FORGET IT

FORGET IT
Mengenalkan Kekasih Denis



Selamat membaca...


❣️❣️❣️


Kini mobil yang di kendarai Denis melaju dengan kecepatan sedang meninggal kan warung mbok Rumi menuju tempat yang telah di janjikan Denis buat kejutan kepada Aliyah.


Di dalam perjalanan terjadi suasana hening karena Denis dan Aliyah tidak ada yang berbicara. Namun, selang beberapa menit saja. Denis mulai melirik ke arah Aliyah yang sedang manyun membuang pandangannya ke luar jendela mobil di samping nya.


"Sayang, bee ada di sini lho! Kenapa ayang lihat na ke luar sana? Tak mau pandang wajah bee? Ya sudah besok bee balik ke kalimantan aja ya?." ucap Denis memecah keheningan yang tercipta di dalam mobil.


"Hmm" jawab singkat Aliyah tetap tidak menoleh ke arah Denis. Hati nya masih kesal dengan si lampir.


Aliyah masih terngiang-ngiang dengan ucapan Eva tadi.


Flashback on ucapan Eva di warung mbok Rumi.


"Den, dapat salam kangen dari si Maya. Kata nya dia masih menunggu kedatangan kamu di rumah nya, untuk segera menghalalkan nya." ujar Eva sambil mengedipkan matanya dengan genit.


Aliyah kaget dengan mendengar perkataan Eva. "Siapa lagi si Maya ntuu?." tanya Aliyah absurd dengan wajah yang sudah asem. "Ngapain juga pakai salam-salam, suruh datangin rumah nya lah, yang cepat halalin lah. Emang bee masih punya hubungan kah sama Maya teman lama nya itu? Atau Maya ntuu pacar na bee yang dulu?." Aliyah langsung memegang kening nya yang pening."


Flashback off.


"Sayang, dengerin bee. Kita mempunyai akal bukan hanya sekedar untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk aja. Maka untuk itu, jangan lah kita bersikap lemah di hadapan musuh kita sehingga kita mudah tuk di tindas, di injak, di hina bahkan di permainan kan oleh nya. Dan sebaliknya, jangan lah kita bersikap keras terhadap nya karena itu akan mempermudah untuk dia menghancurkan kita. Lihat orang bermain layang-layang, mereka pasti menarik ulur benang nya. Jadi kita bisa belajar dan mengerti dari situ juga." ujar Denis sambil melirik ke arah Aliyah


"Dan jangan terlalu berlebihan memuji dan mencela seseorang. Karena, kita tidak akan pernah tau ke depan nya. Bisa jadi orang yang kita puji justru akan membuat kita hancur berkeping-keping dan bersedih. Dan sebaliknya, bisa jadi orang yang kita cela, kita benci sampai ke ubun-ubun justru bisa menolong kita, membuat kita kuat dan membahagiakan kita." tambah Denis lagi dan memasang senyum tipis menawan yang sangat nyaris tak terlihat.


Sesaat Aliyah mengagumi senyum sang pemilik hatinya. Seketika bibir Aliyah tersenyum manis memperlihatkan barisan gigi yang putih dan tertata rapi.


Aliyah menyentuh dadanya yang berdetak begitu cepat, terasa sangat berdebar-debar tak karuan. Kini tampak lah di wajahnya semburat merah. Perasaan itu kini datang lagi, di saat dia berdekatan dengan Denis.


Ya, perasaan bahagia yang kini di rasakan oleh Aliyah tak bisa di lukiskan dengan berjuta kata-kata indah, karena hati nya lagi berbunga-bunga berada di samping raja nya.


Tak ada obrolan apapun lagi. Yang terdengar hanya lah alunan musik dari radio mobil yang sengaja di nyalakan oleh Aliyah untuk mengisi keheningan di dalam mobil merah maroon itu.


🎼🎼🎼


...Kasmaran...


...By-Evie Tamala...


...Tatapanmu, senyumanmu...


