FORGET IT

FORGET IT
Duo Racun



Kembali lagi dengan penulis receh semoga kalian tetap setia membaca dan selalu memberikan dukungan kepada author bengek ini..


Selamat membaca dan semoga kalian suka serta terhibur dengan cerita nya..


❣️❣️❣️


Siang menyambut sore di belakang rumah Denis. Tepat nya di bawah pohon jambu yang rindang, berhembus angin yang sejuk memberikan kenyamanan pada kedua insan yang sedang fokus dengan obyek masing-masing. Denis yang lagi asik dengan ponsel nya sedang kan Aliyah fokus dengan menyuapi ke mulut Denis dengan buah jambu dan bergantian menyuapi sendiri ke mulut nya.


Suasana pagi yang cerah pun berangsur perlahan terganti dengan datang nya terik matahari yang menyinari bumi pertiwi.


Aliyah yang duduk anteng di belakang rumah. Banyak pepohonan yang di tanam sehingga membuat semilir angin sepoi-sepoi mengurangi terik panas matahari di siang hari.


Denis yang terlihat tiduran berbantal paha Aliyah sedang asik bermain game online. Namun, di sela-sela permainan game nya, Denis masih sempat menjahili Aliyah sang pujaan hati yang terlihat menguap.


"Hoaamm"


"Sayang, di tutup ntuu mulut na kalau lagi menguap. Entar kepala bee ketarik masuk lho ke dalam mulut ay."


"Apaan sih bee. Tak cukup kali mulut ay makan kepala bee." sahut Aliyah sewot.


"Iya lah, sayang. Nie aja kepala bee rasa na ada yang narik."


"Narik.. Narik, siapa yang narik sih bee? Emang becak di tarik?." tanya Aliyah mendelik ke mata Denis.


"Beneran, ini bee na ke tarik." jawab Denis sambil menggelitik pinggang Aliyah.


"Bee.. Stop.. Geli tau." teriak Aliyah sembari menahan tangan Denis yang terus menggelitik pinggang nya.


"Biarin, salah siapa bee na ditarik."


"Salah tetangga, bee." jawab asal Aliyah.


"Idiih, ngapain bawa-bawa tetangga lho."


"Sudah bee.. Ampun bee.. Beneran geli nie ay na." teriak Aliyah sambil berusaha bangkit dari duduknya. Namun, usahanya tak membuahkan hasil karena Denis terus menggelitikin pinggang Aliyah.


**


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu depan.


Tok.. Tok.. Tok..


"Assalamu'alaikum." ucap seorang wanita dengan suara yang keras.


"Wa'alaikumussalam." jawab Ibu Denis sambil berjalan ke arah pintu depan dan segera membuka nya.


"Ma'af, mengganggu waktu istirahat ibu."


"Tidak apa-apa, mau cari siapa ya?." tanya Ibu yang tak begitu mengenal kedua nya.


"Mau cari Denis. Apa Denis nya ada di rumah?." tanya wanita itu lagi.


"Kebetulan Denis nya ada di rumah. Tapi, kalian siapa? Ada perlu apa dengan Denis?." tanya Ibu Denis yang masih penasaran dan sangat detil.


"Kita berdua ini, temen sekolah SMP Denis, ibu. Kita ke sini mau nganterin undangan reuni." jelas Eva tapi sedikit berbohong.


"Ohh, jadi kalian temen sekolah Denis. Ma'afin Ibu ya, tidak begitu hafal kalian. Silakan masuk, ibu panggil Denis sebentar." ucap Ibu Denis mempersilakan tamu nya masuk ke dalam rumah.


"Terimakasih, Ibu. Kita duduk di teras depan saja." ucap Eva dan bergegas mendaratkan bokongnya di kursi yang ada di teras rumah bersebelahan dengan Maya.


**


Di saat mereka lagi asik bercengkrama berdua. Canda tawa pun menghiasi bibir kedua nya. Mereka berdua di kaget kan dengan kedatangan duo racun yang sangat berisik hingga suaranya terdengar di telinga kedua nya.


"Bee.. Siapa sih yang berisik kali, sudah kayak di pasar pelelangan ikan?." tanya Aliyah sambil mengangkat kepala Denis yang ada dalam pangkuan nya.


"Coba lihat ke depan, bee. Siapa yang bertamu siang-siang begini." ucap Aliyah pada Denis.


Denis pun berjalan masuk ke dalam rumah untuk melihat dan mencari sumber suara yang berisik itu.


"Ohh, ternyata ada kamu Eva. Maka nya suara berisik kamu sampai terdengar di belakang rumah." ucap Denis yang kaget melihat siapa tamu nya.


"Ehh, iya Den. Ma'af ya kalau mengganggu waktu istirahat kamu. Itu si Maya dari tadi ngajakin ke sini, sudah kangen sama kamu kata nya." Eva beralasan.


"Emm" jawab Denis singkat.


"Kamu sombong banget, Denis. Pulang kampung enggak mau main ke rumah aku." ucap Maya sembari menggeser duduk nya dekat Denis.


