FORGET IT

FORGET IT
Harus Segera Mengambil Langkah Seribu



Selamat membaca...


❣️❣️❣️


Suasana di cafe khalisa.


Denis menggandeng tangan Aliyah mencari tempat duduk di dalam cafe khalisa tongkrongan anak muda yang terkenal di kota lamongan, tanah kelahiran Denis. Sebagai pasangan Aliyah mengikuti Denis berjalan di samping nya.


Sampai mereka mendapat kan tempat duduk dan memesan makanan.


Namun, 5 menit kemudian Denis berpamitan ke toilet.


***


Saat sedang berjalan dari arah toilet. Denis tak sengaja menyenggol lengan seseorang yang mengakibatkan orang itu terjatuh.


"Aduh, hati-hati dong jalannya! teriak orang itu sambil memegang pantat nya yang sakit.


"Ma'af, kamu tidak apa-apa? Aku tidak sengaja." tanya Denis lalu mengulurkan tangannya untuk membantu wanita itu berdiri tanpa melihat jelas wajah itu.


Wanita itu segera menggenggam tangan Denis lalu berdiri.


"Terimakasih." ucap wanita itu sambil menatap ke arah wajah Denis.


"Denis!." seru wanita itu sambil menajamkan penglihatan nya ke arah wajah Denis.


Ternyata lelaki yang tak sengaja menyenggol lengannya hingga terjatuh itu adalah teman sekolah waktu di SMP. Denis pun juga terkejut dan mengingat-ingat lagi wajah wanita yang sedang berdiri di hadapan nya kini.


"Aku Eva!." seru wanita itu lagi dengan menyebutkan namanya sendiri.


"Siapa?." tanya Denis yang benar-benar lupa atau emang di sengaja lupa karena saat ini juga ada Aliyah bersama nya.


"Eva, teman kamu waktu smp, masa kamu lupa sih sama aku, si primadona satu sekolah waktu itu! Tapi, kamu beneran Denis kan?." seru nya lagi sambil membelok kan ke kanan kiri tubuh Denis untuk memastikan, jika lelaki yang di hadapan nya itu adalah teman sekolah waktu smp. Lebih tepat nya cowok yang di cintai nya selama ini.


Denis hanya bisa nyengir kuda sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal. Ia berusaha membuat alibi dengan cara tetap tidak mengenal atau sedikit lupa dengan wanita yang mengaku bernama Eva itu. Karena dalam pikiran Denis saat ini adalah pasti nanti Aliyah cemburu dan ujung-ujungnya ngambek, bisa-bisa terjadi pecah genderang hancur dunia persilatan, kalau begitu caranya.


"Beneran kamu Denis kan? Yang lagi merantau di pulau sebrang kan?." berkali-kali wanita itu melemparkan pertanyaan kepada Denis.


"Dari dulu hingga sekarang sifat mu tak pernah berubah, tetap saja cuek, begitu dingin dengan semua cewek yang berusaha mendekati kamu. Tapi, sekarang aku ingin tau siapa sih wanita yang berhasil menaklukkan hati seorang raja es ini?." ujar Eva.


Denis hanya tersenyum tanpa memberikan jawaban apapun pertanyaan yang di lontarkan wanita itu.


"Bee.." panggil Aliyah dari arah belakang Denis yang berdiri di berhadapan dengan Eva, si wanita teman smp nya.


"Iya, sayang. sini dekat bee." jawab Denis sambil meraih pinggang Aliyah dan melingkarkan tangannya.


Eva terkesiap dan mematung mendengar ucapan Denis barusan. Dia menatap ke arah Aliyah tanpa berkedip yang tengah berdiri di samping Denis.


"Dia siapa kamu?." tanya Eva sambil menatap Aliyah penasaran.


"Oh, ini. My Queen, nama nya Aliyah, calon istriku." Denis memperkenalkan Aliyah kepada Eva.


Aliyah mengangkat wajahnya sedikit dan memindahkan pandangannya kepada Denis. Ia menatap Denis dari samping. Seketika dada nya berdegup bahagia. Sesuatu yang masuk ke dalam indera pendengaran nya sangat lah indah. My Queen.. Calon istriku.. Aliyah mengulang kata itu dalam hati nya.


"Bee.. Siapa wanita ntuu?." bisik Aliyah lirih sambil mendekat kan bibir nya ke telinga Denis.


"Eemm.. Bee tak tau, sayang. Cuma tadi bee tak sengaja menyenggol lengannya hingga dia terjatuh dan bee hanya menolong nya saja. Tapi, kata dia tadi ada bilang kalau dia ntuu teman bee na waktu di smp." ujar Denis menjelaskan kepada Aliyah, karena takut terjadi salah faham.


"Masa bee lupa sama teman sendiri, atau jangan-jangan bee emang pura-pura lupa aja kali di depan ay na!." jawab Aliyah sambil melepaskan tangan Denis dari pinggang nya.


"Mampus kan, celaka tujuh belas ini nama nya. Bisa terjadi beneran ntuu perang dunia. Harus segera ambil langkah seribu ini, sebelum boom meledak dan bidadari ku ngambek, mewek, bengek, merajuk, nangis guling-guling." gemuruh bathin Denis yang mulai mengambil siasat untuk merebut kembali hati sang kekasih.


