FORGET IT

FORGET IT
Jikalau Kau Cinta



Jumpa lagi para readers kesayangan... 😍😍


Jangan lupa ya untuk tetap like, komentar. Gift dan vote seikhlasnya.


Tidak lupa jadikan favorit, biar tak ketinggalan cerita nya dan selalu memberikan rate bintang lima.


Aku tunggu jejak kalian di kolom like dan komentar buat support author receh ini.


Selamat membaca..


❤❤❤❤


...JIKALAU KAU CINTA...


...JUDIKA...


...Jikalau kau cinta.. Benar-benar cinta...


...Jangan katakan kamu tidak cinta...


...Jikalau kau sayang.. Benar-benar sayang...


...Tak hanya kata atau rasa...


...Kau harus tunjukkan...


...Jangan sampai hingga waktu perpisahan tiba...


...Dan semua yang tersisa hanyalah airmata...


...Hanya airmata...


...Mungkin saja cinta kan menghilang selamanya...


...Dan semua yang tersisa hanyalah airmata...


...Hanya airmata cinta...


...Jikalau kau sayang.. Benar-benar sayang...


...Tak hanya kata atau rasa...


...Kau harus tunjukkan...


...Percayalah.....


...Percayalah.....


...Percayalah.....


...Kemana pun kau acuh...


...Cinta tak pernah rapuh...


...Berpaling pun tak mampu hilangkan cinta...


...Percayalah...


...Jangan sampai hingga waktu perpisahan tiba...


...Dan semua yang tersisa hanyalah airmata...


...Hanya airmata...


...Mungkin saja cinta kan menghilang selamanya...


...Dan semua yang tersisa hanyalah airmata...


...Hanya airmata cinta...


...Hanya airmata.....


...Hanya airmata...


...Cinta...


❤❤❤❤


Keesokan hari nya.


Setelah berpamitan kepada Aliyah terlebih dulu. Denis dan Zudith berangkat ke kantor polisi guna melanjutkan proses pelaporan tabrak lari yang di alami Aliyah tempo hari.


Tak perlu menempuh waktu yang lama. Kedua nya sampai juga di parkiran kantor polisi yang di tuju.


***


Kembali ke ruangan inap Aliyah..


Aliyah masih berdiam diri berbaring di bed pasien. Hanya itu yang bisa ia lakukan. Selang infus pun masih setia menempel di tangan nya. Sesekali ia melamun dengan berbagai macam bayangan yang Berkecambuk dalam pikiran. Terus meraba mencari bahkan menerka-nerka dalang dari kecelakaan yang ia alami saat ini.


"Siapa yang telah tega mencelakai aku sampai seperti ini. Apa salah ku pada dia? Yang menginginkan nyawa ku melayang sia-sia. Jika itu dia adalah si Serly. Kenapa dia membenci aku sampai sebegitu nya. Tapi, jika dia orang lain. Siapa kah dia. Ya Allah? Berikan petunjuk Mu. Siapa orang yang begitu ingin membunuh ku. Dengan mudahnya dia mempermainkan nyawa orang lain! Atau ada seseorang yang lagi dekat dengan Bee?"


Pikiran Aliyah kian berkelana terbang ke mana saja sesuka nya. Dan membuat hati nya semakin sesak.


"Akan kah langkah dan mimpi bersama seorang pujaan hati akan seiring sejalan searah setujuan dalam menapaki jalan yang terjal dengan segala rintangan nya? Hati dan pikiran kita saat ini sejalan. Namun, akan kah takdir berpihak pada kisah cinta kita? Jalan tak akan selama nya lurus. Jika waktu itu akan tiba. Mampu kah diri ini berjalan sendirian tanpa ada kau di sisiku lagi? Rintangan dan halangan silih berganti datang menghadang"


"Ya Allah, kenapa? Kenapa rasa itu datang? Rasa takut kehilangan nya begitu besar saat ini, ku rasakan. Namun, ku coba bertahan dengan rasa ini untuk nya. Tolong berikan Ridho dan Restu Mu dengan jalan yang terbaik dalam hubungan aku ini. Ya Allah"


Hal yang membosankan bagi Aliyah dengan keadaan diri nya saat ini dalam kesendirian akan memunculkan pikiran-pikiran yang sangat menakutkan terus menerus meneror otak nya.


Aliyah menatap bunga mawar merah yang terpajang di atas nakas. Pandangan nya menerawang jauh.


