
Jumpa lagi para readers kesayangan... ππ
Jangan lupa ya untuk tetap like, komentar. Gift dan vote seikhlasnya.
Tidak lupa jadikan favorit, biar tak ketinggalan cerita nya dan selalu memberikan rate bintang lima.
Aku tunggu jejak kalian di kolom like dan komentar buat support author receh ini.
Selamat membaca..
β€β€β€β€
...Mawar merah adalah sebuah ekspresi cinta yang nyata. Mengekspresikan emosi/perasaan yang mendalam, tentang cinta kerinduan atau keinginan. Menyampaikan rasa hormat, kekaguman atau pengabdian....
...Sekuntum mawar merah menggambarkan cinta satu hanya untuk seseorang....
...Dua belas kuntum mawar merah juga bisa menggambarkan perpaduan dua hati yang serasi...
...Seratus kuntum mawar merah memilih engkau sebagai pasangan untuk menggenapi hidupku....
...Seratus satu kuntum mawar merah melukiskan tiada lain cintaku hanya dirimu seorang....
...Seratus sebelas kuntum mawar merah melambangkan cinta yang abadi....
...Sembilan ratus sembilan puluh sembilan kuntum mawar merah menautkan dua hati dalam satu cinta yang bertahan selamanya dan abadi....
...Seribu satu kuntum mawar merah memperdalam dua hati yang saling mencintai untuk selamanya dan tak tergantikan....
...πΊπΊπΊπΊ...
Sesampainya di kampus, dan Doni memarkirkan mobilnya berjajar dengan mobil lain peserta wisuda dan keluarga yang datang. Mereka berempat berjalan menuju gedung tempat acara wisuda akan di selenggarakan. Mereka berkumpul, berbaur dengan teman-teman yang lainnya.
Sangat terlihat jelas wajah gelisah Aliyah yang sedang menunggu kedatangan seseorang yang sangat di nanti. Ia menoleh ke sana ke sini, namun tak kunjung menemukan sosok yang di harapkan. Untungnya Ayah dan Bunda sudah datang, berjalan ke arah Aliyah.
"Mbak Aliyah.." panggil Bunda mendekat ke arah Aliyah dan menatap pangling ke wajah putri kesayangannya itu.
"Ayah, Bunda lewat sini masuknya"
"Iya, sayang. Bunda hampir tidak bisa mengenali wajah mbak Aliyah. Cantik dan anggun. Princess Ayah dan Bunda" puji Bunda Aliyah.
"Terimakasih Bunda, terasa ingin terbang ke awan nih. Hehehehe" jawab Aliyah terkekeh sembari mencium pipi Bunda.
Ayah Aliyah hanya menatap kagum pada putri kecilnya yang dulu di timang-timang sekarang akan di pinang lelaki pujaaan hati sang putri.
"Waktu serasa berjalan cepat tanpa bisa di hentikan. Dulu kamu yang bermanja-manja minta di gendong Ayah, sekarang akan di petik lelaki pilihan hatimu" gumam Ayah dalam diamnya.
Acara wisuda telah di mulai. Para peserta wisuda dan orang tua sudah duduk dalam satu ruangan yang luas, mewah yang telah di hiasi pernak pernik dan lampu-lampu yang memancarkan sorot cahayanya di setiap sudut ruangan.
Acara demi acara berjalan dengan lancar dan hikmat. Apalagi di saat nama Aliyah di sebut dan maju ke depan untuk menerima ijasah dan memakai toga. Betapa bangga dan bahagianya hati kedua orang tua Aliyah, melihat putri kesayangannya itu meraih prestasi cumlaude. Aliyah yang meneteskan air mata haru dan penuh kebahagiaan bisa mempersembahkan sesuatu apresiasi buat kedua orang tuanya. Sama juga yang di alami Ayah dan Bunda Aliyah. Mereka pun sangat bangga kepada putrinya itu. Hingga berkaca-kaca.
...πΊπΊπΊπΊ...
