
Jumpa lagi para readers kesayangan... 😍😍
Jangan lupa ya untuk tetap like, komentar. Gift dan vote seikhlasnya.
Tidak lupa jadikan favorit, biar tak ketinggalan cerita nya dan selalu memberikan rate bintang lima.
Aku tunggu jejak kalian di kolom like dan komentar buat support author receh ini.
Selamat membaca...
❤❤❤❤
Suasana di rumah Serly..
"Hufftt.. Akhirnya.. Akhirnya. Aku bisa menyingkirkan cewek sok polos itu dari bumi ini!" pekik Serly kegirangan sambil mengepalkan kedua tangan di udara. Berteriak tampak senang bukan main karena ia telah berhasil menjalankan rencana nya untuk menghabisi nyawa Aliyah.
"Iya lah. Begitu dia pergi dari dunia ini. Pasti hidup kamu akan lebih tenang lagi. Tidak akan ada beban dan si pengganggu dalam hubungan percintaan kamu dengan Excel. Dan juga tidak akan ada lagi penghalang dalam perjodohan kamu dengan Excel. Dia pasti mau menerima kamu. Hahaha" sahut Joya teman Serly.
"Setelah dia pergi dari hidup Excel. Aku akan meminta papa dan mama untuk mempercepat pernikahan ku dengan Excel di laksanakan. Sudah cukup lama aku menunggu waktu itu tiba. Hahaha!" ucap Serly pada kedua teman nya di akhiri tawa kemenangan bagi nya.
Mereka bertiga amat bahagia saat ini. Merasa senang telah menghilang kan penghalang dan pengganggu dari hidup Serly. Nampak di wajah Serly yang berseri-seri. Dia membayangkan segera menikah dengan Excel sang pewaris tunggal dari Kerajaan bisnis yang di pegang nya saat ini.
Dengan berputar-putar. Menari ke sana ke mari sambil berteriak.
"Aku akan menjadi seorang nyonya Excel Irwanto yang tidak akan pernah di pandang sebelah mata lagi oleh kalangan pembisnis saingan papa" ucap Serly dengan gaya sombong nya.
"Pasti lah, orang akan menghormati dan segan kepada kamu, Serly!" tambah Jesy teman nya.
"Kita akan berlibur, berjalan-jalan berkeliling, bermain ke wahana Disney untuk menikmati kekayaan dari keluarga Irwanto yang tak kan habis tujuh turunan" kata Serly yang terus membayangkan.
"Kita juga akan shopping tas, baju, sepatu semua nya yang branded. Untuk menambah koleksi di lemari ku. Uang suami ku tidak akan habis walau aku menghambur-hamburkan nya untuk berfoya-foya" kekeh Serly sembari memejamkan mata nya untuk menikmati khayalan nya.
Tanpa mereka sadari. Sepasang telinga dan mata mendengar jelas apa yang tengah mereka bicarakan sedari tadi. Mereka bertiga asik dengan bahasannya tanpa memperdulikan sekelilingnya.
"Sudah ku duga! Akal licik kamu, Serly! Kebusukan mu akan menghancurkan diri mu sendiri! Semua perbuatan mu akan mengantarkan kamu ke dalam jeruji besi! Tunggu saja waktu nya untuk kamu berlibur dan menikmati suasana hotel pordeo. Semua itu yang kamu mau, Serly!" ucap Excel dalam hati nya. Ia membalikkan badan dan segera meninggal kan kediaman Serly. Setelah merekam semua pembicaraan Serly dan kedua temen nya. Excel akan melaporkan perbuatan Serly kepada pihak yang berwajib dengan membawa bukti yang konkrit di tangan nya, tentang kecelakaan yang di alami Aliyah beberapa waktu lalu. Dan ternyata dalang atas peristiwa itu adalah Serly.
Excel bergegas masuk ke dalam mobil nya dan memanggil pak Narko satpam yang berjaga di rumah Serly.
"Pak, jangan pernah bilang ke nona Serly kalau saya sudah datang ke sini. Karena saya ingin memberikan kejutan untuknya. Namun, sayang hadiah untuk nya tertinggal di rumah dan saya ingin mengambil nya terlebih dulu" ucap Excel kepada pak Narko.
Pak Narko mengangguk patuh kepada Excel dan tersenyum.
"Baik, tuan Excel. Aman terkendali" sahut pak Narko sambil memberi hormat kepada Excel.
"Oh.. Iya. Ini untuk bapak" Excel mengeluarkan uang seratus ribu dari dalam dompet nya untuk di berikan kepada pak Narko.
"Ini untuk apa, Tuan Excel" tanya pak Narko seolah bodoh tidak tahu maksud Excel.
