FORGET IT

FORGET IT
Goolll



Perlahan Denis mulai melayangkan bibirnya ke bibir Aliyah. Hasr4t dan gair4hnya sudah terpancing oleh keelokan tubuh istrinya.


Aliyah membalas kecupan yang terasa lembut itu sambil terpejam. Semakin lama bibir mereka menempel, gair4h kedua insan pengantin baru itu semakin membara tidak terkendali.


Tangan Denis yang mulai tidak kondusif lagi. Sudah bergerilya ke daerah yang dulunya terlarang, kini telah bersegel halal. Meremas dengan lembut buah melon milik istrinya.


Aliyah mengerjap, merinding sekujur tubuhnya diiringi dengan detak jantung yang tak stabil, tidak beraturan. Aliyah merasakan gelanyar aneh di sekujur tubuhnya, sensasi aneh yang baru ia rasakan.


Rasa apa ini? Terkena sengatan listrik bervoltage tinggi? Atau sengatan lebah?


Suara-suara halus lenguhan kecil, kini berhasil di keluarkan dari bibir seksi milik Aliyah. Ini kali pertama ia mendapatkan sentuhan-sentuhan yang ekstrim. Denis menikm4ti leher jenjang istrinya. Memberikan kecupan-kecupan tanda stempel merah hak milik yang tidak dapat diganggu gugat.


Denis semakin tidak dapat menahan laju Jhoni yang ingin segera bertemu sangkarnya. Dia pun mulai merebahkan tubuh Aliyah di atas ranjang yang empuk. "Sayang, bisakah kita mulai sekarang?" bisik mesra Denis dengan suara paraunya. Yang telah berhasil mengungkung tubuh istrinya.


Aliyah menatap kedua manik mata suaminya yang telah berkobar memancarkan warna merah seperti orang yang habis makan mie setan level 10. Terlihat jelas Aliyah sangat gugup saat ini.


Aliyah melingkarkan tangannya ke tengkuk leher kokoh milik Denis. Bahkan reflex Aliyah menarik tengkuk suaminya untuk memperdalam cium4nnya. Beberapa menit kemudian Denis mengakhiri cium4nnya. Mereka saling mengatur nafas yang tersengal-sengal.


Ranjang yang semula rapi kini berantakan terkena gempa lokal oleh tingkah polah kedua insan yang sedang dimabuk cinta.


"Bee.." lirih Aliyah yang mencengkram pundak Denis.


"Iya sayang! Jangan panik, Bee akan melakukannya pelan-pelan. Ini pengalaman pertama bagi kita berdua" ucap Denis sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan jalannya.


"Emm.."


Tak ada jawaban lagi yang keluar dari bibir Aliyah, yang ia tahu hanyalah memejamkan mata dan memeluk erat tubuh suaminya.


Tanpa aba-aba kini Jhoni sudah berdiri tegak tepat mengetuk pintu gawang Aliyah. Hingga sekuat tenaga, Jhoni melesakkan sundulan kepala dengan sekali hentakan tembakan dan terjadilah goooll yang mereka inginkan.


Akhirnya, bersatulah keduanya dalam permainan bola penuh hasr4t di malam panas, ditemani derasnya hujan di luar sana yang menjadi saksi dalam kebisuan dimulainya awal kehidupan baru mereka tapaki.


Denis memeluk tubuh Aliyah dengan erat. "Terimakasih, sayang! Aku telah menjadi orang yang pertama! I love you my queen." Denis mencium kening Aliyah dalam.


"Love you too my king! Apa kini ay telah menjadi milik Bee seutuhnya?" balas Aliyah tersenyum mengatur nafasnya.


Denis menatap wajah istrinya dengan senyuman manis di sudut bibirnya.


"Pastilah sayang, bidadari Bee kini telah menjadi milik Bee seutuhnya! Terimakasih juga karena ayang telah menjadi penjaga gawang yang amanah buat Bee."


"Gitukah? Tapi ini sakit banget rasanya Bee!"


"Rasa sakit diawal cuma sebentar, lope. Lama-lama rasa sakit itu berganti rasa nikmat yang dahsyat, hingga tak ada duanya" ucap Denis dengan tatapan penuh hasr4t.


"Kenapa Bee lihatin ayang kek gitu?" Aliyah menelisik ke dalam mata Denis.


"Luaaarr biasa rasanya, sayang! Kenapa tak dari dulu aja ya, kita nikahnya! Kan lebih cepat lebih baik!" Denis langsung mencium kembali bibir Aliyah.


"Bee..! Masih sakit ini!"


Dan ternyata malam itu adalah malam panjang untuk mereka berdua sebagai pengantin baru. Guyuran derasnya hujan tak menjadi penghalang buat mereka. Karena kini malam yang dingin telah berubah menjadi malam yang panas membara.


Kompor mana kompor.. 🙈🤭


-


-


-


Keesokan harinya..


Aliyah mulai terbangun membuka matanya perlahan. Ia merasa ada yang sedang memeluknya.


Mata Aliyah terbelalak lebar saat melihat seorang pria yang tengah tertidur tertelungkup disampingnya.


"Aaaaaa..." teriak Aliyah dengan keras. "Siapa kamu berani-beraninya peluk aku!" Aliyah memukuli punggung pria itu.


"Stop ayang! Sakit ini punggung Bee na!" ucap Denis membalikkan tubuhnya.


"Sayang?"


"Maaf Bee, ay lupa kalau Bee sekarang bobo' na sampai ay!" ucap Aliyah dengan wajah tak bersalah.


