
Jumpa lagi para readers kesayangan... 😍😍
Jangan lupa ya untuk tetap like, komentar. Gift dan vote seikhlasnya.
Tidak lupa jadikan favorit, biar tak ketinggalan cerita nya dan selalu memberikan rate bintang lima.
Aku tunggu jejak kalian di kolom like dan komentar buat support author receh ini.
Selamat membaca..
❤❤❤❤
Malam minggu, malam yang di tunggu oleh para muda-mudi untuk bisa berkumpul dengan kawan. Ada yang bermojok ria dengan pasangannya.
Jarum jam menunjukkan pada angka 19.00. Gerimis mulai mengundang. Zudith bersama dengan dua temannya, Arka dan Arga berada di Cafe Lindu. Mereka mulai sibuk dengan percakapan yang serius.
Setelah beberapa jam berembuk, berdiskusi, berdebat, akhirnya selesai juga mereka menyelesaikan tugas kampusnya.
"Walaupun hujan deras mengguyur kota ini, jiwa para muda-mudi untuk bermalam minggu enggak ada surutnya, coy" ucap Arka sembari terkekeh.
"Emm, iya kalau kamu, bro. Jomblo akut, mengenaskan" Arga menimpali.
"Eh, jomblo apaan. Kalian belum tau aja cewek aku. Pasti cantik lah!" narsis Zudith.
"Jomblo tak mengakui!" ledek Arka.
Ketika Zudith berdiri hendak memanggil karyawannya, seseorang datang membuka pintu utama Cafe Lindu. Dia berdiri di depan pintu sembari merapikan anak rambutnya yang keluar dari barisan turun menutupi keningnya.
Pandangan Zudith kini, tertuju ke arah seorang gadis yang berjalan ke arahnya.
Gadis itu melempar senyum padanya. Zudith melambaikan tangan ke arah gadis.
"Eheem.. Jangan pandang terus gadis itu! Nanti yang punya marah" Arga meledek Zudith.
Zudith hanya tertawa memamerkan barisan gigi putihnya. Dia memutar bola matanya sebentar pada dua temannya.
"Biasa dia kan mau uji nyali sama cowoknya, si cewek itu" sahut Arka.
"Sudah jangan berisik kalian. Nanti kamu bakal tau cowok dia itu siapa!" ujar Zudith sedikit penekanan.
"Jangan memaksa jodoh orang kau rebut juga" kekeh Arga meledek Zudith.
"Hahahaha.. Jangan-jangan kamu hanya menjaga jodoh orang saja, kawan!" timpal Arka bahagia melihat Zudith terpojok.
"Aku akan berdoa dan meminta dia tetap jadi jodohku!" balas Zudith santai.
"Hahaha.." kedua temannya terbahak-bahak meledek Zudith. "Kalau dia bukan jodohmu! Mau apa kamu?"
"Aku tetap meminta kepada Allah" balas Zudith.
"Kalau tetap di berikan dia sebagai jodohmu!"
"Aku paksa aja sama Allah, agar aku di jodohkan dengan dia!" kekeh Zudith.
"Widiih, sukanya paksa-paksa lho!" pekik Arga.
"Emang enak kalau di paksa?" lanjut Arka.
"Berisik!" pekik Zudith jengkel.
"Kalau dia benar-benar bukan jodohmu!" Arga memulainya lagi.
"Aku tikung saja, langsung lamar ke orang tuanya! Bereskan!" ucap Zudith sambil menaik turunkan alisnya.
"Jalan pintas nih! Tancap gaspoll, lewat jalan tol!" teriak Arka.
"Patas.. Patas. Yang terakhir.. Yang terakhir" tambah Arga.
Ketiganya pun terpingkal-pingkal.
Minggu pagi.
Pagi ini, Bunda Lucy sudah menyiapkan semua masakannya di atas meja makan. Dari aromanya saja, sudah bisa di pastikan kelezatan masakan yang tersaji.
Ada bermacam-macam lauk pauk sesuai request masing-masing putra putri kesayangannya dan suami tercinta.
Dari menu soto daging campur dengan babat, favorit Ayah Ahwan. Pecel lele permintaan Aliyah dengan sambal kacang mentenya yang mantap, resep dari Denis. Beserta menu pendamping lengkap ada tempe dan tahu bacem, terong lalap tanpa di goreng, irisan timun kecil-kecil yang segar di campur dengan biji lamtoro (kemlandingan, petai selong atau petai cina), kol juga daun kemangi. Tak lupa ayam goreng ukep pesanan Zudith dan kedua temannya yang lagi nginep di rumah. Sebagai pelengkap sayurnya, Bunda Lucy masak sayur asem jakarta yang seger.
