
Mereka pun selesai makan malam saat itu dan langsung menuju Arga dan Celine memuju ketempat baju.
Sesuai arahan Arga tadi Karin dan Jasson pun mengikuti sang Ibu dan Dirga.
"Arga, aku gak mau kamu beliin baju buat aku," ungkap Celine sambil berjalan disamping Arga.
Arga pun langsung mengandeng tangan Celine dan berjalan kembali.
"Celine kita akan menikah, kamu harus memakai pakaian yang baik," ungkap Arga.
"Maksud aku, baju yang biasa aja, aku gak mau terlalu mewah Arga," ungkap Celine.
"Aku merasa kesusahan jika semua terlalu mewah buat ku." ungkap Celine kembali.
"Baiklah kalau memang itu mau kamu," ungkap Arga.
Arga pun sampai di tempat yang di maksud dan meminta pakaian pernikahan yang biasa namjn elegan dan cocok dengan konsep yang Celine inginkan.
Sang penjaga toko tersebut dengan senang hati menunjukkan koleksi pakaian nya dan rancangannya.
Beberapa baju telah di coba untuk Celine namun, baju terakhir yang membuat Celine dan Arga merasa cocok bahwa baju ini pas untuk Celine.
Arga pun langsung menyetujui dan membayar menggunakan karti kredirnya.
"Arga, ini mahal loh?" ucap Celine.
"Sudahlah, semua untuk mu, lagian aku bisa mencari uang nya kembali," jelas Arga sambil mengulurkan kartu ATM nya ke petugas butik tersebut.
"Untung saja Dirga gak ikut denga kita kalau ikut dia bisa bosan," ungkap Celine.
"Makanya aku menyuruh Jasson dan Karin jaga Dirga dan orang tua kamu," ungkap Arga sambil mencubit hidung mancung Celine secara pelan dan tersenyum ke arah nya yang di balas dengan senyuman Celine juga.
"Kamu juga memesan Baju untuk menikah juga Arga?" tanya Celine karena melihaht dua boah tote bag yang di bawa pegawai tersebut.
"Maaf ya, aku memilih nya terdahulu tanpa ajak kamu, apa kamu ingin melihat nya?" ungkap Arga.
Celine pun langsung mengangguk dengan cepat. "Masa iya aku belum melihat Calon suami ku sendiri memakai baju yang di pilihnya, kan gak mungkin." ungkap Celine sambil tersenyum.
"Mbak, tolong saya akan mencoba baju saya boleh kan?" tanya si Arga ke pegawai tersebut.
"Boleh Bapak silahkan tapi ini ATMnya" ungkap sang pehawai tersebut mengulurkan ATM dan menuntun nya di kamar Pas kembali.
"makasih." ucap Arga.
Arga pun kemudian menuruti apa permintaan Celine saat itu juga.
Celine pun lngsung melihat pakaian yang dipilih dengan Arga.
"Gimana?? Pas kan dengam konsep kita?" ungkap Arga sambil memamerkan pakaiannya di depan Celine.
Celine pun tersenyum dan mengangguk dan berjalan ke Arga.
"Aku gak nyangka bisa satu konsep begini padahal kan kau memilihnya sendiri." ungkap Celine.
"Sebenernya Aku sudah menyuruh pegawai disini dengan baju konsep putih dan memilih pakaian yang sederhana tapi elegan bukan gelamour, aku tau kau pasti gak menginginkan itu. Jadi aku sudah tentukan semua sebernya hanya karena aku bingung aku menyuruh staff disini untuk menyiapkan untuk mu mereka hanya melihat fotomu Celine dan jadilah mereka sudah menyiapkannya dan kau sudah memilihnya," jelas Arga sambil tersenyum
"Aku masih tau kan apa yang kamu suka dan kebiasaan kamu?" ungkap Arga kembali.
"Perpisahan lima tahun atau lebih itu tak membuat ku masalah Celine. Aku akan tetap menginggat kebiasan dan kesuakaan kamu bahkan apa yang gak kamu suka pun masih aku ingat iya kan?" jelas Arga.
Celine pun tersenyum dan langsung memeluk Arga.
"Aku gak nyangka kamu masih mengingatnya Arga aku sungguh tak menyangka ini," ungkap Celine sembari memeluk Arga dari sisi kirinya.
"Aku akan salalu ingat semua tentang mu Celine apapun itu."
