FORGET IT

FORGET IT
Empat



Aku melangkah kedapur tujuh orang itu mengikutiku.


"Kenapa mengikutiku? kalian disini saja, aku ambilkan minuman dulu untuk kalian" ucapku sambil memijit pelipis. Pusing ku kali ini akan lama karena aku tidak muntah sama sekali tadi, padahal biasanya aku muntah sampai menghabiskan semua yang kumakan.


"Tak usah" Ucap salah satu dari mereka. Dia tiba-tiba mengangkatku seperti menggotong karung beras. Tentu saja aku kaget.


"Hei, turunkan aku. Aku bisa muntah kalau begini" dia tak mendengarkan. Malah membawa ku kekamar, eh bukan dia membawaku kekamar mandi. Lama digotong bak karung beras membuatku sudah tak tahan ingin muntah saat ini juga. Untung saja dia menurunkanku segera, kalau tidak aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi selanjutnya. Yang jelas itu pasti sangat memalukan.


Selama aku muntah dia memijit tengkuk leherku, itu berhasil membuatku merasa lebih baik. Lemas tentu saja kurasakan namun aku masih sempat mengosok gigi dan membersihkan mulutku. Karena aku juga tak akan nyaman kalau merasakan bau muntahan khas alkohol, jika tidak aku pasti susah tidur karena ketidaknyaman.


Aku keluar dari Kamar mandi. Kulihat semuannya sudah ada dikamarku tanpa terkecuali.


Sungguh ini sangat memalukan, wajahku bak kepiting rebus sekarang. Para pria tampan ini pasti mendengar saat aku muntah tadi. Ngapain meteka disini? apa mereka tidak jijik padaku? konyol sekali.


"Terima kasih " ucapku pada pria yang menggotong sekaligus memijit tengkuk ku tadi.


"Jimin, nama ku Park Jimin" ucapnya.


Aku mengangguk dan tersenyum tipis padanya.


Kulirik yang lain seolah ingin mereka memperkenalkan diri. Dan rupanya mereka mengerti maksudku, dan langsung memperkenalkan diri masing-masing.


"Aku kim Namjoon, kau pasti sudah tahu" Ucap pria yang paling tinggi, bahkan tinggiku tidak apa-apanya dibanding dia. Aku membalas perkataan mereka dengan anggukan.


"Aku Kim Taehyung" rupanya pria bersuara berat itu bernama Kim Taehyung.


"Jeon Jungkook" ucap pria yang giginya seperti gigi kelinci .


"Jung Hoseok" pria yang dingin, namun dipelukannya membuatku nyaman. Ingatan ku kembali ketika di bar tadi.


"Kim Seokjin" bibir pria ini begitu mengoda imanku, aku ingat rasanya saat berciuman dengannya. Tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.


"Min Yoongi" ucap pria berkulit pucat itu, dia bahkan lebih dingin dari Hoseok. Aura Swagnya berada dilevel tinggi.


Aku membalas perkenalan mereka dengan anggukan.


"Namaku Calistha, terserah kalian ingin memanggil ku apa". Giliranku memperkenalkan diri.


"Sudah ya, aku ingin istirahat. Kalian ingin pulang atau menginap disini ?" ucap bertanya.


"Kami ingin menuntaskan misi" ucap Kim Seokjin. Mata ku membulat mendengarnya, aku paham apa yang ia maksud.


Suasana terasa mencekam, efek alkohol masih belum hilang. Seokjin mendekatiku, kemudian menyentuh bibirku dengan ibu jarinya. Dia membawaku berjalan mundur hingga menyentuh pinggir ranjang. Dia sedikit mendorongku, membuat aku duduk sekarang. Dia sedikit mencondongkan badan kearahku, meremas daguku agar menatapnya.


"Kau tahu, kenapa tadi kami memperkenalkan diri ?" Aku mengeleng dengan polos sebagai jawaban atas pertanyaannya.


"Tentu saja agar kau bisa menyebut nama kami saat kau mendesah nanti" kata-katanya membuat ku merinding, mata ku makin membulat saja. Dia menciumku. Aku kaget, kudorong dada bidangnya agar ciuman ini terlepas. Namun nihil, kekuatannya tak sebanding denganku.


"Aku baru tahu, soju rasanya begitu manis disini" ucapnya setelah melepaskan ciuman tadi.


"kau... kenapa kau melepas baju? " tanya ku gugup. Dia kembali mencium ku, semakin dalam hingga aku berhenti meronta. Oh tidak, kini aku menikmati ciuman ini. kami saling ******* bibir satu sama lain, meskipun aku tidak pandai dalam hal ini tapi berkat keahliannya membuat ciuman ini semakin panas, kami bertukar saliva sekarang.


Srakkkk


Baju ku disobek oleh jimin, kini ciuman ku dengan Seokjin terlepas. Rok yang aku kenakan pun dilepas, dan pelakunya Kim Taehyung. Kini tinggal Bra dan celana dalam ku yang berwarna sama yaitu hitam saja yang masih melekat. Aku merasa malu, kututupi wajah dengan kedua telapak tanganku yang kecil agar mengurangi rasa malu ini.


