FORGET IT

FORGET IT
Hangatnya Mentari



...Hangatnya mentari, tak sehangat senyummu.....


...Sejuknya embun pagi, tak sesejuk tutur katamu.....


...Luasnya lautan, tak seluas cintamu padaku.....


...Jauhnya jarak yang terbentang memisahkan kita.. Tak menyurutkan api cinta Bee yang kian membara.....


...❤❤❤❤...


Semua para tamu undangan beserta keluarga besar dari kedua mempelai yang hadir di acara resepsi pernikahan Denis dan Aliyah terlihat sama bahagianya seperti kedua mempelai. Aura positif begitu kental terasa hangat, langit pun begitu cerah ikut mendukung kebahagiaan pengantin baru itu.


Tibalah di puncak acara resepsi pernikahan Denis dan Aliyah. Kedua mempelai turun dari pelaminan dan berdiri di tengah-tengah tempat acara yang telah disediakan.


Denis dan Aliyah menerima mikrofon dari host fenomenal ABC TEAM, untuk berduet kembali menyanyikan sebuah lagu favorit mereka berdua, yang biasa mereka nyanyikan.


"Kau jaga selalu hatimu, saat jauh dariku tunggu aku kembali" Denis memulai menyanyikan sebuah lagu favorit berdua.


Mencintaimu aku tenang


Memilikimu aku ada


Di setiap engkau membuka mata


Merindukanmu selalu ku rasakan


Selalu memelukmu penuh cinta


Itu yang selalu aku inginkan


"Kau mampu membuatku tersenyum


Dan kau bisa membuat nafasku lebih berarti" Aliyah berduet dengan Denis lagu kesayangannya.


Kau jaga selalu hatimu


Saat jauh dariku tunggu aku kembali


Ku mencintaimu selalu


Menyayangimu sampai akhir menutup mata


Denis menggenggam erat tangan istrinya, lalu mengecup punggung tangan Aliyah. Dan membisikkan kata-kata yang menusuk jantung Aliyah, hingga membuat Aliyah tersipu malu dan merubah warna merah merona di wajah Aliyah dengan sempurna


Memilikimu adalah bahagiaku..


Mencintaimu adalah kasih sayangku..


Memelukmu adalah keinginanku..


Dan memikirkan mu adalah n4fsuku..


Hati Aliyah sangat tersentuh saat mendengar kata-kata yang diucapkan Denis barusan, hingga air mata bahagia meluncur dengan bebas dari kedua matanya.


Kau jaga selalu hatimu


Saat jauh dariku tunggu aku kembali


Ku mencintaimu selalu


Menyayangimu sampai akhir menutup mata


Aliyah menyanyikan kembali lagu itu hingga akhir.


"Kini, peluklah aku, sentuhlah aku! Aku halal untukmu, my king" bisik manja Aliyah pada Rajanya.


"Kau memang tercantik dalam duniaku, sayang. I love you my queen" puji Denis mengecup kening Aliyah.


"Love you too my king. You are really very handsome, my sun (kau sungguh sangat tampan, matahariku)"


Aliyah merangkul lengan suaminya, mereka saling menatap intens dengan senyuman yang merekah di kedua sudut bibir mereka. Perlahan Denis mengecup bibir tipis semanis gulali milik bidadari yang tak bersayap yang kini sudah halal menjadi miliknya. Dengan merapatkan rangkulan tangannya yang melingkar di pinggang Aliyah. Mendekap sang istri penuh cinta dan kedamaian yang luar biasa.


Seketika suara gemuruh tepuk tangan menghiasi kemesraan mereka berdua.


"No debat! Buat yang jomblo cuma bisa gigit jari!" ledek Aliyah kompakan dengan Denis kearah Riris sambil memeletkan lidahnya.


Riris hanya bisa manyun cemberut melihat kesongongan para sahabatnya bersama pasangan mereka.


"Awas saja kalian, ngeledek aku bisa kualat jadi jambu mente!" Riris melototkan kedua mata dan berkacak pinggang seperti orang yang mau melabrak velakor yang ketangkap basah sama pemilik singkong Jawa tulen.


Tak ada hujan tak ada petir, tiba-tiba dari arah belakang Riris. Ada seorang pria tampan yang mengajaknya berdansa bergabung dengan ketiga sahabatnya itu.


"Nona cantik, mau kah berdansa dengan saya?" ajak pris tampan yang terlihat maskulin.


"Tidak sedang bermimpikah aku?" Riris menyakinkan dirinya.


