
Jumpa lagi para readers kesayangan... 😍😍
Jangan lupa ya untuk tetap like, komentar. Gift dan vote seikhlasnya.
Tidak lupa jadikan favorit, biar tak ketinggalan cerita nya dan selalu memberikan rate bintang lima.
Aku tunggu jejak kalian di kolom like dan komentar buat support author receh ini.
Selamat membaca..
❤❤❤❤
Waktu terus berjalan, tak terasa hari yang di janjikan Denis telah tiba. Sesuai dengan janjinya pada Ayah dan Bunda Aliyah. Hari ini, dia membawa Keluarga Besarnya untuk meminang langsung sang kekasih hati di hadapan dua Keluarga Besar.
Minggu pagi yang ceria, secerah hati Aliyah yang sedang berbunga-bunga saat ini.
Hari ini adalah hari yang sangat di nantikan oleh dua Keluarga yang akan menjadi satu. Keluarga Denis yang bersilaturahmi kepada Keluarga Aliyah.
Di kediaman keluarga Bapak Ahwan, ayah kandung Aliyah, terlihat sangat ramai saat ini. Sanak keluarga dari Ayah dan Bunda Aliyah sedang berkumpul untuk membantu membuat aneka macam menu di acara lamaran Aliyah malam ini.
Ada yang membersihkan ruang tamu dan teras dari menyapu, mengepel lantai hingga menyulap tempat yang semula sederhana menjadi tempat yang sangat cantik, terkesan elegan dan indah.
Sedangkan para wanita, sibuk di dapur menyiapkan makanan untuk di hidangkan di acara utama nanti malam.
🕊
🕊
🕊
Zudith duduk di teras rumah, bersama om Fajar dan Pak Dhe Toha, menunggu tamu spesial kakaknya malam itu. Sambil menyelami dunia maya melalui layar ponsel yang sedari tadi dia pegang.
Setengah jam berlalu, akhirnya ia melihat sebuah mobil masuk ke halaman rumah dan memarkir mobilnya dengan sempurna.
Zudith langsung masuk ke dalam rumah untuk memberitahukan pada Ayah dan Bunda, kalau Keluarga Besar Denis telah tiba di depan rumah.
Setelah turun, Denis membuka pintu tengah untuk Ibu dan Keluarganya menyusul keluar dari dalam mobil. Membawa seserahan dan berbagai bingkisan untuk di serahkan pada keluarga Aliyah.
Ayah Aliyah langsung menyambut kedatangan tamu istimewa keluarga besarnya dan mempersilahkan masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum" salam Keluarga Denis berbarengan sebelum memasuki rumah.
"Wa'alaikumussalam, mari silahkan masuk" Ayah dan Bunda Aliyah membalas salam Keluarga Besar Denis, beramah tamah.
Setelah saling beramah tamah antara dua Keluarga Besar, bercanda tertawa ceria. Ada Pak Dhe, Bu Dhe, Aunty, Om saudara kandung Ayah dan Bunda Aliyah.
Di pihak Keluarga Besar Denis, ada Ibu kandung Denis, Kakak laki-laki dan kakak perempuan Denis, Pak Dhe, Bu Dhe, Pak Lek nya juga.
Dan beberapa tetangga dekat sebagai tamu undangan dan juga saksi dari acara tersebut.
Kini tiba acara inti di mulai, masing-masing keluarga memberikan sambutan pembuka.
Pak Ahmad Gangsar yang menjabat sebagai RT di lingkup hunian Esmeralda itu, di mintai tolong Ayah Aliyah sebagai pembawa acara di acara lamaran putrinya malam ini.
Aliyah keluar dari kamarnya berjalan ke arah ruangan yang sedang berkumpul dua keluarga besar di sana.
"Alhamdulillah, ananda Aliyah, sang bidadari yang sedari tadi di tunggu oleh mas Denis, sekarang sudah hadir di tengah-tengah kita. Di persilahkan mas Denis sendiri menyampaikan atau di wakilkan kepada keluarganya untuk menyampaikan maksud dan tujuan datang ke kediaman keluarga Bapak Ahwan Muhammad Muchlis dan Ibu Lucyana Rahmawati." ucap Pak Ahmad Gangsar, sang pembawa acara.
Segara Denis berdiri dari duduknya dan mengambil mickrofon yang di berikan oleh sang pembawa acara.
"Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya lanjut saja langsung, karena di awal tadi telah di sampaikan oleh abang saya.
Dengan berdiri tegak dan tegas Denis mengutarakan maksud dan tujuannya.
Saya, Denis Anggara Putra bersama rombongan keluarga besar dari Lamongan, datang ke kediaman keluarga Bapak Ahwan Muhammad Muchlis, mempunyai hajat untuk meminang Putri dari Bapak Ahwan Muhammad Muchlis dengan Bunda Lucy Rahmawati, yang bernama Aliyah Buthaynah untuk menjadi istri saya.
"Mengenal Ayang adalah anugerah yang terindah dari Allah SWT. Berjuta rasa yang tak mampu Bee ungkapkan dengan kata-kata. Bertemu dengan Ayang adalah sebuah keberkahan yang di berikan Allah SWT untuk melengkapi semua kekurangan Bee. Untuk itu, ijinkan Bee menghalalkan Ayang. Jadilah matahari yang selalu menyinari istana surgaku. Menjadi Ibu dari keturunan Bee, yang memberikan kasih sayangnya sepenuh jiwa. Menjadi istri Bee yang sholeha, selalu patuh pada perintah suaminya menuju surganya Allah selalu bersama."
