun pecah.


Namun sang anak buah tak kalah canggih musuh yang sudah berada di belakang mobil Arga kini mereka tembak satu persatu oleh anak buah Arga.


Namun musuh tak kalah cerdik ia pun berada di belakang mobil pengawal juga hingga akhirnya mobil yqng di tunggangi Arga sudah tek barbentuk.


"Aku akan ke balakang kau terus kemudikan mobil nya jangan lengah sekencang mungkin kau melaju. Aku percaya kamu Kak."


Arga pun langsung melepaskan sabuk pengaman dan duduk di belakang mengambil sebuah senjata laras panjang jenis AK-12.


"Kau tundukkan kepala mu kak! Mereka mengincar kamu! Cepatlah! Aku akan tembakkan kemereka!" Seru an si Arga.


Arga pun langsung memnuka kaca mobil dan duduk di sana mengenakan senjata AK - 12 tersebut.


Tembak menembak saling bersahutan satu sama lain musuh langsung memberikan hujanan peluru ke arah Arga.


Arga pun langsung menargetkan ke arah kepala musuh soal senjata membidik Arga memang tak kalah saing ia melesatkan peluru tersebut tepat di kepala sang musuh. Begitu juga yang lain ia pusatkan ke leher mereka.


"Sia*an!"


"Kau baik - baik saja Arga!" teriak sanh Kakak ipar. Namun Argat tak mendengar kan teriakan sang kakak ipar. Jalanan yang kacau ramai sahut - sahutan peluru membuatnya harus berkonsentrasi.


Ia pun langsung melihat musuh ke sisi kanan Arga yang akan membidik sang kakak ipar. namun arga langsung embidikkan tembakan nya tepat ke musuh yang akan menembak Leonard.


Dengan mobil yang saling melaju dengan cepat tembakan ada di mana - mana Arga berfikir sambil menembakki musuh tersebut.


"Musuh terlalu banyak Tuan!" sahut sang anak buah.


"Kita harus apa!" sambung sang anak buah yang lainnya.


"Siala*!" umpat si Arga.


"Maaf tuan kita harus menyelesaikan musuh di belakang kita. Kita kalah saing. Membuat tuan di kepung oleh kedua mobil."


"Arga! Apa kau tak apa! Aku akan kesana dengan anak buah ku kesana!" seruan Dewa membuat semua yang ada di dalam Van tersebut panik.


"Dewa! Kenapa dia! Apa dia baik- baik saja dewa!" Celine pun mulai panik dengan ucapan dewa barusan.


"Dewa! Kendalikan dirimu! Jangan buat Istri ku khawatir karena aku! ingat kau bertugas melindungi mereka!" teriak Arga.


Tak hanya itu Arga pun semakin di hujanni peluru oleh musuhnya. Belakang mobil serta sisi kanan Mobil dirinya.


"Indra!" pangil si dewa ke anak buahnya.


"Kau ikuti Arga tinggalkan kita. Kita bisa melawan berdua disini dan untuk Pedro kau tetap di belakang kita."


"Tapi tuan kalau Indra ikut nanti berkurang banyak kita."


"Arga lebih! Membutuhkan itu dari pada kita! Cepat!!" teriak si Dewa.


"Daddy apa kalah paman Dewa? Gak mungkin kalah kan Paman Dewa."


"Dirga, Daddy gak mungkin kalah. Daddy udah sering melawan musuh banyak. Hal ini gak akan membuat Daddy kalah inget ya Dirga. Daddy itu orang yang kuat dan akan selalu jadi pemenang dari musuh yang lain." Jelas si Dewa.


"Daddy pasti menang paman Dewa! Aku percaya Daddy akan kembali ke kita!" seru si Dirga


Celine langsung memeluk sang anak sembari menamgis dan memegang tangan sang bunda.


Tak hanya itu Celine cuman bisa mendoakan suaminya selamat kecemasan serta penyakit paniknya mulai kambuh. Keringat dan rasa debaran jantung mulai terlihat.


"Anak ku! Kamu jangan Panik! doakan suami mu selamat kita hanya bisa berdoa kamu harus kuat jangan begini."


"Pa, Ma kita berdoa juga untuk Arga dan Leonard. Mereka sedang kacau Ma Pa," sahut Kak Pricil juga.


orang tua Arga pun hanya hanya menganggung walaupun mereka gak banyak bicara tapi kekhawatiran mereka jelas nyata adanya.


Karena bagaimana pun juga mereka juga termasuk keluarga.


Kemudian Pericil pun memeluk sang anak sambil menangis dan berdoa.


"Kita doakan Papa untuk selamat juga ya Putri biar semua bisa kembali lagi ke kita."


Putri pun hanya menganggung menjawab pertanyaan dari sang Mama. Ia pun juga ikut menangis dan takut.