
"Habis VC sama siapa? Bahagia banget" tanya Riris yang sedari tadi memperhatikan Aliyah dari jauh.
"Ada deh, mau tau atau pingin kepo?" jawab Aliyah sambil berlalu dari sahabat nya yang penasaran.
Merasa di abaikan oleh Aliyah. Riris tetap saja mengekor di belakang Aliyah di dalam ruangan pribadi Aliyah yang ada di Cafe Lindu.
"Aliyah.. Dengerin dulu! Lihat itu di depan ada cewek resek" Riris mendarat kan pantat nya di sofa depan meja kerja Aliyah.
Aliyah hanya melirik sekilas ke arah Riris. Lalu, ia kembali lagi menatap ke layar laptop nya yang ada di atas meja kerjanya. Mata nya masih tetap fokus melihat neraca pembukuan dan meneliti lagi setiap angka-angka yang tertera di layar laptop nya.
Merasa tak di hiraukan oleh Aliyah sahabat nya yang paling super cuek. Riris semakin gemes dengan sikap Aliyah yang satu itu. Cuek adalah sikap Aliyah yang paling buat Riris gemes.
"Aliyah!" panggil Riris kembali sambil mengerucut kan bibir nya dan berpindah posisi berdiri di samping meja kerja Aliyah. "Dengerin omongan ku sebentar napa, Al! Ini menyangkut cafe kamu lho!"
"Aku lagi ngerjain pembukuan cafe lindu yang sempat tertunda kemarin. Gara-gara aku tinggal liburan sama bee, Ris. Mending kamu aja yang bantuin kerjaan di depan. Itu kan juga guna na aku ajak kamu ke sini. Dan laporan pembukuan ini harus selesai hari ini juga, karena besok Ayah Aliyah sudah pulang dari dinas luar kota" decak Aliyah.
"Aliyah.. Hello! Cewek itu berisik banget lho. Nanti bisa menggangu pengunjung yang lain. Aku kan cuma kasih info kamu nya. Kalau tidak suka dengar nya, ya sudah lebih baik aku pulang saja" seru Riris kemudian ngambek, wajah nya di tekuk.
Aliyah menghembuskan nafas kasar. Lalu mendongak ke arah Riris dan di tatap nya mata Riris dengan tajam.
"Buruan, ada apa sih? Kamu ntuu suka banget gangguin aku. Aku lagi serius, Riris!" ucap Aliyah sambil melipat tangan nya di dada dan memutar kedua bola mata nya menunggu berita heboh dari sahabat somplak nya itu.
"Oke, dengar baik-baik dan buka telinga lebar-lebar, nona manis kesayangan nya abang Denis. Di depan itu ada cewek yang resek, berisik banget. Ayo cepat kamu lihat ke luar" Riris menarik paksa tangan Aliyah.
"Auuh.. Riris! Kamu ntuu apa-apaan sih! Kalau aku jatuh terjungkal, gimana? Tak lucu lah!" Aliyah berdecak kesal dengan kelakuan Riris yang main tarik aja.
"Iya, maaf. Tak sengaja" Riris meringis "Tapi, ini lebih penting, nanti saja marah-marah nya, mbak bos" Riris tetap mengapit tangan Aliyah.
"Hemm.. Seperti nya ada yang mencurigakan? Siapa sih cewek ntuu?" tanya Aliyah kepada Riris yang berjalan buru-buru.
"I don't know! Datang-datang minta di layani bak putri raja" jawab Riris sambil terus berjalan.
"Huh! Pelan-pelan lah, Ris!" Aliyah mengatur nafas nya kembali. Menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan.
"Kebiasaan nih bocah. Kalau ada mau nya tak bisa di tahan. Ya, itu lah trio somplak." guman Aliyah sambil tersenyum.
***
Aliyah dan Riris yang berjalan ke arah cewek yang di maksud Riris tadi. Aliyah berniat untuk turun tangan langsung melayani pengunjung yang satu itu.
"Ehh, mbak Aliyah mau ke mana?" tanya Eka saat melihat Aliyah yang berjalan ke arah cewek misterius itu.
Aliyah menoleh ke arah Eka dan tersenyum simpul.
"Aku mau melayani pelanggan yang dari tadi bingung mau cari siapa dan pesan apa? Dari tadi sendirian tak ada teman" ujar Aliyah menunjuk ke arah cewek misterius itu yang lagi fokus ke layar ponsel nya.