Setangkai mawar merah yang sangat indah di pandang mata. Sungguh cantik dan sempurna di kala sedang mekar. Namun, harus berhati-hati jika ingin memegang nya. Karena duri di tangkai nya itu bisa menusuk jari mu hingga berdarah.


Seperti hal nya cinta. Sangat terasa indah di ucapkan. Manis terdengar di telinga. Namun, sangat menyedihkan jika sudah terluka dan di kecewakan bahkan terlupakan. Kau akan merasakan sakit yang tak berdarah. Hingga meremukkan tulang-tulang penyangga raga. Mematikan saraf kesadaran Mu.


***


Kring.. Kring.. Drtttt.. Drrttt..


"Halo selamat siang, Tuan muda, ada apa?" tanya seseorang saat menjawab telpon masuk dari Tuan Muda nya.


"Pergi lah sekarang ke rumah sakit Al-Ikhlas untuk mengeksekusi seorang gadis di salah satu ruang inap di sana" titah Tuan Muda.


"Baik, Tuan muda. Laksanakan" jawab pria itu.


Setelah mendapatkan perintah dari Tuan Muda nya. Pria itu segera meluncur ke rumah sakit yang di tunjuk Tuan Muda nya.


Sesampainya di depan meja resepsionis rumah sakit. Pria bertubuh gempal itu hendak bertanya kepada salah satu petugas resepsionis. Namun, sebelum ia bertanya, ada seorang perawat wanita yang berbicara akan memberikan obat ke ruangan Aliyah.


"Bagus akhirnya aku bisa menemukan keberadaan kamu, Nona Aliyah. Tanpa harus bersusah payah bertanya terlebih dulu. Pasti Tuan Muda akan senang melihat kinerja ku" ucap pria itu membanggakan diri nya sendiri.


Pria itu segera mengikuti dari belakang perawat wanita yang berjalan ke arah ruangan Aliyah. Hingga perawat itu masuk ke dalam ruang inap Aliyah. Dan menunggu nya sampai keadaan aman.


Kini, Aliyah pun tengah tertidur pulas setelah mendapat kan suntikan obat ke dalam tubuh nya oleh perawat wanita itu. Di tambah ia merasa lelah dalam kesendirian nya. Tanpa ada nya teman yang di ajak ngobrol saat itu.


Di rasa keadaan sudah aman terkendali. Pria itu dan kedua teman nya langsung beraksi. Aliyah yang tertidur tanpa ada seorang pun yang menjaga nya. Sangat muda di amankan oleh pria bertubuh gempal itu.


Kedua teman nya bertugas menghadapi dan mengelabui petugas keamanan rumah sakit. Sedangkan pria yang bertubuh gempal itu segera berjalan membawa Aliyah masuk ke dalam mobil.


Situasi di dalam mobil yang melaju ke luar kota membawa Aliyah dan ketiga orang suruhan Tuan Muda nya.


Aliyah yang membuka mata. Kaget sudah berada dalam mobil dan bersama orang-orang asing.


Aliyah masih berontak dalam sekapan orang-orang suruhan Tuan Muda nya. Aliyah juga tidak akan bisa mengenali wajah satu persatu orang yang menculik nya karena mereka memakai penutup wajah.


"Sudah berhenti berteriak atau sedikit saja kamu buka mulut mu itu lagi. Pisau ini akan mengurai usus dalam perutmu" bentak pria itu sambil menempelkan pisau ke pinggang Aliyah.


"Siapa kamu sebenernya? Dan siapa yang menyuruh mu untuk menculik aku?" teriak Aliyah lagi.


"Sebaiknya anda jangan melawan saya. Dan menurut lah dengan saya, Nona Aliyah. Saya tidak akan menyakiti anda. Karena anda adalah orang yang sangat di cintai Tuan Muda saya" ucap pria gempal itu.


Mendapati situasi yang kian membahayakan nyawa nya. Aliyah terus berdoa dalam hati, agar ada sesuatu keajaiban dan seseorang yang segera menolong nya membebaskan dari cecurut yang menculik nya.


Takut kedok nya terbuka. Pria bertubuh gempal itu segera membekap mulut Aliyah dengan sapu tangan yang di berikan obat bius.


❤❤❤❤


Bersambung...


Inspirasi pagi..


Jangan kotori hati dengan kebencian.


Jika sudah benci.. Penilaian terhadap seseorang akan terlihat buruk..


Meskipun ia berbuat kebaikan..


Kebencian itu menutup kebaikan dan amal sholeh..


Kebencian itu membuat hidup kita gelisah..


Keep always Husnudzon and smile..


Tetap Semangat.. 😊😊