
Setelah turun dari wahana bianglala. Kini mereka berjalan lagi untuk menjajal dan menikmati wahana yang lain nya di pasar malam itu.
Wahana pasar malam dadakan itu memiliki keunikan tersendiri. Beda lagi dengan wahana yang satu ini. Wahana ala pasar malam yang sukses bikin jantung deg degan, berpacu dalam ketegangan, nafas ngos ngosan, lebih parah lagi jantung serasa mau copot, loncat ingin keluar. Apalagi kalau bukan rumah hantu.
Dari nama nya saja sudah terlihat jelas. Wahana yang akan menampilkan suasana rumah yang angker, kotor serta penuh penghuni makhluk astral. Biasa nya pengunjung akan masuk secara bergerombol berkelompok atau berduaan yang lagi bawa pasangan. Wahana yang satu ini, bisa juga di manfaat kan bagi muda mudi yang lagi berpacaran. Terutama pihak cowok yang selalu untung banyak, jika kekasih nya seorang penakut. Pasti lah, pasangan kita akan bermanja-manja dan minta perlindungan kepada sang cowok. Karena mereka harus melewati lorong-lorong yang sepi dan gelap minim pencahayaan lampu. Di dalam rumah hantu tersebut, petugas telah mendekorasi ruangan sedemikian rupa, hingga suasana seram dan mencekam mereka ciptakan dengan menyalakan musik yang memilukan perasaan.Suara-suara jeritan, tangisan bayi, suara tertawa dari kuntilanak yang meresahkan.
Di tambah lagi, di dalam rumah hantu tersebut akan ada juga sejumlah model yang di perankan langsung oleh petugas sebagai setan abal-abal atau setan palsu, setan kw buatan tangan manusia. Misal nya saja ada yang berperan sebagai kuntilanak, pocong, genderuwo, vampir, sundel bolong atau tuyul.
Kalau kita tak punya nyali besar dan punya riwayat jantung lemah lebih baik di sarankan untuk tidak mencoba wahana rumah hantu ini, bisa pingsan di dalam atau bahkan lari terkencing-kencing dan parah nya kalian akan selalu terbayang-bayang terus dengan muka jelek nya si setan palsu itu jika hendak tidur. Mending bayangin cowok/cewek kalian masing-masing saja reader daripada bayangin muka bonyok mereka. Wkwkwk 🤣🤣😂😂.. Untuk itu di sarankan lebih baik tidak mencoba wahana rumah hantu itu ya.
Kali ini, Denis harus menuruti apa kemauan kekasih nya demi untuk menyenangkan dan membahagiakan nya. Lalu, ia pun berjalan mengikuti ke mana langkah Aliyah. Berjalan membuntuti di belakang Aliyah yang sudah melangkah terlebih dulu di depan nya untuk membeli tiket wahana rumah hantu. Setelah mendapat kan tiket nya. Kini, Denis dan Aliyah pun mengantri panjang untuk bisa masuk ke dalam wahana rumah hantu tersebut.
Terlihat sekali di wajah kekasih Denis itu yang sangat berminat untuk bisa masuk ke dalam rumah hantu itu, membuat Denis tersenyum sendiri sambil menggeleng kan kepala nya.
Denis semakin merapatkan tubuh nya sambil menaruh dagu nya ke pundak Aliyah, membuat para muda-mudi yang melihat nya merasa iri dengan kemesraan mereka.
Selang beberapa menit, setelah menunggu. Kini tibalah giliran mereka untuk masuk ke dalam rumah hantu itu. Denis berjalan di samping Aliyah dengan menggenggam sangat erat tangan Aliyah. Apalagi saat kaki mereka mulai di langkah kan masuk ke dalam wahana rumah hantu itu. Denis memeluk pinggang Aliyah. Tak ingin jika kekasih nya merasa ketakutan dan menjerit nanti nya.
