
...Tanpa Batas Waktu...
...Ade Govinda & Andi Fadly Arifuddin...
...Aku masih di sini...
...Masih dengan perasaan ku yang dahulu...
...Tak berubah dan tak pernah berbeda...
...Aku masih yakin nanti milikmu...
...Aku masih di tempat ini...
...Masih dengan setia menunggu kabarmu...
...Masih ingin mendengar suaramu...
...Cinta membuat ku kuat begini...
...Aku merindu, ku yakin kau tau...
...Tanpa batas waktu, ku terpaku...
...Aku meminta walau tanpa kata...
...Cinta berupaya...
...Engkau jauh di mata tapi dekat di doa...
...Aku merindukanmu...
...Aku masih di dunia ini...
...Melihat mu dari jauh bersama dia...
...Walau pasti ku terbakar cemburu...
...Tapi jangan lah kau ke mana-mana...
...Aku merindu, ku yakin kau tau...
...Tanpa batas waktu, ku terpaku...
...Aku meminta walau tanpa kata...
...Cinta berupaya...
^^^Engkau jauh di mata tapi dekat di doa^^^
...Aku merindukanmu...
...Aku merindukanmu...
...Aku merindukanmu...
...β€β€...
πππ
Waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 Wib tepat. Aliyah Aliyah sudah dengan baby doll kesayangan nya, berlengan pendek dan celana panjang bergambar emon di bagian dada nya. Setelah menjalankan ritual aktivitas mencuci wajahnya dan menggosok gigi nya.
Aliyah berdiri sejenak di dekat jendela kamar tidur nya menatap bulan purnama bersinar terang malam ini. Bulan telah membulat sempurna yang terlihat sangat indah tidak seperti kemarin yang masih berbentuk sabit.
Dalam hati ia berdo'a untuk bisa mendapatkan jodoh yang terbaik dalam hidup nya dan ia sangat berharap agar hubungan nya dengan Denis akan berakhir pada ikatan yang halal dan sah. Ijab Qobul yang di ucapkan oleh Denis dengan satu tarikan nafas yang di saksikan orang-orang terpenting dalam hidup Aliyah.
Beberapa menit berlalu. Aliyah menghabiskan segelas air putih hangat sebelum dia memejamkan kedua mata nya. Rutinitas setiap sebelum tidur dan bangun tidur di lakukan Aliyah setiap hari.
******
Di lain tempat.. Jauh sebelum itu..
Denis dan Raka berboncengan naik motor. Denis melajukan motor sport nya ke arah Cafe favorit mereka. Cafe Noir. Cafe ini sangat nyaman dan sederhana, tempat biasa berkumpul nya teman-teman Denis. Terkadang mereka mabar juga di cafe itu ramai-ramai. Cafe yang di lantai dua nya area no smoking karena ruangan yang tertutup.
Tatanan cafe nya pun terlihat unik dan minimalis. Sehingga pengunjung cafe akan betah berlama-lama nongkrong di Cafe Noir. Karena menu yang di sajikan pun juga terbilang unik. Lidah kita juga akan menikmati berbagai jenis coffe yang menjadi andalan menu utama Cafe Noir. Ada Coffe Piccollo, Coffe Latte, Coffe Robusta, Coffe Bali, Coffe Toraja dan masih banyak varian coffe lain nya.
Kopi adalah salah satu jenis minuman yang paling banyak di konsumsi di Indonesia. Meminum kopi bagi sebagian orang telah menjadi ritual pagi hari sebelum memulai aktivitas dengan di temanin bermacam makanan khas Indonesia. Ada singkong rebus, pisang rebus, pisang goreng, ketan sambal.
Kopi di konsumsi dan di gemari oleh semua kalangan usia. Hingga bertebaran Warkop (Warung Kopi) yang biasa menjadi tongkrongan para bapak-bapak paruh baya. Sedangkan para remaja, muda mudi sekarang lebih trend nongkrong di Modern Coffe Shop atau kedai kopi modern yang sekarang mulai menjamur bermunculan.