"Hai nona cantik, kok ngelamun?" pria tampan itu mengibas-ngibaskan jemarinya ke wajah Riris yang terbengong.


"Pak Krisna! Bapak tidak sedang meledek saya juga kan?" tanya Riris berhati-hati, takut kegeeran.


"Jangan panggil bapak kalau di sini, bisa hancur ketampanan saya nanti" canda Krisna pada Riris.


"Upsst, maaf Pak Krisna" ucap Riris meminta maaf pada asdos tampan itu.


"Tuh kan panggil bapak lagi, bisa jatuh harga ini!" kekeh Krisna sembari berjalan menggandeng tangan Riris untuk berdansa berkumpul dengan para sahabat somplaknya.


"Woow keren.." teriak Doni.


"Ada gosip baru nih" tambah Labibah seraya mengkode Aliyah.


"Fresh, baru keluar dari oven" celetuk pengantin baru.


"Masih hot hot.." ledek Doni yang berdansa mesra dengan Labibah.


"Sirik amat kalian bertiga! Tak suka kalau sahabat kalian laku!" balas Riris.


"Pasti bahagialah, lihat sahabat tak jomblo lagi! Tapi.." Aliyah tidak meneruskan kalimatnya karena Denis sudah membungkam bibir Aliyah dengan bibirnya.


"Astaga, kamvret kalian berdua! Doyan amat nih laki bini pamer kemesraan!" omel Doni.


"Kita juga bisakan, baby?" celutuk Labibah.


"Hai.. Hai.. Belum halal, sertifikat belum turun, belum berstempel! Jangan macam-macam! Bisa kena adab rahasia ilahi, kapok kalian berdua!" cerosos Riris yang mengingatkan Doni dan Labibah.


Krisna hanya bisa tersenyum simpul melihat keolengan para mantan mahasiswanya yang baru kemarin memakai toga tanda kelulusan.


Waktu terus bergulir semakin larut, detik demi detik pergantian jam terlewati.


Zudith melangkah menghampiri kedua mempelai. Meminta izin pada sang kakak ipar barunya untuk mengajak berdansa kakak perempuan satu-satunya yang dia miliki.


Denis memberikan tangan istrinya pada Zudith adik kesayangan Aliyah. Mereka saling menggerakkan kaki beriringan sesuai irama lagu yang sedang diputar.


"Selamat menempuh hidup baru, mbak Aliyah, sayang" ucap Zudith.


"Terimakasih adik mbak yang bandel. Kini telah usai tugasmu untuk menjaga mbak selama 24 jam full" kekeh Aliyah.


"Kata siapa telah usai?" cibik Zudith.


"Kata mbak lah! Kan sekarang sudah ada Bee Denis yang selalu menemani dan menjaga mbak Aliyah!" Aliyah menatap adik kandungnya.


"Enak saja! Tugas adik yang selalu menjaga kakak perempuannya tak akan terhenti walaupun mbak Aliyah telah menikah dengan akak Denis! Aku akan selalu memantau 24jam! Walaupun mbak Aliyah sudah menikah, aku tak mau ada yang nyakitin mbakku ini!" ujar Zudith yang terus mengayunkan kaki sesuai irama lagu.


"Terimakasih kesayangan mbak, selalu jadi adik mbak yang tangguh ya! Yang selalu bisa mengayomi keluarga seperti Ayah Ahwan! Dan selalu bijak dalam mengambil langkah serta keputusan dengan damai!" ucap Aliyah dengan air mata yang merembes di pipi chubby nya.


"Bahagia selalu mbak Aliyah. InsyaAllah akak Denis pilihan yang tepat buat pasangan hidup mbak Aliyah, menuju keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Aamiin Aamiin Ya Robb!" sembari mengusap air mata kakaknya.


"Pasti adikku" balas Aliyah cepat.


Zudith mengembalikan kembali kakaknya ke tangan Denis. Dengan segera Denis menyambut tangan istrinya dengan senyuman bahagia yang selalu terukir untuk bidadarinya.


"Terimakasih akak Denis, jaga selalu mbak Aliyah." titip Zudith pada Denis.


"Siap komandan" canda Denis.


Kini mereka berdua berdansa mengikuti iringan lagu yang romantis sembari saling menempelkan hidung keduanya. Saling merapatkan jari jemari untuk saling menggenggam, menguatkan menyongsong hari yang penuh kebahagiaan dan kedamaian yang kan di lalui bersama.


❤❤❤❤


Jangan lupa selalu pencet tombol like komen di kolom komentar.. 🙏🏻🌹