Denis telah hadir di hadapan Aliyah sekarang ini. Di saat Aliyah selesai berfoto dengan teman-teman dan kedua orang tuanya. Aliyah yang melangkah keluar dari halaman gedung acara, langkahnya terhenti sesaat ketika melihat sang pujaan hati berdiri menatap ke arahnya dari kejauhan. Aliyah mengambil nafas lalu menghembuskan nya perlahan dan seketika sudut-sudut bibir yang merona itu membentuk sebuah senyuman yang manis. Ia melupakan rasa kecewanya untuk beberapa saat yang lalu dan membawa perasaan kasih yang tulus untuk orang yang sangat di cintai. Ia mulai bergerak mengayunkan langkahnya secepat mungkin dengan senyum indahnya dan langsung menghambur kedalam pelukan sang pemilik hati.
Denis langsung membalasnya, merentangkan kedua tangan menyambut sang bidadari tak bersayap yang berjalan ke arahnya. Ia mendekap gadis pujaannya yang telah berhasil memporak-porandakan benteng yang kokoh di hatinya, yang menduduki sepenuhnya di ruang hati Denis. Mengusap punggung gadis cantik pemilik hati dengan lembut. Denis mengambil nafas dalam, mengeluarkan pelan. Dia begitu mencintai Aliyah.
"Embem, Bee.." ucap Denis dengan senyum di bibirnya yang menyejukkan dan menenangkan hati Aliyah.
"Bee.. aahh a" rengek manja Aliyah yang manyun di panggil embem oleh Denis. Kejahilan seorang Denis tak perlu di ragukan lagi untuk selalu bisa membuat gadis pujaannya merengek, merajuk, bahkan hingga menangis menjerit guling-guling nyungsep karena keisengan sang Arjuna.
"Setiap laki-laki punya caranya masing-masing
buat tetap ada di hati wanitanya. Dan jika cara itu tidak kau sukai sama saja kau tak menyukai dia. Ingatlah di saat orang yang kau cintai sudah tak jail lagi kepadamu.
Itu berarti perhatiannya sudah bukan untuk mu lagi" ujar Denis.
"Sayang, maafkan Bee yang datang terlambat. Maaf sudah buat hati Ayang kesel, menunggu Bee yang tak kunjung hadir, hingga selesai acaranya"
"Hmm.. Emang tau, kalau Ay nungguin Bee na"
"Mulut bisa berbohong, tapi hati Ayang tak bisa membohongi Bee. Karena hati kita telah menjadi satu" ucap Denis dengan mengusap kepala Aliyah dengan lembut.
Denis merengkuh kembali tubuh Aliyah kedalam dekapannya.
"Sekali lagi, maafkan Bee ya sayang. Bukannya Bee tak tepat waktu. Manusia boleh berencana tetapi tetap keputusan Allah SWT yang berkehendak. Bee kena macet dan ban mobil Bee tertusuk paku juga"
"Terus, Ay harus salahin paku nya gitu, Bee" jail Aliyah yang sudah terkontaminasi si Denis.
"Ayang mau berdebat dengan Bee?" Denis melepaskan pelukannya.
"Siapa yang ajarin Ay na jail?" pertanyaan di lontarkan ke Denis. Membuat sang empu hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Maaf, jika kejahilan Bee menyakiti hati, Ayang"
"Sudah aah, takut berdebat dengan Bee. Ujung-ujungnya, Ay yang kena hukuman juga"
"Alasan di tolak"
"Ampun Bee. Ay na tak berani. Sweer terkewer-kewer" Aliyah mulai mengeluarkan jurus konyolnya.
Denis mengembangkan senyumnya dengan perasaan bahagia di dalam hatinya, melihat wajah kekasihnya yang memelas meminta ampun.
"Maaf ya sayang, Bee tak bisa kasih apa-apa kepada Ayang na. Bee hanya bisa kasih do'a yang tulus buat Ayang. Dan ini buat Ayang" Denis memberikan Mawar merah kepada Aliyah.
"Terimakasih sayang"
"Kenapa Bee kasih Ay na mawar merah dengan 12 kuntum?" tanya Denis kepada Aliyah dengan serius.
"Ay na tak tau, Bee. Maaf" jawab Aliyah menggelengkan kepala dan mengatupkan kedua tangannya di dada.
"Dari 12 kuntum mawar merah yang Bee bawa spesial buat Ay na adalah Bee ingin mengungkapkan kata hati Bee kepada Ayang. I love you.. My Queen" ucap Denis sembari mencium tangan Aliyah.
