
Jumpa lagi para readers kesayangan... 😍😍
Jangan lupa ya untuk tetap like, komentar. Gift dan vote seikhlasnya.
Tidak lupa jadikan favorit, biar tak ketinggalan cerita nya dan selalu memberikan rate bintang lima.
Aku tunggu jejak kalian di kolom like dan komentar buat support author receh ini.
Selamat membaca...
❤❤❤❤
Jarum jam sudah menunjukkan ke angka 23.00 malam. Setelah memastikan telah mengunci rapat semua pintu toko kue dan cafe lindu. Aliyah berjalan santai ke parkiran mobil.
Aliyah menghidupkan mesin mobil sembari memasang seat belt ke tubuh nya. Setelah di rasa siap semua, pelan-pelan Aliyah melajukan mobil nya meninggal kan parkiran cafe lindu seorang diri.
Tanpa sepengetahuan Aliyah, sedari tadi ada sepasang mata yang mengamati nya dari jauh. Dan kini ia pun mengikuti mobil nya dari jarak yang lumayan jauh agar tidak di ketahui Aliyah.
Di jalan Aliyah mampir ke sebuah pom bensin untuk membeli bahan bakar yang tinggal sedikit. Setelah melepas seat belt dan mematikan mesin mobil. Aliyah segera turun membuka pintu mobil dan membuka tangki bensin. Kemudian petugas mulai mengisi bahan bakar ke dalam tangki mobil nya. Selang beberapa menit selesai juga pengisian dan Aliyah pun telah membayar ke petugas.
Ia pun melanjutkan perjalanan nya menuju rumah, menerobos deras nya hujan yang turun kembali. Hujan yang sangat deras di sertai petir menjadi kan suasana terlihat sepi dari biasanya. Aliyah yang melihat keadaan sekitar gelap gulita. Hanya ada lampu jalan berwarna kuning sebagai lampu penerangan.
"Kok sepi gini ya, jadi merinding sendiri" lirih Aliyah dalam hati nya. "Ya Allah.. Semoga tidak ada apa-apa yang terjadi hingga selamat sampai rumah.. Aamiin" Do'a Aliyah dalam hati.
Sejak keluar dari parkiran cafe lindu hingga setengah perjalanan menuju rumah. Perasaan Aliyah jadi tidak enak. Ia segera melirik kaca spion di sampingnya. Ada mobil lain yang seakan-akan menguntit nya dari tadi atau hanya perasaan nya.
Di bawah guyuran air hujan yang semakin deras dan membuat aspal hitam yang terbentang di jalan semakin licin. Aliyah menambah kecepatan laju mobil nya dan terus membaca Sholawat Nabi Muhammad SAW, ketika mobil di belakang nya membunyikan klason.
"Ya Allah... Beneran ada yang ngikutin aku. Siapa dia? Apa mau nya, Ya Allah? Ya Allah.. Lindungi Aku dari orang yang jahat" rasa nya ingin menangis, ingin teriak tapi tidak saat ini. Aliyah mencoba meredakan kepanikan nya. Ia memegangi setir mobil nya dengan kuat dan terus menginjak gas mobil nya. Kini, ia harus segera mencari bantuan. Tangan kiri nya mengambil ponsel dari dalam tas di samping nya dan menscroll layar ponsel untuk mencari nama Zudith adik nya. Aliyah tidak mengurangi kecepatan mobil nya. Ketika mobil yang sedari tadi mengikuti nya mulai mendekati mobil nya.
Brakk...
Suara benturan yang kencang mengenai bagian belakang mobil Aliyah. Membuat kaget Aliyah dan membuyar kan konsentrasi nya.
"Assalamu'alaikum...." teriak Aliyah ketika sambungan video sudah tersambung ke ponsel Zudith. Zudith langsung melihat ke layar ponsel. "Wa'alaikumussalam, mbak Aliyah ada apa panik begitu" Zudith kaget melihat wajah panik Aliyah dan keringat dingin memenuhi wajah cantik nya.
"Zudith, tolong mbak Aliyah. Ada orang yang menabrak mobil mbak Aliyah" teriak Aliyah sambil tergopoh-gopoh.
"Mbak Aliyah posisi di mana, sekarang!" tanya Zudith yang ikutan panik melihat keadaan kakak nya yang semakin ketakutan.
Aliyah segera share lokasi posisi nya sekarang ke ponsel Zudith. Sedangkan mobil yang mengikuti pun berhasil mensejajari dan semakin memepet ke body mobil yang Aliyah kemudian kan.
Dug... Brakk..
Mobil Aliyah di tabrak oleh penguntit nya dengan kencang. Karena kaget dan tak fokus Aliyah pun membanting setir nya naik ke trotoar dan langsung menambrak pembatas jalan.