Awal masuk dari pintu belum ada gangguan sedikit pun. Mereka terus saja berjalan memasuki lorong-lorong gelap hanya ada lampu yang mini pencahayaan. Mereka di suguhi dengan asap putih yang mengepul dan bau-bau dupa, kemenyang yang di bakar menambah suasana menyekam, di iringi dengan musik yang memiluhkan hati pula. Semakin berjalan ke dalam, terlihat sebuah kotak peti mati yang berada di tengah-tengah ruangan. Dan kini, mulai terdengar suara ekspresi dari muda mudi, ABG yang berada di dalam rumah hantu tersebut. Ada yang berteriak histeris, ada yang cekikikan, ada yang menyebut nama Allah SWT, ada pula yang menangis sesenggukan dan ada yang hanya tersenyum.
Aliyah tampak begitu tenang dalam dekapan Denis. Mereka berdua berjalan santai menuju tengah-tengah ruangan rumah hantu itu. Tiba-tiba, mereka di kejutkan dengan kain putih berbentuk kuntilanak yang sedang terbang di atas kepala mereka dan bebarengan dengan suara cekikikan khas kuntilanak, yang di tarik seseorang di pojokan dengan tali tampar.
"Huuuaaaa.."
"Hahahaha.."
"Aduh.. Aduh.. bikin copot jantung aja itu si kuntilanak."
Begitu banyak ekspresi dari mereka karena di kaget kan dengan para hantu gadungan yang bertugas menggoda dan menakut-nakuti pengunjung selama perjalanan mereka di dalam rumah hantu itu.
Ada yang bersembunyi di belakang cowok nya, ada yang merengek manja berlindung, ada pula yang menangis merasa sangat ketakutan. Namun, beda dengan Aliyah yang tampak begitu tenang dan santai menghadapi godaan para setan abal-abal bikinan petugas rumah hantu tersebut.
Hingga, tiba-tiba Aliyah dan Denis di kejutkan dengan kotak peti yang terbuka sendiri dan duduk pocong di dalam peti itu. Pocong yang bermuka hancur dengan luka dan darah yang bercucuran mengejar Aliyah.
"Astagfirullahalazim.. Allahu Akbar" teriak Aliyah. "Bee..." Aliyah yang kaget langsung memeluk erat tubuh Denis dengan menyembunyikan wajah nya ke dada bidang Denis.
"Sayang, tenang ada bee di sini." ucap Denis menenangkan Aliyah sambil mengelus-ngelus punggung Aliyah.
"Ay tak apa bee. Tapi, ay rasa na pingin muntah melihat muka si pocong yang begitu hancur bonyok penuh luka." ucap Aliyah sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan.
"Sudah, ayo kita jalan lagi biar cepat sampai di luar." kata Denis kembali.
"Ayo bee.." jawab Aliyah melangkah di samping Denis.
Baru beberapa langkah, mereka berjalan. Gangguan lain tiba-tiba muncul dari belakang pintu dan berdiri di hadapan mereka. Sundel bolong dengan mengendong boneka anak kecil dengan punggung yang bolong penuh luka yang di kerubungi belatung. Sengaja melotot terus menatap ke arah Aliyah.
Denis yang kaget dengan ekspresi kekasih nya itu Antara tertegun, tertawa melihat kelakuan si Aliyah yang tiba-tiba melepas sandal yang di pakainya untuk di buat memukul si hantu sundel bolong itu.
"Mampus kamu, mau lari ke mana hayo." ucap Aliyah sambil terus mengejar hantu sundel bolong yang lari terbirit-birit hingga ke luar dari dalam rumah hantu tersebut.
"Ampun mbak.. Ampun.. Ma'afin saya. Sakit di pukul pakai sandal itu." pinta hantu abal-abal itu kepada Aliyah.
"Kapok, sukurin. Siapa suruh kamu melototin aku terus!." sungut Aliyah.
"Itu kan sudah jadi tugas saya mbak. Jadi hantu gadungan buat nakut-nakutin pengunjung. Tapi, untung saja mbak nya cantik, walaupun sakit di pukul pakai sandal itu saya tahan tidak membalas nya." ucap hantu abal-abal itu sambil cengar-cengir yang terdengar oleh Denis.