"Love you too.. My King" balas Aliyah juga mencium tangan Denis.
"Kenapa harus angka 12? Karena dalam satu tahun terdapat 12 bulan. Yang mempunyai arti dalam setiap bulan terdapat juga hari, jam, menit, detik Bee selalu mencintai dan merindukan Ay na.
"Terimakasih, sayang. Sudah mencintai dan merindukan Ay na setiap detik, menit, jam, hari bahkan dalam satu bulan. Hingga genap menjadi tahun. Bee selalu menjaga cinta dan hati Bee buat Ay na"
"Sama-sama, sayang. Ayang juga selalu setia dan percaya kepada Bee untuk selalu menjaga hati ini"
"Bee, tapi mengapa tak di angka 13 aja?" pertanyaan nyeleneh yang di lontarkan Aliyah kepada Denis. Membuat Denis juga oleng menjawabnya.
"Kalau pakai 13 kuntum mawar, bisa jadi kena sial Bee na, sayang. Walaupun itu hanya mitos Bee tak berani memakainya"
"Bawa 12 kuntum mawar aja Bee sudah kena sial ntuu. Tadi ban mobil Bee bocor kan. Hehehe" goda Aliyah bergelanjut di lengan Denis menempelkan kepalanya. "Kenapa Bee tak bawa mawar hitam juga?"
"Mawar hitam itu biasanya sebagai simbol ekspresi kegagalan atau duka. Karena warna hitam selalu identik dengan kesedihan, kedukaan, yang bersangkutan dengan hal-hal tidak menyenangkan sehingga banyak orang yang menghubungkan warna hitam dengan kematian atau berkabung" ujar Denis yang di dengarkan oleh Aliyah.
Filosofi bunga mawar dalam agama Islam adalah keindahan bunga mawar yang terlukiskan menjadi sebuah anugerah. Anugerah keindahan yang tak terdustakan.
Keindahan bunga mawar memang tak bisa di pungkiri dan di ragukan lagi.
Dalam Al-Qur'an Surat Ar-Rahman 55: 37-38 yang artinya.
"Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti kilapan minyak, maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang bisa kamu dustakan?"
"Dan jangan lupa kenapa Rasulullah SAW. Selalu menjadikan bunga mawar sebagai bahan utama minyak wangi dan di gunakan sebelum melakukan ibadah seperti sholat. Karena bunga mawar selalu juga di anggap sebagai simbol keharuman. Maka dari itu kita bisa belajar juga kalau dalam hidup, berusahalah untuk selalu melakukan perbuatan yang bisa membuat nama kita menjadi harum seperti berbuat kebaikan terhadap sesama"
"Bunga mawar selain cantik dan unik bentuknya. Namun dia juga memiliki duri-duri kecil pada batangnya, ya Bee. Jika kita tak berhati-hati memetiknya bisa terluka akibat tergores oleh duri yang tajam. Karena duri dalam mawar itu juga melambangkan untuk melindungi dirinya. Sama seperti kita, setiap makhluk hidup di dunia pasti memiliki insting untuk melindungi dirinya sendiri. Terkadang kita harus bersikap tegas supaya tidak mudah di remehkan, di injek, di pandang sebelah mata oleh orang lain" balas Aliyah.
"Good, Ayang na Bee" Denis mentoel ujung hidung Aliyah.
"Tapi seindah apa pun bunga mawar itu, pasti akan layu juga dan kemudian berguguran.Seperti makhluk hidup, kita pasti akan menua dan menemui sang pencipta kelak. Jadi, ingatlah juga kalau keindahan yang kita dapat di dunia ini sifatnya tak abadi. Jangan bersombong diri, ketika Allah SWT memberikan kita kecantikan, kecerdasan, kelebihan dalam hal apapun karena semua itu hanya titipan sesaat yang harus tetap kita jaga. Maka untuk itu sesuatu yang sudah kita miliki seperti kenikmatan dunia itu, harus selalu di syukuri dan di nikmati di jalan Allah SWT.
πΊπΊπΊπΊ
Sampai sini dulu ya.. Lapar mulai melanda.. Jangan lupa tetap like komen.. Mawar merah na juga boleh lah di tampol buat DELIYAH atau secangkir kopi hangat biar tak ngantuk mata ini.. ππ»πΉπ€π