
Jumpa lagi para readers kesayangan... ππ
Jangan lupa ya untuk tetap like, komentar. Gift dan vote seikhlasnya.
Tidak lupa jadikan favorit, biar tak ketinggalan cerita nya dan selalu memberikan rate bintang lima.
Aku tunggu jejak kalian di kolom like dan komentar buat support author receh ini.
Selamat membaca..
β€β€β€β€
Rumah keluarga Aliyah.
Aliyah baru saja selesai mengerjakan sholat Isya dan merebahkan tubuhnya yang lelah di atas ranjang empuknya. Dia meraih benda pipih di atas nakas di samping ranjang, lalu membuka wa dan mengirim chat pada Denis.
"Bee" send. Namun hanya centang satu yang di dapat. Dia melirik sekilas jam di dinding dan menggelengkan kepalanya. "Haisshh.. Apa, Bee sudah tidur jam segini?" gumannya bermonolog sendiri.
Harus chat siapa lagi buat teman ngobrolnya malam ini. Hati Aliyah yang lagi galau ketar ketir ketidak hadiran orang yang paling di harapkan pada acara yang sangat bersejarah itu, selain Ayah Bundanya. Ya.. Dia sangat mengharapkan kehadiran Denis di acara wisudanya esok hari.
Sepuluh menit kemudian, Aliyah membuka kembali chatnya yang tertera nama Langit.
"Sudah tidurkah?" send Langit. Belum terjawab dari langit, namun Aliyah langsung mengirim chat lagi kepada langit. "Sudah pulang dari kafekah?" send Langit. Pffftt.. Aliyah memandangi layar ponselnya yang menghitam dan tiba-tiba terdengar notif pesan masuk di ponselnya. Klinting... Pesan balasan dari Langit baru masuk. Dengan cepat Aliyah menggeser layar ponselnya.
"Iya, ini baru masuk rumah" balas Langit lalu menutup wa nya kembali. Aliyah membaca pesan dari Langit dengan datar dan manyun.
"Sebel deh, di saat butuh temen pada tidur semua. Ini mata juga kenapa tidak mau terpejam juga! Besok bisa bangun kesiangan" Aliyah ngedumel sendiri.
Aliyah membuka YouTube memutar lagu untuk menemani kesendiriannya. Hingga beberapa lagu yang di dengarnya dan waktu berlalu begitu saja. Kemudian, Aliyah meletakkan benda pipih di atas meja dan dia berlalu keluar dari kamarnya untuk mengambil ice cream coklat favoritnya di lemari es pendingin.
Dia melirik jam dinding yang menggantung pukul 23.15. Tiba-tiba terdengar suara dari belakang yang mengagetkan Aliyah.
"Siapa di situ?" suara Bunda yang membuat Aliyah melompat kaget.
Aliyah menoleh ke arah suara di belakangnya. "Ahh, Bunda. Kagetin Aliyah aja"
"Salah siapa enggak nyalahin lampu dulu biar terang. Main gelap-gelapan. Kan Bunda kira ada maling yang akan menguras isi kulkas, Bunda" balas Bunda santai.
"Idiih, anak sendiri di bilang maling penguras isi kulkas" manyun Aliyah.
"Maka nya jangan kebiasaan, malam hari enggak tidur malah begadang habisin ice cream"
"Apaan, siapa juga yang habisin. Baru mau ambil satu cup aja sudah di bilang habisin" jawab Aliyah.
"Sudah sana cepat tidur, besok mau ada acara wisudanya gitu. Malah begadang" omel Bunda Aliyah.
"Siap Bunda" jawab Aliyah yang buru-buru berjalan masuk ke kamarnya lagi dengan membawa cemilan kripik di toples.
Aliyah berjalan masuk ke dalam kamarnya dengan membawa setoples kripik singkong gurih manis pedas dengan di tambah ice cream coklat favoritnya.
Aliyah merebahkan kembali tubuh rampingnya di atas kasur empuk yang bersprei gambar Doraemon kartun favoritnya. Dia memutar-mutar ponselnya dan kemudian tersenyum sendiri karena tiba-tiba ada ide cemerlang yang hinggap di otaknya. Jika ia ingin menjahili Langit malam ini. Sambil mengunyah kripik di mulut.
Kemudian, dia mengirimkan sebuah chat ke no wa Langit. "Apa kau tak ingin memimpikan aku untuk malam ini?" Aliyah mengirim pesan pada Langit. Dan tak harus menunggu lama, ia langsung mendapat balasan dari Langit.
"Membayangkan saja aku tidak berani, apalagi berharap bermimpi bertemu bidadari seanggun dirimu, Aliyah" balas Langit cepat.
