FORGET IT

FORGET IT
Kenapa Dengan Diriku?



Sudah hampir lima belas menit berlalu. Jarum jam terus berputar. Namun, kedua matanya hingga kini tak mau terlelap juga. Aliyah berguling-guling di atas kasur nya yang empuk. Ia merasakan ada sesuatu yang mengganggu di pikiran nya. Padahal tubuh nya sudah lelah dan mengantuk. Seharian tadi, ia harus turun tangan membantu menyelesaikan pekerjaan pegawai nya di Cafe Lindu.


Ribuan kali juga Aliyah melirik jam dinding. Mungkin saja jam itu jugs sudah capek dan bosan melihat pergerakan yang dilakukan Aliyah di atas kasurnya.


"Kenapa dengan diriku? Badan ini sudah lelah dan mata pun sudah tinggal lima watt. Tapi kenapa tak mau terpejam juga?" guman Aliyah.


Merasa bosan rebahan di atas kasur. Akhirnya Aliyah memutuskan untuk naik ke rooftop, berniat mencari udara segar.


Baru saja, ia mendaratkan pantat nya di kursi. Tiba-tiba ponsel nya berbunyi tanda ada notif yang masuk ke nomer WA nya. Aliyah mengernyit melihat nomor yang tak di kenalnya. Nomor tanpa nama yang tertera di layar ponsel nya.


Dengan sedikit rasa ragu, ia membuka pesan singkat yang di kirim orang misterius itu. Alangkah terkejutnya Aliyah melihat foto yang terpampang jelas di layar ponselnya. Hampir saja ponsel nya jatuh dari genggaman tangan nya. Karena syok yang teramat dahsyat bagi Aliyah.


Malam yang dingin. Kesunyian mulai merayap, menggantikan kesibukan di siang hari. Matahari pun telah tergantikan oleh rembulan dan bintang yang berkelap kelip menghiasi gelap nya langit malam.


Waktu tiba-tiba saja berhenti berputar. Angin pun tak ada yang berhembus. Dada Aliyah terasa sesak, detak jantung pun seakan ingin terhenti. Ia merasa semua ingin menjauh dari diri nya.


Aliyah mencoba menghubungi Denis kekasih nya. Beberapa detik kemudian mulai tersambung ke ponsel Denis.


"Assalamu'alaikum" Denis menyapa Aliyah di sebrang telpon.


"Wa'alaikumussalam" jawab Aliyah lirih sembari melihat ke arah layar ponsel nya.


"Ada apa, sayang?" Denis menatap intens ke arah manik mata Aliyah.


"Bee.. Lagi di mana sekarang?" Aliyah bertanya kepada Denis saat melihat jelas dan mendengar kebisingan di sekitar Denis berada saat ini.


"Lagi berada di Cafe Noir. Kenapa sayang? Jam segini belum bobo'?" melihat ke arah Aliyah yang sedang menatap nya di layar HP.


"Bee sama siapa di Cafe Noir, sekarang?" tanya nya lagi semakin penasaran.


"Bee, di sini bersama Raka. Ada apa, sayang. Bilang sama bee nya"


"Tak apa, bee.. Di mana Raka, sekarang?"


"Kenapa jadi tanya Raka, ayang nya? Sudah jam berapa ini, kenapa ayang belum bobo'?" ulang Denis.


"Sayang, kenapa tak jawab pertanyaan ay na?" tiba-tiba Aliyah menitikan air mata.


"Sayang, kenapa nangis? Siapa yang bikin ayang sedih?" tanya Denis yang kaget tiba-tiba melihat Aliyah menangis.


"Tak apa-apa, bee. Tak ada yang bikin ay sedih!" bohong Aliyah.


"Sayang, jangan bohongi bee! Bee tak pernah ajarin ayang bohong!."


Tiba-tiba dari arah belakang Denis terdengar suara cewek memanggilnya.


"Abang, ini cemilan pesanan nya tadi" ucap Rena lalu menaruh sepiring cemilan di atas meja di hadapan Denis yang masih bertatapan dengan Aliyah di layar ponsel.


