
"Gimana mbak, jadi pesan sekarang atau masih menunggu pacar nya mbak datang saja, pesan nya?" tanya Aliyah lagi.
Serly mengerutkan dahi nya sambil Mengetuk-ngetuk kan jari nya di atas meja.
"Kamu pelayan cafe ini?" tanya nya dengan nada sinis dan tatapan tidak suka terlihat jelas di wajah Serly.
Aliyah tetap dengan senyuman yang masih menempel di bibir sexy nya dan dengan suara yang lembut serta intonasi bahasa dan nada suara yang sopan. Membalas ucapan serta tatapan tidak suka Serly terhadap nya.
"Enggak habis pikir dengan otak si Excel. Gimana cara berpikir nya Excel itu? Cinta sih boleh tapi bodoh jangan! Enggak nyangka, ternyata cinta nya Excel sudah membunuh logika nya. Masa seorang pewaris tunggal keluarga Irwanto hanya mencintai seorang pelayan cafe rendahan seperti kamu!" ucap nya dengan tatapan yang masih merendahkan Aliyah. "Tapi, apa itu bisa di katakan cinta setulus hati? Apa Excel benar-benar mencintaimu atau kah hanya untuk mainan nya sesaat? Ya, walaupun sebagian orang masih memegang prinsip cinta itu tidak memandang status sosial. Tapi bagiku itu lucu terdengar di telinga ku. Karena bagi pewaris tunggal keluarga Irwanto pasti akan melihat dari bibit, bebet, bobot nya dulu siapa calon pendamping hidup nya. Bukan memilih kamu yang hanya pelayan cafe rendahan seperti ini. Kamu sungguh tidak pantas untuk menjadi pendamping Excel!" Serly sengaja mengencangkan suara nya agar terdengar nyaring di dalam ruangan cafe lindu yang penuh pengunjung saat ini. Wajah nya yang di majukan saat berbicara dengan Aliyah dan sorot matanya seakan mengejek, mengolok-olok, merendahkan Aliyah yang saat ini di kira nya hanya seorang pelayan cafe di sana.
Riris yang melihat dan mendengar sendiri sahabat karib nya di perlakuan seperti itu. Ingin rasa nya segera menampar muka cewek brengsek itu yang sok belagu. Namun, dengan tatapan nya, Aliyah mengisyaratkan. Aku baik-baik saja. Aku pasti bisa mengatasi cecurut ini.
"Anak dari seorang pengusaha properti seperti apa sih. Gaya nya sudah seperti putri raja. Iya, kalau dia Putri Raja Arab. Raja-raja minyak di dunia, orang terkaya se asia kah atau putri dari pengusaha dunia. Ini apa? Hanya masih anak dari pengusaha properti yang tidak jelas kesohoran nya sudah songgong. Sombongnya sudah di ubun-ubun. Pingin aku cabut saja paku yang nempel di kepalanya. Wkwkwk.... Riris kau kira dia s*undel bolong. Bolong nya ilang tinggal.... Hahahaha.. Memang pantas dia di sebut begitu karena orang yang berpendidikan tinggi dan memiliki harkat martabat tidak akan berperilaku serendah itu. Pasti dia tidak akan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas di dengar di depan umum seperti ini. Untung nya Aliyah memiliki mental yang sudah di cor pakai semen tiga roda maka nya kokoh dan terpercaya. No wafer-wafer" gerutu Riris dalam bathin nya sambil mengepalkan tangan nya yang sudah geram dengan kelakuan Serly.
Sebenarnya Aliyah merasa risih dengan sikap Serly barusan. Yang terlihat sangat angkuh dan tidak sopan. Namun, dengan tenang Aliyah masih melayani pengunjung cafe yang stress seperti dia.
Aliyah masih tetap dengan senyum yang tersungging dari bibir nya yang ranum dan tidak terkontaminasi sama sekali dengan ucapan Serly dan menatap ke arah Serly yang terlihat sangat angkuh dan merendahkan nya.
