FORGET IT

FORGET IT
Ada Apa Dia Menghubungi?



Jumpa lagi para readers kesayangan... 😍😍


Jangan lupa ya untuk tetap like, komentar. Gift dan vote seikhlasnya.


Tidak lupa jadikan favorit, biar tak ketinggalan cerita nya dan selalu memberikan rate bintang lima.


Aku tunggu jejak kalian di kolom like dan komentar buat support author receh ini.


Selamat membaca..


❀❀❀❀


...Melihat mu tersenyum adalah semangat ku...


...Memiliki mu suatu anugerah cinta terindah...


...Memeluk mu dalam dekapan hangat membuat semua hilang rasa lelah ku...


...Ketika kau hadir membawa kisah yang sempurna...


...Kau buat ku percaya ketulusan cinta...


...Namun, mengapa kenyataan pahit datang menghampiri cinta kita...


...Di saat kau pergi begitu saja?...


...Mampu kah ku bertahan tanpa hadir mu di sisi ku, sayang?...


...Tuhan, sampai kan rindu ini untuk nya...


...Tuhan, apakah cinta ku salah?...


...Mungkinkah aku berlebihan. Jika menginginkan kisah kita selamanya?...


...Segala cara telah ku coba perjuangan dan pertahanan cinta kita...


...Karena ku tak ingin kisah kita tinggal kenangan...


...Dan tak tersisa lagi waktu tuk bersama...


...❣️❣️...


Pagi itu seorang laki-laki dengan wajah lelah nya sedang sibuk mengemasi pakaian ke dalam koper. Wajah lelah dengan kantung mata yang sangat terlihat jelas. Karena telah berhari-hari kurang tidur.


Sudah satu minggu ini. Denis tiada letih lelah menyisir jalanan mencari keberadaan kekasih hatinya. Namun, belum juga menemukan nya. Dan kini, dia akan terbang kembali ke tempat perantauan. Waktu cuti kerja nya telah selesai. Walau pun rasa hati tidak ingin meninggal kan kekasih tercinta sebelum di temukan keberadaan nya, saat ini.


Perasaan yang di penuhi dengan kebimbangan antara meninggal kan atau tetap bertahan. Di tempat perantauan telah menanti sebuah tugas yang harus di selesai kan sebagai tanggung jawab diri nya yang masih berstatus karyawan di salah satu perusahaan ternama di sana. Sedangkan di sini, kekasih nya belum juga di temukan.


Dalam kebimbangan yang tak pasti. Tiba-tiba saja ia tersentak kaget dengan sebuah berita di TV yang sedang di siarkan oleh pembawa berita. Seorang gadis yang di culik dan di sekap oleh mantan pacar selama berminggu-minggu. Kini telah terungkap. Seorang mantan kekasih yang dendam kepada gadis itu karena menolak cinta nya untuk kembali lagi.


Laki-laki yang bernama Denis, itu. Kini menghentikan aktivitas nya sejenak. Dia mengambil remot TV. Lalu menambah volume suara. Pandangan nya terfokus pada satu layar datar yang menempel pada dinding di ruangan yang bernuasa biru laut itu.


Ia berpikir dengan keras. Otak nya berputar dengan cepat. Sebuah pertanyaan terlintas di kepala nya. Mungkin kah mantan Aliyah yang menculik nya? Dalang dari semua kejadian ini?.


Denis menggelengkan kepala dengan cepat. Saat ia akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah strategis.


"Sebaik nya aku mulai mencari info tentang pribadi mantan Aliyah. Aku tidak boleh gegabah dengan semua ide yang aku jalankan. Apalagi akhir-akhir ini, banyak orang yang ingin mencelakai Aliyah. Aku harus berhati-hati dalam kasus ini"


Denis berdiri di depan wastafel. Memandang ke arah cermin yang menampakkan diri nya. Di pandangi nya lekat laki-laki yang berdiri tegak di hadapan nya, kini.


"Apakah memang pantas, diri mu bersanding dengan nya? Apa kelebihan mu untuk mendapatkan seorang Aliyah? Apakah cinta tulus Aliyah di persembahan untukmu? Dapat kah kau membahagiakan nya? Haiiissss.. Kenapa dengan diri ku? Membayangkan wajahmu saja. Semakin membuat sesak dada ku. Jangan katakan kau akan mundur alon-alon. Bisa suram masa depan nie tanpa ada hadir nya bidadari tak bersayap di sisi ku!" Denis bermonolog sendiri.


Lima belas menit kemudian. Denis keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar dengan aroma maskulin. Mata nya tertuju pada benda pipih yang tergeletak di atas nakas. Saat ini yang terdengar suara dan getar saling bersahutan. Denis melangkah kan kaki menghampiri benda pipi yang berisik itu. Tangan nya meraih dan segera menggeser icon hijau yang tertera di layar.


