Hourglass

Hourglass
Sudah Beda Kota



Dewa pun masih menghubungi anak buah bayarannya lagi. Bahkan Dewa pun meloadspeaker telfonnya untuk mengetahui aba - aba juga.


Perlahan Dewa pun langsung membuka kaca mobil di sampingnya, sambil membawa senjata Makarov.


"Now! Mister Dewa!" ucap sang anak buah tersebut.


Dewa pun langsung bangkit dari duduk nya dan beralih duduk di jendela mobil sambil menembakki mobil belakang.


tembak menembak saling beradu di sana. Hujanan peluru banyak di terpa oleh Dewa. Namun Dewa hanya diam sejenak dan menatap lebih dalam si musuh.


Dengan yakin Dewa pun membidik bagian dada sang musuh yan menembaknya tadi.


Tak hanya itu yang lain pun bermunculuan dan mengincar Dewa namun Dewa hanya bisa menghindar dan lagi Dewa langsung membidik Leher sang masuh di balas dengan ia menembak kan sang sopir tepat di keningnya.


"Sekarang!" Jawab sang anak buah bayarannya.


Sedangkan anak buah bayarran tersebut memberikan alat Road Blocker. Saat mobil Dewa telah melintassi batas kota.


Benar juga saat Dewa sudah menumbangkan mobil satu akhirnya mobil yang lain muncul dan tepat rencana.


lalu musuh pun menginjak Road Blocker yang sudah di siapkan anak buah Dewa.


Dewa pun menyeringai puas.


"Finally! Kita keluar juga Jasson! Yeaay!!" sorak si Dewa.


***


"Gimana! Kalian! Kenapa bisa gagal!" teriak si Briyan Adijaya yang sering di sapa Briyan ini.


"Ternyata anak buah kamu sama aja kayak kamu Briyan," ucap si Ailee.


"Diam kamu!" Briyan pun membentak Ailee dan duduk dengan perasaan marah.


"Kau tau Ailee. Arga dan kekuarganya susah untuk di temui jika dia keluar! Dari kota ini! Masih belom paham juga kamu!" bentak Briyan kembali.


"Tenang lah. Papa ku bisa mengatasi semuanya. Asal aku suruh beberapa orang juga pasti bisa. Kita pancing saja mereka untuk keluar dari persembunyiaannya. Aku tau kalau Arga pasti tidak akan melibatkan keluarga nya sendiri untuk peperangan, jadi kita buat Arga untuk keluar," Jelas Ailee.


"Kau masih belom tau cara nya ?" tanya si Ailee kembali. Karena melihat Briyan yang terdiam.


"Kalau kamu gak tau ikuti perintah ku jangan kau gerak sendiri seperti ini!" bentak Ailee.


"Hanya karena Wanita kamu bisa sebodoh ini Briyan!" ucap Ailee sambil melipat tangan di dadanya.


Briyan pun terdiam. Tak menjawab sepatah katu pun ucapan Ailee.


"Kau lihat. Kau sudah membuang banyak orang untuk tindakan konyol mu ini!" bentak Briyan.


"Konyol kau bilang! Arga meninggalkan ku! Aku juga tak mengira kalau Papa ku sendiri membantu ku! Jadi ya dari pada setengah - setengah kita hancur kan perusahaan dan dirinya di jalanan."


"Kau gila! Ailee!"


"Kau bilang aku gila! Kau lebih gila! Kau sendiri tak jauh beda dengan ku! Kau juga masih mengejar Karin! Ingat itu! Mantan si*lan mu itu!kau setuju dengan ini juga karena urusan pribadimukan! kau dan aku sama Briyan! Kita mengejar apa yang kita inginkan! Ingat! Jangan pernah kau menghina ku kembali! Aku tak akan segan - segan membunuh mu di sini!" bentak Ailee.


'Dasar gadis *al*n! Kalau saja aku tak bergantung pada nya sudah aku habisi dia! Bre**se*!' umpat Briyan di dalam hatinya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu! Gak terima!" bentak Ailee kembali.


"Kita harusnya mikir bagaimana kalah kan mereka bukannya kita yang berantem Briyan!"


"Terserah kau!" bentak Briyan.


Briyan pun kemudian berjalan meninggalkan Ailee.