Hoseok menarik lengan kananku dan jimin menarik lengan kiriku. Wajah ku terlihat sekarang.


"Jangan menutup wajahmu, nikmati saja permainan ini" seru Seokjin sambil melepas Bra yang kukenakan. Kini tubuh bagian atasku polos tanpa busana namun tak lama celana dalamku pun menyusul ikut menghilang dan pelakunnya Min Yoongi. Aku telanjang bulat sekarang.


Mereka mulai menyentuhku dimana-mana. Ada yang meremas dan ada yang memilin payudaraku, kadang ada yang menghisapnya secara bergantian, sebagiannya menciumku dan sebagian menaruh tanganku diorgan intim mereka, ini.... seperti ada jutaan kupu-kupu yang ada diperutku, rasanya sangat mengelitik bercampur nikmat. Apalagi kini pria berkulit pucat bernama Yoongi itu tengah masukkan jarinya ke lobang intiku. Membuat aku menggeliat seperti ulat, desahan ku mulai ekstrim.


"emmm ahh itu ah Yoongi ah mmm "


"Nikmati itu sayang, jangan menahan desahanmu"


Aku tak henti-hentinya mendesah, apalagi kala dua jari panjang Yoongi dengan lihai memainkan lubang intiku.


"Ahhh shit ahhhhh Yoongi ahh ak u tak ah kuat aku kelu ah ar "


Cairan pertamaku keluar. Beberapa menit kemudian percintaan ini kami lanjutkan lagi. Sekarang Kim Taehyung yang bermain dengan intiku. Dia menjilat habis bagian bawah milikku, lidahnya maju mundur memasuki intiku. Ini membuatku gila, aku menarik kepalannya agar lidahnya masuk lebih dalam. Aku menggeliat hebat, tubuhku bergetar. Aku tak tahan lagi, aku ingin lebih. Tubuhku setengah duduk sekarang. Cairanku keluar lagi. Kini giliran Hoseok, kali ini dia langsung pada intinya. Aku bersyukur akan hal itu, karena aku sudah tak tahan ingin dimasuki. Aku tahu, aku gila sekarang.


Hoseok mengeluarkan senjatanya.


Glekkkk... ini mengesankan.


Dia mulai memasuki ku, aku mendesah hebat dibawahnya.


"emmm Hoseok ah mm ahh "


Desahan ku dan hoseok mengema dikamar ini, permainan semakin panas hingga cairan milikku keluar beberapa kali.


Percintaan ini berlanjut sampai semuanya terpuaskan.


Dan kejadian yang sama terulang kembali, namun ditempat dan suasana yang berbeda. Suasananya lebih panas karena pertama aku masih dikuasai alkohol dan kedua karena aku mendesahkan nama mereka. Benar kata Seokjin ini sangat nikmat meskipun sangat melelahkan.


Aku lelah sekali namun mereka tak mengijinkan ku tidur dulu, awalnya aku khawatir. Takut mereka ingin lagi disaat tenaga ku sudah tidak ada. Namun aku telah salah sangka, mereka memasukkan aku ke bak mandi yang sudah mereka siapkan air hangat disana. Aku dimandikan dengan sangat hati-hati, mereka memperlakukan ku seperti bayi.


Aku tertidur selama dimandikan, selanjutnya aku tak tahu bagaimana mereka memperlakukanku. Yang jelas aku merasa nyaman sekarang. Mataku terbuka sebentar melihat sekeliling, rupanya aku sudah dipakaikan piyama, selimut hangat ini begitu nyaman. Seprei yang kami pakai saat bergulat tadi sudah diganti baru. Aku penasaran bagaimana hebohnya mereka tadi. Aku hanya tersenyum membayangkan. Tunggu....dimana mereka. Aku berusaha bangun meskipun badanku terasa sakit. Tiba-tiba tangan seseorang melingkar diperutku sebelum aku bangun.


"Mau kemana? kau baru saja tertidur. Jangan bangun dulu"


Aku menoleh kebelakang lalu berbalik menghadapnya. Rupanya itu Min Yoongi, dia tidur disebelahku. Dia memelukku sekarang, kepalaku tepat didada bidangnya ini sangat nyaman.


"Kau disini? yang lain dimana? " tanyaku padanya dengan suara lemah.


"Jangan khawatirkan mereka, Namjoon, Hoseok dan Jimin ada dikamar tamu. Jungkook dan jin tidur di sofa"


"Lalu? Taehyung tidur dimana? " tanyaku lagi.


"Aku disini sayang" Taehyung memeluk ku dari belakang, pantas saja suaranya terdengar dekat ditelingaku. Rupanya dia tidur diatas ranjang yang sama. Berarti kami tidur bertiga disini dan aku ditengah mereka berdua.


"Tidurlah, atau kau ingin jagoan ku bangun.. hm? "


Aku tersenyum mendengarnya.


"Baiklah aku tidur, selamat malam Tae, Yoongi " ucapku sambil menutup kembali mataku.


Cup


Yoongi mengecup sebentar bibirku, dan Tae mencium kepalaku.


"Selamat malam juga sayang" ucal keduannya.


Kehangatan ini membuatku terlelap dengan cepat.


Semuanya tertidur pulas.