
Jumpa lagi para readers kesayangan... ππ
Jangan lupa ya untuk tetap like, komentar. Gift dan vote seikhlasnya.
Tidak lupa jadikan favorit, biar tak ketinggalan cerita nya dan selalu memberikan rate bintang lima.
Aku tunggu jejak kalian di kolom like dan komentar buat support author receh ini.
Selamat membaca..
β€β€β€β€
Mereka berenam telah sampai di tempat tujuan, ketika waktu menunjukkan pukul 16.00. Mereka membawa mobil bersama pasangannya masing-masing.
"Kita sudah sampai sayang" Denis membangunkan Aliyah yang tertidur bersandar di jok mobil.
"Eemmm.. Sudah sampai kah, Bee?" Aliyah mengerjapkan kedua matanya. Mengumpulkan nyawanya terlebih dulu.
Ketika Aliyah melepaskan seat belt yang melingkar di tubuhnya. Tiba-tiba ponsel yang berada di dashboard berbunyi nyaring beberapa kali, hingga akhirnya dia meminta izin kepada Denis untuk mengangkatnya.
"Selamat sore, dengan Lindu Bakery?" suara seseorang terdengar di sebrang sana.
"Iya, dengan Aliyah di sini. Ada yang bisa saya bantu" jawab Aliyah santun.
"Saya mau pesan kue di Lindu Bakery, tolong di catat tgl beserta jumlah porsinya, ya mbak" suara laki-laki yang terdengar kencang di telinga Aliyah.
"Iya silahkan" balas Aliyah lagi.
Setelah bercakap-cakap dengan pelanggan di telepon. Aliyah menutup teleponnya telah berakhir.
Denis memegang lengan Aliyah. Ketika ia akan memasukkan ponselnya dalam tas.
"Boleh Bee lihat ponsel Ayang sebentar?"
"Iya, kenapa Bee?"
"Sebentar aja"
Aliyah segera menyerahkan ponsel yang ada di tangannya ke arah Denis.
"Sayang.. Ganti PP nya, tak pakai nanya. Bee tak mau laki-laki lain menikmati keindahan milik Bee. Tapi, kalau WA khusus buat Bee, tak apa pakai PP wajah Ayang. No debat" Denis mengembalikan ponsel milik Aliyah.
Aliyah menerima ponsel dari Denis. Langsung mengganti PP WA nya dengan gambar yang lain.
Denis tidak ingin miliknya di sentuh oleh orang lain. Cintanya untuk Aliyah sangatlah besar. Bukan cinta yang posesif, tapi dia sangat menjaga hatinya untuk sang bidadari tak bersayap. Karena Aliyah adalah belahan jiwanya. Sudah menjadi bagian dari dirinya. Kisah hidupnya pun, kini mulai terisi dengan cerita cintanya dengan Aliyah. Senyum Aliyah adalah moodbosteer baginya. Sarapan pagi untuk Denis cukup melihat wajah cantik yang anggun lembut milik Aliyah. Lelahnya seharian akan tergantikan dengan suara canda tawa milik Aliyah. Bahkan moodnya akan berubah 100 derajat, jika satu hari saja, tak mendapatkan kabar dari sang kekasih.
Denis menatap Aliyah yang duduk di samping kemudi. Dia memintanya mendekat dan memeluk gadis pujaan hatinya. Lalu, Denis mencium keningnya berulang-ulang. Perasaan hatinya merasakan kelegaan, karena belahan jiwanya yang sangat menurut dengan titah yang di ucapkan.
Aliyah pun meneteskan air mata kebahagiaan. Mempunyai sang pemilik hati yang sangat protektif bukan dektator. Wajarlah jika pasangannya sangat berhati-hati dan lebih waspada terhadap pasangan yang di sayanginya. Jangan ada penyesalan di kemudian hari. Jika kita bisa menjaganya di awal dan mempertahankan di tengah-tengah perjalanan, hingga menuju tujuan yang sama dengan penuh kebahagiaan di dalamnya.
"Sayang.. Kita adalah dua hati yang telah menjadi satu. Jangan pernah ada kata yang saling menyakiti. Jangan pernah ada kebohongan satu yang muncul, hanya untuk menutupi kebohongan yang lain. Jangan pernah ada keraguan hanya untuk mematahkan satu kepercayaan pada pasangan kita. Kejujuran dan keterbukaan lah dalam satu hubungan akan memperkuatnya. Hingga kita bisa saling menghargai dan menghormati satu keputusan yang bijak dari pasangan kita. Saling melengkapi kekurangan dari pasangan. Mengakui kelebihannya, namun takkan menjadikan kesombongan dalam dirinya" ujar Denis, yang di angguki kepala sama Aliyah. Tanda setuju dengan ucapan lelaki pilihan hatinya.
"Ayang.. Itu bagaikan Mutiara Kalimantan. Indah di pandang mata, namun sulit untuk di gapai. Banyak lelaki yang hanya bisa memandang Ayang. Tetapi sulit untuk mendapatkan jiwa dan hati, Ayang. Karena Bee yakin. Hati Ayang cuma tertulis dengan nama yang besar yaitu DENIS"
...πΊπΊπΊπΊ...
Keempat kawannya sudah menunggu dengan wajah yang kesal melihat ke arah Aliyah dan Denis, berjalan santai menghampiri mereka.
Denis memeluk pinggang Aliyah dan tak melepaskannya. Walaupun kini, berhenti di depan kawan Aliyah.
