FORGET IT

FORGET IT
Karena Aku Jatuh Cinta



Jumpa lagi para readers kesayangan... 😍😍


Jangan lupa ya untuk tetap like, komentar. Gift dan vote seikhlasnya.


Tidak lupa jadikan favorit, biar tak ketinggalan cerita nya dan selalu memberikan rate bintang lima.


Aku tunggu jejak kalian di kolom like dan komentar buat support author receh ini.


Selamat membaca..


❤❤❤❤


Keadaan di kantor polisi.


Serly gadis manja putri dari bapak Firdaus itu. Saat ini, sedang terlihat kesal. Karena setiap hari, dia Selalu di desak oleh petugas penyidik kepolisian untuk mengakui perbuatan yang tidak ia lakukan. Yaitu, tentang penculikan Aliyah. Sedangkan ia tidak pernah melakukan hal itu. Kalau menabrak mobil Aliyah. Iya, dia yang melakukan nya. Tapi, kalau menculik Aliyah saat ini. Dia tidak tau menau tentang kejadian itu.


Hari ini. Excel menjenguk Serly yang di tahan sementara oleh pihak kepolisian. Guna mempermudah penyelidikan kasus yang menimpa Aliyah.


"Mau apa kau datang ke sini?" tanya Serly ketus malas melihat ke arah Excel.


Hening sesaat. Tidak ada pembicaraan apa pun di antara kedua nya.


Akhirnya Excel memulai pembicaraan nya dengan Serly.


"Akui saja, kalau yang menculik Aliyah itu kamu! Dasar wanita tidak punya hati nurani!" ucap Excel memaki Serly yang duduk di hadapan nya saat ini.


"Kenapa kamu, jadi meluapkan kesalahan itu kepadaku? Padahal aku benar-benar tidak pernah melakukan nya"


"Jangan mengelak lagi, Serly. Secerdik apa pun otak kamu. Sepintar tupai kamu melompat. Akhirnya terbuka juga rencana busuk mu" maki Excel.


Serly mengernyit dan berusaha mencerna semua makian Excel yang di tuduhkan kepada diri nya.


"Sebegitu cinta kah Excel kepada si Aliyah? Hingga dia berusaha mati-matian untuk mencari keberadaan Aliyah, kini. Dan tidak sedikit pun menaruh rasa iba terhadap ku?" batin Serly mengartikan ucapan Excel.


"Sudah akui saja perbuatan kamu dan..." ucapan Excel terputus.


"Dan apa maksud kamu!" ucap Serly penuh penekanan.


"Dan yang menculik Aliyah adalah kamu! Segera beritahu di mana Aliyah sekarang. Jika kamu tidak ingin berlama-lama tinggal di hotel pordeo ini"


Serly terperanjat, mata nya melotot menatap sinis ke arah Excel. Ia tidak pernah melakukan hal seperti itu. Namun, posisi nya sekarang terpojok. Excel menuduhnya atas penculikan Aliyah yang tidak pernah ia lakukan.


"Kapan aku melakukan nya?! Jaga bicarakan kamu, Excel! Tuduhan yang tidak ada bukti akan membuat mu terjebak sendiri dengan kata-kata mu yang akan menjadi boomerang dalam hidup mu. Hanya karena cinta buta yang menyelimuti hati kamu"


"Kamu yang cinta buta. Hingga tega mencelakai Aliyah yang tidak bersalah" teriak Excel spontan.


Plakk!!


"Cukup kamu menuduh aku, terus menerus. Excel! Tidak kah kau punya rasa simpati terhadap ku! Aku ini calon istri kamu, Excel!" balas Serly dengan berteriak juga.


"Kau! Berani sekali kamu menampar aku! Dasar wanita picik!" ucap Excel yang kembali mendekat ke arah Serly.


Namun, kini mereka berdua di tegur oleh petugas jaga di kantor polisi. Karena mengganggu ketenangan orang lain dengan suara berisik nya.


"Tuduhan palsu mu yang semakin membuat sakit hatiku. Rasanya ingin segera menghancurkan si Aliyah. Kenapa saat itu, kamu tidak mati sekalian Aliyah. Hingga aku bebas dapat memiliki Excel seutuhnya" batin Serly lagi.


"Bisa di pelankan tidak, suara kalian berdua. Mengganggu ketenangan yang lain" ucap petugas jaga, menghampiri meja Serly dan Excel.


"Iya, pak. Maaf kan kita berdua" kata Excel kepada petugas jaga yang berdiri di samping nya.


"Sekali lagi kalian ulangi. Aku akan membawa wanita itu ke dalam sel. Dan waktu berkunjung kamu hanya tinggal lima belas menit lagi" tambah petugas itu.