"Nama Ayang selalu tertulis di dalam hatihati Bee, itu sudah pasti. Tapi, mau kah Ayang melengkapi sebuah nama yang masih kosong di dalam buku nikah Bee, dengan nama ALIYAH BUTHAYNAH" ucap Denis.
Aliyah hanya bisa mengangguk dan tersenyum manis ke arah wajah Denis.
"Genggamlah tanganku bersamaku, kau kan menentukan arah. Bersama diriku yang kan selalu menjaga dirimu. Yakinkan hatimu temaniku, di setiap langkah-langkahku. Ku di sini, di sampingmu. Ku kan selalu ada untukmu." Denis bernyanyi untuk sang kekasih hati.
"Jaarruum cinta" balas Aliyah.
"Bagaimana, apakah sang bidadari menerima pinangan dari sang Arjuna?" tegur Pak Ahmad Gangsar, langsung membuyarkan lamunan Aliyah dan tersadar dari awang-awang.
Namun, Aliyah hanya diam membisu tak segera menjawab pinangan dari Denis, sehingga membuat semua orang yang menjadi saksi itu, semakin penasaran di buatnya. Terutama sang pemilik hati.
Hati Denis menjadi cemas, galau, keringat dingin pun mulai merambat dan rasa ketakutan itu segera menyelimuti hatinya. Bagaimana, jika Aliyah sang bidadari menolak lamarannya? Akan kah hatinya dapat menerima kenyataan itu, saat ini. Terlebih lagi di hadapan dua keluarga besar dan para tetangga yang menjadi saksi di hari yang bahagia ini.
"Lope.. Bee mohon jawablah dengan jujur, sesuai dengan kata hati Ayang. Bee tak mau Ayang jawabnya terpaksa" kata Denis lagi.
"Iyaa.. Ay terima pinangan Bee," kata Aliyah menundukkan wajahnya.
"Sayang, kenapa menundukkan wajahnya, begitu?" tanya Denis memiringkan kepalanya, mendekat ke wajah Aliyah.
"Tapi, uang pina nya besok yang buanyak ya, Bee" ucap Aliyah pelan. Namun, karena di depan nya ada mickropon yang di pegang Denis. Alhasil semua orang yang ada di dalam ruangan itu dapat mendengarkannya.
"Good, mbak Aliyah!" canda Zudith sambil mengacungkan kedua jempolnya ke arah Aliyah dan Denis. Seketika di sambut gelak tawa semua orang.
"Haiisss, kakak beradik. Kenapa bisa kompakan gini, ya!" pekik Denis, lalu ikut terkekeh.
Acara selanjutnya, Denis dan Aliyah saling bertukar cincin yang di bawah oleh Denis.
Kemudian Ibunda Denis memakaikan kalung emas di leher jenjang Aliyah. Semua orang secara bersamaan mengucapkan syukur Alhamdulillah.
Selanjutnya di teruskan sesi pemotretan bersama dua keluarga. Dan yang terakhir sang pembawa acara mempersilahkan para tamu untuk menikmati jamuan beraneka macam menu yang sudah di hidangkan di atas meja panjang.
"Sayang, kenapa jawabnya lama banget tadi? Buat Bee, ketir-ketir aja!" tanya Denis, di saat duduk berdua dengan Aliyah.
"Jangan salahkan Ay na Bee" balas Aliyah tak mau di salahkan Denis.
"Terus, Bee harus salahkan tetangga, gitu?"
"Emm.. Ntuu Bee.. Ntuu dia yang salah!" Aliyah menusuk-nusuk pipi Denis dengan jari telunjuknya.
"Siapa yang salah, sayang! Jangan cari kambing hitam!"
"Enakan kambing guling, Bee! Atau kambing oven di Ampel, Bee!" canda Aliyah terkekeh.
"Ayang, jangan ngeles muluh kayak bajaj! Cepat jawab pertanyaan Bee!"
"Salahin ntuu, author somplak nya. Yang iseng mengulur waktu, buat Ay jawab pinangan Bee!"
"Mana author somplak itu, sekarang! Minta ditabok, apa! Pakai acara menunda-nunda jawaban. Buat orang ketar-ketir aja! Awas aja sampai acara pernikahannya besok, tak di up! Siap-siap saja, bakalan Bee boom itu novelnya dengan bunga-bunga mawar merah yang mekar dan kopi hangat biar melek authornya!" ujar Denis.
Author somplak tiba-tiba hadir di tengah-tengah Aliyah dan Denis. "Awas saja, kalau tak boom mawar merah dan kopi hangat. Wawa batalin aja weddingnya! Wleekkk.. Kabuuurrr!"
"Ohh, dasar! Beneran somplak!" ucap Denis dan Aliyah barengan sembari melempar seribu mawar di novel FORGET IT.
🕊
🕊
🕊
Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar. Meskipun dengan penuh kesederhanaan. Setelah selesai acara makan-makan, para tamu undangan segera meninggalkan tempat itu. Ruangan yang tadinya ramai, kini berangsur sepi. Keluarga Besar Denis pun, berpamit undur diri. Hanya tinggal keluarga besar Aliyah yang tengah membereskan sisa-sisa hidangan dan gelas bekas air mineral yang berserakan di dalam ruangan.
❤❤❤❤
...DELIYAH.. By Akak Iin Indrianie...
...I Love You...
...3 kata dengan sejuta makna...
...3 kata dengan sejuta kisah...
...3 kata dengan sejuta rasa...
...Tapi bagiku kata "I Love You" aku ucapkan hanya untukmu hari ini, besok dan selamanya I Love You My Everything 💜...