"Ya Allah.. cewek ntuu" ucap Aliyah berusaha menutup mulut dengan tangan nya karena kaget dengan apa yang di lihat nya saat ini. Ingin rasa nya ia berteriak sekencang mungkin. Namun, ia berusaha menahan suara nya.


"Terimakasih, ya Ren" ucap Denis santai.


"Aduh... Abang" teriak Rena yang hampir jatuh nyungsep terjungkal gara-gara tersandung. Reflek Denis langsung meraih tangan Rena. Namun, karena tidak seimbang kaki Rena berpijak pada lantai. Akhirnya dia jatuh di pangkuan Denis. Dan langsung terlihat jelas wajah Rena di layar ponsel Aliyah.


Seketika Aliyah terduduk lemas di lantai.


"Kenapa kamu jahat sama ay na, bee? Kata nya sama Raka. Ternyata kamu lagi berduaan dengan wanita lain di sana!" tangis bathin Aliyah.


Samar-samar terdengar lagu yang di nyanyikan vokalis band Cafe Noir.


Aliyah masih terdiam terpaku memandang ke layar ponsel nya yang telah terputus sambungan VC nya dengan Denis.


Hampir dua puluh menit waktu berjalan. Ia hanya menangis dan terus menangis. Sesekali jari lentik nya menscroll nama-nama sahabat nya yang ada di kontak ponsel nya.


Aliyah ingin sekali segera menghubungi sahabat nya untuk mencurhat kan kegalauan hati nya saat ini. Namun, ia urungkan lagi. Di lihat jam sudah menunjuk kan pukul 02.00 WIB, pagi. Pasti sahabat nya masih tertidur pulas bersama mimpi nya.


Aliyah bergidik ngeri membayangkan hubungan nya dengan Denis. Akan kah berakhir dengan kata perpisahan?


Pandangan nya kosong menerawang ke depan. Seolah sedang menerka-nerka apa yang sedang terjadi pada Denis dan wanita itu. Bayangan wajah wanita itu hadir kembali di pelupuk mata Aliyah. Hembusan angin malam melambai-lambaikan anak rambut nya yang menutupi kening nya.


Aliyah mengusap air mata yang tersisa di pipi chubby nya. Dia tak sanggup harus kehilangan Denis secepat ini. Haruskah luka yang baru tertutup kemarin. Akan terbuka kembali dengan kepergian Denis dari hidup nya.


Ia masih trauma dengan kata perpisahan. Kisah percintaan nya dengan Awan yang kandas di tengah jalan. Hanya karena kehadiran wanita lain yang menghancurkan impian nya.


Aliyah tak menginginkan kisah itu terulang kembali. Di dalam hubungan nya dengan sang pemilik hati.


****


...Menua Bersamaku...


...Trisuaka...


...Hanya kamu di hatiku, yang mampu mengerti ku...


...Menjadikan diriku yang lebih baik...


...Aku menyayangi kamu...


...Kamu selalu setia menemani diriku...


...Cinta kita memang tidak semudah yang di bayangkan...


...Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah...


...Tapi kini kita ada 'tuk saling menyempurnakan...


...'Ku berdo'a untuk bisa hidup dan menua bersama mu...


...Cinta kita memang tidak semudah yang di bayangkan ...


...Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah...


...Tapi kini kita ada 'tuk saling menyempurnakan...


...'Ku berdo'a untuk bisa hidup dan menua bersama mu...


...Hidup dan menua bersama mu...


...Menua bersamamu, semoga saja...


...❤❤...


🌹🌹🌹🌹


Bersambung....


Dukung terus ya agar karya ini tetap berlanjut.. Dengan pencet tanda 👍 like, komen yang positif di kolom komentar, jadikan juga favorit agar tak tertinggal up nya. Like rate bintang lima juga penting. Kalau gift/vote itu seikhlas nya... Terimakasih 🙏🏻😊😊