FORGET IT

FORGET IT
Pertama Atau Kedua



Setelah memarkirkan mobil nya di area parkir yang telah tersedia. Denis pun turun menghampiri Aliyah yang saat ini sudah berada di luar mobil.


"Beneran nih kencan nya mau di pasar malam aja?." tanya Denis yang sudah berdiri di samping Aliyah.


"Iya bee.. Yuk kita ke sana!." ajak Aliyah.


"Hmm" balas Denis singkat.


"Bee keberatan antar ay ke sini? Kayak nya tak ikhlas bee na!." ucap Aliyah sembari menundukkan kepala.


"Kata siapa bee tak ikhlas. Apapun yang di minta ay, Insya Allah bee akan turuti. Tapi, lihat dulu permintaan ayang nya, kalau itu dalam hal positif tidak membahayakan dan bisa buat ayang bahagia pasti bee nya akan turutin." ujar Denis sembari mencubit pucuk hidung Aliyah.


"Beneran bee ikhlas kan!." kata Aliyah lagi.


"Ikhlas, sayang. Ayo keburu bubar pasar malam nya." ajak Denis mengulurkan tangan nya ke arah Aliyah.


Lalu, Aliyah pun menggenggam tangan Denis dengan mesra. Dan kini mereka berdua berjalan bersama beriringan masuk ke dalam area pasar malam..


Di sepanjang Aliyah dan Denis berjalan. Nampak begitu banyak pasangan muda mudi yang berdatangan. Pasangan yang sudah berkeluarga sengaja datang untuk menyenangkan buah hati nya. atau pun segerombolan anak ABG yang ingin menghabiskan waktu malam di sana.


Pasar malam dadakan adalah pasar malam yang berpindah-pindah tempat atau musiman.


Di pasar malam itu biasanya akan di jumpai aneka macam pedagang dari mulai makanan, minuman, aksesoris, mainan anak-anak. Hingga beragam wahana permainan yang bisa kita coba dengan harga tiket yang terbilang murah, tidak terlalu menguras kantong kita. Jadi tidak heran kalau semua kalangan masyarakat rela mengantri demi mencoba wahana yang ada satu persatu.


Ada enam wahana khas pasar malam yang di gemari masyarakat dari mulai anak ABG hingga orang dewasa. Yang biasanya paling laris di serbu pengunjung mulai dari tong stan atau tong setan, bianglala, ombak banyu, rumah hantu, komedi putar atau carousel dan permainan lempar gelang.


Bahkan ketika kita memasuki area pasar malam tersebut. Wahana bianglala sudah menyambut kita terlebih dulu, karena memang bentuknya yang amat menarik perhatian mata pengunjung.


Apalagi kalau datang ke pasar malam dengan pasangan. Pasangan kekasih yang sedang merajut asmara, menaiki bianglala berdua tentu jadi pengalaman yang paling indah dan romantis. Kita bisa menikmati indahnya pemandangan dari kincir raksasa itu dengan ketinggian lebih dari 30 meter. Dan pasti nya perlu nyali yang lumayan besar juga.


Tampak lah bersinar di wajah Aliyah yang begitu senang saat berada di tengah-tengah pasar malam itu. Ia ingin sekali menikmati berbagai wahana yang telah di sediakan di sana.


Kini Aliyah dan Denis telah berhenti di depan wahana bianglala. Aliyah tampak antusias ingin sekali menaiki wahana tersebut.


"Bee.. Kita naik bianglala dulu ya." ajak Aliyah sembari menarik tangan Denis menuju sebuah loket penjualan tiket.


"Iya sayang" jawab Denis menuruti keinginan kekasih nya.


Setelah mendapatkan tiket dua lembar dengan cara mengantri dulu. Dan menunggu beberapa menit. Kini giliran mereka yang naik ke atas bianglala tersebut, dengan menyerahkan dua lembar tiket terlebih dulu yang telah mereka beli.


Denis dan Aliyah duduk berhadapan menunggu bianglala berputar pelan-pelan.


Sungguh indah menikmati pemandangan kota di malam hari dari ketinggian dengan di sinari lampu yang terang berkelap kelip dan juga sinar rembulan yang bersinar menerangi langit menambah keindahan saat ini.


"Ayang.. Sini, duduk dekat bee. Kayak orang lagi musuhan aja duduk na jauhan." ucap Denis sambil mengulurkan tangan nya ke arah Aliyah.