"Makasih Arga, makasih kamu sudah mau mencintaiku kembali, " ungkap Celine yang semakin mengerat kan pelukannya.
"Seharusnya aku yang berkata seperti itu Celine. Makasih kamu yang masih mencintai ku dan merawat Anak kita. Bahkan kamu melewati masa pahit itu sendiri aku bersyukur kamu masih menerima ku kembali Celine aku sungguh bahagia dan Bersyukur. Semua itu sungguh tak ternilai dengan kata uang. Aku juga sungguh tak sabar melihat dan mendengar Dirga memanggil ku Ayah, atau Papa? Atau Papi?" ungkap Arga sembari tersenyum dan membelai lembut rambut Celine.
"Tapi sungguh Aku sakit Celine Dirga memangil ku Paman Tinggi. Aku ingin dia memangilku Ayah nya." Jelas Arga.
"Sebentar lagi kau akan mendengar Dirga memanggil mu Ayah Arga." ungkap Celine sambil melepaskan pelukannya.
"Sudahlah buruan kamu ganti, kita harus cepetan nyusul Dirga dan yang lain. Ibu juga pasti udah capek menunggu Dirga bermain terus." ungkap Celine.
"Iya deh aku akan melepasnya kembali." ungkap Arga.
Tak lama Arga ingin menganti pakaiannya ponselnya pun berbunyi.
Arga pun langsung menjauh dari Celine karena telefon tersebut dan hal itu membuat Celine semakin tak nyaman.
'Kenapa harus pergi segala, memangnya ada telefon dari siapa?? Apa penting banget atau telfon dari kantor?' batin Celine.
"Semua sudah siap? Pesenan saya udah dateng?" ungkap Arga.
"Sudah siap pak," ungkap seseorang yang ada di telefon tersebut.
"Baiklah nanti bakalan saya urus terimakasihya," ungkap Arga.
Arga pun langsung menghampiri Celine.
"Ada apa?" tanya Celine.
"Apa ada urusan kantor? Sampai kamu harus menjauh dan serius banget ngomongnya ku liat?" tanya Celine kembali.
"Tenang lah bukan apa- apa kok," ungkap Arga.
"Oh iya! Itu juga bukan dari Wanita lain kok! Tenanglah!" ungkap Arga sambil tersenyum lebar seperti iklan Pepsodent.
"Apaan sih! Kamu Arga! Ngeselin!" teriak Celine sambil wajah Celine pun memerah seperti tomat.
Arga pun hanya tertawa lepas senang melihat Celine bisa salah tingkah seperti itu.
"Buruan! Ganti bajunya nanti takut nya rusak. Lagian Kita di tunggu mereka nih!" teriak Celine.
"Iya Nyonya Pamungkas" ledek Arga yang semakin puas melihat Celine saalh tingkah kembali atas perbuatan Arga.
Arga pun langsung ganti di kamar Paa dan setelah itu ia pun keluar dan menuju ke sang Ibu dan Lainnya.
"kita langsung aja ke mainan anak- anak," ungkap Arga sambil merangkul Celine dan membawa barang belanjaan yang di belinya.
"kamu udah hubungin Jasson atau Karin?" tanya Celine lagi.
"Jasson sudah menghubungi ku. Jadi aku tau," ungkap Arga.
"oke kalau gitu kita langsung aja kesana." ungkap Celine kembali.
"Memang aku tak pernah salah pasti mereka nemenin Dirga sambil main - main kan," ungkap Arga sambil menatap Celine dan tersenyum.
"Kamu memang suka anak kecil jadi pasti kamu tau kesenengan anak kecil." ungkap Celine.
"Oiya mumpung bahas soal anak kecil. Kamu sering sama Putri, putri anak siapa dan sekarang dia dimana?" tanya Celine kembali.
"Dia,-"
Mereka pun langsung sampai di tempat yangcdi maksudkan Jasson dan Dirga pun langsung berlari ke arah Dirga.
"Paman Tinggi," ungkap Dirga sambil berlari ke arah Arga.
Arga pun langsung mengendongnya nya yang sudah berdiri di depannya itu.
Saking senengnya bertemu dengan Paman tinggi sekaligus ayah biologisnya dia sampai berlari ke arah Arga.
Hanya saja Dirga tidak tau yang sebenernya kalau Arga memang Ayah kandungnya sedari dulu.
Bersambung.