Kopdar atau istilah kopi darat sering di gunakan dalam interaksi sosial para kawula muda. Nongkrong sambil menyeruput kopi di kedai atau cafe adalah salah satu bentuk bersosialisasi yang di lakukan oleh para anak zaman sekarang. Karena lebih bergengsi dan terlihat berkelas jika nongkrong di cafe-cafe daripada di warkop.
Memasuki pintu Cafe Noir. Hidung para pengunjung langsung di suguhi aroma kopi yang cukup menyengat.
Rena adalah Barista terbaik yang menjadi andalan Cafe Noir. Dia tidak pernah gagal dalam meracik kopi pesanan pelanggan. Apalagi bagi Denis dan Raka yang sudah menjadi pelanggan setia Cafe Noir, pasti barista cantik ini sudah sangat hafal dengan selera mereka.
Denis memesan Coffe Piccolo karena saat ini, ia tidak ingin minum kopi hitam. Coffe Piccolo adalah racikan kopi dan susu. Hampir sama dengan coffe latte. Namun, Coffe Piccolo jumlah campuran kopi nya lebih banyak dari latte.
"Tumben enggak pesan kopi hitam?" tanya Rena sang barista cantik itu dengan tersenyum ke arah Denis.
"Hari ini seleraku berganti ke yang manis-manis dulu. Masa selalu pesan kopi hitam muluh. Ini kulit sudah hitam tak ada manis-manis nya" canda Denis yang di sambut kekehan oleh Rena.
"Abang pandang Rena saja pasti nanti rasanya kopi jadi manis" goda Rena.
Sudah biasa bukan, kalau para pelanggan yang sudah akrab saling bercanda dan menggoda. Tapi, yang di takut kan adalah salah mengartikan kedekatan dan arti senyum yang ramah bagi pengunjung yang belum mengenal Rena.
"Eheemm.. Masih ada aku yang jomblo, Ren. Jangan menggoda yang sudah punya gandengan, bisa perang dunia nanti" celetuk Raka tersenyum menatap Rena.
"Aku juga tolong buatkan Coffe Robusta" kata Raka lagi.
"Siapa yang nanya ke kamu" ucap Denis. Kedua mata nya mengedarkan pandangan mencari tempat favorit nya dan melihat keadaan di sekitar.
"Oke, bang Raka. Takaran kopi selalu tepat dan tidak akan mengecewakan" ucap Rena dengan tersenyum.
"Makasih, kamu memang bisa di andalkan. Tidak salah lagi, aku menjatuhkan cinta ku pada mu, Rena" ucap Raka dengan gombalan nya yang sudah terbiasa di dengar oleh Rena.
Malam ini pelanggan Cafe Noir lumayan ramai padat. Semua lantai sudah penuh. Hanya meja yang di pojok dekat jendela besar dan tempat itu telah menjadi favorit Denis dan Raka. Jika nongkrong di Cafe Noir ini.
Alunan musik yang indah mulai terdengar sangat mengagumkan. Sayup-sayup terdengar seorang vokalis cowok menyanyikan lagu dengan suara yang merdu.
πΌπΌ
...Penjaga Hati...
...By. Ari Lasso...
...Tak pernah aku impikan...
...Betapa beratnya meruntuhkan hatimu...
...Lama sudah ku menunggu...
...Seutas harapan tulus cintamu...
...Tak pernah aku impikan...
Betapa beratnya meruntuhkan hatimu
...Takkan ku temui wanita seperti mu...
...Takkan ku dapat kan rasa cinta ini...
...Ku bayangkan bila engkau datang...
...Ku peluk bahagia kan aku...
...Ku serahkan seluruh hidupku...
...Menjadi penjaga hatimu...
...Sering kali kutemukan...
...Mahkota bertabur intan permata...
...Meski aku telah terbiasa...
...Tambatkan hatiku pada wanita...
...Ku bayangkan bila engkau datang...
...Ku peluk bahagia kan aku...
...Ku serahkan seluruh hidupku...
...Menjadi penjaga hatimu...
...Penjaga hatimu...
...Penjaga hatimu...
...β€β€...
"Kenapa lirik lagu penjaga hati dari Ari Lasso yang masih terdengar di telinga ini, sangat tepat sasaran dengan keadaan ku malam ini" guman Denis dalam hati dengan pandangan yang menerawang jauh.
ππππ
Bersambung....