FORGET IT

FORGET IT
TUHAN JAGAKAN DIA



...TUHAN JAGAKAN DIA...


...Motif Band...


...Hanya dirimu yang ku cinta...


...Tak kan membuat aku jatuh cinta lagi...


...Aku merasa...


...Kau yang terbaik untuk diriku...


...Walau ku tahu kau tak sempurna...


...Tak kan membuat aku jauh darimu...


...Apa adanya...


...Ku 'kan tetap setia kepadamu...


...Tuhan, jaga kan dia...


...Dia kekasih ku, 'kan tetap milikku...


...Aku sungguh mencintai, sungguh menyayangi setulus hatiku...


...Walau ku tahu kau tak sempurna...


...Tak kan membuat aku jauh darimu...


...Apa adanya...


...Ku 'kan tetap setia kepadamu...


...Tuhan, jaga kan dia...


...Dia kekasihku, 'kan tetap milikku...


...Aku sungguh mencintai, sungguh menyayangi setulus hatiku...


...❣️❣️❣️...


🍃🍃🍃🍃


Aliyah ingin sekali menampar wajah Maya. Namun, ia urungkan dengan segera ia dapat menguasai emosi yang telah tersulut api.


"Sayang..." tiba-tiba seseorang berteriak datang dan menarik pergelangan tangan Aliyah dengan lembut, ingin menjauhkan dari hadapan si duo racun.


"Denis?" guman Maya. "Sialan, ini semua gara-gara wanita penggoda bau kencur itu. Aku jadi tidak bisa kembali dekat pada Denis. Kemana-mana Denis selalu berdua dengan gadis sialan itu!"


"Bee.. Lepasin ay na!."


"Ikut bee pulang dan jangan pernah ayang dengar kan kata-kata Maya tadi." Denis berusaha membawa pergi Aliyah dari hadapan si duo racun.


"Hey.. Denis! Jelaskan pada gadis bau kencur itu! Dulu kita sangat bahagia, merajut asmara sebelum akhirnya dia datang dan merebut mu dari cinta ku!." rancau Maya tanpa rasa malu.


Denis menghentikan langkah nya dan tetap menggenggam erat tangan kekasih nya itu. Ia menatap tajam ke manik mata Maya dengan seksama.


"Dengar kan kau Maya! Sudahi omong kosong mu itu. Cukup kau buat cerita palsu dengan masa lalu kita!." ucap Denis dengan tatapan tajam dan suara tinggi.


"Aku berbicara kenyataan dan itu benar ada nya! Kita sudah dekat dari kecil semakin intents ketika kita beranjak remaja." Maya semakin merancau tak jelas.


"Cukup, Maya! Sadar dari pingsan mu! Bangun lah dari tidur mu!." sela Denis sambil menggandeng mesra tangan Aliyah berjalan menuju mobil.


Namun, baru beberapa langkah mereka berjalan dan belum sampai masuk ke dalam mobil. Terdengar sangat kencang, sehingga mengagetkan pasangan Dilan dan Milea itu.


"Aliyah!." pekik Maya dan sedikit berlari ke arah kedua nya. "Ingat hukum karma pasti berlaku padamu!." ucap Maya semakin tak jelas.


Prokk... Prokk..


Aliyah bertepuk tangan memberikan applaus pada sang pesaing. Dengan santai nya Aliyah menjawab dan melayangkan senyum mengejek ke arah Maya.


"Hukum karma ntuu tak akan berlaku pada ku! Karena aku tak merasa merebut apa-apa dari dirimu! Jangan terlalu obsesi untuk mendapatkan seorang Denis!." cibik Aliyah. "Drama mu kurang cantik! Tambahin pemanis nya, biar tak hambar cerita nya."


"Kau masih tidak percaya! Tunggu saja waktu nya kan tiba, Gadis pecundang!."


"Cukup, stop dengan kegilaan kamu Maya!." bentak Denis semakin geram dengan kelakuan Maya yang di luar batas.


"Sabar sikit lah, yang!." kata Denis sambil membuka pintu mobil untuk Aliyah.


Brakkk...


Aliyah terlihat sudah duduk manis di samping kursi kemudi dengan seat belt yang sudah terpasang rapi di tubuh nya. Setelah sebelum nya membanting pintu mobil dengan keras. Dengan tergesa-gesa Denis segera menyusul masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mesin mobil.


Kini, mobil yang ia kendarai pun melaju meninggal kan pelataran parkir warung bakso remaja dengan kecepatan sedang. Denis membawanya membelah jalanan kota Lamongan yang mulai sepi kendaraan. Di malam yang sepi hanya terdengar suara deru mesin, membawa sepasang manusia berlawanan jenis itu untuk menuju tujuannya.


***


Sepanjang perjalanan Aliyah hanya diam membisu karena masih jengkel dengan kelakuan duo racun yang telah mengusik ketenangan hatinya.


"Sayang.. Masih marah kah ay pada bee?." Denis mencolek pipi Aliyah agar menoleh ke arah nya.