"Allahuu Akbar.. Ya Allah.. Aaaaaa" teriak Aliyah kencang
Seketika mobil yang di kendarai Aliyah berhenti dan kaca depan mobil Aliyah pecah berkeping-keping di jalan.
Setelah memastikan mobil yang di kemudikan Aliyah menabrak pembatas jalan. Mobil itu pun segera pergi meninggalkan Aliyah dengan keadaan yang tak di ketahui kepastian nya. Namun, dia sudah puas bisa mencelakai Aliyah. Ia menyunggingkan senyum seringai nya karena telah berhasil dengan rencana nya.
"Sekarang kamu rasakan gimana sakit nya rasa hatiku. Ketika orang yang sangat ku cintai lebih memilih dirimu di banding menerima cinta tulus ku kepada nya" ucap seseorang dari dalam mobil sambil tertawa puas.
Selang beberapa menit..
"Mbak Aliyah..." teriak Zudith dari luar dan terus mengetuk kaca jendela. Namun, Aliyah tak mendengar panggilan Zudith karena dia telah tak sadar diri.
Zudith semakin kalut dan bingung. Dia memutar otak cepat agar dapat menyelamatkan kakak nya yang telah terkapar di dalam mobil dan perlu pertolongan segera.
Akhirnya Zudith menemukan jalan untuk membuka paksa pintu mobil Aliyah yaitu dengan memecahkan kaca jendela di belakang agar kaca nya tidak mengenai tubuh Aliyah kembali.
Prakkkk...
Kaca jendela itu telah berhasil di pecahkan Zudith dengan segera dia mengangkat tubuh kakak nya telah berlumuran darah dan kepala Aliyah yang terbentur setir mobil.
****
Di hari yang sama dan waktu yang sama pulak
Di dalam sujud nya bunda berdo'a untuk kedua buah hati nya yang hingga pukul 03.00 pagi belum ada yang pulang ke rumah. Dan sedari tadi ponsel kedua nya di hubungi tidak ada yang tersambung.
"Ya Allah SWT.. Lindungilah kedua buah hati hamba dari marabahaya.. Jauhkan musibah yang akan menimpah nya. Beri kan kelancaran bagi kedua buah hati hamba. Ampuni segala kesalahan dan perbuatan yang di lakukan kedua buah hati hamba yang di sengaja maupun tidak di sengaja. Namun, jika Engkau menghendaki sesuatu terjadi kepada kedua buah hati hamba. Insya Allah dengan kekuatan Iman dan Islam hamba. Hamba terima dengan lapang dada dan terus berdo'a meminta Ridho Mu, Ya Allah. Selalu beri kesabaran dan keikhlasan dalam diri hamba karena semua itu hanya titipan Mu, Ya Robb.. Hamba hanya berdo'a hingga akhir hayat dalam keadaan Husnul-khatimah. Berharap sebuah kematian yang berakhir dalam kondisi yang baik, yang di Ridhoi oleh Allah SWT.. Aamiin Aamiin Ya Robballallamin"
Hingga adzan shubuh berkumandang bunda Aliyah belum mendapatkan kabar dari kedua buah hati nya. Namun, kedua orang tua Aliyah tetap khusuk menjalani sholat shubuh dua rakaat hingga di saat salam terakhir. Terdengar suara bunyi yang kenceng dari ponsel Ayah.
Segera Ayah mengambil dan melihat ke layar ponsel, tertera nama Zudith putra kesayangannya menghubungi.
"Assalamu'alaikum, Ayah" suara lirih Zudith.
"Wa'alaikumussalam.. Adik lagi di mana sampai shubuh belum pulang. Mbak Aliyah juga belum ada kabar" jawab Ayah Aliyah tidak langsung memarahi buah hati nya.
"Maafin Zudith, Ayah. Baru bisa kasih kabar. Ayah dan Bunda segera ke rumah sakit Al-Ikhlas. Mbak Aliyah sedang di rawat di sini. Mbak Aliyah telah mengalami kecelakaan lalu lintas semalam" Zudith akhirnya memberikan kabar duka itu kepada orang tua nya dengan menahan air mata yang ingin menerobos keluar dari kedua bola mata nya.
"Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun" ucap Ayah Aliyah. "Iya, Adik. Ayah sama Bunda segera meluncur ke sana. Tetap jaga mbak Aliyah"
"Baik, Ayah. Tenang kan hati Ayah, jangan tergesa-gesa Ayah. Tetap konsentrasi. Assalamu'alaikum, Ayah" ucap Zudith dengan cepat mengusap air mata yang menetes di pipi nya.
"Wa'alaikumussalam, Adik. Ayah baik-baik saja. Jangan khawatir kan, Ayah"
❤❤❤❤
Bersambung...