FORGET IT

FORGET IT
Cinta Kita



...Hang sun karepno biso ambi riko...


...Selawase yo meng ambi riko...


...Tapi kelendi maneng...


...Ceritone wes bedo...


...Sak ikine riko wes seng ono di gowo wong liyo...


...🍁🍁🍁...


...Yang ku harapkan bisa dengan kamu...


...Selamanya ya hanya dengan kamu...


...Tapi bagaimana lagi ceritanya sudah beda...


...Sekarang kamu sudah tidak ada, di bawa orang lain...


...❤❤...


Tak terasa hari telah berganti siang.


Tepat Pukul 15.00 WIB sore, kedua mempelai beserta keluarga telah bersiap untuk menuju tempat acara resepsi pernikahan Denis ❤ Aliyah di langsungkan.


Aliyah yang sudah dirias dan berganti gaun pernikahan yang sangat cantik nan indah, rancangan Uni Sari membalut indah di tubuh rampingnya. Terlihat bak princess, memakai gaun berwarna putih berpayet dengan hiasan bunga disebelah kanan kepalanya, menempel rapi di hijab putih. Menampakan keindahan warna kulitnya, serkata karangan bunga pernikahannya. Hingga kedua manik mata coklat Denis terpesona dibuatnya, membuat tak berkedip sedetikpun.


Aliyah memilih kain yang jatuh untuk gaun pernikahannya yang akan di adakan outdoor, agar lebih nyaman. Tampilan monokromatik akan jauh dari kata membosankan karena motif yang lebih gemerlap.


Gaun simpel berwarna putih senada dengan hijab yang menutup kepalanya. Membuatnya terlihat anggun, menyegarkan, segar, dan ceria.


Denis yang sejak tadi berdiri di ruang rias dan bersiap dengan setelan jas hitamnya, lengkap dengan dasi kupu-kupu yang bertengger di lehernya.


Pasangan halal yang tadi pagi baru mengikrarkan janji suci yang sakral itu, saling memandang dan tersenyum bahagia.


Denis melangkahkan kaki, menghampiri Ratu nya. Berbisik lembut di telinga Aliyah. "Kisah LDR-an yang rumit kini telah berakhir dengan indah. Dengan satu tarikan nafas dan Ijab Qobul, Bee melempar jauh batu kerikil yang tajam agar tak bisa memisahkan jarak yang terbentang. Agar Bee bisa mempertemukan Ayang dengan Jhoni" goda Denis dan disambut dengan ekspresi yang melongo oleh Aliyah.


"Bee.." cubit manja Aliyah di pinggang Denis.


"Auww, sayang. Sekarang sudah berani cubit-cubit, Bee"


"Biarin"


"Idiih, cubitnya milih tempat lagi" jail Denis semakin membuat merah merona wajah Aliyah.


"Iihhh, apaan sih Bee na. Di dengerin orang banyak ntuu" ucap Aliyah sembari mengkode Denis.


"Tak apalah, kan Ayang sekarang sudah sah jadi bini, Bee" elak santai Denis menggoda Aliyah.


"Huuuuh, selalu tukang bajaj nya ikut muluh" Aliyah mengerucutkan bibirnya di hadapan Denis.


Cup


"Alhamdulillah, rezeki nomplok datang sendiri di depan, Bee" ujar Denis yang habis mencuri cium bibir seksi Aliyah.


"Bee.. Lihat tempat dung. Tak malu dilihat orang" protes Aliyah.


"Taklah, ngapain malu. Yang ada itu Jhoni sudah ngebet banget ingin segera bertemu dan menyelam di danau yang sejuk dengan pemandangan yang menghijau, menyusuri lembah nan eksotik" Denis semakin menjaili Aliyah.


"Bee.. Dari tadi bahas Jhoni! Jhoni siapa sih, Bee?"


"Sudah jangan dibahas sekarang, nanti Jhoni semakin meronta. Yang ada dia ngambek, tak segera di keluarkan dari sarang emasnya" kekeh Denis mengandeng erat tangan kekasih halalnya, menuju ke halaman rumah Aliyah untuk bersiap masuk mobil dan meluncur ke tempat resepsi pernikahannya.


"Hahahaha.. Harap bersabar, ini bukan ulangan semester!" celetuk Zudith menyeringai pasangan bak Ratu dan Raja dalam sehari itu.