Dan sambal terasi favorit keluarga Aliyah satu cobek besar tersedia di atas meja, satu blak krupuk pasti selalu ikut juga. Menu yang benar-benar lengkap di sajikan Bunda, di hari minggu pagi yang ceria. Terakhir menu sebagai penutup adalah buah pisang dan pepaya.
Setelah berkumpul semua di meja makan. Ayah Ahwan memulai memimpin Do'a sebelum makan.
"Ya Allah berikanlah keberkahan apa yang telah engkau berikan kepada kami dan pelihara lah kami dari siksa api neraka."
Karena membaca Do'a sebelum makan dan setelah makan juga bisa mendapatkan pahala. Makanan yang di konsumsi lebih berkah serta menyehatkan tubuh kita. Dan menjauhkan kita dari setan yang terkutuk.
Rasulullah SAW, juga pernah berkata.
"Sesungguhnya setan mendapatkan bagian makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya." (HR. Muslim)
Atau kita bisa membaca Basmallah sebelum makan dan Alhamdulillah setelah makan.
Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan. Melafazkan doa makan dan setelah makan merupakan salah satu bentuk rasa syukur kita sebagai umat Muslim.
Makanan termasuk salah satu rezeki juga, yang di berikan oleh Allah SWT, kepada hambanya. Untuk itu, kita wajib mensyukuri nikmat Allah yang satu itu. Seperti dalam firman Allah SWT yang tertuang di surat Al-Baqarah ayat 172 :
"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah."
Suasana menjadi ramai dengan kehadiran dua cogan Arka dan Arga di tengah-tengah Keluarga Aliyah, pagi itu. Sangat terlihat jelas rasa kekeluargaan yang hangat dan penuh kasih sayang di dalamnya.
Di mulai dari Ibu yang mengambilkan nasi untuk Ayah, dengan soto daging plus babat. Lalu, Aliyah yang menambahkan pecel lele di atas piring nasinya. Kemudian berlanjut Zudith, Arka, Arga yang duduk di samping kiri meja makan. Sedangkan Aliyah dan Bunda Lucy duduk di samping kanan meja makan.
Aliyah yang sangat menikmati pecel lele buatan Bundanya, dan lagi-lagi mencolek sambal terasi dalam cobek besar dan aktivitas itu di perhatikan oleh Arka dan Arga.
"Makan sambalan itu, lebih nikmat langsung pakai tangan" ucap Aliyah ke arah Arka dan Arga.
"Iya, mbak Aliyah. Lebih nikmat langsung pakai tangan. Tapi, lebih kenyang lagi sebelum makan kalau melihat caranya mbak Aliyah makan seperti itu" jawab Arga.
"Maksud kamu?" tanya Aliyah.
"Berasa beda saja. Mbak Aliyah kalau makan seperti itu, lebih menikmati gitu"
"Kalau Akak Denis makan sama mbak Aliyah seperti itu. Sudah di pastikan kenyang sebelum makan!" sahut Zudith.
"Haahh" Aliyah melongo.
"Kenapa dengan cara makanku?" tanya Aliyah pada semua yang memperhatikan ke arahnya.
"Tidak ada yang beda sebenarnya. Cuma mbak Aliyah makannya lebih menikmati. Lihat saja sambal yang masih menempel di jari-jari mbak Aliyah saja, di jilatin hingga ludes" ujar Bunda.
Tiga cogan yang duduk bersebelahan itu pun langsung tertawa mendengar penjelasan Bunda Lucy. Sedangkan Ayah Ahwan hanya tersenyum tipis yang melihat reaksi princess nya.
Aliyah dengan ekspresi cemberutnya seperti itu, semakin membuat keisengan Zudith keluar dari otaknya seperti lampu pijar yang menyala.
Zudith langsung mengarahkan kamera ke wajah kakaknya yang cantik itu. Dan sekali jprett, dapat hasilnya.
"Adik jangan jahil, ihhh!" protes Aliyah.
Send... Zudith membuat status di WA dengan foto selfi Aliyah yang melongo. Di sertai caption Sayang cantik-cantik, makannya seperti kuli.
🌻🌻🌻🌻
Sampai sini dulu ya gaes.. Mau mojok dulu di pojokan, mau cari kang tahu campur lamongan.. Hujan-hujan gini mantap makan yang anget-anget plus pedas.. Biar tambah semangat melek mata na.. 🙈🤭