"Why.. Cogan, kan hanya bermimpi?" terkirim Langit.
"Hatiku sakit, jadi lebih baik tidak membayangkan apalagi bermimpi. Bisa cari penyakit sama sang penjaga hati kamu" balas lagi Langit.
"Kita kan masih bisa jadi teman. Saling bercerita suka duka. Bisa kumpul bersama. Aku dengan Bee. Doni dengan Labibah. Sedangkan kamu bersama Riris. Tapi jangan buat kecewa hati Riris ya?" balas Aliyah dan Langit hanya membaca dalam diamnya.
"Mungkinkah, aku bisa menjalani itu semua dengan lancar sebelum melihat dan mendengar kata ijab kabul yang di ucapankan Denis untuk mengikatmu, Aliyah?"
"Kita masih bisa jadi sahabat, Langit. Jangan buat aku sedih dengan semua ini"
"Malas lah, kalau cuma jadi sahabat. Aku enggak bisa cubit pipi Aliyah yang chubby itu!" kirim Langit dengan emot π.
"Hahaha, kau kan bisa cubit pipinya si Riris yang juga kayak bakpao titot titot itu" balas Aliyah. "Selamat malam, selamat bermimpi indah" Aliyah segera menyudahi chatnya dengan Langit. Takut merembet kemana-mana.
...πΊπΊπΊπΊ...
Aliyah berganti membuka chat pada satu nama my king.
"Sayang, please balas chat ay na. Malam ini ay terlalu lindu, sangat melindukan bee" terkirim centang biru dua.
Mata Aliyah terbuka lebar melihat tanda centang dua berwarna biru di ponselnya. Menandakan Denis sedang on malam ini.
Denis terjaga dari tidurnya. Ia melangkah keluar kamar, duduk di teras untuk mencari sinyal. Matanya terus menatap ke layar ponsel, sesekali menggoyangkan untuk mencari sinyal. Agar pesan dari kekasihnya bisa masuk.
Tiba-tiba, benda pipih yang di dekapnya itu mengeluarkan suara bersamaan dengan getaran yang membuat Aliyah kaget dan hampir melempar benda pipih itu. Namun pupil matanya yang berbinar setelah tau siapa yang meneleponnya saat ini. Denis sang penjaga hati.
Aliyah segera merubah posisinya dari tiduran dan duduk merapikan baju dan rambutnya, lalu bersandar di kepala ranjang. Sambil menggeser tombol hijau di layar ponsel.
"Assalamualaikum" ucap Aliyah dengan nada semanis gulali.
"Wa'alaikumussalam, apa bee mengganggu tidur, ay na?" tanya Denis di sebrang sana.
"Eemmm, tentu tak" jawab cepat Aliyah yang sedari tadi merindukan Denis.
"Kenapa belum tidur jam segini, sayang? Besok kan acara wisudanya, ayang. Minta di tabok, nie" suara Denis mengalun di sambungan telepon.
"Tadi sudah tidur, bee. Tapi kebangun lagi. Bee belum tidur?" jawab Aliyah sekaligus balik bertanya ke Denis.
"Jangan bohong! Bee tak pernah ajarin ay na berbohong kan?" balas Denis sedikit menekan ucapannya.
"Beneran bee. Ay na tak bohong. Tadi sudah tidur sekejap, terus bangun lagi"
"Kenapa kebangun?"
"Lindu bee na. Hati ini tak tenang, bee. Jika bee tak dapat hadir di acara wisuda ay na, esok hari" balas Aliyah lirih.
"Serius? Tak bohong kah?" tanya Denis lagi.
"Serius, bee. Belah aja hati ay na, kalau bee tak percaya"
"Kenapa harus di belah hati ay na. Kan bee selalu menjadi penjaga hati ay na. Jadi pasti sudah tau lah, apa yang ada di dalam hati ay na"
"Bee curang, selalu aja dapat menjawabnya"
"Kan bener sayang, bee ini selalu jadi security hati ay"
"Alasan, tukang ngeles kayak bajaj" sahut Aliyah manyun.
"Sudah malam, sayang. Tidur ya. Besokkan tak boleh terlambat bangun. I love you my queen. Eemmuuaacchh"
"Love you too, my king. Eemmuuaacchh"
πΊπΊπΊπΊ
Biarlah ku nikmati kesepian ini..
Memeluk bayang-bayangmu..
Di dalam wadah yang semu..
Untuk melepaskan rindu..
Jarak yang memisahkan kita..
Semoga..
Gelap..
Tiada..
Dan kuberi fajar untukmu..
Tidurlah kekasihku..
β€β€β€β€