FORGET IT

FORGET IT
I Love You The Most



Jumpa lagi para readers kesayangan... šŸ˜šŸ˜


Jangan lupa ya untuk tetap like, komentar. Gift dan vote seikhlasnya.


Tidak lupa jadikan favorit, biar tak ketinggalan cerita nya dan selalu memberikan rate bintang lima.


Aku tunggu jejak kalian di kolom like dan komentar buat support author receh ini.


Selamat membaca..


ā¤ā¤ā¤ā¤


...In life I want to be with you.....


...In a dream I wait for you.....


...In silence I love you.....


...In my dreams I want you.....


...In laughter I love you.....


...In prayer I ask you.....


...In the heart there is only you.....


...In the emptiness of the soul only you will fill it.....


...🌺🌺🌺🌺...


Setelah puas bermain air dan pasir di pantai. Mereka berenam beristirahat di kamar masing-masing yang telah di pesannya.


Malam mulai merapat. Sinar rembulan telah menerangi bumi, menggantikan sinar matahari. Lampu-lampu juga sudah menyala dengan cahaya kuning dan ada juga lampu hias berwarna-warni.


Kini, mereka berenam berkumpul kembali, duduk dalam satu meja yang telah di pesan terlebih dulu untuk mengisi perut yang telah berdendang.


Sambil menunggu pesanan mereka di hidangkan. Tiba-tiba Doni bercanda dengan banyolannya seperti biasanya, untuk mencairkan suasana agar tidak terlihat canggung dan terasa rileks.


"Bro.. Kamu sangat beruntung mendapatkan seorang Aliyah. Cewek manis yang banyak pengagumnya" ucap Doni yang belum menyelesaikan kalimatnya. Namun telah terpotong dengan ucapan Riris.


"Iya, termasuk kamu yang jadi fans berat. Tapi sayang, Aliyah tidak menerima seorang laki-laki yang lemes, bagaikan ikan bandeng yang di presto hingga lunak duri-durinya" ledek Riris.


"Acem.. Kau, Riris. Tanya itu Labibah, kalau aku lemes. Sudah berapa ronde" balas Doni sukur ucap saja.


"Baby, apa maksud kamu? Aku enggak ngerti? Ronda di pos kamling gitu" celutuk Labibah.


Langit yang duduk tepat di hadapan Aliyah. Terus menatapnya tak berkedip. Dia tidak menghiraukan teman-temannya yang sedang saling bercanda.


"Kenapa malam ini, kau begitu cantik, Aliyah? Seharusnya aku yang duduk di sampingmu dan bukan dia!


Kenapa ketika aku melihatmu bersama dia, hati ini tak rela. Hati ini menjadi kesepian. Apakah ini tentang rasa yang tertinggal? Kenapa aku menjadi seperti ini? Aku begitu tolol, jika berada di hadapanmu. Jelas-jelas kau tak membalas cintaku. Tapi mengapa aku tidak pernah menyerah dengan perasaan ini? Aku tau dia begitu mencintaimu dan sangat menjaga hatimu. Haruskah ku relakan dirimu untuknya? Dan aku harus berhenti di sini untuk memperjuangkan mu. Mungkin cinta tak harus saling memiliki. Tapi aku tak setuju dengan ungkapan itu. Karena bagiku, mencintai itu harus dapat memiliki jiwa dan ragamu" gumam Langit.


"Hai.. Sudah puaskah kamu memandang milikku?" tunjuk Denis ke arah Langit. Ia menatap ke arah Denis juga, mata mereka bertemu pandang.


Deg, jantung Langit seketika berpacu cepat. Apakah ini benar-benar tentang rasa yang tertinggal? Apakah aku harus terus berlanjut memperjuangkan mu, Aliyah?


Mata Denis terus menatap ke dalam bola mata Langit.


"Aku tau rasa yang kau rasakan untuk bidadariku. Tapi, jangan pernah berharap kau dapat merebutnya dari genggaman tanganku. Karena, dia Hanya milikku. Dan tetap akan menjadi milikku" geram Denis dengan mengepalkan tangannya yang kiri di bawah meja.


