FORGET IT

FORGET IT
Di Waktu Yang Salah



Jumpa lagi para readers kesayangan... 😍😍


Jangan lupa ya untuk tetap like, komentar. Gift dan vote seikhlasnya.


Tidak lupa jadikan favorit, biar tak ketinggalan cerita nya dan selalu memberikan rate bintang lima.


Aku tunggu jejak kalian di kolom like dan komentar buat support author receh ini.


Selamat membaca..


❤❤❤❤


...Terkadang cinta adalah sebuah pilihan. Tapi dapat kah kita memilih dengan siapa kita jatuh cinta?. Waktu dan tempat yang kita inginkan. Ketika cinta itu datang tiba-tiba. Dan hati telah berkeinginan. Namun, pasti akan ada hati yang terluka. Karena rasa itu hadir di saat yang tepat. Di waktu yang salah....


...❣️❣️❣️❣️...


Bukti dari rekaman CCTV di rumah sakit Al-Ikhlas telah di pelajari dan di tindak lanjuti oleh pihak kepolisian. Terlihat jelas, jika Aliyah di bawa oleh seorang pria yang bertubuh gempal masuk ke dalam mobil van berwarna hitam yang terparkir rapi di area rumah sakit Al-Ikhlas. Tapi sayang, wajah dari sang penculik tidak terlihat dengan jelas karena dia memakai masker penutup dan memakai topi untuk mengelabuhi penjaga keamanan rumah sakit. Sudah bisa di pasti kan. Ini sebuah penculikan yang sudah terencana dengan baik. No plat mobil nya pun juga palsu yang terpasang di mobil itu.


Hati siapa yang tidak terpukul melihat itu semua. Apalagi hati seorang Ibu. Pasti akan sangat terluka. Jika kejadian itu menimpa putri kesayangan nya. Sembilan bulan lebih Ibu mengandung. Membawa nya ke mana pun Ibu pergi. Mempertaruhkan nyawa nya. Memperjuangkan antara hidup dan mati.


Dan sekarang ini. Bunda Aliyah harus mendapati kabar bahwa putri nya telah menjadi korban penculikan dari seseorang yang belum jelas keberadaan nya.


Tangis Bunda Aliyah tak terbendung lagi. Pecah sudah tangisan yang sedari tadi berusaha di tahan nya.


"Ya Allah. Kenapa harus putri hamba yang mengalami ini semua" lirih Bunda menangis berurai air mata mengelus dada yang terasa sesak.


"Kenapa ini bisa terjadi! Bagaimana keamanan di rumah sakit ini!" bentak Ayah Aliyah kepada salah satu orang petugas keamanan rumah sakit Al-Ikhlas. "Tugas kamu itu menjaga keamanan rumah sakit ini. Bukan hanya berdiam diri, duduk saja di dalam pos" geram Ayah Aliyah.


"Ayah, yang sabar ya" bujuk Zudith, berusaha menenangkan hati sang Ayah. "Banyak baca Istighfar, Ayah. Semua pasti ada jalan keluar nya"


"Lihat ini! Buka mata kamu lebar-lebar! Puas kamu, hah! Aliyah di culik seperti ini. Senang hati kamu. Puas! Jangan diam saja, pengecut!" ucap Denis memandang ke arah Excel.


"Kenapa jadi aku yang salah!" elak Excel.


"Karena kamu, Aliyah di culik!" bentak Denis.


"Ada bukti, kalau aku pelaku nya! Jangan asal tuduh kamu! Bisa aku tuntut balik kamu. Baru tau rasa!" balas Excel tak terima.


Emosi Denis yang kembali menjalar ke ubun-ubun. Tangan kanan nya terkepal sudah ingin meninju muka Excel yang semakin membuat nya kesal.


Segera Zudith berjalan menghampiri Denis dan merangkul pundaknya. Sedangkan Excel tersenyum devil. Entah apa yang membuat dia mengembangkan sudut bibir nya.


"Sudah jangan di ladeni laki-laki picik seperti dia. Akak Denis redam emosi saja. Jangan memperkeruh keadaan. Hati boleh panas. Tapi pikiran harus tetap berpikir tenang" bisik Zudith menenangkan Denis.


"Zudith, bagaimana keadaan mbak Aliyah, sekarang?" lirih Bunda yang masih terisak.


"Sabar Bunda. Tenang kan hati, Bunda. Ada Zudith, kita di sini berkumpul bersama untuk mencari keberadaan mbak Aliyah. Bunda tidak perlu khawatir. Bunda berdo'a saja terus buat keselamatan mbak Aliyah, di sana" ucap Zudith berusaha untuk memenangkan hati Bunda juga.


Namun, beberapa menit kemudian. Bunds Aliyah jatuh pingsan karena terlalu shock dengan kejadian demi kejadian yang menimpa putri nya. Dan Denis pun merasa bersalah atas hilang nya Aliyah. Yang akhirnya membuat Bunda tak sadarkan diri.


****


Sedangkan di tempat lain yang berbeda suasana.