"Ya untuk pak Narko. Terserah mau di kasih siapa atau buat beli apa! Ingat pesan saya. Anggap saya belum datang ke sini kalau nanti nona Serly bertanya pada bapak" ucap Excel sedikit penekanan.
"Siap, Tuan Excel. Laksanakan" sahut cepat pak Narko.
Kaca mobil yang telah tertutup rapat setelah mengakhiri percakapan nya dengan pak Narko. Mobil Excel kembali melaju meninggalkan halaman rumah Serly menuju ke kantor polisi.
***
Di dalam ruangan rawat inap Aliyah.
Setelah trio kwek kwek pamit pulang meninggalkan kamar inap Aliyah. Kini, hanya tinggal Aliyah dan Denis berdua.
Aliyah menatap nya dari samping, mata nya di penuhi kehangatan dan kekaguman. Ia membiarkan tangan Denis bertautan dengan jemari lentik nya.
Tak terasa langit sudah merubah warna nya. Matahari tak terlihat lagi sinar nya. Kini senja telah menggantikan nya dengan warna kemerahan. Dan berangsur sinar rembulan yang teduh mulai menampakan diri nya.
Aliyah menyandarkan kepala nya di dada Denis dengan manja. Dia ingin menghabiskan waktu nya dengan bermanja-manja kepada sang pemilik hati saat ini.
"Bee.. Tidak makan. Ntuu di atas meja ada nasi dan lauk yang di siapkan bunda buat bee. Tadi di titipkan sama Riris" Aliyah mendongak untuk menatap wajah rupawan sang kekasih.
"Iya, bentar lagi bee makan. Ayang juga belum makan. Bee suapin ya?" ucap Denis lembut.
"Bee aja yang makan duluan. Ay na nanti aja, sekarang belum lapar" tolak Aliyah.
"Kalau ayang tak mau makan. Bee balik sekarang juga" ancam Denis.
"Iya.. Iya, Bee. Ay mau makan sekarang, tapi bee jangan balik sekarang" rengek Aliyah.
Denis diam tak membalas ucapan Aliyah. Ia melangkah mengambil bekal yang di bawa Riris.
"Bee.. Ay mau minum. Apa bee bisa mengambilkan nya untuk ay?"
"Yuupp" Denis menurut dengan segera mengambil gelas yang di isi air putih hanya separuh. Lalu memberikan kepada Aliyah.
Aliyah meneguk air putih hingga tandas dalam gelas nya.
"Haus atau sengaja tak ingin makan. Awas aja kalau nanti bilang sudah kenyang. Bee, pasti.." belum selesai kalimat Denis.
"Pasti, apa bee?" tanya Aliyah manyun sebelum Denis menyelesaikan kalimat nya.
"Sudah makan dulu nasi nya ini. Jangan banyak protes"
"Tapi, ay pingin lihat apa yang di bikin Bunda buat bee" rengek Aliyah manja.
Denis membuka susunan rantang di atas meja. Masakan dari calon ibu mertua nya.
"Seperti nya mantul" Denis menelan saliva nya kasar melihat tampilan nasi beserta lauk kering tempe kesukaan nya yang di sajikan Bunda Aliyah yang sangat menggugah selera.
"Apa yang di bikin Bunda buat bee. Sini ay juga pingin cicipin, bee" pinta Aliyah.
"Sssttt.. Ayang tak boleh makan ini. Ayang makan nasi yang sudah di siapkan dari rumah sakit aja. Ini khusus buat bee" ucap Denis sambil memamerkan kepada Aliyah lauk kering tempe buatan Bunda Aliyah.
"Bee.. Bagi sikit buat ay na ya. Please, bee" mohon Aliyah sembari memonyongkan bibir nya.
"Iya.. Iya, sayang. Tapi, bibir nya tak usah di gitukan juga. Nanti kalau bee khilaf berulang-ulang, gimana!"
Denis memasukkan satu sendok nasi dengan lauk kering tempe ke mulut Aliyah. Kemudian ia menyendok nasi lagi dan memasukan nya ke dalam mulut nya sendiri. Hingga habis nasi dalam rantang di makan berdua dengan penuh kehangatan.
Makan berdua sambil di suapin. Walaupun hanya dengan lauk yang sangat sederhana namun sangat terasa nikmat nya. Lauk kering tempe penuh cinta itu nama nya.
❤❤❤❤
Bersambung...
Lauk kering tempe dengan campuran kentang goreng yang di iris tipis, ada kacang tanah nya juga. Di beri bumbu serta cabe rawit dan cabe merah. Tidak lupa di beri juga sedikit gula jawa sebagai pemanis rasa.
Selamat menikmati sambal goreng kering tempe nya. 🌹🌹🌹