...Tiada pernah aku lupakan...


...Bisikanmu, suaramu...


...Merdu merayu menggoda...


...Tiada siang, tiada malam...


...Raut wajahmu s'lalu terbayang...


...Begini lah, oh rasa nya...


...'Pabila sedang kasmaran...


...Jatuh cinta berjuta rasa...


...Ada rindu bila tak jumpa...


...Jatuh cinta berjuta rasa...


...Ingin s'lalu mesra berdua...


...Bersamamu aku bahagia...


...Kepadamu ku kan setia...


...Kemarilah, oh sayang ku...


...Jangan kau jauh-jauh dariku...


...Bernyanyilah bersamaku...


...Dalam irama yang syahu...


...Tatapanmu, senyumanmu...


...Tiada pernah aku lupakan...


...Bisikanmu, suaramu...


...Merdu merayu menggoda...


...Jatuh cinta berjuta rasa...


...Ada rindu bila tak jumpa...


...Jatuh cinta berjuta rasa...


...Ingin s'lalu mesra berdua...


**


"Sayang, ada apa dengan bee?." tiba-tiba Aliyah nyeletuk dengan pertanyaannya.


"Tidak ada apa-apa, lope." ucap nya lembut lalu tersenyum ke arah sang pujaan hati nya.


"Ay perhatikan sejak tadi, bee senyum-senyum sendiri lho. Emang apa yang bee pikirkan?." tanya Aliyah yang ternyata penasaran.


"Lagi seneng aja, sayang." jawab Denis santai.


Tapi ternyata Aliyah masih penasaran dengan apa yang sedang di pikirkan Denis, hingga membuat dia senyum-senyum sendiri. "Seneng apa bee, hayoo? Apa bee sedang mikirin si Eva atau si Maya? Sampai bee senyum-senyum sendiri gitu lho!." sungut Aliyah.


"What?." tanya Denis menautkan kedua alisnya kaget dengan todongan pertanyaan Aliyah yang membuat nya terkekeh.


"Bee, ihh. Malah tertawa bahagia. Tak ada yang lucu. Di larang ketawa!." ucap Aliyah sewot sembari mengerucutkan bibir nya yang ranum.


"Kalau bibir na gitu, pingin rasa na bee comot." goda Denis dengan kejahilan nya.


"Bee..." teriak Aliyah.


"Apa, sayang. Tak usah berteriak lah, ayang na. Sini bee bisikin." Denis melirik Aliyah lalu mendesah panjang. Denis bisa merasakan kecemburuan Aliyah pada hatinya.


Aliyah segera menoleh dan tersenyum pada Denis. "Bee, ma'afin ay, na." ucap nya.


"Kenapa ayang minta ma'af? Ayang tak buat salah pada bee?." tanya balik Denis.


"Salah ay pada bee adalah cemburu yang sangat besar bahkan berlebihan." jawab Aliyah menundukkan kepala.


"Tapi, bee senang, bahagia dengan kesalahan ayang yang seperti itu." jawab Denis yakin.


"Lho kok gitu, bee?." tanya Aliyah ke arah Denis dengan kebingungan nya.


"Iya lah, siapa yang tak seneng dan bahagia bila melihat kekasih nya cemburu. Ntuu nama nya suatu keberkahan bagi bee." ucap Denis masih mengulas senyum manis nya.


"Lha tambah aneh nih bee na, gitu kok di bilang keberkahan?."


"Sayang.. Bee tanya ke ayang, kalau cemburu ntuu tanda nya apa?."


Aliyah menghela nafas panjang lalu melepaskan nya perlahan. "Cemburu tanda nya cinta, bee." akhirnya Aliyah menjawab pertanyaan Denis.


"Bee bahagia banget bisa miliki cinta dan hati, ayang." ucap Denis sembari mengelus pipi chubby Aliyah.