"Hmm" hanya jawaban itu yang mewakili kekesalan hati Aliyah.


"Sayang.. Beneran bee ntuu tak ada hubungan spesial apa-apa sama Maya, apalagi si Eva. Mereka ntuu cuma teman SMP bee. Teman biasa, teman satu sekolah aja. Bee tak pernah ada dekat sama mereka waktu sekolah dulu. Apalagi sekarang ini." Denis menjelaskan pada Aliyah.


Aliyah tetap dengan diam seribu bahasa. Tidak bergeming atau membalas ucapan Denis. Pandangan pun sedari tadi melihat keluar jendela mobil, sambil sesekali menscroll layar ponsel nya, berbalas chat dengan para sahabat nya. Aliyah sangat merindukan ketiga sahabat nya itu dan ingin sekali segera curhat untuk menumpahkan semua keluh kesal nya yang menyesakkan dada.


"Sayang.. Dengerin bee.. Please lihat bee!." ujar Denis sembari mentoel-toel pinggang Aliyah yang sedari tadi cuek bebek pada nya.


Aliyah tetap kekeh dengan diam nya. Hati nya benar-benar lagi kesal. Dan Denis pun dengan usaha nya pula menyakinkan hati Aliyah.


"Sayang! Bee sudah menjelaskan nya berkali-kali pada ayang! Bee dan Maya ataupun Eva tidak pernah ada hubungan spesial apa pun. Hubungan kami hanya sebatas teman. Teman masa kecil. Selepas lulus dari SMP, bee los kontak semua dengan mereka. Bee pergi merantau ke pulau sebrang. Kita tidak pernah saling bertukar kabar. Please.. Percaya sama bee, harus dengan cara apalagi bee menjelaskan nya pada ayang." ujar Denis menjelaskan semua nya pada kekasih nya yang lagi merajuk.


Dengan mata terbuka lebar, Aliyah tersenyum getir.


"Tapi, kenapa mereka membenci ay sampai segitu nya bee. Apa salah ay pada mereka? Hingga Maya mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakitkan hati Ay. Sebuah kata ******!. Apakah ay seperti ******? Apakah ay merebut bee dari seseorang? Apakah bee masih mempunyai sebuah hubungan yang belum terselesaikan dengan seseorang? Katakan bee.. Katakan. Apakah bee meninggalkan seseorang hanya demi ay? Ay cuma butuh kepastian! Bukan yang lain, bee! Jangan menghentikan apa yang sudah bee mulai dengan hanya karena ay!." ujar Aliyah sambil terisak.


Usai mengatakan kalimat demi kalimat yang sulit keluar dari bibirnya. Aliyah diam mematung, membuang pandangan nya keluar jendela mobil dan sesekali mengusap air mata yang masih terjun bebas ke pipi chubby nya.


"Sayang.. Ayang salah faham, dengar bee!." pekik Denis dengan segera menepikan mobil nya.


"Bee... Apa ay harus letuskan balon hijau dulu, biar bee tahu kalau hati ay saat ini sangat kacau." sahut Aliyah.


"Apa bee harus pegang erat-erat balon yang tinggal 4 ntuu, biar hati ay tak kacau lagi." jawaban absurd Denis.


"Hmmm" sahut Aliyah sambil menatap Denis penuh kecurigaan.Tiba-tiba Denis menepikan mobil nya berhenti mendadak di pinggir jalan yang sepi kendaraan. "Bee.. Mau ngapain?." tanya Aliyah penuh selidik melihat gelagat aneh Denis.


"Bee, cuma mau ambil hadiah nya yang tadi sempat tertunda aja."


"Maksud na?." tanya Aliyah sambil memundurkan tubuh nya hingga mentok ke sandaran kursi mobil yang di duduki nya, seraya mendorong mundur tubuh Denis.


Namun, Denis terus mendekatkan diri nya ke arah Aliyah, dengan sigap menahan bahunya.


Aliyah tertegun ketika tiba-tiba Denis mendekatkan wajah nya kemudian mencium bibir Aliyah dengan lembut memainkan bibir nya di sana.


Meski sempat kaget, namun Aliyah tetap membalas ciuman bibir Denis. Kedua nya saling menautkan dalam ciuman yang memabukkan. Bibir ranum Aliyah yang telah jadi candu bagi Denis.


Mereka menghentikan aktivitas nya, melepaskan tautan bibir mereka untuk meraup oksigen.


Kini, setelah merasa puas mengerjain kekasih nya. Denis tersenyum ke arah Aliyah. Lalu menghidupkan kembali mesin mobilnya meninggalkan tempat yang telah menjadi saksi biru ulah kedua nya.


🍃🍃🍃🍃


Bersambung...


...DUKUNG SELALU AUTHOR BENGEK INI DENGAN CARA ...


...LIKE...


...KOMEN...


...FAVORIT...


...RATE BINTANG LIMA...


...GIFT/VOTE...


...TERIMAKASIH BANYAK READERS KESAYANGAN...


...❤❤❤...