"Rasanya ingin nimpuk kalian berdua!" ucap Riris sambil monyong bibirnya.
"Huum" tambah Labibah.
"Ada apa dengan aku" jawab santai Aliyah tak berdosa.
"Kita sudah nunggu lama. Kalian berdua malah mesra-mesraan. Kita bukan nganter kalian honeymoon, tau!" omel Riris.
"Kalian boleh bersenang-senang bersama pasangan masing-masing. Kenapa harus menunggu aku?" balas Aliyah.
"Ayo, baby. Kita ke pantai duluan saja. Enggak usah menunggu mereka" Labibah menarik tangan Doni.
"Hooh.. Percuma juga menunggu pasangan itu. Buat orang ngiri saja melihatnya" Doni dan Labibah berjalan bersama menuju tepi pantai.
Tangan Denis yang tetap setia memeluk pinggang Aliyah. Berjalan mengikuti pasangan Doni dan Labibah dari belakang.
Sedangkan Riris dan Langit yang berjalan di belakang sendiri. Juga menuju ke arah pantai.
Sesampainya di tepi pantai. Aliyah tersenyum ke arah Denis, sambil melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Denis.
"Bee, ayo main air?"
"Malas Bee na" jawab singkat Denis.
"Terus.. Ngapain kita ke sini? Kalau tak main pasir dan air" protes Aliyah.
"Bee, kan nganterin Ayang" jawab Denis.
"Bagaimana jika kita ikutan mereka bermain air untuk hari ini?" Aliyah menunjuk ke arah para sahabatnya.
"Tak maulah. Kayak anak kecil aja main air" jawab Denis lagi, menolak ajakan Aliyah. Semakin membuat kesal Aliyah.
"Anggaplah kita kembali ke masa kecil kita, sayang" Aliyah mendongak, menatap mata Denis. "Please.. Mau ya Bee" Aliyah mengacungkan dua jarinya.
Denis membalas tatapan mata Aliyah. "Janji dulu, Ayang na. Jangan sampai ke tengah main airnya. Kebiasaan Ayang selalu lupa, kalau sudah keasikan main di pantai" Denis mengangkat tangannya dan mengusap kepala Aliyah.
"Siap grak" jawab Aliyah spontan. "Janji, Bee"
"Janji apa?" tanya Denis mengetuk pelan kening kekasihnya itu. "Awas aja, kalau sampai ingkar janji. Bee pasti menghukum, Ayang" ujar Denis.
"Assiiiaaap..." seru Aliyah melepaskan tangannya dari pinggang Denis dan berlari menuju pantai, bermain air.
"Bee.. Saranghaeyo" seru Aliyah lagi dengan meniup tangannya ke arah Denis membentuk love.
Denis menatap ke arah Aliyah. Sudut bibirnya sedikit terangkat membentuk senyuman tipis. Dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan konyol pujaan hatinya.
...πΊπΊπΊπΊ...
...Kumpulan pantun dari readers DELIYAH tersayang.. πΉπΉππ...
...DELIYAH.. By Akak Bunga...
...I love you kak Najwa manis...
...DELIYAH.. By Akak Amel...
...Satu titik dua koma...
...Wawa cantik kami yang punya...
...DELIYAH.. By Akak Aisha...
...Satu titik dua koma...
...Ka Wawa cantik siapa yang punya...
...DELIYAH.. By Akak Virgo...
...Buah jambu tiga serangkai...
...Jatuh satu tinggal dua...
...Ilmu apa yang kak Wawa pakai...
...Hingga Bee na jatuh cinta...
...DELIYAH.. By Akak Eka D....
...Bunga mawar merah warnanya...
...Paling suka karya ka Awa...
...DELIYAH.. By Akak Ecka...
...Ikan betik ikan di masak di belanga...
...Wawa cantik kesayangan Bee nya...
...DELIYAH.. By Akak Gimbul...
...Ini kain itu kain...
...Kain bagus di dalam peti...
...Najwa emang cantik dan rendah hati...
...DELIYAH.. By Akak Iin...
...Beli gamis motik batik...
...Belinya di Surabaya...
...Wawa manis dan cantik...
...Pasti punya Bee nya...
...DELIYAH.. By Akak Fatheem...
...Liat langit biru warnanya...
...Onet cantik terus berkarya...
...DELIYAH.. By Akak Susan...
...Bunyi hujan adalah tik tik...
...Dingin angin sejuk rasanya...
...Najwa Camelia memang cantik...
...Hanya Bee na yang sayang dan cinta padanya...
...DELIYAH.. By Bunda Azka...
...Rumah Prancis berjendela kaca...
...Wawa manis dan semakin berkarya salam manis dari pembaca...
...DELIYAH.. By Akak Emi Rudi...
...Dua tiga bunga raya...
...Tetap semangat dalam berkarya...
...DELIYAH.. By Akak Aris...
...Jalan-jalan ke taman kota...
...Jalannya cuma berdua...
...Jangan lupa mampir ke karya Wawa...
...Semuanya ok punya...
...DELIYAH.. By Akak Dee...
...Jalan-jalan ke Surabaya...
...Perginya naik kereta...
...Wawa yang cantik selalu ceria...
...Semangat berkarya jangan pernah putus asa...
...DELIYAH.. By Akak Luna...
...Burung Gelatik burung Nuri...
...Burung Gagak terbangnya tinggi...
...Najwa cantik menawan hati...
...Hanya Bee lah pemilik hati...
...πππΉπΉπΉπππ...