Denis meraih tangan kekasih nya itu. Lalu mencium nya dan terus menggenggam tangan itu di sepanjang jalan menuju ke tempat pemakaman bapak Denis dan membiarkan kekasihnya menyandarkan kepalanya di bahu kiri Denis.


***


Setelah menempuh perjalanan yang tak begitu lama Akhirnya Denis memarkirkan mobil yang di kendarai nya dengan rapi di pelataran pemakaman di desa nya.


Mereka berdua berjalan bergandengan tangan menuju pusara orang tua Denis.


Sesampainya di tempat pusara bapak nya. Denis mengucapkan salam dan berdo'a untuk bapak tercinta nya.


"Assalamu'alaikum, bapak. Denis datang dengan membawa calon menantu buat bapak." ucap nya.


Denis meraih kembali tangan Aliyah yang sedari tadi duduk di samping nya bersama-sama mendo'akan sang bapak.


"Denis datang ke sini untuk mengenalkan kekasih hati Denis, ratu dalam hidup Denis. Ijinkan dan restui Denis untuk segera menghalalkan gadis pilihan hati Denis." ucap nya mengutarakan isi hati nya kepada sang bapak.


Aliyah menjadi trenyuh dan terharu mendengar ucapan hati sang kekasih yang meminta restu pada bapak nya. Hingga tak terasa di sudut mata Aliyah telah menggenang airmata yang tak tertahan lagi dan jatuh juga di pipi chubby nya.


Denis mengelus pipi mulus dan chubby milik Aliyah. "Kenapa, ayang menangis?."


"Tak apa, bee." Aliyah menyusupkan wajahnya ke dada bidang Denis, kemudian Denis memeluk tubuh Aliyah.


"Denis dulu pernah berjanji pada bapak, jika Denis sudah mencintai seseorang gadis dan cocok akan menikahinya maka Denis pasti membawanya ke makam bapak untuk memperkenalkan nya. " ucap Denis.


"Assalamu'alaikum, bapak. Aliyah datang untuk memperkenalkan diri kepada bapak. Ijin kan dan restui hubungan kita ini. Semoga dengan adanya restu dan ijin dari bapak. Hubungan kita ini menjadi semakin lancar hingga waktu nya tiba." ucap Aliyah dalam keheningan sunyi nya tempat pemakaman itu*.


"Terimakasih, sayang. Sudah menerima bee, apa ada nya. Ayang bisa menerima kekurangan dan kelebihan bee. Bee sangat mencintai dan menyayangi mu, sayang." ucap Denis dengan bersungguh-sungguh tidak ada guratan kebohongan di wajah Denis.


"Sama-sama bee, kita saling menerima kekurangan dan kelebihan kita masing-masing. Jadikan kelebihan bee untuk menutupi kekurangan ay. Dan sebaliknya ay akan menutupi kekurangan bee dengan kelebihan ay. Maka dengan begitu lah kita saling melengkapi suatu hubungan yang kita jalani dan kita memupuk nya hingga tetap subur dan bersemi cinta dan kasih sayang di hati kita." ujar Aliyah sembari mengerat kan pelukan nya.


Begitu lah yang seharusnya menjaga dan mempertahankan suatu hubungan jika masih ada kenyamanan dan ketenangan jiwa hingga kita bisa merasakan suatu kebahagiaan yang tak bisa terlukiskan dengan kata-kata.


❣️❣️❣️


Bersambung...


Tetap berikan dukungan pada author yang bengek ini dengan tinggalkan jejak berupa like, komen, rate bintang lima dan jadikan favorit.


Terimakasih dan tetap jaga kesehatan kalian 🙏🤗🤗


Terimakasih yang special buat bee Iwa yang tetap mendukung ay, yang selalu memberikan support ay. Tetap lah tersenyum buat ay karena senyuman bee adalah penyemangat bagi ay.


Dan jaga kesehatan bee.. Jangan banyak begadang, istirahat yang cukup dan makan yang teratur.


I love you more.. My king...


Eemmuuaacchh...


❣️❣️❣️