"Iya bee" jawab Aliyah singkat tanpa protes.


"Ayang.. Bee mau tanya. Pilih pertama atau kedua?." Denis memberikan pertanyaan kepada Aliyah.


"Yang terakhir." jawab Aliyah.


"Dengerin pertanyaan nya dung.. Tak ada kata terakhir." tolak Denis atas jawaban Aliyah.


"Iya bee.. Ay tau tak ada kata terakhir."


"Terus kenapa ayang jawab ntuu." Denis balik nanya ke Aliyah.


"Ya karena ay mau jadi yang terakhir dan tak ada yang lain di hati bee na." Aliyah menjawab dengan cemberut. "Kalau bee pilih apa hayo?." kini Aliyah yang membalikan pertanyaan Denis.


"Ya pasti bee pilih yang kedua karena bagi bee, ayang ntuu tak ada dua nya di hati bee na." jawaban Denis yang langsung dapat cibikan dari Aliyah.


"Tak percaya" goda Denis.


"Hmmm" jawab Aliyah.


Sekarang giliran Aliyah yang memberikan pertanyaan kepada Denis.


"Emm.. mulai dah gombalan ayang keluar. Kalau sudah begini bee pasti kalah." kekeh Denis.


"Apaan bee.. Ayo jawab pertanyaan ay na."


"Bee tak bisa jawab nya sayang. Bee nyerah aja kalau ay sudah ngeluarin jurus maut nya. Dari awal kenal ayang aja, bee sudah di buat mati kutuk sama gombalan ayang."


"Masa sih bee. Perasaan ay tak pernah gombalin bee na."


"Lupa atau pura-pura melupakan." balas Denis pura-pura merajuk.


"Bee.. "


"Apa sayang"


"Cepet jawab, bee."


"Bee nyerah aja lah. Tak bisa jawab nya." ucap Denis sembari mentoel pucuk hidung Aliyah.


Aliyah menjawab sendiri pertanyaan nya karena Denis menyerah. "Kalau senja ntuu kehadiran na cuma sesat aja. Tapi, kalau bee ntuu kehadiran na di hati ay untuk selama na."


"Aamiin.. Makasih sayang sudah nerima bee dengan segala kekurangan dan kelebihan bee."


"hehehe.. banyak kurang na bee dari pada lebih na." jawab Aliyah jahil.


"kok gitu" sela Denis.


"Kalau kurang ay kan bisa nambah minta lagi ke bee na. Tapi, kalau lebih entar ay di suruh ngembalikan ke bee na. Rugi dung." Aliyah langsung menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.


"Ntuu kan.. Pikiran bee tak pernah meleset, pasti ayang pintar ngejawab nya. Dasar bajaj.. Ngeles muluh." ucap Denis sembari memeluk tubuh Aliyah yang duduk di samping nya.


"Ampun bee.. Ay tak bisa nafas." teriak Aliyah.


"Kapok sukurin. Sini kalau tak bisa nafas, biar bee kasih nafas buatan." Denis menjahili Aliyah.


"Emm.. ntuu sih mau na bee." Aliyah memonyongkan bibir nya.


"Mengapa bee masih merindukan ay hingga sekarang? Ini karena bee masih mencintai ayang hingga sekarang. Dengan itu, bee bisikan pada rembulan. Apakah ay juga masih merindukan bee saat ini?." ucap Denis sambil menatap mesra ke arah Aliyah.


Aliyah menundukkan kepala nya, rona merah semburat menghiasi wajah manis nya. Sesaat terbang ke awang-awang, melayang hingga ke langit tujuh atas ucapan yang keluar dari bibir Denis. Senyum manis merekah dari bibir ranum Aliyah.


Cahaya terang yang terpancar dari sang rembulan mampu membuat malam yang gelap dan sunyi menjadi hidup nan indah.


"Ay lindu selindu lindu na bee.. Sangat lindu bee." jawab Aliyah sembari menyandarkan kepala nya ke dada bidang Denis.


🍃🍃🍃


Bersambung..


...**DUKUNG TERUS SELALU AUTHOR RECEH INI DENGAN CARA...


...LIKE...


...KOMEN...


...FAVORIT...


...RATE BINTANG LIMA...


...GIFT/VOTE...


...TERIMAKASIH🙏🙏...


...❣️❣️❣️❣️❣️**...