Kini, Aliyah masih terlelap dalam tidur nya. Mata indah itu tidak sedikit pun tergerak untuk di buka nya. Ia tidak sadarkan diri dengan selang infus yang terpasang kembali di pergelangan tangan kanan nya.


Dua orang laki-laki berjalan ke arah kamar di mana Aliyah masih terlelap dalam tidur nya.


"Kenapa, sampai sekarang dia belum sadarkan diri?" tanya seorang pria tampan kepada pria yang memakai jas putih kebesaran nya. Yang tak lain adalah dokter pribadi dari pria tampan itu.


"Kita tunggu hingga habis cairan infusnya. Kemungkinan sebentar lagi, dia akan sadarkan diri dari pingsan nya" jawab Dokter setelah memeriksa kondisi Aliyah.


"Oke, baiklah. Kamu boleh pergi, sekarang. Nanti kalau ada apa-apa, biar Leo yang menghubungi kamu" ucap pria tampan itu. "Leo antar kan, dokter Aris ke depan" kata nya lagi.


"Sudah biar kan, dia beristirahat dulu. Jangan kau ganggu tidur nya" pesan Dokter Aris.


"Bukan urusan kamu. Kalau bagian yang itu. Aku masih ingin di sini. Menunggui, Aliyah" sambung nya.


"Jangan terlalu memaksakan kehendak hati kamu. Dia sudah mempunyai calon suami. Jangan mengganggu, bahkan menghancurkan satu hubungan yang masih terjalin dengan baik. Tak baik buat kesehatan jasmani dan rohani" Dokter Aris mengingat kan pada pria tampan itu. Yang masih ada hubungan saudara dengan nya.


"Leo, cepat antar kan dokter gila ini! Dia terlalu berisik, di sini. Sangat mengganggu istirahat Aliyah" titah pria tampan itu kepada assiten pribadi nya.


"Kadal buntung, kau! Awas saja, kalau kamu membutuhkan tenaga ku. Aku pastikan akan.." Dokter Aris belum sempat menyelesaikan kalimat nya. Namun, pria tampan itu langsung memotong nya.


"Apa! Ngancam? Aku pasti kan memberhentikan aliran dana segar ke rekening pribadi kamu!" ancam balik pria tampan itu kepada dokter Aris.


"Sial benar hari ini! Maksud hati ingin mengingat kan, agar kamu sadar. Tindakan memaksa itu tidak akan berakhir dengan baik. Namun, sebalik nya. Kamu akan menelan pil pahit yang sangat menyakitkan. Menerima kenyataan bahwa gadis yang sangat kamu impikan itu menolak mentah-mentah cinta kamu. Hanya karena satu kesalahan dan kebodohan kamu. Menghianati kepercayaan nya. Dan kamu berselingkuh dengan sahabat nya sendiri" skak mati kutu oleh dokter Aris.


"Manusia itu tempat nya khilaf. Aku tidak sengaja melakukan nya. Semua itu bukan keinginan hatiku. Sahabat nya sendiri yang datang kepada ku. Merengek meminta bantuan kepadaku. Hingga akhir nya, dia menjebak ku" ungkap pria tampan itu.


"Khilaf selalu kau jadi kan alat penyelamatmu dari satu kesalahan besar yang mengakibatkan hancur nya hubungan kamu dengan dia. Dan kini, kamu menyesali nya. Bahkan kamu merebut nya dari orang yang sangat mencintai dia dengan secara paksa. Dengan segala cara kau menempuhnya. Agar dia mau kembali lagi kepadamu"


"Ssssttt.. Tambah berisik kamu. Mengganggu sekali suaramu itu" omel pria tampan yang berusaha mengusir dokter Aris dari kamar yang bercat biru laut itu.


"Berani kau mengusir aku! Aku doa kan kamu tidak akan mendapatkan nya kembali! Biar mampus pus pus, orang bodoh seperti kamu. Sudah ada makanan yang siap di depan mata. Malah melirik makanan yang tidak jelas di samping kamu" ucap dokter Aris.


Leo keluar dari kamar berjalan beriringan dengan Dokter Aris. Yang bertugas untuk merawat Aliyah. Sedangkan pria tampan yang misterius itu dengan setia menunggu Aliyah sampai siuman.


Samar-samar Aliyah mendengar kan ada suara laki-laki yang berbincang. Namun, mata nya enggan terbuka.


"Bee" panggil Aliyah dengan mata yang masih terpejam.


❣️❣️❣️❣️


Bersambung...


Selamat pagi para readers kesayangan.


Awali pagi mu dengan Bismillah. Dan tersenyum lah. Karena tersenyum adalah dari bagian menyenangkan hati bagi orang yang memandang wajah mu tidak dengan kejutekan.


Author punya satu pertanyaan ini.. Bagi siapa yang bisa menjawab pertama.. Langsung masuk ke gudang untuk mengambil sesuatu di sana.. Wkwkwk😂😂


Pertanyaan nya adalah siapa pria tampan yang menculik Aliyah?.


Tulis jawaban nya di kolom komentar. SS sebagai bukti langsung kirim ke PC Author.


Terimakasih semoga kalian beruntung.. 🙏🏻❣️😊🤗