Hourglass

Hourglass
Ungkapan Masa lalu 2



"Kamu kenapa Celine? Kenapa kamu menangis?" tanya sang Ibu.


Celine pun kemudian mengeluarkan alat tes kehamilan itu.


"Ini punya siapa Celine!" teriak sang ibu.


"jangan bilang ini punya kamu! Jawab! Celinw" ucap sang Ibu kembali.


Celine pun hanya bisa menangis sejadi - jadi nya dengan pertanyaan sang Ibu.


"Kamu melakukannya dengan siapa Celine! Jawab pertanyaan Ibu! Apa dengan Arga! Jawab Celine!" teriak sang Ibu semakin histeris sambil bangkit dari duduk nya.


Celine pun hanya mengangguk dan menangis semakin kencang dan langsung bersujud kepada sang Ibu di kedua kaki nya.


"Percuma kamu seperti itu Celine! Kamu sudah bikin malu Ibu!" teriak sang Ibu.


"ibu, maafin Celine. Maaffin kelakuan Celine." rengek si Celine.


"Apa Arga mengetahui hal ini? Apa Arga tau Celine!" teriak sang ibu.


"Arga belom mengetahuinya," ungkap Celine yang masih bersujud di kaki sang ibu.


"Kenapa begitu Celine Arga harus mengetahui hal ini! Dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya," ujar sang Ibu


"Ibu tau, orang tua Arga memberi tahu aku, bahwa Arga akan pergi ke Amerika tapi Arga menolak itu, sepertinya dia menyuruh Celine untuk menyuruhnya ke Amerika, Ibu nya menawarkan aku sebuah uang untuk aku pisah dengan dia."


Celine pun makin menangis lebih kencang lagi sambik di peluk oleh sang ibu.


"Kalau seperti ini kamu akan seperti apa Celine." ucap sang ibu sambil menangis.


"Aku akan menyuruh Arga untuk pergi dan mengambil uang nya untuk biaya pengguguran ini."


Sang Ibu pun langsung menampar muka Celine dan hal itu membuat Celine syok. Karena dalam hidupnya sang Ibu tidak pernah bermain kasar apalagi sampai harus menampar nya.


"Kamu itu sudah bodoh malah semakin bodoh!!" teriak sang Ibu.


"Ibu ingat kan! Jangan sampai kau lakukan itu! Paham! Kamu!" teriak sang ibu yang semakin histeris.


"Kalau begitu aku akan mempermalukan diri ku sendiri ibu. Bagaimana pun kita butuh uang untuk hidup bahkan untuk anak ini," ucap Celine yang langsung berjalan ke arah kamarnya.


"Celine-" jawab sang ibu tertahan karena Celine sudah berjalan masuk ke dalam kamar nya.


Celine pun langsung berjalan ke kamar nya dan menahan tangisnya.


Hingga keesokan hari nya. Celine pun menyuruh Arga untuk berangkat ke Amerika.


"Kamu tau dari mana kalau aku akan verangkat ke Amerika. Slama ini kan aku tak beritahu kamu Celine." jawab si Arga.


"Aku bertemu dengan orang tua kamu Arga, pergilah. Aku sungguh sangat ingin kamu pergi." ungkap Celine.


"Tapi aku menolak itu demi kamu Celine! Untuk kita bersama - sama terus!" teriak si Arga.


"Bersama dengan ku? Bagaimana kau akan menghidupi ku Arga! Bagaimana! Jawab aku!" teriak Celine.


"Aku juga gak mau! hidup dengan mu dengan keadaan yang seperti ini! Arga!" teriak Celine kembali.


"Apa yang kamu harap kan dari hubungan ini! Aku juga ingin hidup bersama yang aku cinta! Hidup mapan hidup kecukupan! Aku ingin hidup seperti mereka yang serba kecukupan! Paham kau Arga! Pergi kamu ke Amerika!" teriak Celine kembali.


"Baik kalau ini yang kamu inginkan, aku akan menurutinya Celine! Biar kamu seneng !" teriak Arga kembali.


"Cukup! Aku muak! Dengan mu Arga! Sekarang antar aku pulang!!" teriak dan pinta si Celine.


"Aku akan mengantar kan mu, gak usah kamu marah pada ku Celine. Tanpa kamu suruh juga pasti aku akan mengantar kanmu."


Mereka pun kemudian beranjak dari tempat tersebut dan Arga mengantar kan Celine kembali.


Arga benar - benar sangat tidak tau kalau Celine sedang berbadan dua saat itu. Yang Arga ketahui bahwa Celine telah membenci dirinya, karena baru kali ini Celine bisa membentak Arga saat itu.


Hingga akhirnya Celine pun masuk ke rumah nya tanpa banyak bicara lagi dengan Arga hingga Arga kembali.


"Apa kau membuat Arga untuk membenci mu Celine?" tanya sang ibu.


"Biar Ibu, toh besok aku akan menghubungi orang tuanya. Untuk uang yang dia janjikan kepadaku."


Sang ibu pun hanya bisa memeluk Celine hanya itu yang bisa dilakukannya.


