FORGET IT

FORGET IT
De Bintang King



Jumpa lagi para readers kesayangan... 😍😍


Jangan lupa ya untuk tetap like, komentar. Gift dan vote seikhlasnya.


Tidak lupa jadikan favorit, biar tak ketinggalan cerita nya dan selalu memberikan rate bintang lima.


Aku tunggu jejak kalian di kolom like dan komentar buat support author receh ini.


Selamat membaca...


❤❤❤


Siang itu Aliyah bersama kedua sahabat nya Riris dan Labibah menghadiri undangan langit untuk makan siang bareng di salah satu restauran mahal di kota S.


l


Mobil yang di kendarai Aliyah sudah memasuki parkiran sebuah restauran ternama De Bintang King, restauran untuk kalangan orang-orang kelas atas. Seperti para pejabat, pengusaha, bahkan para artis juga biasa makan di restauran itu.


Ketiga cewek comel yang sama-sama berjalan berjejer.


"Ayuk Aliyah.. Tumben jalan kamu seperti siput. Lambat banget" ucap Riris menarik tangan Aliyah.


"Iya.. Nih anak tumben banget lelet jalan nya. Biasa nya juga langkah nya cepat seperti jerapah" sahut Labibah.


"Husshh.. Sudah diam kalian dua. Berisik!" sela Aliyah. "Jaga suara kamu, turunkan volume. Jangan kayak orang udik. Ini kan restauran mahal dan bergengsi!" kata Aliyah sembari menjitak jidat Riris.


"Aduuhh.. Sakit, Al!" ringis Riris. "Benjol sudah ini dahi, Al! Enggak cantik lagi lah diri ku." melas Riris sambil mengusap-ngusap kening nya.


"Lalu, kenapa? Memang nya siapa saja yang di perbolehkan masuk dan makan di restauran ini? Atau restauran ini, hanya di peruntukan bagi orang-orang yang berduit. Orang jet set saja, Al?" tanya Labibah persis orang oon.


"Kita kan juga beruang" celetuk Riris dengan mimik tak bersalah.


"Beruang kutub! Beruang teddy bear, kau kata!" ledek Aliyah.


"Riris kan beruang nya masha, yang baik hati dan tidak sombong" timpal Labibah sambil menahan tawa nya.


"Iya, yang kena kerjain si anak bandel Masha" Aliyah menambahi sambil menutup mulut nya juga menahan ketawa nya yang ingin meledak.


"Jahat, kalian berdua telah menjajah kebebasan ku, tuk bicara" Riris berucap seakan- akan teraniaya oleh Aliyah dan Labibah.


"Sudah diam, tambah ngelantur aja bicara kamu, Ris. Siapa yang menjajah, juga" sungut Aliyah.


"Kan ini Restauran Western. Jadi kita bicara nya sambil mengenang masa penjajahan dulu" Riris ngeles.


"Yang ada kita makan kesedak, Ris. Kalau ingat-ingat masa penjajahan dulu. Kamu aja tak mungkin bisa jatuh cinta sama orang sana walaupun tampang nya ganteng tapi sadis orang nya" ucap Aliyah sambil bergidik ngeri.


"Yang penting tampan, Al" seloroh Labibah dengan memasang wajah sok imut nya.


"Tampan kamu pelihara, mau kepala mu di jedotin terus ke pintu. Bisa-bisa benjol segede pentol pak Endut itu dahi kamu, Labibah!" ketus Riris.


"Kan.. Kan.. Kita ke sini mau makan atau adu argumen yang tak jelas gini" ucap Aliyah sambil menscroll layar ponsel untuk mencari nama langit di kontak HP nya.


"Kamu ngapain, Aliyah. Sibuk dengan ponsel. Kita ini nyata lho, Al! Bukan dedemit yang ngekorin kamu!" sewot Riris yang seperti di abaikan Aliyah.


"Emang kalian dedemit yang selalu menghantui langkah ku" jawab Aliyah seenak nya.


"Gaya lho, sok tak cari gratisan. Kan emang kita ke sini mau makan gratis, yang bayarin juga Langit" balas Aliyah terkekeh.