"Bima? Ada apa dia menghubungi?"


Hampir dua puluh menit. Denis berkomunikasi dengan Bima teman satu kantor. Memberikan satu info penting kepada Denis yang menyangkut posisi nya di perusahaan.


Perasaan gelisah kembali hadir dalam pikiran laki-laki itu. Antara dua pilihan yang sulit. Namun, harus segera di putuskan oleh nya. Dia harus tetap kembali ke perantauan yang telah memberikan kesuksesan dalam karier nya. Atau harus tetap tinggal untuk menemukan cinta nya.


Kini, ia hanya termangu dengan pandangan mata yang kosong jauh menerawang. Tiba-tiba lamunan nya seketika buyar ambyar. Di saat terdengar suara bel di pencet seseorang dari luar kamar nya.


...🌺🌺🌺...


Seminggu berlalu. Sejak Aliyah menghilang tanpa jejak. Semua keluarga nya pada sibuk mencari di mana Aliyah. Hampir setiap hari Zudith dan Denis turun ke jalan berkeliling menyusuri jalanan kota. Hingga keluar masuk perkampungan yang ada di sekitar kota S.


Demi menemukan kembali pujaan hati nya. Denis sama sekali tidak mengeluh sedikit pun. Tanpa mengenal rasa lelah letih. Di bawah terik matahari siang pun, Denis dan Zudith tetap beraktivitas mencari keberadaan Aliyah.


Bunda Lucy seorang wanita paruh baya yang sangat menyayangi putri nya Aliyah.


Bunda Lucy yang sedang meringkuk di atas ranjang milik Aliyah. Menyusut sudut mata nya yang tiba-tiba basah dengan air mata. Menatap kebaya berwarna pink pastel dengan songket warna cream yang tergantung di lemari Aliyah. Kebaya yang jauh-jauh hari telah di siapkan untuk acara wisuda nya. Hari istimewa yang paling Aliyah tunggu selama beberapa tahun untuk menyandang status sarjana. Pupus sudah harapan Bunda Lucy melihat putri kesayangan itu memakai toga di kepala nya.


Hampir setiap malam. Bunda Lucy tidur di kamar Aliyah. Menunggu kabar berita putri kesayangan nya. Dengan tidur memakai bantal Aliyah dan memeluk guling nya. Bunda merasakan sedikit terobati rasa rindu terhadap putri kesayangan nya itu.


Zudith mendekati Bunda Lucy. Hati nya trenyuh melihat keadaan Bunda nya, sekarang ini. Mata yang lelah karena kurang tidur dan bengkak. Hampir setiap saat Bunda terisak.


"Bunda" panggil Zudith.


Bunda Lucy menoleh ke arah Zudith.


"Apa sudah ada kabar?" satu pertanyaan yang lolos dari bibir Bunda Lucy. Dan setiap hari Bunda Lucy selalu menanyakan hal itu kepada Zudith.


Dan selalu pula akan mendapatkan jawaban dari Zudith yaitu sebuah gelengan kepala. Yang membuat wajah Bunda Lucy kecewa.


"Di mana kamu, mbak Aliyah?" isak tangis yang menyayat Bunda Lucy pecah seketika dalam pelukan Zudith.


"Bunda kangen dengan mbak Aliyah, Zudith. Kangen dengan suara nya yang cempreng berisik seperti radio rusak. Dan melihat kalian berdua berantem memperebutkan Bunda"


"Iya, Bunda. Zudith juga kangen mbak Aliyah. Yang selalu bawel tapi sangat perhatian dan sayang sama Zudith. Kangen berantem dengan mbak Aliyah. Hingga lari berkejaran seperti Tom and Jerry" ucap Zudith sembari menyusut sudut mata nya yang telah keluar air mata. Sebelum terlihat oleh Bunda nya.


"Kita berdoa yang terbaik saja. Ya Bunda. Semoga mbak Aliyah baik-baik saja, di mana pun berada. Selalu dalam Lindungan Allah SWT" lirih Zudith memeluk Bunda nya.


"Aamiin.. Aamiin Ya Robbal Allamin. Bunda selalu berdoa dan berharap yang terbaik buat mbak Aliyah. Dan InsyaAllah mbak Aliyah pulang dengan selamat, tidak berkurang satu apa pun" yakin Bunda Lucy.


Zudith menggangguk mengamini doa dan harapan Bunda nya.


❀❀❀❀


Bersambung....


Tak terasa hari telah sore.. Jangan lupa untuk mandi ya para readers kesayangan.. Sebelum mandi jangan lupa tetap like, komen, favorit, rate bintang lima agar Aliyah segera di temukan..


Terimakasih πŸ™πŸ»πŸŒΉ