FORGET IT

FORGET IT
Kejutan Di Pagi Hari



Sang mentari pagi terlihat begitu terang menyinari bumi. Setelah membersihkan diri nya. Kini, Aliyah mulai bersiap memakai pakaiannya. Merias wajah nya dengan riasan yang tidak terlalu mencolok. Ia memakai riasan make-up yang natural dan juga lipstik yang berwarna merah muda sehingga kini wajah nya terlihat fresh. Dan di padu padan kan dengan pakaian yang di pakai nya. Saat ini Aliyah begitu cantik dengan penampilan nya.


"Sempurna" guman Aliyah saat berdiri di depan cermin.


Hari ini Aliyah akan kembali pulang ke rumah nya setelah beberapa hari menikmati liburan bersama Denis di kampung halaman nya. Walaupun acara liburan nya sedikit terganggu oleh kehadiran si duo racun.


Tentu saja Aliyah harus meninggalkan sejenak aktivitas nya di kampus dan tanggung jawab cafe lindu di ambil alih oleh Zudith adik kesayangan nya. Demi menemani kekasih hati nya yang sudah rela datang jauh-jauh dari pulau sebrang untuk menemui diri nya.


"Sayang.. Sudah siap untuk jalan sekarang?." Denis tampak berjalan menghampiri Aliyah yang saat ini tengah mengemasi barang-barang nya.


"Iya.. Ay sudah siap bee." sahut Aliyah.


Denis berjalan menuju ke arah Aliyah. Lalu, ia meraih koper yang berada di depan Aliyah.


"Sudah masuk semua nya kah? Tak ada yang tertinggal?." tanya Denis sembari memperhatikan Aliyah yang terlihat sangat cantik pagi ini.


"Masih ada yang tertinggal, bee." sela Aliyah tiba-tiba sambil tersenyum masam.


"Apa yang tertinggal?." tanya Denis menoleh ke arah Aliyah menaikan alis nya.


"Ciuman bee, masih tertinggal di sini." jawab Aliyah sambil perlahan ia mendekatkan wajah nya ke arah Denis dengan gerakan super kilat Aliyah mengecup bibir Denis.


"Cup"


"Hah!" Denis melongo tertegun. Ia tak menyangka jika Aliyah mencium nya tanpa di suruh terlebih dahulu oleh nya. Sehingga membuat raut wajah Denis menjadi sumringah. Denis tersenyum devil ke arah Aliyah yang hendak berlari keluar kamar, meninggal kan diri nya. Dengan cepat tangan Denis berhasil meraih pinggang Aliyah dan menarik nya ke dalam pelukan nya.


"Mau kabur ke mana kamu, ayang embem?." tanya Denis seraya mempererat pelukannya.


"Ay.. Mau.."


"Mau apa?." balas Denis. Ia tak menyangka akan di berikan kejutan di pagi hari oleh bidadari hati nya.


"Mau..."


"Cup"


Aliyah tak bisa mengelak lagi, belum sempat ia menyelesaikan kalimat nya Denis telah menyerang nya terlebih dulu. Denis mengecup bibir Aliyah sangat lembut. Memainkan permainan yang sangat cantik. Hati nya begitu bahagia saat ini. Sebuah kecupan yang di hadiah kan oleh Aliyah untuk nya membangkitkan semangat pagi nya.


"Mampus lah, aku!." guman Aliyah dalam hati.


Seperti nya ide gila yang tiba-tiba muncul dalam otak nya untuk menyenangkan hati sang pujaan itu menjadi senjata makan tuan yang sangat ampuh.


Dengan gerakan cepat Denis melancarkan aksi nya. Dia tidak menyia-yiakan kesempatan dalam kesemutan. Ini rezeki di pagi hari bagi Denis. Sedangkan Aliyah hanya bisa merutuki diri nya sendiri karena ide gila nya yang membuat mood booster Denis meningkat.


***


Mobil merah maroon itu sudah melaju di atas jalan beraspal dengan kecepatan sedang menembus jalanan kota Lamongan menuju kota kelahiran sang pujaan hati.


Drrtt.. Drtt...


Kring... Kring... Tralala.. Trililiii...


Ponsel Aliyah bergetar dan membunyikan suara khasnya. Ia mengambil ponsel pintar nya di dalam tas selempang nya dan melihat ke layar ponsel siapa yang tengah memanggil nya.


"Bunda" guman Aliyah.


"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh." sapa lembut Aliyah memberikan salam.


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh." balas bunda di balik panggilannya juga memberikan salam pada Aliyah.


"Mbak Aliyah, enggak lupa sama bunda kan?." tanya bunda.


"Mbak Aliyah, tak mungkin lupa sama bunda lah." sahut Aliyah cepat.


"Kalau enggak lupa? Terus kapan pulang nya. Pasti kalau sudah sama Denis, anteng ya mbak Aliyah." sindir bunda sambil terkekeh.


"Ihh, bunda apaan. Ini juga sudah perjalanan pulang." Aliyah cemberut.


"Mbak Aliyah bisa bantu bunda, hari ini?."


"Bantu apa, bunda?."


"Kalau enggak capek, mampir lah sebentar, tengok ke toko kue. Bunda masih harus menyelesaikan pekerjaan rumah."


"Iya, bunda. Mbak Aliyah pasti mampir ke toko kue hari ini." jawab Aliyah.


