FORGET IT

FORGET IT
Lupa Lupa Ingat



Jumpa lagi para readers kesayangan... 😍😍


Jangan lupa ya untuk tetap like, komentar. Gift dan vote seikhlasnya.


Tidak lupa jadikan favorit, biar tak ketinggalan cerita nya dan selalu memberikan rate bintang lima.


Aku tunggu jejak kalian di kolom like dan komentar buat support author receh ini.


Selamat membaca...


...❤❤❤...


...Bila mencintaimu adalah sebuah inspirasi. Maka ijinkan lah aku menjadi kan mu mood booster bagi hidup ku...


...❤❤❤...


Aliyah mengerutkan kening nya dalam. Kedua alisnya saling bertautan. "Apa maksud anda" tanya nya dengan polos sambil menyandarkan punggung nya di sandaran kursi.


Tatapan Serly tertuju pada Langit yang sedang duduk bersebelahan dengan Aliyah. Seolah-olah mengintimidasi Aliyah, menuntut sebuah jawaban yang pasti.


Langit menahan senyum nya melihat mimik wajah Aliyah yang berlagak tidak mengenali sosok yang kini berdiri di hadapan nya.


Secara kebetulan Serly dan kedua temannya berada di Restauran De Bintang King juga. Serly mulai memasang aksi nya untuk mempermalukan Aliyah di hadapan umum.


"Ehh.. Sini sebentar. Kalau kalian ingin tahu siapa yang jadi kelor dalam hubungan ku dengan Excel, saat ini!" ucap Serly lantang sambil tangan nya melambai ke arah teman nya.


"So pasti, ingin tahu lah, Ser" saut teman Serly yang bernama Joya. Mata Serly memberikan kode dengan mengedipkan ke arah Aliyah yang duduk di hadapan nya.


"Serius kamu? Ini orang nya!" tanya Jesy penasaran. Lalu mendekat ke arah Serly.


"Iya, aku serius. Ini dia orang nya. Aku masih ingat. Enggak nyangka saja. Kelihatan nya polos, lugu, sok alim ternyata doyan banget cari mangsa laki-laki tajir untuk di kuras habis isi rekening nya. Bertopeng kemunafikan!" cibir Serly tertawa terbahak-bahak di ikuti kedua temannya.


"Palingan juga habis manis sepah di buang. Maklum saja, hanya boneka mainan saja. Hahaha!" tambah Joya meremehkan Aliyah.


"Heh! Dasar, wanita g4telan! Penggoda laki-laki takir!" pekik Serly menatap Aliyah dengan tajam. "Lagian nih, gadis udik, bego, kampungan ngapain juga makan di tempat mewah, seperti ini! Mau di bayar pakai apa makanan sebanyak ini" sambung nya menunjuk Aliyah.


"Palingan juga di bayar cuci piring di belakang! Atau jangan-jangan di bayar dengan tubuh nya?" seloroh Jesy.


"Widiih.. Parah dong" saut Joya.


emak-emak jaman now.


Serly mengungkapkan kekesalan nya pada Aliyah. Tidak terima karena tempo hari, dia telah di permalukan Aliyah di Cafe Lindu milik Aliyah. Serly terus mencaci, mengolok-olok, mengumpat kata-kata kasar pada Aliyah.


"Saudara-saudara minta perhatian nya sebentar. Lihat ke sini, ada gadis yang g4tel sedang merayu cowok ganteng yang tajir. Dasar wanita tidak tahu malu. Belum puas kamu merusak hubungan ku dengan tunangan ku. Sekarang kamu mencari mangsa baru buat kau jadi kan korban kebusukan mu. Cantik juga aku daripada kamu. Gadis udik! Penampilan nya saja sangat terlihat kuno" Serly terus bercuap-cuap memprovokasi semua pengunjung Restauran saat ini.


Prokk.. Prokk...


Aliyah berdiri dari duduk nya, bertepuk tangan di depan muka Serly dengan mengurai senyum menyibir. "Nona yang cantik dan terhormat, seperti nya anda membutuhkan kaya pembesar saat ini. Karena anda salah alamat dengan memaki, mengumpat saya seperti itu. Atau memang aku yang lupa-lupa ingat. Siapa anda? Atau mungkin memang aku yang sangat terkenal hingga anda begitu mengingat diri saya!" Aliyah menatap Serly dari ujung kepala hingga ujung sepatu nya.


"Penampilan dan tingkah laku anda tidak pantas di sebut wanita kalangan elit yang bersosial tinggi. Masa orang yang beradab kok marah seperti orang jahiliyah. Dan masa orang yang level nya tinggi, kok marah nya seperti orang yang tidak berpendidikan"


"Jika anda menyatakan diri anda orang yang bersosial tinggi maka marah lah yang elegan dan anggun. Karena anda menghormati dan menghargai diri anda sendiri. Jangan merendahkan diri anda sendiri dengan marah-marah yang norak seperti yang anda lakukan barusan" ujar Aliyah dengan senyum sarkastik, membuat Serly geram dan semua pengunjung Restauran melongo melihat ke arah Serly berdiri.


Aliyah lalu melangkah keluar ke arah pintu utama, di ikuti oleh kedua sahabat nya. Si kebo dan si mentok, yang mencibir kan bibir nya ke arah Serly.


Langit menahan senyum nya, melihat adegan demi adegan yang berlangsung di hadapan nya. Kepribadian itu lah yang di kagumi Langit dari seorang Aliyah. Gadis yang mempunyai paras cantik, gesit, energik, mandiri dan cerdas. Yang paling utama adalah ketegasan Aliyah dalam menghadapi musuh seperti Serly dan kedua nya.


Dia tidak akan marah seperti orang rendahan. Dia tidak akan mengata-ngatai seperti orang liar. Karena, dia menghormati dan menghargai dirinya sendiri serta orang yang di marahi tersebut.


"Maaf, nona-nona yang terhormat. Silakan kalian angkat kaki dari sini" ujar Langit mengusir Serly and the gank.


"Kamu siapa berani-berani nya mengusir aku dari sini!" teriak Serly.


Langit hanya tersenyum tipis mencibik kan bibir nya ke arah Serly tanpa mengeluarkan suara nya.


"Anda salah orang. Nona berteriak kepada sang owner restauran De Bintang King, ini" tiba-tiba seorang pegawai Langit menghampiri Serly.


"Segera pergi dari sini, sebelum security datang menyeret kalian bertiga dengan tidak hormat. Karena anda telah begitu berani menghina dan membentak bos saya" tambah pegawai itu.


Serly mengepal kan tangan nya dan mengeram marah. "Aaarrrgghh! gara-gara cewek sialan itu lagi. Aku jadi di buat malu di depan umum untuk yang kedua kali nya" sambil berjalan cepat keluar karena malu yang sangat besar dengan di tonton oleh banyak orang di dalam Restauran De Bintang King.


❤❤❤❤


Bersambung...