"Tak dimaafkan!"


"Hayuklah Bee, maafin ay na!"


"Emm.." Denis pura-pura merajuk dihadapan istrinya.


"Morning kiss" kecup Aliyah spontan untuk mengharapkan maaf dari sang pemilik hatinya.


"Diih, bisa aja lho. Ayang ngerayuk Bee na, dengan sebuah morning kiss!" ledek Denis.


"Ya sudah, sini kembalikan lagi kalau Bee tak mau!" kata Aliyah cemberut.


"Ambil aja, Bee tak apa" jail Denis.


"Emmuachh" Aliyah segera mengambil lagi morning kiss yang sudah diberikan pada Denis.


"Haiiss, Bee curang!" teriak Aliyah.


"Hahahaha, dapat jumbo sarapan pagi hari ini" Denis semakin meledek Aliyah.


-


-


-


"Bee..! Koper ay na mana? Kok tak ada Bee!" Aliyah mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar. Namun ia tetap tak dapat menemukan koper yang dicarinya.


"Emangnya ay taruh dimana semalam kopernya?" tanya balik Denis.


"Tak tau Bee!"


"Atau ayang sengaja tak bawa koper itu?" goda Denis.


"Apaan. Siapa juga yang tak bawa koper ay na! Terus ay sekarang pakai apa ini Bee? Masa tak pakai baju? Kalau masuk angin gimana?" Aliyah mulai manyun.


"Bee ada ide! Gimana kalau ayang pakai sarung Bee aja?" jailnya mulai keluar nih si Denis.


"Keren sikit lah Bee. Masa ay na disuruh pakai sarung bau Bee! Yang ada ntuu malam pertama pakai lingeria bukannya sarung Bee na!" sewot Aliyah.


"Kan asik ay! Indonesia banget! Sini Bee lihat, ayang pakai kemben dari sarung Bee! Widiihh, beautiful esotik ala ala wajah asli Indonesia, gitu sayang!" Denis terus menggoda Aliyah.


"Ya sudah tak apa pakai sarung Bee na dulu! Nanti mampir ke pasar ya Bee buat beli baju!"


"Emang ay bisa jalan? Mau ke pasar? Yang ada nanti diketawain orang sepasar lho, ayang na!"


"Kenapa diketawain Bee?"


"Ehh.. Ada pengantin sunat jalan-jalan ke pasar" ledek Denis.


"Aahhh.. Bee! Ini gara-gara Bee yang jebol gawang ay na!" mewek dah si Aliyah.


"Wait.. Wait.. Kok gara-gara Bee? Ayang tak menikmati juga gitu? Cuma Bee yang mau gitu? Ayang tak mau, tak menikmati yang semalam?" cerca Denis semakin semburat warna merah di wajah Aliyah.


"Iihh.. Bee! Masa gitu ditanyain juga?"


"Ya harus ditanyakan juga laah! Dan kudu wajib dijawab! No kaleng-kaleng!" Denis pura-pura ngambek dengan mengalihkan pandangannya.


"Waduh, gawat ini kalau Bee ngambek! Bisa tak dapat jatah main dokter-dokteran lagi! Cepat putar otak Aliyah dung dung! Ngapain juga pakai acara ngambek si Bee na juga!" Aliyah ngedumel sendiri.


"Bee..! Jelek lagi sikit-sikit merajok!"


"Biarin! Dari dulu juga jelek! Kenapa? Nyesel!"


"Tak nyesel! Kan sudah ketemu sama Jhoni na! Wleekk!" ledek Aliyah.


"Dasar bajaj!"


"Kalau Bee masih ngambek, ay mau mandi dulu aja! Habis gitu jalan-jalan ke pasar!"


"Enak aja!"


"Terus?"


"Lope.. Yuk main bola lagi!"


"Hayuukk siapa takut?"


"Let's go"


"Meluncur ke arena pertandingan"


"Bentar-bentar, ada yang lupa Bee na."


"Apa Bee?"


"Hehehehe, maaf pemirsa warungnya ditutup dulu ya!"


"Kenapa warungnya ditutup, Bee?"


"Harus ditutup dung! Biar pemirsa traveloka sendiri-sendiri sesuai imajinasi dan kreativitas yang diinginkan!" kekeh Denis sembari menutup tirai yang membentang.


❤❤❤❤


TAMAT..


Maaf readers kesayangan.. Sampai di sini dulu ya.. Silakan berimajinasi sesuai kemauanna masing-masing.. Author somplak sudah ngantuk takut semakin oleng.. Wkwkwk🙈🤭.. Kita bertemu lagi dicerita Aliyah dan Denis season dua.


Cinta LDR-AN gampang-gampang susah, terkadang banyak orang yang angkat tangan jika harus berjauhan dengan pasangannya. Banyak yang mengatakan tidak mudah untuk menjalin cinta jarak jauh. Tapi disitulah letak kesetiaan kita diuji. Apakah kita tetap bisa bertahan dan terus berjuang hingga waktu kan datang indah pada waktunya atau bahkan semuanya menjadi berantakan dan hancur hanya karena terjadi penghianat cinta.


Namun karena keteduhan dan keteguhan hati Aliyah yang sangat menjaga akan kesetiaan cintanya pada sang pemilik hati yaitu Denis. Dan begitu juga sebaliknya Denis pun berpegang teguh pada ketulusan dan kesetiaan cintanya.


Dan kita juga tidak bisa mengalahkan TAKDIR dan JODOH.