"Mbak nya, jadi pesan? Tunjuk saja, mbak nya mau apa, spesial malam ini. Aku yang akan melayani sendiri langsung" ujar nya lembut dan santai.
Serly semakin mengerutkan dahi nya dan keheranan.
"Gila bener nih, cewek! Mental nya terbuat dari apa? Bisa-bisa nya dia setenang dan sebijak ini menghadapi serangan aku. Padahal setiap kalimat yang aku keluarkan dari mulut ku sangat pedas dan meremehkan dia. Bahkan sekarang ini, dia dengan lembut dan sopan melayani aku!" guman Serly semakin ingin menindas Aliyah.
"Ya sudah kalau mbak nya belum ingin pesan sekarang. Saya permisi dulu, ya." ucap Aliyah sembari membalikan badan dan melangkah pergi dari hadapan cewek resek itu.
"Jangan kamu buang kesempatan emas ini. Kamu harus mengambil kesempatan seperti ini. Agar bisa mengolok-olok dan merendahkan serendah mungkin harga diri cewek seperti dia" sisi buruk Serly semakin memanadi isi kepala dan hati Serly rencana-rencana jahat nya.
"Hei.. Kamu sini! Aku berubah pikiran saat ini. Seperti nya secangkir coklat panas dan kue brownies cukup enak buat teman aku sekarang ini. Yang lagi menunggu cowok ku" ucap Serly sembari menatap ke arah Aliyah serta tersenyum meremehkan.
Raut wajah Serly juga seketika berubah 99 derajat, dari yang tadi nya terlihat uring-uringan karena menunggu seseorang yang tidak jelas kapan ia datang. Namun, sekarang berganti lebih sumingrah. Karena ada mainan baru bagi nya yang akan di permalukan.
Ya.. Pasti lah Aliyah. Mainan baru bagi Serly. Saingan yang harus kalah telak dengan dirinya.
Namun, beda dengan Aliyah. Ia sudah mengetahui maksud dari tujuan cewek misterius itu sekarang.
"Apa masih ada yang mau di pesan lagi, mbak?" Aliyah kembali menghampiri Serly dan mengajak nya untuk memilih sendiri kue-kue yang di sedia kan di cafe lindu.
"Mari mbak, aku tunjukkan lagi pada mbak nya, kue-kue yang sangat menggugah selera dan kue yang terfavorit di cafe ini. Kue yang paling di minati pelanggan untuk di nikmati langsung di sini" ucap nya lembut dan bersahaja.
"Hmm.. Oke lah.. Ide yang bagus" Serly menyetujui ajakan Aliyah. Ia kini mengikuti langkah Aliyah.
Sedangkan dari jauh tampak Excel tersenyum melihat ke arah kedua nya.
"Lihat saja Serly. Kamu akan terkena skak mart nya si Aliyah. Sebentar lagi kamu akan melihat dan mengetahui jati diri siapa cewek yang kamu olok-olok serendah itu. Kamu akan syok menelan pil pahit kamu sendiri. Boomerang bagi cewek manja seperti kamu. Cewek yang tidak bisa mandiri dan hanya menyombongkan kekayaan orang tuanya. Itu bukan pilihan hatiku. Cinta ku tak pantas ku labuhkan ke dermaga yang bobrok dan rapuh seperti kamu, Serly. Cinta ku hanya pantas untuk gadis yang tangguh dan mandiri seperti Aliyah. Gadis yang mempunyai tutur bahasa yang sopan dan berakhlakul karimah" ujar Excel dalam hati nya.
❣️❣️❣️
Bersambung....
...DUKUNG SELALU KARYAKU INI...
...DENGAN CARA...
...LIKE...
...KOMEN...
...FAVORIT...
...RATE BINTANG LIMA...
...GIFT/VOTE...
...TERIMAKASIH READER ...
...KESAYANGAN...
...❣️❣️❣️❣️...