"Baik Pak. Terimakasih"


Serly tetap bersikukuh tidak mengakui atas penculikan Aliyah.


"Kenapa kamu sangat peduli kepada wanita sialan itu? Hmm? Apa keistimewaan dari wanita sialan itu?" tanya Serly lagi.


"Karena aku jatuh cinta kepada Aliyah. Banyak keistimewaan dari gadis itu! Kamu harus tau itu! Jadi katakan sekarang juga, di mana Aliyah berada!" paksa Excel.


"Excel!!" bentak Serly, membuat Excel spontan membungkam mulut Serly dengan tangan nya.


Serly terperangah, kaget. Ia tak menyangka. Jika orang yang sangat dia cintai, telah jatuh cinta kepada wanita yang dia benci dalam hidup nya.


"Seharusnya, kau tidak boleh jatuh cinta kepada wanita lain. Selain aku!" sambung Serly.


"Haah? Kenapa? Apa hak kamu melarang ku, jatuh cinta kepada Aliyah? Aku bukan siapa-siapa kamu! Sebaliknya yang harus tau diri itu, kamu! Jangan menambah masalah baru!"


Kalimat yang terucap dari bibir Excel. Semakin membuat Serly tersentak.


"Aku tidak mau kamu mencintai Aliyah. Karena aku calon istri kamu. Orang tua kita telah menyepakati perjodohan kita!" teriak nya dengan kencang.


"Pelan kan suara kamu! Atau aku tidak akan pernah membantu mengeluarkan kamu dari sini" ancam Excel.


Serly mengepalkan tangan nya, geram. Selama ini tidak ada cowok yang berani memaki nya seperti itu. Tapi, kini orang yang begitu ia cintai. Jelas-jelas membela wanita yang menjadi rival nya.


Ia pun berdiri dan berbalik akan berjalan ke arah ruangan tahanan. Ia merasa kesal melihat Excel yang menuduhnya melakukan perbuatan menculik Aliyah. Walaupun belum terbukti dengan jelas.


Bruukk


"Duduk dulu! Main pergi saja. Aku belum selesai bicara dengan kamu"


Serly terkejut setengah mati. Hampir saja dia terjatuh tersungkur. Ia memandang ke arah Excel penuh amarah dan kebencian. Namun, di satu sisi. Dia sangat mencintai laki-laki yang ada di hadapan nya saat ini.


Rasa cemburu yang di campur dengan iri dengki. Yang dapat membuat seseorang dan membangkitkan sifat buruk dan jahat iblis menguasai diri seorang Serly.


"Kenapa kamu tega dan jahat kepadaku? Kamu tidak sadar, yang kamu lakukan itu akan membuatku semakin membenci Aliyah" jelas Serly.


"Jangan pernah lakukan apapun lagi kepada Aliyah. Sedikit saja kamu membuat lecet Aliyah. Kamu akan berhadapan dengan aku!" Excel langsung memotong ucapan Serly.


Serly tersentak lagi. Karena Excel bersikukuh membela mati-matian Aliyah.


"Jangan berbicara seperti itu, aku ini.."


Excel tertawa meremehkan Serly. "Kau yakin?"


"Iya. Aku yakin sekali" jawab Serly percaya diri.


"Kamu yakin sekali. Jika aku menolak tentang perjodohan itu. Jangan pernah berharap seorang Excel akan memperistri wanita iblis seperti mu" ucap Excel.


"Benarkah? Kau tidak akan memperistri ku. Walaupun orang tua kamu akan mencoret nama kamu dari daftar keluarga Irwanto, sekali pun?" tanya Serly dengan kesedihan di mata nya.


"Tentu saja. Aku akan memperjuangkan wanita yang aku cintai. Walaupun dengan ancaman seperti itu" jawab Excel sekali lagi.


"Kau bicara seperti itu. Yakin akan mendapatkan cinta Aliyah" ucap Serly dengan senyuman hampa.


"Tentu saja. Jika Tuhan mengijinkan dan merestui cinta ku kepada Aliyah" balas Excel yang dengan ucapan nya.


"Terserah kamu!" Serly membalas ucapan Excel dengan berjalan meninggal kan Excel begitu saja.


❤❤❤❤


Bersambung....


Yuk sambil menikmati segelas coklat hangat dan roti bakar selai kacang. Menemani kalian untuk membaca Forget It yang telah up.


Tetap jangan lupa goyang kan jari nya untuk memencet tombol 👍 like. komen di kolom komentar. Jadikan ❤ favorit dan juga rate ⭐5.. Terimakasih 🙏🏻🌹..