"Sayang, bee beneran lupa lho, siapa dia?." Denis tetap mengelak dan pura-pura lupa jika wanita itu teman lamanya. Padahal perlahan dia mulai mengingat jika memang Eva itu teman nya waktu di smp.


"Emm.. gitu ya. Tidak apa-apa jika kamu belum mengingat aku saat ini. Tapi, masih ada peluang kan untuk aku bisa mengingatkan kembali siapa aku di masa lalu kamu." ucap Eva dengan gaya centilnya menarik perhatian Denis.


"Bee.. Ay mau pulang aja, ngantuk nih, sudah malam." Aliyah beralasan seperti itu untuk menghindari wanita itu.


"Boleh kan aku bergabung dengan kalian, kebetulan aku sedang menunggu teman juga di sini." pinta Eva beralasan yang hanya ingin berdekatan dengan Denis.


Denis merasa tidak enak hati, jika menolak permintaan Eva. Tapi, dia juga bingung dengan keadaan Aliyah yang sedang merajuk saat ini. Mau tidak mau Denis terpaksa menganggukan kepalanya. Akhirnya mereka bertiga duduk satu meja dengan Aliyah yang memasang wajah cemberut di hadapan Denis.


Kemenangan ada di pihak Eva. Dengan hati yang berbunga-bunga, dia bisa duduk berdekatan dengan Denis. Sudah sejak smp diam-diam Eva telah menyukai Denis. Tapi, dia hanya memendamnya karena dia tau sifat dingin Denis kepada setiap wanita yang ingin menjadi kekasih nya pasti ujung-ujungnya akan terluka nantinya dengan penolakan sebagai jawaban Denis. Dari dulu Denis adalah sosok laki-laki yang sulit di dekati siapa pun. Jadi Eva masih penasaran dengan gadis yang sejak. tadi menempel pada Denis. Bagaimana cara nya hingga dia bisa meruntuhkan pertahanan hati seorang raja es itu.


"Eh, boleh aku meminta nomor wa kamu, Denis?." tanya Eva memberanikan diri tanpa sungkan pada Aliyah.


"Untuk apa?." tanya Denis penasaran sambil melirik ke arah Aliyah yang terus menekuk wajah nya.


"Nie cewek lama-lama minta di timpuk bakiak kali. Bikin eneg hati aja, merusak retina mata ku yang indah ini atau kasih rawe aja ntuu kursi na biar cepat pergi dia dari situ." omel Aliyah dalam hati.


Denis hanya terdiam tanpa membalas atau memberikan no wa nya kepada Eva.


Eva menyadari jika dirinya tidak mungkin bisa mendapatkan lelaki yang sangat dia kagumi sejak smp hingga kini. Namun, dia sudah cukup bahagia walau hanya bisa duduk berdekatan sebentar saja seperti ini.


Denis segera melangkah mendekat ke arah panggung kecil yang berada di sudut cafe khalisa. Dia berbicara sebentar dengan seseorang yang memegang gitar dan beberapa detik kemudian terdengar sebuah ucapan yang keluar dari bibir Denis. Dia bergabung duduk dengan band yang di sediakan pihak cafe khalisa.


"Bee.. tak pandai bernyanyi, sayang. Tapi, bee akan mempersembahkan sebuah lagu untuk My Queen Aliyah yang telah hadir dalam hidup bee dan selalu menemani hari-hari bee penuh dengan kebahagiaan.


Semua orang yang berada di dalam cafe khalisa bertepuk tangan dan suasana menjadi hening ketika suara petikan gitar mulai terdengar dan alunan suara merdu Denis mulai menyanyikan sebuah lagu.


🎼🎼🎼


Tercipta Untukku-Ungu


Menatap indahnya senyuman di wajahmu


Membuatku terdiam dan terpaku


Mengerti akan hadirnya cinta terindah


Saat kau peluk mesra tubuhku


Banyak kata


Yang tak mampu ku ungkapkan


Kepada dirimu


Aku ingin engkau selalu


Hadir dan temani aku


Di setiap langkah


Yang menyakini ku


Kau tercipta untukku


Sepanjang hidupku


Meski waktu akan mampu


Memanggil seluruh ragaku


Ku ingin kau tau


Ku slalu milikmu


Yang mencintaimu


Sepanjang hidupmu


Aliyah sangat terharu dan tersentuh hatinya hingga meneteskan air mata di pipi chubby nya. Pandangan mata kedua nya tak pernah lepas hingga lagu itu berakhir.


Denis mendekatkan bibirnya ke telinga Aliyah dan berbisik lembut dengan suara yang khas. "Kemarin, hari ini, esok, lusa atau sampai kapan pun waktu berjalan, bee hanya akan tetap mencintai ay."


Denis mencium kening Aliyah begitu dalam penuh perasaan.


"I love you.. My Queen Aliyah"


Aliyah pun membalas dengan kecupan di bibir Denis.


"Love you too.. My King Denis"


Denis pun mempererat pelukan nya pada Aliyah.


❣️❣️❣️


Bersambung..


Tetap berikan dukungan kalian ya.. Berupa jejak 👣 like, komen, rate bintang lima dan jadikan favorit juga ya..


Terimakasih 🙏🤗🤗