"Berapa hari kamu di sini? Atau kamu sudah enggak balik lagi ke Kalimantan?." tanya Eva.


"Tak lah, Eva. Aku balik lagi ke Kalimantan. Balik kampung hanya sebentar, kan negok ibu dan keluarga aku di sini." jawab Denis.


"Dengar-dengar kabar kamu pulang kampung juga enggak sendiri. Siapa sih dia? Kenalin juga dong, aku sama dia." ucap Maya lagi. Yang penasaran dengan siapa Denis pulang kampung.


"Ohh, dia calon istri aku. Kenapa emang?." jawab Denis santai.


"Emm.. Cantik kah, dia? Sehebat apa dia? Bisa menaklukkan hati kamu!." kata-kata Maya yang seakan meremehkan calon istri Denis.


"Hmm... Tak usah mengganggap diri kita yang paling sempurna." ingat Denis.


"Sudah-sudah, kita bahas yang lain saja." akhirnya Eva mengalihkan topik pembicaraan mereka.


Di sepanjang obrolan mereka. Maya yang terlihat berusaha mendekati Denis harus bisa menerima pil pahit. Walau pun Maya tak henti dengan usaha nya. Namun, tetap saja Denis tidak memberikan kesempatan itu pada Maya untuk bisa dekat dengan nya. Sikap dingin Denis sangat terlihat jelas di tunjukkan kepada kedua wanita penggoda itu yang berusaha merebut hati Denis dari sang pemilik nya yaitu Aliyah.


"Denis, kalau berbicara itu ya melihat nya ke arah ku sini, dong. Kamu kan bicara nya sama aku, masa iya pandang nya ke sana." ucap Maya yang masih saja berusaha mendapatkan simpati dan perhatian dari Denis.


"Iya kamu itu, Denis. Orang nya di mana yang ngajak bicara tapi pandangan mata nya entah ke mana." timpal Eva sembari mengedipkan mata nya ke arah Maya.


"Hmm" hanya itu sahutan Denis


"Kenapa sih, Den. Sikap mu berubah semenjak kamu kenal dan dekat dengan gadis manja itu." ucap Eva sembari menatap sinis ke arah Aliyah yang baru saja bergabung dengan mereka.


Denis dengan sikap nya yang dingin dan cuek masih tak bergeming sedikit pun, tak peduli dengan ucapan si duo racun itu. Sedangkan Maya yang sedari tadi sangat menginginkan diri nya bisa dekat dan mengambil hati Denis kembali seperti dulu. Namun, Denis tetap tidak menggubris rayuan-rayuan si duo racun. Karena di dalam hati nya saat ini hanya ada satu nama gadis yang sangat di damba nya. Dia adalah Aliyah. Gadis yang bisa memiliki hati dan jiwa Denis. Dan Denis pun tak ingin menyakiti dan mengecewakan Aliyah.


**


Beberapa menit yang lalu.


Aliyah yang sedang menikmati hembusan angin sepoi-sepoi di bawah pohon jambu di belakang rumah Denis, menyandarkan tubuh nya di pohon itu. Cukup lama Aliyah duduk sendiri di sana tanpa bergerak menunggu Denis yang tak kunjung kembali. Pikiran nya kini melayang entah kemana. Hingga hampir 30 menit berlalu. Aliyah tersentak dari lamunan nya ketika satu buah jambu jatuh di atas kepala nya.


"Aduh, kenapa pakai lempar-lempar segala? Kalau pingin kenalan dengan gadis manis ini! Atau kamu juga lagi pingin duduk di sini menikmati angin yang sejuk ini? Ya, sudah aku mau masuk ke dalam dulu aja. Gantian kamu sekarang yang duduk di sini." gumanan absurd Aliyah.


Ia kemudian beranjak dan berjalan gontai ke dalam rumah Denis. Namun, langkah nya terhenti di kala ia mendengar cacian dari si duo racun yang ingin menjatuhkan diri nya di hadapan Denis.


"*Be*ner-bener minta di sleding jarak jauh nih duo racun. Ini sih nama nya bersaing secara terbuka dan Los doll. Kalau gini cara nya pingin nimpuk aja muka na pakai bakiak kayu. Hahaha, biar bonyok tuh muka si duo racun. Kayak na mereka berdua tak bisa cari laki lain kali? Bisa na nikung punya orang! Mungkin benar pepatah yang bilang rumput tetangga lebih seger dari pada rumput yang di buat makan sapi..Uuppsstt salah dung.. Rumput tetangga lebih hijau. Wkwkwk😂😂🤣🤣." bathin Aliyah yang sedikit ngacau.


❣️❣️❣️


Bersambung..


Gimana kelanjutan si duo racun vs Aliyah?.


Apakah Denis tetap memilih Aliyah sebagai kekasih hati nya?.


Tetap berikan dukungan kalian ya berupa like, komen, rate bintang lima dan jadikan favorit biar tak ketinggalan dengan cerita author bengek ini.


Terimakasih atas dukungan.. 🙏🙏❣️❣️