"Bee.." Denis menoleh kearah Aliyah. Ia menyadari genggaman tangan sang pujaan hati pada tangannya yang begitu erat adalah untuk meredamkan gejolak emosinya yang mulai meningkat. Aliyah menggelengkan kepalanya sebagai kode, agar Denis tidak melanjutkan kobaran api yang masih membara di hatinya. Melihat ekspresi wajah bidadari yang begitu mencintainya, akhirnya meluluhkan hati Denis yang sedang di landa cemburu itu. Tangannya pun membalas genggaman tangan Aliyah.


"Sayang.." tangan Aliyah yang satunya menyentuh pipi kiri Denis.


"Iya, sayang. Maafkan Bee" hanya kalimat itu yang keluar dari bibir Denis.


Sementara Riris yang duduk di sebelah Langit, langsung mengalihkan pandangannya ke bawah. Dia menundukkan kepalanya. Sangat beruntung sekali Aliyah. Menjadi wanita yang banyak di cintai laki-laki tampan, sehingga membuat iri para wanita lain, termasuk Riris sahabatnya sendiri.


Di saat keadaan yang sangat canggung dan begitu mencekam. Tiba-tiba pelayan restoran pun datang untuk mengantarkan pesanan mereka.


"Yuhuu, makanan telah tiba" pekik Doni semangat. Mencoba mencairkan suasana kembali.


Akhirnya mereka berenam menikmati santap malamnya dengan keadaan sepi. Hanya suara-suara misterius yang terdengar di dalam mulut mereka.


...🌺🌺🌺🌺...


Ketika Aliyah sedang menikmati pemandangan malam yang begitu indah di tepi pantai. Langit menghampirinya.


"Tell me why? I never wanna hear you say! I want to be happy with him"


"Why?"


"Because I want you! Not other people! (Karena aku menginginkanmu! Bukan orang lain)!"


"Stop.. Langit! Do not say that (Jangan katakan itu)! I hate all of this (Aku benci semua ini)!" teriak Aliyah.


"There is only heartache and tears! Isn't it, Aliyah? (Hanya ada sakit hati dan airmata! Bukan begitu, Aliyah?"


"Stop.. Langit! If you don't love Riris? Stop here! Don't continue, if you keep hurting Riris later! (Stop.. Langit! Jika kau tak mencintai Riris? Berhenti sampai di sini! Jangan di lanjutkan, kalau hanya menyakitkan buat Riris nantinya!"


"Why do you care about Riris' feelings? But not to me! (Kenapa kau perduli dengan perasaan Riris? Tapi tidak kepadaku!)" Langit menatap ke arah Aliyah dengan mata yang memerah.


"Because this is a different story! (Karena ini beda cerita!)" jawab Aliyah.


"Look at me, Aliyah! Riris and I are both your best friends. But why do you care more about him! (Lihat aku, Aliyah! Aku dan Riris sama-sama sahabat kamu. Tapi kenapa kau lebih perduli kepadanya?)"


"Because you just gave her a false hope! Pseudo love. Riris is your only escape. You don't really love her. Release her, Langit! I don't want Riris to get more hurt for your silly love game! (Karena kamu hanya memberikan dia sebuah harapan palsu! Cinta yang semu. Riris hanya tempat pelarian kamu saja. Kamu tak benar-benar mencintainya. Lepaskan dia, Langit! Aku tak ingin Riris terluka lebih dalam atas permainan cinta konyolmu!)"


"Let him go! Marry me, Aliyah. I can definitely make you happy, more than him! (Lepaskan dia! Menikah denganku, Aliyah. Aku pasti dapat membahagiakanmu, lebih dari dia!)"


"Shut up! You are my only friend, you will always be my best friend. Nothing more than that. Because I just love Denis. I have anchored my heart in the harbor of his heart. And you can't change all of it! (Diam! Kamu hanya sahabatku, Tidak lebih. Karena aku hanya mencintai Denis. Hatiku telah ku labuhkan di pelabuhan hatinya. Dan kamu tak kan dapat merubah itu semua!)" Aliyah berlalu meninggalkan Langit dengan mata yang sembab"


"Aliyah.. Wait for me! Trust me. I can definitely make you happy. Makes you smile every day. (Aliyah.. Tunggu aku! Percaya padaku. Aku pasti dapat membahagiakanmu. Membuatmu tersenyum setiap hari)" Langit mengejar Aliyah.


Aliyah berlari meninggalkan Langit dengan berderai airmata. Dia tak melihat ke arah depan.