"Kawin.. Kawin.. Nanti malam saja, enggak sabaran amat! Amat saja masih setia menunggui dagangannya Begor Purnama" tambah abang Roji yang bertos ria meledek kedua pasangan yang tengah cengar cengir, terkekeh mendengar ledekan dari kedua saudaranya.


"Mbak Aliyah tadi enggak lupakan gosok gigi! Biar kelihatan cling dan putih nanti, bila berjemur berjam-jam. Bersih bersinar deretan gigi putihnya! Hahahaha," ledek Zudith lagi mengerjaiin kakak kesayangannya itu.


"Adiiikk" teriak Aliyah.


"Kan.. Kan, mulai! Rol action! Mana ekspresi nya! Kurang greget, kencengan lagi, teriaknya?" Bunda Lucy ikutan juga akhirnya, menjaili putri cantiknya.


"Bunda.." hanya kata itu yang terucap dari bibir ranum Aliyah, yang tercengang dengan kejailan Bunda nya.


🕊


🕊


Semua tamu undangan berdiri berjejer menyambut kedua mempelai. Tamu yang hadir adalah para sahabat, teman Ayah dan Bunda, tetangga, sanak keluarga berkumpul menjadi satu dalam acara resepsi pernikahan Denis ❤ Aliyah.


Sempurna! Kata itu yang cocok di ucapkan untuk pasangan DELIYAH. Pasangan yang kini menjadi sorotan utama. Pasangan cantik dan tampan sangat serasi, bagaikan Raja dan Ratu dalam istana yang damai.


Denis berjalan berdampingan dengan Aliyah, menggandeng erat tangannya. Menuju ke pelaminan yang telah di sediakan. ABC TEAM dan AB THREE berkolaborasi memandu acara dengan sangat luwes dan kocak, membuat para undangan tak bosan dan tak ingin menyudahi acara itu.


🕊


🕊


"Demi cintaku padamu. ke mana pun kau 'kan kubawa. Walaupun harus kutelan lautan bara" Aliyah bernyanyi sembari terus menggenggam erat tangan Denis.


"Demi cintaku padamu. Ke gurun kuikut denganmu. Biarpun harus berkorban. Jiwa dan raga" Denis berjalan terus memeluk pinggang Aliyah.


"Bulan madu di awan biru. Tiada yang mengganggu. Bulan madu di atas pelangi. Hanya kita berdua. Nyanyikan lagu cinta. Walau seribu duka. Kita takkan berpisah" duet Aliyah dan Denis.


Kedua mempelai terus berjalan menuju ke pelaminan sambil bernyanyi berdua dengan mesra.


"Andai dipisah laut dan pantai. Tak akan goyah gelora cinta. Andai dipisah api dan bara. Tak akan pudar sinaran cinta"


Kini kedua mempelai telah berdiri di pelaminan untuk bersalaman dengan para tamunya dan berfoto ria. Senyuman manis dari bibir kedua pasangan halal itu, tak pernah surut tersungging.


Banyaknya tamu yang bergantian bersalaman dengan kedua mempelai. Hingga tiba saatnya, tamu istimewa yang dinantikan oleh DELIYAH itu hadir. Saat rombongan para readers kesayangan DELIYAH melangkah ke arah pelaminan. Semua mata yang berada di tempat acara itu memandang terpana dan tak pernah menyangka jika pendukung DELIYAH hadir dalam pesta resepsi pernikahan yang tengah berlangsung.


Mereka adalah Akak Eka Alfarizi, Akak Iin, Akak Melita, Akak Sari, Akak Ony, Akak Ayu, Akak Gimbul Fatimah, Akak Yanti, Akak Susan, Akak Mei, Akak Fal, Akak Juan, Akak Fina, Akak Aisha, Bunda Emi, Bunda Shifa, Akak Aris, Akak Anggun, Akak Ni, Akak Ira, Akak Imas, Akak Maria, Akak Ecce, Akak Fatheema, Akak Amel, Akak Butet, Bunda Azka Inayah, Akak Ecka, Akak Eka D, Akak Retno, Akak Adist, Akak Wulan, Akak Kurni, Akak Qinara, Akak Vitria, Akak Dinny, Akak Isty, Akak Luna, Mam Azka, Akak Ririn, Akak Dee, Akak Pipit, Akak Ruri, Akak Melan, Akak Ade, Akak Rei, Mamake Alif.. Dan masih banyak lagi nama-nama para readers kesayangan yang belum tertulis di sini, tapi mereka semua telah setia mendukung dan mengawal DELIYAH hingga SAH.


