
"Saya ada kabar terbaru lagi tuan Richard," ungkap Clein.
Sementara itu
Celine pun menuju ke kamar sang Anak.
"Dirga, kamu udah bangun kenapa gak langsung mandi? Udah pagi loh?" ucap Celine kemudian terduduk di samping sang anak.
"Dirga baru saja Bagun Mommy."
"Yaudah kalau gitu mandi yuk. Kita akan ketemu seseorang nanti." jelas Celine.
"Siapa Mommy? Siapa? Apa Dirga pernah bertemu dengan mereka Mommy?" ungkap Dirga.
"Sudah yang penting kamu mandi dulu." jelas Celine.
Dirga pun turun dari kasurnya. Saat keluar dari kamarnya.
"Paman Dewa!" seru si Dirga, ia pun kemudian berlari ke arah Dewa.
" Dirga!" ungkap sang Ibu yang inging meraih sang anak namun si anak sudah berlari lebih cepat.
Celine tak mau jika Dirga melihat perlengkapan senjata Daddynya.
"Dirga!" bentak Celine sambil berlari ke arah Dirga.
Namun terlambat sang anak sudah mengetahui senjata yang ada di atas meja tersebut.
"Arga! Kenapa gak kamu sembunyikan sih senjata kamu!" omel Celine.
"Ini apa Daddy!" si anak pun sudah bertanya langsung ke sang daddy.
"Sudahlah, biarkan dia mengetahui nya Celine!"
"kamu kenapa sih! Ngenalin Dirga seperti ini!" sahut Celine kembali.
"Karena aku tak ingin Dirga nanti nya terkejut jika aku akan melawan musuh di luaran sana!" bentak Arga.
"Kamu jangan seperti ini terus Celine! Aku Capek!" bentak Arga sambil berdiri menatap dan mendekati Celine.
"Ga, kendaliin emosi kamu!" timpa Dewa.
Celine pun terdiam dan masuk ke dalam kamarnya.
"Astaga! Apa yang aku perbuat!" ungkap Arga sambil memegang keningnya.
"Dirga ikut Paman Dewa yuk mainan." ajak Dewa kepada Dirga.
"Kamu! tolong beres kan ini semua," ucap Dewa kepada salah satu anak buahnya.
Dewa pun kemudian masuk kembali kedalam kamar Dirga sambil bermain.
"Paman Dewa, apa Daddy banyak musuh? Selama ini Daddy kelihatan baik sama Dirga sama Mommy sama Omma. Tapi kenapa Daddy punya musuh?? Apa Daddy orang yang jahat." tanya si anak kecil tersebut.
"Ingat ya Dirga. Daddy itu orang baik. Karena Daddy orang yang baik banyak sekali yang memusuhi nya." jelas dewa kembali.
"Apa orang baik banyak musuhnya Paman?" tanya sang anak kecil tersebut sambil mengambil mainan mobil - mobillan nya.
"Ingat Daddy itu orang pebisnis sudahlah pasti Daddy punya banyak musuh untuk menjatuhkan Perusahaan Daddy, nanti kalau Daddy kehilangan perusahaan tersebut bagaimana? Ya walaupun sebenernya Materi bagi Daddy nya Dirga tak begitu penting. Tapi kehidupan ini membutuhkan beberapa materi Dirga untuk bisa bertahan hidup. Dirga mengerti kan? Daddy lagi banyak pikiran banyak musuh yang akan menjatuhkan Daddy Dirga. Jadi Dirga harus siap untuk menjalani kehidupan ini." Jelas Dewa kembali.
"Tapi kenapa Mommy bersedih Paman? Katanya Daddy orang yang baik?" tanya Si Dirga kembali.
"Nanti kalau Dirga sudah besar Pasti Dirga akan memahaminya." ungkap Dewa kembali sambil membelai lembut pipi Dirga.
"Kalau begitu Dirga harus seperti Daddy harus kuat melawan musuh Paman!" seru sang anak.
"Dirga pasti bisa seperti Daddy, bahkan harus bisa melebihi Daddy. Demi melindungi orang - orang yang Dirga sayang kan?" ungkap Dewa kembali sembari masih membelai lembut rambut Dirga.
"Aku akan kuat seperti Daddy Paman. Ajari aku seperti Papa." ungkap Dirga.
"Nanti ya, Paman coba bicarakan sama Mommy dan Daddy untuk persetujuan mereka." Dewa pun memberi pengertian terhadap Dirga.
Tak lama ponsel Dewa pun berbunyi dan layar tersebut tertera dengan nama Jasson.
"Kalian dimana!" teriak Jasson dalam telefon tersebut.
"Sorry ... Sorry aku lupa memberikan mu Lokasi terbaru kita saat bertemu."
"Kau ini! Benar - benar ya! Aku mencarinya setengah mati sampai aku harus berputar - putar!" omel Jasson.
"Iya Maaf deh, ya udah aku kirim lokasi nya kita ketemu di rumah nya Arga," ucap Dewa aambil menutup telefon tersebut.
Dewa pub langsung memberikan lokasi yang ia tempati ini.
"Dasar Jasson!"
"Siapa Paman?" tanya Dirga kembali.
"Teman Daddy mu Lagi Dirga." Singkat Dewa.
"Sudah kita tunggu saja Paman Jasson, nanti bakalan kesini juga." ungkap Dewa.
"Paman Jasson yang sering sama Tante Karin? Kemaren Paman Jasson membantu Mommy yang lagi pingsan di dalam Mall paman Dewa." jelas Si Dirga kembali.
"Jadi Dirga sudah beretemu dengan Paman Jasson?" tanya Dewa namun Dirga hanya mengangguk. Dewa pun menanyakan lagi soal Jasson, "Paman Jasson menurut Dirga gimana orang nya? Baik juga ?" lagi dan Lagi Dirga pun menjawab dengan anggukan saja.
"Kalau begitu Paman akan ke depan, Dirga mau ikut Paman ke depan atau mau di kamar aja?"
"Dirga mau di dalam kamar saja Paman dewa."
Dewapun langsung mengusak lembut kepala Dirga dan bangkit pergi meninggalakan Dirga yang sedang berada di dalam kamar.
***
"Apa yang ingin kau kabar kan Clein?" tanya Richard dalam pertemuan tersebut.
"Hal penting apa sampai kau membuat aku untuk menemui mu? Awas aja kalau gak kabar penting!" Amuk Richard.
Clein pun langsung memberikan sebuah Foto di dalam nya sedang ada Karin dan Jasson. Saat mereka di Cafe pagi tadi.
Richard pun langsung menyeringai sambil menatap foto tersebut.
"Bagiamana? Kabar pentingkan?" ungkap Clein sambil memberikang seringai an nya.
"Kita akan gunakan dia sebagai Alat supaya anak buah Arga keluar semua menghadapi kita, setelah itu barulah mereka di habissi saja." jelas Richard.
Mereka semua pun tersenyum bahagia seolah akan mendapat kan hal penting tersebut sebelum ia melaporkan kepada bos utama kita.
Bersambung