"Kenapa semua ini terjadi untuk kedua kalinya. Ya Allah? Jangan beri hambamu ini untuk pilihan yang sulit. Hati ini hanya untuk Bee. Sayang aku buat Langit hanya sebatas sahabat tidak lebih. Tapi, aku juga tak ingin menyakiti hati sahabatku sendiri dengan pilihan hatiku. Yaa Allah.. Kukuhkan lah hati hamba. Jangan ada duri di antara cintaku dengan Bee Denis" ucap Aliyah dalam bathinnya.


Tiba-tiba keseimbangan Aliyah tidak stabil. Tubuhnya hendak tersungkur di atas hamparan pasir putih, setelah ia menabrak seseorang di depannya.


"Aduh.. Aahhhh" teriaknya sambil memejamkan matanya.


Bughh


Keduanya terjatuh di atas hamparan pasir putih. Di bawah terangnya sinar rembulan yang menerangi bumi di malam hari. Menambah suasana menjadi romantis.


"Sayang.. Buka matanya. Enak ya tiduran di atas dada, Bee. Sampai peluk erat begini" Denis menyadarkan Aliyah dari terbang tingginya.


"Bee.." Aliyah membuka kedua matanya dan terkejut dengan keadaan mereka berdua. "Bee.. Kok ada di sini?"


"Seharusnya yang tanya itu, Bee. Dari mana aja, Ayang na. Dari tadi, Bee nyariin Ayang, tak ketemu?" Denis mentoel pucuk hidung Aliyah.


"Ay tak ke mana-mana, Bee"


"Keenakan, ya. Tiduran begini, tak mau bangun-bangun. Mana berat lagi, sampai Bee tak bisa nafas" ledek Denis.


"Idiih.. Bee. Ay kan ringan, yang berat itu Gajah" cemberut Aliyah sambil bangun dari jatuhnya.


"Hahahaha.. Siapa juga yang samain Ayang dengan Gajah? Tak ada lho. Bee tak cakap gitu"


"Ada.. Itu tadi Bee, ada bilang kalau Ay berat" ucap Aliyah membelakangi Denis. Air mata Aliyah menetes kembali.


"Sayang.. Maafkan, Bee. Jika ucapan Bee barusan membuat Ayang terluka" Denis memeluk tubuh Aliyah dari belakang. "Ayang marahkah sama Bee?"


"Tak apa, Bee. Ay na tak marah" jawab Aliyah lirih dengan suara yang serak.


"Ayang, kenapa? Siapa yang buat Ayang nangis?" Denis memutar tubuh Aliyah untuk menghadap ke dirinya.


"Tak ada, Bee" Aliyah menundukkan pandangannya.


"Hai.. Ada apa dengan bidadari, Bee? Coba bilang sama, Bee. Siapa yang buat menangis, ratuku!"


Aliyah hanya menggelengkan kepalanya.


"Satu.."


"Dua.."


"Tiga.."


"Empat.."


"Tak ada, Bee" jawab Aliyah lagi.


"Lima.."


"Enam.."


"Tujuh.."


"Tak ada yang buat Ay na menangis, Bee"


"Sembilan.."


"Sepuluh.."


"I love you.. My king. I just want to live with you. Happy with you. Aging with you. Only with you. (Aku mencintaimu.. Rajaku. Aku hanya ingin hidup bersamamu. Bahagia bersamamu. Menua bersamamu. Hanya denganmu)" isak Aliyah.


"Do you remember the first time we met? You are like a wingless angel sent by God to accompany me. (Ingatkah kamu, pertama kali kita berjumpa? Kau bagaikan bidadari tak bersayap yang di kirimkan Tuhan untuk mendampingiku)"


"Why are you so sure about that, bee?(Kenapa Bee yakin itu)?"


"I never knew. It would be possible. For you to be with me. 'Cause you loved someone else. I was so jealous seeing you with him. I was there watching, wishing you to be mine. (Aku tidak pernah tau. Itu akan terjadi. Karena kamu bersamanya, karena kau mencintai orang lain. Aku sangat cemburu melihatmu dengannya)"


"Hmmm"


"You were smiling at me like you wanted more. My heart was beating loud like I've never felt before. I wanted to grab your hand and run away from them. (Kau tersenyum padaku seperti kau menginginkan lebih. Hatiku berdetak keras seperti aku tak pernah merasakannya sebelumnya. Ingin ambil tanganmu dan kabur dari mereka)"


"I can only pray at that time. Is the time still on my side, for the second time? To bring me back to meet you again. (Aku hanya bisa berdoa saat itu. Masih adakah waktu berpihak padaku, tuk kedua kalinya? Untuk membawaku bertemu kembali lagi denganmu)"


"I want you to know. I love you the most. I'll always be there right by your side. 'Cause baby, you're always in my mind. Just give me your forever. (Aku ingin kau tahu. Aku sangat mencintaimu. Aku kan selalu ada di sampingmu. Karena sayang, kau selalu di dalam pikiranku)"


"Really.."