"Apa kamu bilang? Coba ulangi lagi! Aku pingin dengar!." ucap Denis dengan nada suara membentak.
"Maksud saya, untung mbak nya cantik. Jadi saya berhenti menakut-nakutin nya." jawab nya.
"Ohh.. Jadi kalau cewek saya jelek, kamu akan terus menakut-nakutin hingga pingsan gitu." hardik Denis.
"Ehh.. Bukan begitu maksud saya, bang." jawab hantu gadungan itu lagi.
Aliyah langsung menggenggam tangan Denis untuk meredakan kemarahan kekasih nya.
"Bee.. Sudah jangan marah. Ntuu kan sudah jadi tugas dia untuk menakut-nakutin pengunjung yang masuk ke dalam rumah hantu."
"Iya bee, ay tau. Tapi, tadi kan juga bukan kesalahan dia aja. Ay yang duluan pukulin dia pakai sandal gara-gara dia melototin ay na terus." terang Aliyah.
"Hmm.. Jadi ayang bela dia? Yang cowok nya ayang ntuu bee atau dia?." Denis memberikan pertanyaan absurd.
"Ya, pasti bee lah cowok ay na." jawab Aliyah sambil mengerucut kan bibir nya.
"Terus kenapa, ayang bela dia? Bukan nya bela bee na." proses Denis pura-pura cemberut.
"Bee.. Ma'afin ay na, bukan gitu maksud ay na." Rengek Aliyah meminta ma'af sambil terus bergelayut di lengan Denis.
"Terus apa kalau bukan gitu maksud nya. Hmm.."
"Bee.. Aahh.. Ma'afin ay na, pokok na bee yang cowok ay na."
"Iya.. Iya, sayang.. Bee tau kok, ayang tak bermaksud bela dia."
"Terus kenapa, bee bilang kek gitu, tadi?." tanya Aliyah penasaran.
"Biarin, bee kan cuma pingin lihat ayang nangis, mewek, bengek, guling-guling. Wleekk." Denis menjahili Aliyah.
"Bee.. Iihh.." Aliyah mencubit lengan Denis.
"Aduh.. Aduh.. Ampun, ayang sakit lho bee na, di cubitin jadi merah kek kepiting rebus."
"Biarin, habis na bee jahil." Aliyah semakin mengerucut kan bibir nya hingga lancip ujung bibirnya.
"Hmm.. Kalau gitu, bee kasih hukuman aja buat ayang."
"Haiiss, mana ada kek gitu, bee." protes Aliyah.
"Ada lah, yang bikin hukuman kan bee."
"Hukuman apa, bee?." tanya Aliyah.
"Sini, mendekat ke bee na."
"Apa? Hah? Dekat bee? Okay, baik lah." ucap Aliyah.
Aliyah berjalan mendekat ke arah Denis hingga tidak ada jarak lagi di antara mereka. Denis dengan sigap menangkup kedua pipi Aliyah dan dengan cepat mendarat kan sebuah kecupan manis di bibir ranum Aliyah yang telah menjadi candu bagi nya.
Cup
Aliyah terkesiap. Ia tak pernah menyangka jika hukuman yang akan di berikan oleh Denis saat ini adalah sebuah kecupan di bibir nya. Di tengah-tengah keramaian pasar malam. Kini, wajah Aliyah mulai terlihat merah merona. Dengan spontan Aliyah menutup wajahnya dengan kedua tangan dan langsung menyusup kan wajah nya ke dada bidang Denis.
"Bee.."
🍃🍃🍃
Bersambung.
...DUKUNG SELALU AUTHOR RECEH INI DENGAN CARA...
...LIKE...
...KOMEN...
...FAVORIT...
...RATE BINTANG LIMA...
...GIFT/VOTE...
...TERIMAKASIH 🙏...
...❤❤❤...