"Kan beda Aliyah. Kalau Langit yang bayarin itu nama nya dia traktir kita. Tapi, kalau kita cari gratisan di sini, yang ada kita di suruh cuci piring dulu seabrek, baru boleh pulang dengan wajah yang kusam" ujar Riris sambil memonyongkan bibir nya.


"Aliyah, tak mau lah. Ngapain juga cuci piring di sini. Ayah sama Bunda aja masih kuat kasih makan anak nya. Masa Aliyah malu-maluin, cari makan gratis di mari" Aliyah menjitak lagi jidat Riris.


Pintu masuk De Bintang King di buka oleh salah satu karyawan restauran, langsung menyambut Aliyah dan kedua sahabat rempong nya dengan baik dan ramah melayani mereka.


Dari awal pintu masuk saja sudah terlihat jelas tempat nya mewah, elegan dan nyaman. Tempat nya bener-bener klasik dengan arsitektur dan hiasan yang total. Bunga-bunga semua nya asli tidak ada yang artificial.


"Siang, mbak Aliyah" ucap karyawan itu menyapa Aliyah dengan senyuman yang ramah.


"Siang juga, mbak" balas Aliyah tersenyum dengan memperlihatkan gigi nya yang putih dan rapi.


"Aliyah.. Itu karyawan tahu nama kamu dari mana?" bisik Riris yang selalu super kepo.


"Dari Hongkong" ketus Aliyah.


"Siapa yang dari Hongkong, Al?" tanya Labibah polos.


"Astaga.. Nie anak berdua minta di iket beneran di pohon pisang" kesal Aliyah.


"Tapi..." sela Riris. Namun, langsung di sambar Aliyah.


"Sudah diam aja, napa sih kalian dua! Jangan kayak orang udik yang baru menginjak kota" omel balik Aliyah.


"Beneran Aliyah.. Ini Aneh tapi nyata. Riris benar lho, dari mana dia tahu nama kamu. Memang nya kamu sudah pesan meja untuk kita di sini" Labibah memperpanjang kekepoan Riris.


"Kalian dua kalau masih banyak cing cong. Aku lempar ke planet Mars. Mau!" ancam Aliyah.


"Wiidiihh... Jauh amat, Al. Amat saja belum tentu bisa pergi ke Planet Mars" bantah Riris.


"Diam atau aku lakban mulut comel kalian dua!" marah Aliyah.


"Iya.. Iya, mbak bos. Kalau marah-marah tambah kelihatan imut kayak marmut" seloroh Labibah.


Karyawan restauran yang di tugaskan Langit untuk melayani ketiga cewek ceriwis itu langsung mengantar mereka ke ruangan terbuka dengan sport yang sangat keren. Sesuai perintah Langit. Sang pemilik restauran De Bintang King.


Konsep makan ala restauran yang menawarkan suasana mewah terbaik dan pelayanan berkelas. Pelayan yang menyajikan makanan dengan seragam yang rapi. Pengunjung yang datang dengan gaun atau setelan jas hingga makanan yang di sajikan dengan sangat rapi.


Makanan yang di antar secara bertahap sesuai urutan appetizer, soup, main course dengan suasana privat.


Masakan Western dan Itali. Menu yang di sajikan beragam ada Chef's panna cotta, pecel londo, cube steak, Italian Homemade, Truffle ravioli, chicken sea bass, chef salad, pastry warm, chocolate lava, tiramisu cake, bread with butter, pudding rambo. Dan masih banyak lagi menu lain nya.


Bagi ketiga cewek comel ini. Masuk dan bisa duduk makan di restauran De Bintang King adalah pengalaman pertama mereka. Maklum saja, kalau rasa canggung dan gugup itu muncul di diri mereka masing-masing. Melihat banyak para pejabat yang lalu lalang masuk dan makan di restauran ini. Orang-orang penting di negeri ini pun pasti akar mampir ke restauran De Bintang King. Untuk menikmati makanan yang telah di sediakan di restauran ini. Beberapa artis lokal atau pun artis ibukota juga tidak ketinggalan. Mereka pasti mampir ke restauran De Bintang King. Walaupun hanya sekedar nongkrong menghilang kan kejenuhan sambil menikmati kopi.


Tempat yang bergengsi, pelayanan seperti di hotel bintang lima. Pasti lah menaikan level hidup orang yang terlihat berduit atau mempunyai kantong tebal.


❤❤❤❤


Bersambung...