Kini waktunya performance ABC TEAM dan AB THREE.


ABC TEAM unjuk gigi.


Chandu Asmara maju berdiri bersama ABC TEAM test suara.


"Ayo mulai nyanyi dengan ekspresi sedih, mewek" ucap Bang Bridav.


"Stop.. Stop.. Kurang menghayati. Masa sedih seperti itu" kata Abang Noah.


"Kasih contoh dulu, Abang Dhiv" balas Chandu Asmara.


Abang Dhiv memberikan contoh dengan gemulai gerakan yang menyedihkan. 🙈🤭


"Tarik sis" Bang Noah.


"Semongko" Abang Dhiv.


"Ojok semongko (jangan semangka)" kata abang Bridav.


"Lha opo (terus apa)" Chandu Asmara bertanya.


"Iki telo.. Iki telo.. (ini ketela)" jawab ABC TEAM kompak.


"Lanjut"


"Tarik sis" teriak Chandu Asmara.


"enggak pakai tarik" Bang Dhiv.


"Terus apa" Chandu Asmara.


"Kamu enggak pakai tarik. Kamu ulur saja sudah masuk"


"Yuk lanjut lagi"


"Tarik sis"


"Iki telo.. Iki telo"


"Menanti dirimu kembali, di sini ku tetap menanti. Akan kucoba untuk menanti dirimu bang Noah"


"Asik.. Tarik.. Ajur jum"


"Tug.. Tug.. Ja.. Ja"


Sesi tanya jawab.


"I love you"


"Aku cinta padamu"


"I like you"


"Aku suka padamu"


"I don't know"


"Aku tidak tau"


"Hahaha.. Katanya pintar bahasa inggris, kok jawabannya enggak tau"


"Lagi-lagi yuk"


"Ibu mencium bayi"


"Mother kiss baby"


"Bapak mencium ibu"


"Father kiss mother"


"Belum waktunya, nunggu nanti tengah malam" celetuk bang Dhiv alias Kang Panci (pandangan cinta).


Sensi sambung lagu.


Tung.. Tung.. Tak.. Gendang dut.


"Sayang, aku bukanlah bang Toyib yang tak pulang-pulang. Yang tak pasti kapan dia datang. Sabar sayang.. Sabarlah sebentar. Aku pasti pulang karena aku bukan, aku bukan bang Toyib"


Hek.. a. Hek.. a..


"Suatu hari nanti, pastikan bercahaya pintu akan terbuka. Kita langkah bersama. Di situ kita lihat, bersinarlah hakikat. Debu jadi permata. Hina jadi mulia" Bang Noah.


"Bara-bara.. Bere-bere"


"Pengen ku SMS-an, Wedi karo bojomu. Pengen telfon-telfonan, Wedi karo bojomu. Pengen ku ngomong sayang, Wedi karo bojomu. Nanging karep ati iki ora keno dilereni, aku isik wedi karo bojomu" Bang Bridav.


Sambil goyang maju mundur.


"Suatu hari nanti"


"Wedi karo bojomu"


Goyang terus.


Pintu akan terbuka"


"Wedi karo bojomu"


"Di situ kita lihat"


"Wedi karo bojomu"


"Ambyar.. Hoe.. Hoe.." Bang Dhiv terus bergoyang maju mundur sesuai dengan alunan gendang yang mengiringi abang Noah dan abang Bridav sambung lagu.


Salahkah diriku bila merindukanmu?


Sedangkan dirimu juga merindukanku


Walaupun ku tahu kau ada yang memiliki


Tapi cintaku tetaplah untukmu


❤️❤️❤️❤️


Hoa..Hoe..Hoa..Hoe.. Wawa melipir dulu nyimak di pojokan sambil ngakak makan kuaci..


Jangan lupa like, komen, favorit, vote dan juga kopi, mawar merah. Terimakasih 🙏🌹🥰🥰