Sungguh miris saat itu bagi Celine dan sang Ibu. Hidup akan terombang - ambing seperti ini.


Hingga esok pagi. Celine sungguh tak bisa di hubungi oleh Arga.


"Apa benar ini yang kau inginkan Celine. Kau ingin aku pergi menjauh darimu?" ucap si Arga di dalam kamarnya. Hingga akhirnya Arga pun keluar dari kamar dan turun dari tangga.


Arga sunguh tak percaya apa yang dilihat nya saat itu.


"Celine," ucap Arga


Arga saat itu melihat Celine yang sudah datang di rumahnya, padahal dia tak pernah sekalipin mengajak Celine ke rumah nya atau mempertemukan ke orang tuanya.


Celine pun melihat ke arah Arga dan berjalan ke arahnya.


"Iya! Aku hanya menginginkan uang mu! Kau paham kan sekarang mengapa aku menyuruhmu pergi ke Amerika! Semua demi uang!" teriak Celine.


Orang tua Arga pun melihat prilaku ke Celine saat itu hingga sang Mama orang tua Arga memegang tangan sang suami.


"Kenapa kau berubah seperti ini Celine! Ini bukan Celine yang aku kenal!" teriak si Arga.


"Ini aku Arga!! Ini sisi aku yang lain!" teriak Celine kembali.


"yang aku butuhin adalah Uang!" teriak Celine


Setelah itu Celine pun meninggalkan Arga saat itu juga.


"Celine !! " teriak si Arga sambil mengejar Celine namun si hentikan oleh sang Papa sendiri.


"Mau apa kamu Arga! Buat apa kamu mengejar wanita seperti itu!" teriak sang Papa.


Arga pun hanya terdiam dan berfikir serta mencerna apa yang terjadi.


"Kamu sudah liat kan Wanita yang kamu cintai! Hanya membutuhkan uang!" teriak sang Mama.


"Aku setuju untuk berangkat ke Amerika," ungkap Arga sambil menatap Celine yang sudah pergi jauh dari rumahnya.


Orang tua Arga pun senang melihat anak nya sudah menyetujui keputusannya untuk ke Amerika.


Arga pun kemudian masuk ke dalam kamarnya dan mengurung diri di kamar tersebut hingga dia berangkat ke Amerika.


"Mungkin memang ini yang terbaik, aku berpisah dengan Arga," ungkap Celine.


Sang Ibu pun hanya memeluknya memberikan kekuatan kepada sang anak.


"Ibu harap kita bisa melewati ini semua Celine," pinta sang Ibu.


'Aku akan mencoba bertahan demi anak ini'


Hingga keberangkattan Arga pun Celine sudah tak terlihat lagi sampai beberapa tahun kemudian barulah bertemu sekarang hingga saat ini.


Celine pun memandang senyum di foto tersebut.


"Ternyata banyak hal yang telah di lalui, dari foto ini," ucap Celine.


"Semoga aku tidak salah jalan lagi untuk mengambil langkah ini. Aku harus menghubungi pihak kantor untuk ijin sejenak hari ini supaya aku bisa menenangkan pikiran ku dahulu."


...****************...


Sementara itu di Kantor.


Salah satu karyawannya memberitahukan ke Arga salah satu Boss besar di sana.


"Celine gak berangkat?" tanya si Arga langsung.


"Tidak pak, lagian Celine sudah memberikan alasannya." ungkap sang karyawan tersebut.


"Ya sudah kembalilah bekerja." ucap Arga.


Arga pun kemudian memandang meja kerja Celine yang tak jauh dari pandangannya.


"Jangan membuat ku khawatir Celine," ungkap Arga.


Atga pum kemudian mengerjakan dokumennya dan melihat data perusahaan tersebut.


Hingg akhirnya jam makan siang pun Arga keluar dari ruangannya dan bertemu dengan Karin dan Jasson yang sudah ada di depan ruangan sang bos tersebut.


"Kalian ngapain di depan ruangan saya?" ucap Arga sambil menutup pintu ruangannya.


"Apa Celine tidak berangkat pak? Kalau benar begitu boleh saya tau rumah Celine ada di mana?" tanya si Karin.


"Saya khawatir terhadap diri nya saya ingin menengok nya," ucap Karin lagi.


"Saya juga demikian," ungkap si Jasson kembali.


'Benar juga siapa tau Celine bisa terhibur dengan keberadaan mereka, baiklah akan aku kasih tau alamat Celine.' batin Arga


"Saya berikan alamat nya tapi kalian Cari sendiri." ungkap Arga singkat


Arga pun kemudian langsung memberikan Alamatnya kepada dua karyawan yang ada di depannya Karin dam Jasson.


'Semoga dengan keberadaan mereka bisa membuat Celine terhibur dan sedikit melupakan kejadian kemarin' batin Arga kembali


"Sudah tidak ada hal lagi kan? Kalau begitu saya keluar sebentar."


"Baik terimakasih Pak Arga," ungkap Karin dan jasson sambil membungkukkan badan


Bersambung