"Hati-hati, mbak Aliyah. Seperti nya cewek itu ingin membuat ulah di sini. Sedari tadi cuma mondar mandir seperti setrikaan tanpa memesan apa pun. Giliran di tanya mau pesan apa, jawab nya nunggu pacar nya datang saja pesan nya" kata Eka.
"Tuh kan, Al. Apa yang aku kata kan tadi di dalam. Cewek resek itu mau bikin onar di cafe kamu" ucap Riris berapi-api.
"Hemm.. Ya, sudah lah. Biar Aliyah atasi dulu cewek itu. Apa yang sebenarnya dia inginkan di cafe lindu ini" ucap Aliyah yang akan berjalan ke arah cewek itu. Namun, Aliyah menoleh lagi ke arah Eka. "Mbak Eka, tolong lihat kan CCTV nya pada on semua kan di dalam ruangan ini, juga yang di pelataran parkir cafe" tanya Aliyah lebih waspada lagi kepada Eka pegawai nya.
"Sudah on semua, mbak Aliyah" jawab Eka cepat.
Sementara Aliyah melangkah menuju ke arah cewek misterius itu dengan langkah santai. Sedangkan Riris memantau nya dari jarak yang tidak begitu jauh dari posisi Aliyah sekarang ini. Hanya untuk berjaga-jaga, jika cewek misterius itu berulah. Riris segera menimpuk nya dengan sepatu kets yang di pakainya saat ini.
***
"Selamat malam" sapa Aliyah sembari mengulas senyum ke arah cewek itu yang lagi sibuk dengan ponsel di tangan nya.
"Malam" balas cewek itu yang terlihat tidak menoleh ke arah Aliyah.
Sehingga ia tidak menyadari jika yang menyapa nya barusan adalah Aliyah gadis pemilik cafe lindu ini. Sekaligus cewek yang di anggap nya saingan terberat untuk mendapatkan cinta Excel.
"Ada yang bisa saya bantu? Apa mbak nya ada yang mau di pesan dulu minuman atau makanan ringan untuk temen nongkrong mbak nya? Kita di sini menyediakan banyak variasi dan rasa kue yang lezat untuk di pilih. Ada juga secangkir coffe atau secangkir coklat panas yang tak kalah nikmat" ucap Aliyah lembut menawarkan produk nya ke cewek tersebut.
"Sudah ku bilang dari tadi kan. Aku masih menunggu cowok ku datang dulu, baru aku pesan minuman atau makanan. Apa enggak ngerti juga, kamu!" ucapan cewek itu terdengar sangat ketus di telinga Aliyah dan siapa pun yang ikut mendengar nya pasti ingin menampar mulut itu cewek.
Namun, tidak dengan Aliyah. Ia mencoba bersabar menghadapi berbagai macam sifat dan sikap pengunjung cafe nya. Bagi Aliyah pelanggan cafe nya harus di layani dengan ramah dan senyuman. Walau pun ucapan barusan cewek itu sangat menyakitkan hati nya.
"Maaf, apa mbak nya lagi menunggu seseorang? Mbak nya bisa memesan secangkir coklat panas dulu, biar bisa mengembalikan mood mbak nya yang telah jenuh menunggu seseorang?" Aliyah mencoba menawarkan kembali lagi kepada cewek itu.
"Aku kan sudah bilang..." cewek itu belum menyelesaikan kalimat nya.
Namun, ia kaget dengan apa yang di lihat nya sekarang. Setelah mendongak kan kepala nya ke arah wajah Aliyah yang sedang berdiri di hadapan nya.
"*OMG.. Cewek ini" ucap Serly mengerutkan dahi nya.
"Ternyata cewek yang di cintai Excel selama ini. Hanya seorang gadis pelayan cafe? Pasti tidak sebanding lah dengan aku yang notabene nya putri dari seorang pengusaha properti di Jawa Tengah" sombong Serly*.
❣️❣️❣️❣️
Bersambung...
...DUKUNG TERUS KARYA INI ...
...DENGAN CARA...
...LIKE...
...KOMEN...
...FAVORIT...
...RATE BINTANG LIMA...
...GIFT/VOTE...
...TERIMAKASIH BANYAK READERS TERSAYANG...
...❣️❣️❣️❣️...