"I want you to know. And I'll be the guy who'll be on hid knees. To say I love you and I need you. I was on the aisle, waiting for you, babe. Saw you in your gown. I was crying all my tears. I told my self that you are the one. (Aku ingin kau tahu. Yang mampu membuatku berlutut. Tuk bilang aku mencintaimu dan membutuhkan. Aku berada di pelaminan menantimu, sayang. Melihatmu mengenakan gaun. Aku menangis penuh haru. Kuyakinkan diriku kaulah orangnya)"


...🌺🌺🌺🌺...


...Kumpulan puisi readers kesayangan DELIYAH 🌹🌹...


...DELIYAH.. By Akak Ony...


...Aku tak tahu kapan rasa ini ada...


...Aku tak tahu kenapa harus ada...


...Yang kutahu ku bahagia bila bersama...


...Yang kutahu kuingin kau selalu ada disini bersamaku selamanya...


...Duhai kekasih hati, belahan jiwa...


...Semoga kau mau menerima...


...DELIYAH.. By Akak Ceu errom...


...Inikah cinta sejati kita...


...Yang tak luntur di kikis masa...


...Akankah kita dapat bersatu dalam harapan indah...


...Karena angan ini kadang dihantui oleh keraguan...


...Ku yakin cintamu tulus...


...Cinta sejati yang di kirimkan Tuhan untukku...


...DELIYAH.. By. Akak Sifa...


...Teruntuk cintaku sang pemilik hati...


...Hadirmu telah memberi warna dalam hidupku...


...Kau penyemangat hidupku...


...Kau lah tujuan hidupku, tempat ku meluapkan rasa sayang dan cintaku...


...Aku ingin menjadi alasanmu tersenyum...


...Aku ingin menjadi satu-satunya di hatimu...


...Padamu bidadari hatiku...


...DELIYAH.. By. Akak Vitria...


...Ketika aku melihatmu...


...Aku takut untuk mengenalmu...


...Ketika aku mengenalmu...


...Aku takut untuk mencintai dan menyayangimu...


...Dan kini...


...Ketika aku mencintaimu, aku takut kehilanganmu...


...DELIYAH.. By. Bunda Emi Rudi...


...Denis Aliyah begitu indah, jika di satukan menjadi "DELIYAH"...


...Dua hati satu dalam cinta...


...Kalian berdua ibaratkan buku dan pena...


...Yang saling melengkapi...


...Menulis kisah cinta...


...Menulis cerita yang indah di NT...


...Yang selalu ku rindu dan ku nanti...


...DELIYAH.. By. Akak Isty...


...Pagi-pagi melihat marmut...


...Naik pesawat menuju maluku...


...Hai kamu yang berwajah imut...


...Maukah kamu menjadi istriku...


...DELIYAH.. By. Akak Iedha...


...Dalam sunyiku mengingatmu...


...Terbayang senyum dan ceriamu...


...Berlarian di dalam angan...


...Tak bisa kulepas sedikitpun...


...Mengapa rasaku sedalam ini...


...Hanya untukmu pemilik hati...


...Tercurah semua rasa cinta...


...DELIYAH.. By. Virgo...


...Kasihmu bagai kisah tanpa spasi...


...Cintamu bagai cerita tanpa jeda...


...Sayangmu bagai tumpuan tanpa lena...


...Dan rindumu seperti lukisan tanpa cela...


...Satu rasa...


...Satu hati...


...Satu jiwa...


...DELIYAH.. By. Bunda Shifa...


...Seribu satu pohon beringin...


...Hanya satu si pohon randu...


...Seribu malam terasa dingin...


...Hanya Aliyah Denis slalu rindu...


...🌺🌺🌺🌺...


Maaf yang belum masuk puisi na besok di lanjut lagi.. Mata na sudah sepet pingin bobo'.. WkwkwkšŸ¤­šŸ™ˆ