"Ya, sudah kalau begitu lanjut kan perjalanan nya. Hati-hati di jalan ya, sayang." pesan bunda. Lalu mematikan ponsel nya.


Setelah menutup panggilan telepon dari bunda. Kini, Aliyah berbicara kepada Denis.


Denis tersenyum melirik ke arah Aliyah karena dia tetap harus fokus pada stang bundar nya.


"Siapa yang menelpon barusan. Sayang?."


"Bunda, menyuruh ay mampir ke toko kue dulu karena bunda masih repot di rumah."


"Iya, sayang. Bee pasti antar kan ay ke sana."


"Terimakasih, sayang." sahut nya sembari menyandarkan kepala nya ke bahu kiri Denis.


***


Mobil yang di kendarai Denis berhenti di parkiran toko kue dan cafe lindu milik keluarga Aliyah.


Aliyah menggenggam tangan Denis dengan mesra dan kini mereka berjalan bersama memasuki toko kue dan cafe lindu tersebut.


Lalu, setiba nya di depan pintu cafe lindu dengan segera Aliyah meraih handle pintu dan akan membuka nya. Namun, belum sempat Aliyah membuka nya, pintu telah di buka dari dalam.


"Assalamu'alaikum.. Selamat siang, selamat datang di cafe lindu yang akan mengobati rasa kangen pada kekasih dengan menikmati secangkir cappucino espresso dan temani sepotong brownies yang manis semanis diriku." ucap si centil Eka Comel.


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh." jawab Aliyah lembut.


Eka Comel itu pun membuka lebar pintu masuk Toko kue dan Cafe Lindu itu. Kemudian menatap ke arah Denis.


Deg.


Melihat sosok lelaki ganteng yang saat ini sedang berdiri di hadapan nya itu membuat jantung si centil Eka Comel seketika berpacu dalam melodi yang indah.


"Oh.. My god.. Ganteng dan gagah sekali lelaki ini. Wajah nya juga terlihat cool begitu menggoda imron ku. Lelaki idaman ku. Cocok buat jadi imam ku di masa depan." rancau absrud Eka Comel senyam senyum sendiri.


Si centil Eka Comel pun terlalu di tempat nya berdiri tanpa mengedip kan kedua mata nya.


"Comel.. Comel.." panggil mbak Ella sambil menepuk bahu Comel.


"Eh, iya.. Iya mbak." seketika comel tersadar dari kekaguman nya yang terbang ke nirwana beberapa detik yang lalu.


"Itu, ada mbak Aliyah. Kenapa kamu bengong di depan pintu masuk, kan mbak Aliyah sama mas Denis enggak bisa masuk karena terhalang kamu." tegur mbak Ella salah satu karyawan kepercayaan bunda Rita, bunda nya Aliyah.


Setelah mendengar teguran mbak Ella. Si Eka Comel akhirnya mundur beberapa langkah dan menundukkan pandang nya tak berani menatap ke arah Aliyah dan Denis. Lalu, mempersilahkan masuk kedua nya.


"Terimakasih mbak." ucap Aliyah sembari menyunggingkan senyum nya ke arah pegawai nya. Lalu, ia pun bertanya kepada mbak Ella"Mbak, itu siapa ya mbak Ella. Saya kok baru lihat?."


"Ma'af mbak Aliyah. Ini Comel karyawan baru dan masih bekerja dua hari." jawab mbak Ella menjelaskan pada Aliyah.


"Oh, karyawan baru. Pantesan saya kok baru lihat. Ma'af kan saya yang baru tahu kalau bunda menerima karyawan baru lagi."


"Kenalkan saya Eka Comel, mbak Aliyah. Panggil Comel aja." ucap Comel seraya mengulurkan tangan nya ke arah Aliyah.


"Selamat bergabung di toko kue dan cafe lindu milik bunda ya. Semoga mbak Eka Comel betah bekerja di sini." Aliyah berbasa-basi dengan karyawan baru nya.


"Iya, mbak. Ma'af kan kesalahan saya yang tadi ya mbak. Ma'af saya tidak mengetahui kalau mbak Aliyah ini putri dari bunda Rita, pemilik toko kue dan cafe lindu ini." ucap Eka Comel sambil mengatupkan kedua tangan nya di depan dada untuk meminta ma'af.


"Tak apa-apa, santai aja tak usah terlalu formal, buat enjoy aja bekerja di sini. Tapi tetap taati peraturan yang telah ditetapkan di sini dan ini tolong bagikan kepada seluruh karyawan yang ada di sini." kata Aliyah sambil memberikan bungkusan yang sedari tadi di bawa nya.


"Terimakasih, mbak Aliyah. Segera akan saya bagikan kepada teman-teman." kata Eka Comel sambil mengambil bungkusan dari tangan Aliyah.


Aliyah pun mengangguk sembari tersenyum kepada Eka Comel dan mbak Ella. Lalu, Aliyah dan Denis masuk ke dalam ruangan pribadi nya.


🍃🍃🍃🍃


Bersambung...


...DUKUNG SELALU AUTHOR RECEH INI DENGAN CARA...


...LIKE...


...KOMEN...


...FAVORIT...


...RATE BINTANG LIMA...


...GIFT/VOTE...


...TERIMAKASIH BANYAK READERS TERSAYANG...


...❣️❣️❣️...